lampu merah

All posts tagged lampu merah

Salah satu bangjo (abang ijo alias trafic light) di raden inten memang bikin BT bisa 5 menit lamanya…
Kemaren saat nyampai situ dari jauh SF melihat lampu nyala ijo.. tumben nih batin SF. Otomatis SF agak mempercepat laju Nmax. Begitu mendekat ternyata kecele… lampu yang SF kira nyala lampu trafic light ternyata lampu truk yang terpasang dibagian atas box

image

Continue Reading

image

SF punya rekan kerja yang rute hariannya searah dengan SF namun waktu tempuhnya jauh lebih cepat dibanding SF. Doi ngaku lewat jalur khusus. Yang dimaksud adalah jalur khusus mobil dan jalur busway :mrgreen: . FYI jalur yang biasa SF lewati adalah jalan Yos Sudarso yang membelah Jakarta dari selatan hingga utara. Karakter jalan ini adalah jalur dibagi 4 yang terdiri dari jalur motor,mobil dan busway. Satu jalur lagi ada diatasnya yakni tol layang. Nah saat berangkat dan pulang kerja ini rekan SF anti jalur motor (kec. Terpaksa 😀 ). Saat lampu merah juga ga pernah berhenti dibelakang garis putih katanya garisnya saja ga jelas dan lebih memanfaatkan space yang ada. Apa ga takut ditilang bro kalau melanggar? “Ga mungkin, lah wong temennya banyak…” katanya. Sering ketemu polisi tapi cenderung membiarkan. Beda soal saat siang hari. Saat ada dinas luar rekan SF ini jadi alim dijalanan. Lewat jalur khusus motor, lampu utama nyala dan berhenti dibelakang garis putih. Maklum polisi lagi galak- galaknya ….  🙂

Memang unik kondisi lalin di Jakarta ini. Jam berangkat dan pulang kerja rasanya jalanan tak cukup menampung semua pengendara. Alhasil jalur busway yang sekali-sekali dilewati transbus jadi dimaklumi polisi untuk dilanggar. Kalau ga gitu kemacetan jadi parah dan malah menyusahkan semua orang. Yahh terserah saja yang jalanin… kalo SF lebih nyaman lewat jalur sesuai peruntukan, ga was-was kena tilang dan resiko lebih minim.

Ilustrasi foto dari google

image

Kejadian ini terjadi sekitar 2 Minggu lalu di pertigaan Cilincing. Setelah sejam lebih terjebak macet di kawasan Semper akhirnya sampai juga ke pertigaan cilincing sebelum masuk tol. Saat itu kebetulan mobil yang SF tumpangi berhenti samping belakang mobil pickup yang posisinya sedikit diluar jalur sehingga SF masih bisa melihat view didepan. Tampak ada seorang polisi mengatur lalu lintas. Tiba -tiba ada seorang pengendara tanpa helm motong mobil yang SF tumpangi, menerobos marka putih dan berhenti disamping Polisi seperti orang ga punya dosa saja. Ajaibnya Polisi ini ga menghiraukan kehadiran si manusia sakti ( jangan2 memang pake ajian tak terlihat ya, cuma sesama orang sakti saja bisa lihat 😆 ), beberapa detik kemudian saat SF berniat memfoto sudah banyak motor yang ikut berhenti didepan marka jalan. Termasuk mobil pick up yang ikut meringsek kedepan. Hmm… kapan ya bangsa kita bisa disiplin … ?! kasihan juga kadang pak Polisi ini kalau tegas ( diperlukan untuk menimbulkan efek jera) dikira cari-cari kesalahan, kalau didiamkan kaya gini makin kurang ajar saja para pengguna jalan.

