kopling

All posts tagged kopling

Seorang rekan pengguna Vario 110 , curhat kepada SF perihal motor yang baru dibelinya beberapa waktu lalu. Menurutnya motor yang belum menginjak 1000 km ini kurang nyaman untuk stop N Go di kemacetan. Pengakuan dia, muncul getaran serta motor terasa tersendat sendat saat mulai melaju dari posisi berhenti.

Motor sempat di claim garansi ke dealer resmi dan sektor CVT sudah diganti total, tapi enaknya hanya beberapa hari, selanjutnya muncul gejala sama.

Cvt vario

Continue Reading

Responsif dan Relax… 2 kata itu seakan menggambarkan performa Nmax milik SF saat ini. Tapi sebelum membahas apa saja yang SF lakukan pada Nmax, intip dulu perubahan yang SF lakukan sebelumnya disini.  Filter aftermarket Ferrox, Roller Mio J 12 Gr (1 Gr lebih ringan dari bawaan), dan Per CVT Vario 150. Paduan ini bagi anak muda yang seneng kebut-kebutan dan selap-selip mungkin cocok… Motor serasa siap melesat kapanpun dibutuhkan… delay antara putaran gas dengan bertambahnya kecepatan sangat singkat. Efek buruknya Motor menggerung terus maunya nyundul terus , kira-kira seperti motor manual yang giginya terlalu rendah saat melaju. Pastinya motor jadi tambah boros….

Per Vario 150 yang akhirnya dicopot lagii

Continue Reading

Tiger 2004 yang sekarang jadi kendaraan simpanan, dipakai seminggu sekali

Pada jaman kejayaannya (akhir 90an awal 2000an) tiger memang diidamkan banyak orang. Bodinya moge look, cocok dimodif aliran apapun, nyaman untuk turing dan tenaganya mumpungi. Banyak remaja yang saat itu belum kesampaian meminangnya… alasannya karena faktor ekonomi. Apalagi tiger terkenal dengan sparepart mahal. 

Entah memang kebetulan atau memang sedang naik daun lagi, beberapa pembaca blog ini menanyakan soal tiger. Beberapa menanyakan perawatan tiger, beberapa lagi berkeinginan hunting tiger untuk memuaskan rasa penasaran yang sedari remaja… 

Oke deh langsung saja SF bagi sedikit tips dan pengalaman… 

Silahkan hunting tiger lawas tapi dengan catatan…. anda adalah orang yang telaten merawat motor…

Tiger terbandel adalah tiger tahun2 awal yang lampu belakangnya masih single (tahun 94-2000an awal) … saat ini susah nemu yang prima. Partsnya jauh berkualitas dibanding tiger yang lahir belakangan… tapi harga partsnya saat itu nggilani memang. Karena jam kerja tinggi otomatis mengalami peremajaan…. kemungkinan terbesarnya ya pake parts tiger baru yang kualitasnya … ya gitu dahh…. :mrgreen: kecuali nemu harta karun tiger tahun awal yang full ori dab sehat…. sikat saja dahhh…. tapi kalau nemu tiger mata rem double atau tiger revo prima ya monggo saja… perawatan dan karakternya hampir sama…

Tiger sekarang memang dah di suntik mati, tapi jangan kuatir partsnya masih sangat mudah didapat… 

Pahami dulu penyakit tiger yang paling sering terjadi. Sebagai pegangan saat hunting dan perawatan kedepannya. 

1. Rantai keteng/kamrat gampang kendor. Tandanya dari bunyi berisik seperti busi beradu dibagian blok sebelah kiri. Tenaga juga ngedrop. Awalnya muncul di rpm tertentu, kalau dah parah saat stasioner saja berisik parah…. penyakitnya karena kualitas keteng bawaan kurang bagus . Kalau ganti mending cari yang merk DID . Sekarang bahkan ada juga yang jual kamrat alternatif tiger 4 lapis yang dijual bareng gigi sentriknya… konon jauh lebih awet meskipun lebih mahal. LAT alias stasioner kamrat tiger juga terkenal kurang OKE. Nah sekarang ada yang jual stasioner dengan per spiral (bukan per plat seperti bawaan tiger).

2. Cek kancingan gir belakang…. GL max dan tiger SF penyakitnya sama… jalur kancingan gir tergerus… lama2 bisa bikin gir lepas dari bossnya. Pastikan saat akan meminang tiger, daging rumah kancingan gir masih tebal

Tiger SF sendiri sekarang dah pakai velg NMP yang dah ga pake sistem cacat seperti ini. (Baca selengkapnya disini )

3. Tangki keropos…. bukan hal yang baru kan? Cek dengan teliti bagian bawah tangki, terutama bagian pangkal kran bensin. Keroposnya tangki tiger karena ada air yang ngendon didasar tangki… SF sekarang selalu posisikan kran bensin dalam posisi res, karena akan menyedot bbm dari dasar tangki. Jadi tidak memberikan kesempatan air untuk ngendon. Untuk pengaman tambahan SF tambahkan sendiri filter bensin diantara kran bensin dan karbu. Sekali waktu SF bersihkan filter tersebut, dan tak lupa SF buka tutup baut pembuangan di karburator untuk membersihkan kotoran yang ngendon didasar karbu.

