LAT

All posts tagged LAT

Kelemahan tiger salah satunya pada mekanisme kamrat yang gampang lemah… Bukan hanya rantai kamratnya namun juga LATnya alias tensioner penonjokknya yang gampang lemah. 

Kali ini SF ingin bahas LATnya. Seringkali LAT yang menggunakan pegas model gulungan lempengan baja ini ga kuat mendorong batang penonjoknya keluar, akibatnya kamrat kendor dan muncul bunyi berisik. Penonjok ya ga memanjang maksimal ini sebagai akibat pernya telah lemah.

Untuk membantu kerja LAT agar bisa lebih memanjang sehingga lebih menekan kamrat cukup mudah kok… Kendorin saja baut pemegang LAT diblok mesin pake kunci L (ada 2 biji atas bawah) sehingga LAT terdorong keluar sekitar 2 mili. Saat dikendorin itu, penonjok tensioner pada LAT yang ga tertahan lidah tensioner akan ikutan memanjang 2mm. 

Nah bagaimana jika saat baut pemegang  LAT tersebut sudah di kendorin namun LATnya ga terdorong keluar meski dah digetok getok…. Berarti masalahnya bukan pada LATnya… Tapi kamrat (rantai keteng) anda sudah molor dan harus diganti atau bisa juga lidah tensioner dah tergerus parah. 

:Mrgreen:

Kemaren jadi hari apes bagi smartf41z, niat awal benerin karburator ngrembes, malah harus ganti LAT + rante keteng/kamrat. Padahal baru 2 bulan lalu turun mesin loh. Ini akibat belum nemu bengkel yang cocok dan paham seluk beluk Tiger. Bengkel pertama salah menganalisa bunyi-bunyi aneh mesin. Saat itu hanya menarik kesimpulan laher noken oblak.  Setelah diganti, eh masih bunyi. Analisanya berubah lagi dan menuduh LAT (Lift Assy Tensioner alias tensioner penonjok kamprat/keteng), akhirnya LAT ganti juga made in Thailand. Eh masi bunyi juga. LAT diakali dengan cara memanjangkan tonjolannya dengan cara dilas paten. Kok masih berisik juga, waduh tiger ku jadi bahan uji coba nih. Daripada merembet kemana-mana akhirnya Smartf41z memutuskan untuk menggulung sendiri LAT tiger tersebut. Hasilnya sukses!. Eh tak dinyana 2 bulan kemudian kejadian lanjutan menimpa Tiger kesayangan, saat stel karburator dan digas  gedhe tiba2 bunyi berisik muncul tambah lama tambah kenceng. Udah deh, daripada ada apa-apa mending bongkar LAT dan cek kamrat. Hffftt… ternyata bener dugaan saya kamprat udah kendor, ternyata akibatnya gara-gara LAT yang udah dipanjangin sama bengkel sebelumnya sampe-sampe rantai kamprat molor melebihi batas toleransi.

kampret ohh kampret.....

Yahhh… beli deh LAT dan kamprat lagi. Oalahhh kampret…kampret… Kalau dari awal udah ketahuan penyebabnya dan tinggal ganti kampratnya, ga perlu deh ganti LAT segala, apalagi  bengkel sebelumnya merusak LAT yang baru tak beli saat itu.

Untung aja sebelumnya punya pengalaman baik dengan bengkel yang kedua ini. Saat bongkar CVT Spin sukses mamangkas ongkos ganti kampas kopling  jika di dealer resmi abis 350rb, di bengkel ini cuma 90 rb.

Sukur Tiger smartf41z udah normal sekarang. Kapok deh kebengkel yang ga jelas reputasinya.

Penyakit Honda Tiger yang satu ini ada bunyi berisik dari blok mesin sebelah kiri. Bunyi ini berasal dari kamrat kopling yang kendor karena LAT (Lift Assy Tensioner) alias penegang rantai kamrat yang kurang kuat menegangkan rantai kamrat. Seperti yang saya ulas di artikel sebelumnya. Desain mesin Honda Tiger disinyalir sama/ segaris dengan GL max dan GL Pro/Megapro lawas dengan kualitas yang kemungkinan besar sama. Dengan begitu beban yang di pikul honda Tiger ini terlalu berat karena tenaga dan bobot yang lebih besar daripada GL series. Inilah efek yang terjadi jika memakai desain mesin yang sama. untuk GL Max yang hanya 125 cc dan bobot yang lebih ringan, mesin akan menanggung beban dan luapan tenaga yang lebih ringan. Pada tahun 1996 silam penulis ingat di Surabaya GL Max bekasnya lebih banyak diburu daripada GL pro karena mesin yang halus serta lebih awet daripada GL pro. Kembali ke LAT dan permasalahan kamrat. Honda GL max penulis dulu masih teringat dibenak penulis turun mesin pada usia 50.000-an km karena masalah bunyi mesin yang berisik, setelah diperiksa ternyata rantai kamrat memang sudah kendor dan sekalian LAT diakali biar sodokannya semakin kuat. Namun pada kasus Tiger 2004 milik penulis mengalami masalah yang serupa tapi pada kilometer 20.000 km! kemungkinan analisa diatas penyebabnya. Tapi anehnya masalah ini tidak ditemui pada honda tiger keluaran awal yang “konon” materialnya lebih kuat karena masih import, penulis menarik kesimpulan material yang digunakan juga menjadi penyebab bunyi berisik ini.Setelah cari informasi kesana-kemari dan mencari informasi di komunitas tiger, kelemahan ini merupakan penyakit bawaan tiger dan rata2 solusi yang ditawarkan oleh pengunjung situs komunitas itu adalah kamrat diganti dengan milik AHM dan LAT pake honda Thailand aja karena harganya lebih murah (LAT AHM hampir 300rb, LAT Thai cuma 75rb).

Berhubung penulis sendiri sudah makan asam garam karena sudah memakai mesin jenis ini sejak 1996, masalah kamrat saya ganti dengan AHM dan LAT saya akali sendiri. Caranya, potong per yang bentuknya plat tipis beberapa cm dan gulung ulang per. nah ini caranya yang susah dijelaskan. Penulis meskipun udah beberapa kali gulung ulang per tetap saja merasa kesusahan. Tapi mau ga mau harus gulung sendiri karena beli bawaan honda mahal. :P. harus kreatif nih kalo pengen menghemat pengeluaran. Tanda2 kamprat kalo minta diganti gampang kok deteksinya, pada saat LAT nonjok tapi ujungnya ga nyentuh lidah penegang rantai berarti kamrat dah kendor bgt. Tapi sebelumnya cek juga apakah laher noken tempat gir atas kamprat bernaung masih belum oblak. Deteksinya mudah juga, buka tutup kamprat sebelah kiri atas blok mesin trus cungkit aja gir kamprat atas dengan obeng. Kalo oblag harus bongkar mesin tuh. Untuk masalah gulung ulang LAT kalau beruntung bisa tuh ditemukan bengkel yang bisa ngerjain.

USEFULL TIPS : per LAT bisa juga diganti per jam weker atau per dari mainan / mobil2 an, asalkan lebar per sama dengan aslinya.