konsumsi bensin

All posts tagged konsumsi bensin

Konon kedua mobil tersebut katanya basis mesin sama… namun sebatas pengetahuan SF terios bermesin DOHC dengan timing chain sedangkan taruna bermesin SOHC dengan timing belt.

image

Continue Reading

image

Masukan yang Oke dari sahabat blog (special thx to bro Handoyo25) mengenai besaran rupiah yang kita habiskan untuk membeli bensin tiap bulannya… Oke langsung sajahhh… Bahannya berdasarkan pengalaman SF sendiri…
Kendaraan sehari hari Nmax, jarak rumah-kantor PP +-50kman, bensin Pertamax, berdasarkan artikel sebelumnya telah dijelaskan konsumsi bensin Nmax (baca disini dan disini )…. Untuk itungan dalam rupiah SF bikin saja di Excell
Continue Reading

image

Saat dimintai masukan mengenai mobil baru untuk menemani mertua kerja sehari-hari, SF menyarankan Brio. Pertimbangan SF mesin lebih yahud dan ekonomis.   Tapi karena tergiur diskon yang diberikan sales toyota,  serta pengalaman memakai brand toyota (mobil sebelumnya innova,  dijual karena boros ruang + karena adik ipar nambah ertiga). Mertua akhirnya memilih Agya seri tertinggi (TRD) . Lebaran kali ini SF berkesempatan jajal mobil yang baru menginjak 1000km ini.

image

Continue Reading

Pasca kenaikan harga premium lalu penurunan harga pertamax bikin SF yang termasuk orang yang malas antri bensin ini hampir selalu isi pertamax untuk tiger lawas. Perbedaannya cukup lumayan pada tiger. Maklum rute SF tergolong bervariasi….  8 km sangat lancar, sekitar 15 km lalu lintas sedang hingga padat. Biasa memakai premium SF kudu lebih sering pindah gigi… menggiring kecepatan mulai rpm 4000 terasa berat dan kadang diiringi ngelitik, kudu downshift hingga rpm minimal mencapai 5000rpm. Namun memakai pertamax melaju 4000rpm tidak menjadi masalah. Getaran di putaran atas juga berkurang saat memakai pertamax. Lari 100kpj motor terasa lebih rileks. Efeknya konsumsi bensin menjadi sedikit lebih irit memakai pertamax
image

Continue Reading

Seperti yang SF janjikan kemaren. Hari ini saya coba mengulas komparasi Ertiga dari sudut pandang Adik ipar SF. Sebelum ipar SF ini tinggal bersama SF beberapa bulan lalu. Ipar SF ini adalah pengguna Innova G bensin tahun 2009. Otomatis saat disini kendaraan yang sering dipakai adalah Ertiga GX 2013. Memang tidak fair perbandingannya karena tahun berbeda 4 tahun. Tapi gimana lagi, bahan komparasinya cuma itu.
PhotoGrid_1404637274169
Foto innova diatas SF ambil dari google, karena adik SF ga punya foto innova
Continue Reading

image

Agak heran juga SF dengan ertiga ini kok irit banget ya lumayan jauh dibanding taruna SF… saat di pakai di daerah harapan indah yang lumayan bebas macet, display pada speedometer ertiga menunjukkan konsumsi bensin bisa mencapai 1:14-1:15. Saat dipakai dalam kota yang macet parah (kawasan pulau gadung dan pusat kota), konsumsi bensin menunjukkan angka 1:12. Sedangkan di tol jika lancar lebih heboh lagi… konsumsi bisa mencapai 1:18! Continue Reading

Beberapa kali SF duduk dibelakang kemudi mobilio untuk merasakan sensasi produk honda. Ga sampai mobil melaju sih…. cukip tongkrongin di pameran saja… begitupula ertiga… yang hanya jajal di dealer suzuki…
Bagaimana kesan yang SF tangkap sebagai pemain baru yang jelasnya kurang pengalaman di dunia roda 4?
Eksterior : mobilio lebih sporty alias ganteng, ertiga lebih elegan dan lebih manis. Untuk ini SF lebih sreg ke mobilio Continue Reading