image

Miris juga melihat kejadian Minggu kemaren, ditambah kejadian pagi ini. Kejadiannya di lampu merah PGC (lagi) kali ini kearah UKI pas SF menunggu lampu merah. Waktu coundown timer menunjukkan kurang 5 detik untuk berubah warna menjadi hijau, seperti biasanya gerombolan motor terlihat mulai merangsek berjalan perlahan namun ada pula yang langsung gas pol melewati lampu merah (padahal belum hijau). Nah ngerinya dari arah  berlawanan masih menunjukkan lampu hijau yang tersisa beberapa detik terlihat sebuah kijang innova melaju kencang karena tidak mau terjebak di lampu merah. Gerombolon motor yang  merangsek itupun terpecak jadi 2 antara yang sudah lewat persimpangan dan yang masih didepan lampu merah. Untung ga ada yang tertabrak.
Bagi sebagian orang menunggu lampu merah memang menjengkelkan, apalagi seperti lampu merah PGC yang jedanya lebih dari 2 menit. Namun jika nekat melanggar nyawa taruhannya !
Menurut SF, countdown timer pada traffic light ada manfaat dan ada juga efek buruknya. Manfaatnya saat kita berhenti dilampu merah kita dapat mengetahui berapa lama lampu akan berubah menjadi hijau. Untuk efisiensi, kendaraan dapat dimatikan (lumayan bro kalo 2 menit!) Dan kendaraan kembali dinyalakan saat timer mendekati angka 0. Asalkan saja ga ada polisi iseng yang menilang karena lampu utama ikut mati :mrgreen:
Efek buruknya seperti kejadian diatas dan kejadian Minggu kemaren dapat memicu terjadinya kecelakaan, bagi yang kena lampu merah memicu rider (terutama motor) untuk nyolong start, bagi yang lampu hijau berusaha memacu kendaraannya agar tak terjebak dilampu merah. Dan hal itu terjadi saat countdown timer mendekati angka nol! So, masalahnya bukan pada timernya namun karena attitude pengendara. Ambil manfaat dan hindari resiko keberadaan traffic light bertimer!

image

Kejadiannya saat pulang belikan kelincil buat si Faiz (selalu saja Faiz jadi alasan padahal ortunya yang demen :mrgreen: ) Minggu siang kemaren. SF kembali diingatkan untuk semakin berhati-hati dijalan. Beberapa puluh meter sebelum lampu merah tampak lampu menunjukkan warna hijau dengan indikator menunjukkan hitungan mundur kurang 10 detik, tak hayal beberapa motor berusaha menambah kecepatan agar tak terjebak di lampu merah itu. (Termasuk SF juga ikutan :mrgreen: ). Nah saat ane rasa ga nutut melewati lampu merah itu perlahan ane kurangi kecepatan untuk berhenti. Lah kok 2 motor disebelah kiri ane ga ada tanda mengurangi kecepatan, motor depan supra 125 dikendarai suami istri yang menggendong balita, sedangkan belakangnya seorang bapak-bapak tampak mengikuti juga mengendarai bebek. Nah pas dilampu merah tiba-tiba motor depan mengerem mendadak, pengendara dibelakang tak sempat mengerem dan tabrakan tak terelakkan. Perhatian SF saat itu langsung terfokus pada ibu-ibu yang mendekap erat putri balitanya. Sontak motor ane sandarkan motor ( meninggalkan anak-istri ditengah jalan :mrgreen: ) dan segera berlari berniat menolong bersama beberapa warga. Masih untung tidak ada korban yang cedera serius, tapi kasihan balita yang digendong ibu tersebut masih tampak shock. Terdengar pembicaraan para korban yang intinya pengendara motor depan anggap tindakannya sudah benar berhenti tepat saat lampu berganti ke merah, sedangkan pengendara belakang menyalahkan pengendara depan karena ragu antara berhenti atau  terus namun tiba- tiba ngerem mendadak pas beberapa meter di belakang lampu merah. Hmm untung SF ga ikutan dibelakangnya secara saat itu boncengan bersama bunda, Faiz dan seekor kelinci Anggora English. 🙂
Berdasarkan pengalaman, hal seperti ini yang sering menyebabkan kecelakaan di traffic light . Saat indikator hitungan mundur mendekati nol pengendara malah menambah kecepatan. Parahnya dari arah simpangan jalan lain motor biasanya sudah mulai bergerak maju. Kalau ngerem mendadak resiko ditabrak dari belakang, klo nekat terus resiko nabrak pengendara yang berada disimpangan jalan lain yang sudah nyolong start. Kejadian ini hendaknya jadi pelajaran bagi yang lain, kurangi kecepatan pas traffic light, dan jangan lupa berdoa sebelum berkendara.

image

Kaget baca berita di detik news seorang pengendara motor ditilang polisi saat matikan lampu di traffic light dengan alasan hemat energi. Menurut polisi saat motor hidup lampu juga harus hidup, kalo mau matikan lampu mesin juga harus dimatikan. :mrgreen:

Hadew… baru kali ini tau kalo hal itu ga boleh dilakukan, padahal SF sering melakukan ritual itu alasan ane biar aki ndak tekor saat berhenti dilampu merah maklum tiger kan kelistrikannya ngikut aki. Lah kalo lampu merah mesin juga dimatikan kapan ngechargenya, secara pas jalan juga macet :mrgreen:  menurut SF berlebihan sekali tindakan polisi Medan ini. Salutnya “sang korban” memilih sidang dipengadilan daripada harus berdamai dengan polisi demi mempertahankan keyakinannya. Sidangnya sendiri dijadwalkan 2 desember 2011 di Pengadilan Negeri Medan. Semoga hasil sidangnya juga diberitakan oleh detik