larangan

All posts tagged larangan

Not me… SF bukan penganutnya. Namun banyak nelayan yang percaya jika hal ini dilanggar maka hasil pancingan akan sepi. Di Pantai Tanjung Pakis Karawang misalnya… kapten senior disana kurang berkenan jika tamu membawa bekal seperti ini:

1. Pisang

2. Telor

3. Kacang

4. Pete/Jengkol

Jika membawanya saat trip mancing dipercaya bikin apes…. Continue Reading

Jengkel mangkel bercampur aduk sama kebijakan Pemda DKI bakal melarang kendaraan roda dua melintas di Jalan Protokol…. eh barusan baca didetik.com DKI bakal bangun sirkuit internasional untuk MotoGP…

image

Emangnya warga Jakarta banyak yang suka motoGP? Emangnya warga Jakarta banyak yang Biker?
Kalau jawabannya YA…. ngapain dilarang lewat jalan protokol…..? Au ahhh…..

*jadilah pemimpin yang dicintai rakyat…..

Sebenanarnya SF salut dengan Ibu Susi sang Menteri Perikanan dan Kelautan… sikapnya yang apa adanya, bertato dan tidak mengenyam pendidikan formal sampai lulus SMA tapi beliau bisa menjadi orang besar. Gebrakan awalnya sungguh diluar dugaan… jam kerja PNS dikementeriannya akan diubah menjadi jam 7 pagi… nohhh…. kerja….kerja…kerja….!

image

Bukan pendidikannya yang SF masalahkan.. toh ilmu bisa didapat bukan hanya di bangku sekolah… bahkan banyak orang S3 ga mampu menyamai prestasi ibu Susi.
Namun ada satu yang bikin SF kehilangan respek…. Menteri yang diberitakan cinta lingkungan, (baca disini) hingga sempat memarahi karyawannya yang menebang pohon ini ternyata perokok berat…. ga peduli judgement orang lain , dengan seenaknya dia merokok saat diwawancarai wartawan di komplek istana negara…

Continue Reading

image

Aneh-aneh saja rencana pemkot Jakarta ini. Motor dilarang lewat di beberapa ruas jalan protokol di Ibukota? Menurut hemat SF ga bakal ngefek mengurangi kemacetan. Lah wong di tol saja yang ga ada motor juga macet kok… coba mana ada namanya jalan bebas hambatan tapi macet. Ya kalau bagi pejabat lewat situ jelas lancar lah… soale pake uwing-uwing 🙂 . Itu permasalan utama. Yang kedua pengendara yang tempat kerjanya berada di  ruas jalan terlarang bagi motor dipaksa memarkir motornya diruas jalan tersebut. Pemkot bakal dapat duit dengan menyediakan kantong parkir… tarif perjam Rp1000 tarif max. Rp5000.

image

Selanjutnya, pengendara motor akan disediakan angkutan gratis.. dengan kondisi sekarang saja orang masih harus berdesakan dan nunggu angkutan umum begitu lamanya. Jika motor dilarang ga terbayang penumpukan penumpang dan anarkisme penumpang rebutan angkutan 🙂 okelah pemkot bersedia menyediakan tambahan angkutan gratis… tapi apa mencukupi dengan penambahan pengguna angkutan masal. Rasanya ga mungkin melarang masyarakat umum non pengendara motor naik angkutan gratis ini.  Parkir kena tarif perjam (max 5rb), naik angkotan gratis ga bisa diandalkan, jadi naik angkutan umum nambah lagi ongkosnya…. makin merana saja masyarakan menengah kebawah. Bagaimana  biker mampu yang sebenernya punya mobil tapi akhirnya memilih naik motor karena sudah ga tahan menghadapi kemacetan ya akhirnya balik lagi pakai mobil… hadeww….
Ga terbayang juga bagaimana repotnya pengendara motor yang tempat kerjanya ga di ruas jalan protokol tapi melewatinya. Rute tercepat seharusnya melewati jalan protokol tersebut. Tapi kudu muter-muter cari jalur alternatif. niatnya pakai motor biar praktis dan cepat sampai kantor…. eh sekarang malah dibikin ribet…

image

Tol saja macet.... pic :tribunnews

Jiahhhh…. makin ga nyaman lagi bagi biker hidup di Jakarta…. klo bisa milih SF sendiri sebenernya ogah hidup diJakarta… namanya tuntutan kerja ya gimana lagi….
Gimana kalau diadakan aturan mobil dilarang lewat jalan protokol… berani ga? Jelas ga brani lah… yang dilarang kalangan atas . Mending nggencet kalangan bawah.
Ga usah aneh aneh deh idenya…. perbaiki saja moda transportasi masal … kalau terbukti nyaman dan aman serta menjangkau seluruh pelosok banyak pengguna jalan yang akan beralih menggunakan angkutan umum.