sumber : nyolong gambare ipanase 😛

Di negara maju motor pemula yang irit bahan bahan bakar bisa jadi dicari untuk kendaraan sehari-hari para biker… tapi jangan bayangkan sekelas Beat, mio, dll.. Nah ninja 250,CBR 250, Inazuma saja disono masuk motor kelas pemula :mrgreen: ga salah honda memutuskan memasang mesin 1 silinder pada CBR 250. Fenomena hilangnya motor-motor eksotis 250cc 4 silinderpun mungkin juga karena hal ini.
Di Indonesia motor 250cc ga bisa dibilang motor pemula… lah harganya setara motuba yang sangat layak pakai… (yang 150cc fairing saja masuk kategori mewah kok 🙂 )  kecuali bagi milyader untuk keluarkan 50 jt cukup menjentikkan jari 😛
Pembeli motor sport 250cc sebagian besar berasal dari kalangan menegah atas yang secara ekonomi lebih beruntung. Bagi sebagian besar ndak masalah pake bensin setingkat pertamax bahkan yang plus, bahkan sekalipun SF ga pernah menjumpai yang ikutan antri di POM premium meski ga ada larangan.
Nampaknya masalah motor 250cc bisa nenggak premium masih dimanfaatkan pabrikan besar untuk merangkum konsumen.
Di buku panduan Ninja yang pernah SF baca nilai minimum oktan bensin yg dipakai adalah 87 (bukunya mbuhh ilang kemana pasca pindaha rumah kemaren )

ninja premium

spyshot dari cyberninja

 

Untuk memperkenalkan Inazuma kepada khalayak Suzuki menyelenggarakan Turing jakarta- Bali menggunakan inazuma yang diisi Premium!

sumber : http://gilamotor.com

CBR 250 di Indonesia malah dilakukan remapping ECU agar bisa nenggak premium ccba cek disini

Remapping ato pemetaaan ulang otak komputer ECU. Lebih jelasnya tentang remapping silakan baca disini. Nah kenapa remapping ECU diperlukan ??? karena kualitas & ketersediaan BBM sekelas Pertamax yang dibutuhkan oleh CBR 250R belum merata di semua daerah. Apalagi perbandingan kompresi CBR 250R mencapai 10,7:1. Kalo tidak ada penyesuaian ECU tentu bisa menimbulkan masalah bagi konsumen yang tinggal di daerah. Tunggangan kesayangan bisa batuk2. Dengan remapping ECU CBR 250R masih bisa minum Premium. Hanya saja konsekuensinya terjadi penurunan performa, tidak segalak jika minum Pertamax… lebih2 Pertamax Plus.

Di forum banyak pemakai N250 yang isi premium terutama yang tinggal didaerah… alasannya susah cari Pom bensin yang jual pertamax, Inazuma juga terbukti ga masalah diminumi premium buat turing Jakarta-Bali, ada juga blogger  yang selama setahun pake premium buat CBR 250nya

Padahal motor-motor diatas kompresinya mengerikan loh diatas 10:1 namun masih aman (menurut klaim pabriknya) menggunakan premium. selain karena remapping ECU ada pula yang berpendapat timing pengapian dimundurkan. Mungkin benar juga klaim pabrikan tersebut dalam jangka pendek tapi untuk jangka panjang SF nggak berani ambil resiko pake premium untuk si Bolot… minimal pertamax lah… Klo ada apa-apa di jangka panjang pemilik motor yang bakal susah. Lagian ada rasa ga enak ati bawa motor premium ikut antri di Premium…

Tips jika didaerah terpaksa minum premium : jangan geber motor dalam RPM tinggi dalam waktu lama, alias jangan ngebut 🙂  untuk mensiasati pake peningkat oktan jika terpaksa

Honda Tiger VS Ninja 250, wasitnya :Bebek 4L4Y

Riding Position.
Honda Tiger beraliran sport touring dengan riding style yang cenderung tegak. Apalagi setelah ditambah raiser. Makin nyaman aja dibuat aktivitas sehari-hari apalagi buat touring. Hanya saja stang tiger lebih lebar daripada Ninja sehingga harus hati2 kalau menyelip diantara mobil/ motor. Radius putar cukup baik, meski dikategorikan motor yang termasuk gedhe tapi masih sanggup balik arah menggunakan ¾ bagian jalan (lebar jalan sebesar 2 bus mini)
Ninja 250 meski sama-sama beraliran sport turing tapi lebih “tiarap” dibanding Tiger. Akibatnya handling lebih stabil, namun sangat menyiksa kalau dibuat membelah kemacetan karena bobot pengendara terpusat di depan, akibatnya pergelangan tangan, pundak dan pinggang bakal pegel, meski ga terlalu sih. Riding style ninja kan agak tegak, beda jika dibanding dengan pure sport. Meski bodinya bongsor tapi tetep sanggup “nyempil” masuk gang tikus (tapi spionnya dilipet ), hal ini karena Ninja pake stang jepit yang lebih sempit daripada Tiger. Bebek bisa masuk celah niscaya ninja 250 juga bisa masuk. Tapi kalo motong/ zig-zag ninja bakal kesulitan, karena fairing depan yang tidak ikut belok dan radius putar yang terbatas. Untuk balik arah butuh 1 lebar jalan penuh.