SF sendiri kurang ngeh asal airnya. kalau dibilang dari embun/pemuaian kok banyak banget. SF pernah kuras tangki airnya ada setengah liter loh… mungkin dari tutup tangki atau saat isi BBM.

4. Perkabelan… tiger SF beberapa kali bermasalah di bagian penghantar arus positif. (Lupa warnanya klo ga salah kuning) . Cek soket soket kabel dibagian kiri diatas tutup gir depan… pastikan tidak ada tanda gosong di soket maupun kabelnya. SF pernah kesulitan cek sumber korslet kabel ini… akhirnya SF putuskan bypass arus dari spull ke kiprok dengan kabel yang lebih tebal, sedangkan jalur aslinya (yang nampak gosong dan kaku) SF potong sajah.

5. Info dari tukang pressbody… Tiger maupun GL series sangat mudah mleyot bodi belakangnya… apalagi kalau pernah jatuh. Cek kelurusan ban belakang dengan spakbor belakang. 

6. Kopling gampang selip…. kalau SF sih tukar sepasang judger spring dengan plat kopling, dan tukar kampas kecil bawaan tiger dengan kampas besar. Tapi jadi sensitif sih… motor nyundul-nyundul galak. kwkkw…. ntar SF research lagi komposisi yang enak untuk harian.

SF dah bilang kan… kalau memang berniat meminang motor lawas seperti tiger ini ya kudu telaten. Kalau terawat, tiger cukup nyaman kok…. mesin terasa rileks saat melaju karena karakternya yang bertorsi, riding position ga bikin pegal untuk jarak jauh, dan stabil. 

Semiga infonya bermanfaat… silahkan bagi pecinta tiger untuk nambahi

Kejadian ini menimpa vixion adik ipar SF.  Tuas kopling tangan terasa berat saat ditarik.  Bukan hanya itu terasa geretan pada tangan saat menarik kopling.  SF berasumsi kabel kopling yang minta diganti.  Setelah diganti tetap saja kopling terasa keras.  Di semprot dengan penetran tetap saja ga bisa seringan seperti tiger atau ninja. 

image

Continue Reading

Kejadiannya sudah lama mendera honda tiger SF. Saat itu gejala selip kopling terasa pada tiger padahal perasaan ga seberapa ganti kampas kopling. Sepulang kerja SF mampir di bengkel dikawasan ngagel Surabaya. Setelah ganti kampas kopling motor kembali bertenaga.
Tapi beberapa hari  kemudian kembali terasa gejala selip kopling… kontan SF segera mampir ke bengkel yang masang kampas kopling tiger kapan hari.
Continue Reading

Sebelumnya mohon maaf pada pengunjung karena beberapa hari terakhir SF ga bisa rutin balas komentar masuk. Kondisi mendekati akhir tahun dan target kerjaan ga kunjung tercapai gara2 kejadian unpredictable bikin SF lebih konsen ke kerjaan. Okelah mumpung belum ngantor disempetin dulu bikin artikel 🙂

Beberapa hari lalu SF share soal penggantian kampas kopling tiger pakai GLmax/pro lawas. SF reminder lagi dah :

image

Susunan jeroan kampas tiger dimodif jadi 5 plat kopling dan 5 kampas kopling di selang-seling.

Continue Reading

image

Beberapa hari lalu ada seorang rekan yang telpon SF mengenai keinginannya upgrade bebek miliknya ke motor sport. pilihannya kalau ga NVL ya CB150SF… SF lantas tanya rutenya . Doi bilang rutenya penuh macet, apalagi pas puasa gini… pulang kerja dipastikan macet. Pertimbangannya memilih motor sport karena keinginan yang belum terpenuhi sejak bangku SMA.
image

Yo wis SF terpaksa crita kepahitan memakai motor sport saat jalanan macet total… apalagi memakai Ninja 250, Jiannn tersiksa bener.
Jalur SF yang dikuasai kontainer bener-benet stuck pada bulan puasa ini. Selap selip jelas nyaman memakai matic… SF menyarankan pilih matic dengan kapasitas tangki besar. tinggal modif ganti ban tubeless sedikit lebih lebar motor dah siap berjibaku dengan kondisi lalu lintas kota yang macet…
image