Saat usia SD ingat betul SF dilarang bermain layang-layang di jalan. Alasannya ada tetangga masuk rumah sakit karena terjerat benang layangan aduan yang tajam. Meski sudah memakai helm fullface tidak menjamin benang layangan tak melukai pengendara motor. Tetangga SF tersebut terkena benang layangan yang melintang tepat dibagian leher. Karena kagetnya tetangga SF terjatuh lumayan parah dan harus dilarikan kerumah sakit. Selain terluka karena terjatuh dari motor leher tetanggabSF ini tersayat bagian lehernya…. untung ga sampai mengenai pembuluh darah. Continue Reading

image

Kalau sudah turun mesin sampai ganti jeroan mesin seperti piston/ring, noken,templar, dll. Motor wajib di inreyen. Biasanya setelan klep motor agak direnggangkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Saat inreyen gaya berkendara kudu disesuaikan… hindari memacu RPM tinggi alias ngebut. Setelah masa inreyen setelan klep akan disesuaikan ulang serta oli sebaiknya diganti. Loh kok? Kan sayang baru dipakai inreyen 500 kman oli dah diganti? Continue Reading

angkot ngawur

gambar dari amri166.blogdetik.com

Ga bisa dipungkiri angkot termasuk penyumbang kemacetan di Jakarta. Dibanding Surabaya tempat kelahiran SF, Angkot disini jauhhh lebih ngawur, ada penumpang turun berhenti saja ditengah jalan, naikkan penumpang juga begitu ga sampai lah angkot berhenti minggir banget. Sering juga SF saksikan Angkot satu dan lainnya saling serobot penumpang… pokoknya ruwet dah musuh angkot ini. Yang bikin lebih ruwet lagi SF perhatikan tempat favorit berhentinya angkot adalah di tempat yang seharusnya dilarang berhenti contohnya : perempatan lampu merah, puteran balik arah, berhenti pas pintu masuk pertokoan/perkantoran, bahkan pernah SF lihat berhenti naikkan/turunkan penumpang di jalur busway! paling males kalau berurusan dengan angkot ini, rekan SF bercerita mobilnya pernah diseruduk angkot, begitu temen saya turun eh supir angkotnya ngomel-ngomel ga karuan, marah-marah trus naik angkotnya lalu ngacir… temen saya cuma bisa mlongo… yang salah situ… yang marah situ eh maen ngloyor saja :mrgreen: karena masih ditanggung asuransi dan males berurusan sama supir ngawur ya sudah relakan saja.

Monggo diintip
http://m.detik.com/news/read/2013/01/02/131513/2131159/10/pemko-lhokseumawe-akan-larang-perempuan-mengangkang-di-sepeda-motor?n991102605

Disarankan duduk menyamping saat berboncengan. Di satu sisi inginnya menegakkan Akhlak disisi lain mengorbankan safety…  🙁  .
Monggo deh di komen. No SARA please…

image

Ga safety kan ???

image

Saat nyervis motor Bundafaiz, sekalian ngajak ngobrol sang montir untuk cari bahan artikel. Kali ini info yang SF dapat mengenai perawatan busi racing. Nah pengalaman Pak Arman (montir) pernah salah menangani busi racing saat ada yang servis. Seperti biasa salah satu yang wajib ditangani untuk motor yang diservis adalah membersihkan busi. Untuk busi normal biasanya Pak Arman membersihkan kepala busi dengan kertas gosok halus. Namun kali ini motor yang diservicenya menggunakan busi racing iridium. Setelah selesai service, motor malah ga langsam dan larinya tersendat-sendat. Ternyata businya koit. Sudah dua kali Pak Arman mengalami ini. Sekarang tiap ada pasiennya yang pake busi racing iridium doipun ga berani lago gosok-menggosok 😆