launching

All posts tagged launching

source link

http://lulusalonandspa.com/?x=samples-of-viagra

http://akashows.com/?x=will-viagra-give-you-an-erection SF tergolong blogger yang kurang aktif berkarya, masalah mood saja… nah selang beberapa hari setelah peluncuran PCX lokal… SF yang jarang memfollow berita-berita otomotif , dapat pertanyaan dari 3 rekan / pengunjung blog. Intinya sama…. mending beli mana Nmax dan PCX.
Jawabannya hampir sama SF berusaha mengembalikan keputusan pada mereka, dengan beberapa pertimbangan dan opini. Benar SF pengguna harian Nmax, tapi PCX hanya SF dapat dari literatur saja.

http://cinziamazzamakeup.com/?x=dove-acquistare-viagra-generico-50-mg-a-Bologna Kelebihan Nmax handling superb, daya rekat ban dan rem top level. Mesin responsif, motor bandel…. SF tergolong males ngebengkel palingan rutin ganti oli di 2000 atau pas khilaf 2500 km sekalian bersihkan filter udara dibengkel umum. Setelah gratisan servis berakhir SF cuma 2 kali mampir bengkel resmi pertama karena saatnya ganti belt sekalian roller dan rumah roller karena memang sudah waktunya( 25rb km), dan yang kedua mogok karena bensin kecampur air. Soal kemampuan menahan beban berat jangan tanya…. Nmax SF rutin boncengan sekeluarga.

go site Yang paling menjengkelkan soal Nmax adalah shock keras … karena shocknya sendiri yang luar biasa konyol kerasnya dan sudut shock yang terlalu tegak, dan melemahan lain yakni kemampuan melibas banjir yang parah… kalah sama beat/matic kecil. Motor2 itu masih melaju di genangan air cukup lumayan, Nmax cuma meraung raung tapi motor ogah melaju karena selip.

Gimana soal PCX… berdasarkan literatur saja yah… ada beberapa fitur dan Kelebihan PCX yang bikin SF pun ingin melamarnya… fitur ini yang telak mempermalukan Nmax , bikin Nmax terlihat tertinggal bebererapa abad :mrgreen:

PCX ada ISS , dimana mesin mati jika beberapa saat motor berhenti total, Nmax kagak ada!

PCX ada colokan charger, Nmax kagak ada!

PCX ada alarm dan keyless system. NMax pake kunci biasa seperti motor puluhan tahun lalu :mrgreen:

Ban pcx sekarang ga cemen dah kekar loh ukuran 120 buat belakang… memang sedikit lebih kecil dibanding Nmax yang 130… TAPI pcx dah pakai velg 14″ yang punya keunggulan lebih stabil dan lebih mentolerir jalanan ga rata dibanding velg yang lebih kecil diameternya.

Tampilan PCX tampak elegan, Nmax sporty klo ini soal selera sih…

Ada sedikit concern SF terhadap PCX… jika CVTnya plek dengan vario. Maka ada yang harus dibenahi… banyak kasus vario bergetar dan tersendat tersendat saat awal akselerasi, kemungkinan besar masalah pada kampas kopling yang permukaannya kurang luas. Semoga hal ini tidak menimpa PCX baru… solusi gampang… ahm jiplak saja kampas Nmax karena itu solusi yang diambil oleh pemilik vario lama 😆

Kapasitas bensin pcx 8 liter dibanding Nmax 6.6liter… cocok bagi orang yang males buang waktu di pom bensin

Nah sekarang masalah harga. Harga akan tidak beda jauh sekitar sejutaan untuk tipe terendah… inilah yang bakal telak memukul Nmax. Fitur PCX sepertinya cukup berlebihan dibanding selisih harga dengan Nmax.

Bagaimana prediksi SF….? Nmax bakal terpukul… akan di gerogoti bahkan pasarnya akan dirampok PCX , bukan mustahil PCX menggantikan posisi Nmax sebagai raja baru skutik selonjoran.

Terlambat…. terlalu pelit Yamaha memfacelift Nmax 2018… perubahan warna velg, shock tabung, tampilan speedo, dan desain jok akan susah digunakan untuk menangkis serangan PCX.