Jadi galau deh rekan SF ini… monggo silahkan pilih keinginan atau kebutuhan. Kalau ada dana dan kebutuhan lain tercukupi yo monggo beli keduanya… 🙂

image

Siang kamis kemaren tiba-tiba dapet surat tugas ke daerah Gatot Subroto.  Kebetulan ada rekan sekantor juga dapet penugasan yang sama. Barenglah kita ketempat yang dimaksud. Rekan SF pengguna spacy dan SF sendiri kebetulan bawa tiger. Karena selepas dinas kami ga balik kantor kami putuskan bawa motor sendiri-sendiri.Jalur yang SF hapal dari kantor (plumpang) ke gatot subroto adalah lewat yos sudarso (UKI) . Tapi rekan SF menyarankan lewat jalur lain yang lebih cepat yakni lewat jl. Pramuka tembus ke Pancoran. Manut dah…. SF yang ga tau rute terpaksa menempel spacy ini. Karena jam berangkat molor terpaksa laju motor diatas rata-rata.  Satu fakta berdasarkan pengalaman untuk nguntit butuh upaya lebih dibanding orang yang didepan. Karena apa? Saat jalan kosong start motor depan selalu duluan akibatnya motor belakang tertinggal. Untuk ngejar motor depan agar ga ketinggalan tentunya akselerasi harus melebihi motor depan . Begitu berhasil nempel motor depan tentunya gas dikurangi untuk mempertahankan jarak. Klo mo nyalip jadi balapan donk. 🙂 Begitu seterusnya. Nah nampaknya tiger milik SF dengan kondisi ban gambot serta pakai box belakang cukup kewalahan meladeni si spacy ini, akibatnya beberapa kali jauh tertinggal dikeramaian… maklum SF agak sungkan selap selip pake motor ini, bisa-bisa box belakang nyenggol setang motor lain atao nyenggol mobil saat nikung patah.

image

Rekan SF nampaknya  beranggapan tiger bakal bisa nguntit spacy yang tenaganya jauh dibanding tiger. Jadi ngegas teruzzz… 🙂 Lah iya kalau jalan kosong terus. Kalau macet jelas agak susah tiger ber box belakang menguntit matic.
Turingpun demikian… sekedar pengalaman juga voorijer motornya N250, SF pake N250 dua rekan lain bawa cbr150 dan piaggio zip. SF yg ga hapal jalan posisi dibelakang vooriger lah kok beberapa kali liat speedo nyentuh 130kpjya jelas cbr dan zip ketinggalan. SF putuskan nyalip voorijer untuk mengingatkan. Tapi dah terlambat… cbr 150 beberapa saat setelah kita berhenti memang langsung nyusul tapi zip sudah terlanjur tepisah dengan rombongan jadi malah saling nunggu. Afdolnya klo turing motor paling pelan diposisi depan dan voorijer kudu selalu monitoring posisi rider dibelakangnya.

image

Penyebab kabel kopling cepet putus selain karena termakan usia juga karena pemakaian parts yang tidak original, yuk kita list :
-penggantian per kopling racing yang lebih keras dibanding original. Jelas akan menambah beban yang ditanggung tali kopling. Di forum ninja 250 banyak yang mengeluh tali kopling cepet putus semenjak ganti per kopling racing

image

– penggunaan kabel kopling imitasi : jelas lah keawetannya berkurang, yang ori diselongsongnya ada lapisan plastiknya dan kawatnya lebih tebal/berkualitas.

-penggunaan setang jepit… loh kok bisa bikin kabel kopling cepet putus? Pengalaman tiger SF dulunya pernah pakai stang jepit, kabel kopling jadi kepanjangen jadi posisinya ga selurus posisi semula tapi lebih ketekuk sehingga tarikan kopling berat.
-penggunaan tuas kopling non ori apalagi produk murah, biasanya rumah nipel kawat koplingnya kasar dan tajam sehingga saat tuas kopling dimainkan berulang kali akan menggerus kawat kopling . Putus dah… ini yang terjadi beberapa waktu lalu dengan tiger tunggangan SF, akhirnya pulang kerja ga langsung istirahat tapi mbengkel

image

Discuss ikutan mejeng 🙂

Ciri-ciri kabel kopling akan putus biasanya dapat dirasakan saat menarik tuas kopling jadi lebih dalam dari biasanya, lebih berat dan ga mulus (terasa geretan/gesekan), dan kalau parah meski tuas kopling dilepas kawat kopling lambat balik/bahkan macet sehingga bikin kopling selip. Ini akibat serabut kawat sebagian ada yang putus, jadi saat tuas kopling dilepas nyangkut di selongsong kopling. Kalau sudah gini buruan ganti… daripada putus dijalan berabe. Sebenernya pengen juga sih pasang kopling hidrolis tapi muahalnya ga nahan, yang lokal saja bisa diatas 500 rb apalagi yang bermerk bisa jutaan rupiah… mending pasang prospeed atau koso buat bolot 😛