Konsumsi bensin dan oli.
Tiger konsumsi bensinnya 1 liter untuk 25 km, cukup memakai premium. Sedangkan olinya tiap 1500 km butuh penggantian 1 liter oli.
Ninja konsumsi bensinnya ga begitu boros, sama- sama di kisaran 1 liter : 25 km. Namun pake pertamax. Sedangkan harga pertamax sekarang sudah 2 X lipat premium! (wah bakal semakin jarang pake ninja buat ngantor nih) , olinya Ninja sendiri tiap 1500km butuh penggantian 1.6liter kalo nyopot oil filter, tapi kalo ga bersihin filter cukup 1.3 liter saja .

Power
Power Tiger sudah lebih dari cukup untuk pemakaian sehari- hari. Tapi jangan harap lebih kalau mau di sandingkan dengan scorpio, atau pulsar 200. Tiger keluaran 2004 punya smartf41z tenaga standardnya 1 hp lebih tinggi dan bobotnya 10 kg lebih ringan daripada tiger revo loh. Top speed yang pernah dicapainya 140kpj. Itupun butuh jalan yang sangat panjang dan dalam posisi nunduk abis. Didalam kota sangat tidak mungkin kecepatan segini tercapai.
Kalo Ninja sih jelas melebihi kebutuhan kalau sekedar buat sehari-hari. Buat speedfreaks yang udah pernah nyoba untuk bersanding dengan KRR sih masih berani. Mungkin tarikan bawah yang kalah tapi kalo udah gigi 4 keatas bisa nyalip KRR. Katanya loh…! Si “bolot” milik smartf41z top speednya Cuma 130 kpj, itupun cuma sekali aja. Kqkkk… beli Ninin kan buat sensasi 2 silindernya, bukan powernya.  Lagian sayang kalo ada apa2, lunasnya masih luamaaa… He3… Tarikan awal dengan tiger sih ga beda jauh. Namun bedanya, saat tiger udah kehabisan nafas di 10rb rpm dan minta pindah gigi, eh Ninja RPM segitu malah lagi galak-galaknya tuh sampe rpm 13rb. Nah kalo tiger nambah gigi, rpmnya turun agak banyak. Kalau ninja sih masih tertahan di RPM tinggi paling2 turunnya di kisaran 10rban. Tapi hati2, smartf41z pernah wheelie loh saat naik ke gigi 2. Dijamin kucuran bensin Ninin bakal semakin “nyedot” klo buat ngebut. Bayangin karburatornya aja ukuran 30 mm X 2 padahal CCnyakan 125 per silindernya, tiger aja masih 26mm untuk melayani kapasitas mesin 196cc. Rasio gigi tiger kerasa lebih wide  dan ninja lebih close ratio cocok buat maen ke sirkuit. Karena konfigurasinya 2 silinder, getaran Ninja akan sangat minim, ga kerasa riding tiba2 udah 100 kpj. Apalagi di RPM rendah, saat masuk kampung di RPM 2500 ninin udah bisa jalan nyantai tanpa gejala rantai meloncat-loncat meski di gigi 2. Beda sama tiger harus rajin mainin kopling dan masuk gigi 1 tuh.

Fitur
Jangan ditanya soal Honda tiger, adanya fitur standar tengah dan kick stater yang ga dimiliki ninja, jelas menjadikan motor ini sangat handal dan siap saji buat harian  . Apalagi kalau di kasih box belakang dengan braket geser, pas banget buat gawe sehari- hari. Kalo buat pergi ke mall atau nganter istri kepasar ga perlu mikir lagi kesusahan cari lahan parkir.
Sedangkan Ninja lebih cocok buat weekend dan JJS, ato pajangan dirumah. Namun masih nyaman kok buat kerja sehari- hari. Asal dipastikan aja lahan parkiran ga terlalu desak- desakan. Kalo smatf41z pas bawa ninja buat ngantor sih dateng agak pagian buat cari lokasi parkir yang pas. Perhatikan selalu kondisi aki dan air radiator yang harus dicek secara rutin. 2 hal yang ga perlu dilakukan di Honda Tiger..