Meski performa Nmax sepertinya masih diatas PCX. Namun selama ini performa sama sekali tidak menjamin penjualan… ga percaya? Cek aja dah sendiri gimana penjualan beat vs mio, NVL vs CB gimana?!

Artikel diatas seakan SF mengagungkan PCX, namun knapa SF menganjurkan calon buyer untuk lebih baik membandingkan dulu secara langsung antara pcx dan nmax?. Kenyamanan bermotor bukan hanya dari baca artikel saja… coba sendiri… cocokkah dengan ergonominya, ketinggian kah, nyamankan…. gimana soal delivery powernya…, handlingnya? Sejauh mana calon buyer bisa mentolerir kelemahan produk yang akan dibelinya…. kalau sudah yakin dan cinta, lupakan opini blogger dan orang lain…. bukan mereka yang membelikannya untukmu.

Masing masing orang akan mungkin beda pendapatnya… opini dan kesan blogger juga akan beda dengan pembaca. Blogger mungkin sebagai pengingat …jangan emosional saat milih motor daripada menyesal kemudian. Motor ini ada ini itunya loh motor lain kagak….  motor ini kelemahannya ini loh….dll

Sebagai pemakai Nmax kok SF malah kliatan belain PCX… ini semata-mata biar yamaha sadar….  saingan mereka adalah pimpinan pasar! Kasih fitur lebih saja motor jualannya kalah bersaing dengan produk pimpinan pasar… apalagi kalau kalah fitur….

Nah kalau yamaha nambahi fitur Nmax paling tidak Nmax ga anjlok penjualannya, calon konsumen juga yang mesem… calon motor motor yang bakal dibeli fiturnya makin lengkap 😆

Trus SF sendiri milih mana? Ya tetep jajal dulu…. !

Klo katakanlah ga ada kesempatan jajal 2 2 nya … sepertinya pcx lebih menggiurkan

Tapi …Kondisi sekarang SF dah punya Nmax… motor ini sudah diset sesuai keinginan SF. Shock ganti super duper empuk, jok model sofa yang bikin terlena, windshield dah ditinggiin melindungi dada dari terpaan angin langsung, mesin dah disetting untuk perkotaan… cukup disayangkan jika ganti PCX.

Motor apapun punya kelemahan… kalau ngaku biker sejati bisa lah cari cara mengatasi kelemahan itu… kalau ga bisa ya….   go to link life with it!

Nmax vs PCX 1

Abaikan Gambar ini, karena artikel dibawah bahas Nmax VS Vario 150

Vario adalah andalan honda disamping beat. Data aisi 2014 Vario series menempati nomor 2 dibawah beat.

Dengan hadirnya Nmax non ABS seharga Rp.23.500.000 rasanya akan ada korban di kubu honda. Vario 125 yang dihargai kisaran Rp. 17 jutaan mungkin masih aman karena beda kelas dengan Nmax. Namun Vario 150 yang dihargai 2.050-2.650 rb jelas akan terancam. Nambah cuma 3 juta dapat skutik lebih premium. Continue Reading

Jikalau SF masih jadi penginden Nmax ABS lantas mendengar berita Nmax non ABS akan muncul 2 bulan lagi. Sudah pasti SF bakal batal inden NMax ABS… meski katakanlah bulan depan SF sudah dapat Nmax ABS.

image

Faktor harga selisih signifikan (ada yang prediksi selisih 3-4 juta bahkan sampai 6 juta) dan Perawatan lebih mudah (dan murah dikemudian hari) jelas bikin goyah untuk lebih memprioritaskan Nmax non ABS. Apalagi jika yamaha menambah kapasitas produksi unit non abs, jelasnya waktu tunggu lebih singkat.
Selisih 4 juta untuk sebuah Nmax bisa buat macem macem loh… toh SF sudah biasa riding motor Non ABS ….  🙂
Andaikan semua dealer yamaha sebaik dealer SF inden Nmax dulu (bisa minta kembali DP atau ganti produk lain tanpa pinalti) tentu sangat riskan penginden Nmax ABS beralih ke Non ABS…

