spion Variasi, bermanfaat atau bermasalah ?

Banyak yang mengeluhkan kenapa spion original desainnya terlalu panjang sampai melebihi handle bar sehinnga rawan senggolan saat dikemacetan. Alasan ini digunakan sebagai pembenaran oleh pengguna sport fairing untuk melipat spionnya supaya memudahkan manuver padahal resiko menjadi berkali lipat. Begitu juga bagi pengguna motor non fairing, alasan spion kepanjangan membuat rider menggantinya dengan spion variasi yang lebih pendek dibanding original (padahal ganti spion variasi karena spion orinya mahal πŸ˜› ). Salah satunya SF sendiri πŸ™‚ Spion yang cocok diperkotaan menurut SF adalah yang panjangnya pas ga melewati handle bar, kriteria kedua rangkanya tidak mudah bergetar, dan yang ketiga serta terpenting jenis kaca harus cembung! nah ini yang sering diabaikan oleh produsen spion variasi. bahkan spion mahalpun sering SF lihat memakai kaca cermin datar. Efeknya jangkauan pandangan terbatas karena objek tampak besar di cermin. beda dengan kaca yang cembung, jangkauan lebih luas dibanding cermin datar.
Pengalaman SF beberapa tahun lalu, SF pernah menggunakan spion Original yang di pendekkan tangkainya ditukang las. bekas las-lasan bisa dicat ulang, dichrome atau di tutup dengan pelindung slang shover. Pas banget dimensi spion ini kacanyapun lebar dan cembung. Spion ini diganti karena pecah gara-gara papasan dengan alayer.
setelah itu Tiger SF memakai Spion bulet Chrome menyesuaikan tiger yang mulai terhihat classic (a.k.a jadoel :mrgreen: ) sayangnya kacanya datar sehingga SF tempelkan spion cembung yang biasa dipakai mobil. kelemahan lain tangkainya masih dirasa kepanjangen. Akhirnya spion ini juga diganti karena beberapa kali spion cembung yang direkatkan dengan double tape lepas dari tempatnya.
wpid-DSCF1907.JPG
Setelah itu SF memakai Spion bulet bertangkai pendek dan kaca cembung. Perfect dah…. tangkai ga melebihi handle bar, jangkauan sangat luas melebihi spion ori, serta desain classic pas buat tiger jadoel. Disaat SF mulai cocok dengan spion ini saat kecepatan tinggi tiba-tiba kaca lepas. beli lagi spion ini trus SF olesi Lem besi di karet pengait (dipinggirannya) lumayan bertahan beberapa tahun. tapi pas dipakai pindahan rumah kemaren lepas lagi kacanya. πŸ™

wpid-wpid-1326789765-picsay-1-1.jpg
handguard sekarang dah lengser gara-gara rusak drat dudukannya, ternyata lebih praktis tanpa ini

Karena ga terbiasa tanpa spion jadi mampir di pinggir jalan beli spion seadanya. eh nemu spion kotak berkaca cembung, cukup murah cuma 20 rb πŸ™‚ setelah dipasang… pandangan pas cukup luas jangkauannya, setelah motor berjalan baru deh muncul kelemahannya… spion getar… hadewww…

Sepertinya kudu hunting spion lagi nih…

spion bulet cembung

bagi yang beranggapan spion original is the best yo monggo … lah wong Ninja saya pakai ori karena ga terlalu lebar (malah kalau mbaplang ga lebih lebar dibanding bebek), spin juga pake orinya satria, jelas kemudi spin ga terlalu lebar jadi aman pake ori. nah khusus tiger ini sengaja SF pilih non ori karena stang bawaan sudah cukup lebar kalau pake spion orinya kurang nyaman bagi SF. monggo share pengalaman pake spion variasi

Motor hobi… gimana sih maunya?

image

Motor sebagai hobi bisa bermacam pilihan tergantung ridernya. Tampilan, power, dan sensasi berkendara jadi pertimbangan untuk dipinang. Tapi ga haram juga sih motor harian dijadikan motor hobi juga, buktinya buanyak juga yang dimodif. πŸ™‚ Nah jika hobi motor ditunjang sedikit kelebihan rejeki tentunya bisa nambah motor lagi khusus hobi… kalau ini kembali lagi ke pertimbangan diatas. Ingin Tampilan mantab… banyak pilihannya. Tampilan ala moge seperti byson, N250, CBR, dan inazuma bisa dipilih, ingin tampilan klasik ada scoopy dan fino. Bagi yang ingin ngebut di sentul tentunya pertimbangan power yang utama, beberapa pilihan misalnya Ninja 2 tak, N250, dan CBR series, satu lagi yang mungkin jadi pertimbangan.
image
Sensasi berkendara.. nah ini mungkin beda masing-masing rider… pengen skutik premium super nyaman ada PCX, ingin motor roda 3 ada piaggio MP3 Yourban, ingin moge ga kesampaian bisa milih yang multi silinder seperti Ninja 250 dan Inazuma… atau pengen merasakan sensasi all terains motorcycle bisa milih Dtracker… nahhh yang di Jakarta mumpung ada PRJ pas banget timingnya buatΒ  membandingkan pilihan, tentunya semakin besar budget semakin banyak pilihan :D.
image
Teringat saat SMA dulu… ga banyak pilihan motor yang bisa dipinang, apalagi belum bisa beli dhewe ….Β  Alhamdulillah Gusti Allah masih beri kesempatan sampai sekarang πŸ™‚