lalulintas

All posts tagged lalulintas

Ingin menguji kesabaran anda….? coba naik kendaraan bermotor untuk harian. Rute SF sendiri antara 23-25 km (tergantung beberapa alternatif rute) dari harapan indah menuju kalibata. Waktu tempuh antara 1 jam hingga 1jam 45menit.


Godaan bagi biker sangat banyak di jalur ini. 

1. Trotoar sangat amat luas… bahkan mobilpun bisa lewat. Pejalan kakinya ? Hanya seorang dua orang. Ga percaya ?coba cek trotoar selepas flyover walikota jaktim (sebrang halte busway) klo gasalah jl. Ngurah Rai. Dijalur padat menyempit (karena halte busway) ini justru jalan dipersempit untuk bangun trotoar. Kalau pejalan kakinya rame oke lah untuk kepentingan umum juga. Lah ini pejalan kakinya sedikit…meski trotoar dibikin separuh pun masih terhitung lowong untuk pejalan kaki.

2. Sepanjang duren sawit ada jalur khusus sepeda dan pejalan kaki. Jalur ini pun sepertinya cukup dilalui mobil. Dihari kerja, warga yang memanfaatkan untuk olah raga atau bersepeda cukup sedikit. Alhasil beberapa ruas diserobot oleh pemotor setelah menggeser beton pembatas.

3. Jalur busway dibeberapa ruas dirasakan mubazir karena penumpang dirute ini terhitung minim. Sering  SF melihat penampakan bus trans sepi penumpang. Penumpangpun terlihat sepi dibeberapa spot halte antara jl. Ry bekasi timur hingga kantor walikota jakarta timur. Jalur khusus trans Jakarta ini pun memakan 1/3 ruas jalan yang jelas efeknya bikin jalan raya makin padat merayap.

4. Angkot ngetem sembarangan, lampu merah dan persimpangan yang harusnya, silarang berhenti malah jadi favorit tempat ngetem. Bahkan angkot/metromini sering menurunkan /menaikkan penumpang ditengah jalan

5. Tol seharusnya jalan bebas hambatan… di jakarta ini luar biasa… tol bisa macet parahhh! Sekedar sharing 2 rekan kerja SF (rumah di cikarang dan karawang) potongan gaji karena telat bisa mencapai sejuta lebih. Rutenya meski mayoritas lewat tol kalau sudah macet, bisa lebih parah dibanding jalur biasa. Lihat google map jam 4 pagi saja dah macet… !
Salut bagi anda yang sehari-hari naik kendaraan bermotor. Ibarat kata, umur habis dijalan…!

Pilihannya ya kudu sabar…. yang ga lolos ujian sabar buanyak banget… termasuk SF sering banget gagal menahan kesabaran. Tapi jangan sampai lah melupakan sisi kemanusiaan. Ada ibu gandeng anak anak nyeberang masih diserobot, ada yang kena musibah dijalan bukannya dibantuin malah diklaksonin suruh minggir, rame rame melanggar dianggap paling bener, dll

ilustrasi garmin di Hp dari mbah google

Pengalaman kesasar dialami SF saat survey lokasi kerja baru. Sebelum berangkat setting GPS di xperia X1 dan ditempel diatas tankbag 7 gear. Berangkat sih ga ada kendala. Namun saat balik SF salah lah jalur dan yang seharusnya lewat Yos Sudarso kearah Kramat Jati malah dilempar lewat Senen. Kebingungan bakal terjadi dijalan yang bertumpuk-tumpuk kaya Jakarta ini, penyebabnya diantaranya banyak terowongan dan flyover, belum lagi sebelum masuk terowongan atau flyover tadi ada berbagai cabang yang ga keliatan ujungnya bakal kemana, yang ribet lagi ada jalur yang khusus dilewati mobil, ada jalur khusus masuk ke jalan Tol, ada juga yang khusus busway. Byuhhh…. bagi pendatang yang belum kenal seluk beluk Jakarta bener-bener dibikin bingung. Kejadian seminggu kemaren ane kesasar gara-gara persimpangan yang membingungkan ini, karena ga hapal jalan ane percaya saja dengan GPS ane. Nah saat ada persimpangan yang harusnya SF memperhatikan rambu malah asyik ngintip GPS. GPS menunjuk arah lurus, nah berhubung saat dipersimpangan jalannya lurus semua ane tetep deh dijalur ane ngikut motor  didepan. GPS pun ga menunjukkan  tanda-tanda kesasar. Kalo kesasar biasanya dia langsung recalculating rute.

Eh diujung jalan ga taunya kendaraan ga boleh terus, alias dipaksa belok kanan. Jiah GPSnya baru ngrespon saat udah kesasar recalculating rute ke arah baru. Perjalanan yang harus ditempuh 45 menit jadi 1 jam lebih. Percaya GPS okeh asal tetap waspada dengan rambu petunjuk jalan.