Siapa yang paling merasa digampar atas kehadiran Nmax? Jelas AHM lah… dia jualan PCX yang merupakan lawan setara Nmax dengan harga lebih mahal 10jt lebih! Kalau sudah seperti ini SF saja enggan membeli PCX…. Pasalnya…. :
1. Banyak potential buyer PCX lari ke Nmax
2. PCX makin ga laku
3. PCX makin diabaikan AHM, import dikurangi , layanan aftersales juga pasti dikurangi (sparepart makin langka) teringat status FB warungDOHC beberapa waktu lalu.. sparepart CBR250 yang lebih laris saja susah didapat…. apalagi PCX ya? Continue Reading

Kawasaki ninja…! Siapapun pecinta roda dua Indonesia tau reputasinya sebagai motor kencang. Santer berita mengatakan KMI sebentar lagi akan ikutan jualan motor sport fairing 150cc 4 tak. Kira-kira gimana peluangnya dipasaran…?

image

Ninja 150RR 2 tak atau N250 bisa laku karena ga ada lawan. Ninja 150 satu-satunya motor kencang 2 tak, N250 juga motor kencang beraura moge multi silinder… (dulu… sekarang sudah ada R25) Continue Reading

Beberapa tahun lalu sinnob sempat menghebohkan dunia permotoran Indonesia karena berani menciptakan penggerak roda menggunakan belt…. namun produk ini tak kunjung launching… saat diuji coba ternyata produk yang mengadopsi technologi Moge cruiser tersebut gagal diterapkan pada motor jepang! Loh kok aneh…. ? Ternyata penyebabnya adalah putaran mesin moge cruiser diset sangat rendah … mentok paling cuma 5rb rpm, sedangkan motor jepang harian di Indonesia meskipun CC kecil namun bisa berkitir 2 kali lebih cepat karena bisa mencapai 10rb rpm bahkan lebih.

image

Continue Reading

image

Maruti Ertiga ZDi alias Suzuki Ertiga versi diesel mendapat beberapa komplain di India. Hal ini SF dapatkan saat berselancar di forum-forum yang membahas ertiga. Yang paling kesorot di google ada 2 problem yang dihadapi oleh pemilik ertiga yakni :
– tetesan oli dibawah mesin(baca disini dan disini juga)

image

– loss power pada rpm rendah (baca disini ) kemungkinan karena turbo lag (baca disini ). Nah mengenai turbo lag ini banyak yang mengeluhkannya… monggo saja google dengan keyword turbo lag ertiga. Tenaga ertiga diesel dibawah rpm 2000 terasa tertahan. Apalagi dipakai muatan penuh mobil makin terasa berat larinya.

Yang ga kalah banyak dikeluhkan dari maruti ertiga di India adalah masalah bengkel resminya yang tergolong lambat penanganannya.

Jika suzuki berniat memasarkan ertiga diesel ke Indonesia, semoga bisa dipastikan problem diatas ga terjadi. Begitu juga dengan bengkel resminya pelayanan dan ketersediaan suku cadang kudu diperhatikan.

Mobil diesel memang masih banyak penggemarnya, torsi sangat kuat bikin mobil ini ga perlu rpm tinggi untuk mengail tenaganya, mesin diesel terkenal awet dan perawatannya lebih mudah, yang kalah pentingnya mesin diesel terkenal irit! Ertiga diesel di India bisa mencapai 1:17 hingga 1:19 km/liter! Bahkan kalau stabil di tol bisa diatas 20km/liter! Pencapaian yang sungguh luar biasa..

image

speed juga dianggap remeh… bisa nyampai 170kpj loh!  sangat kencang untuk ukuran mpv

Sepertinya Ertiga desel bisa menjadi kuda hitam dalam pertarungan mobil mpv entry level di Indonesia… asalkan kualitas terjaga dan bebas problem tentunya….

Ertiga bensin saja sudah terasa irit apalagi yang diesel yakkk….

Kelas 50 juta keatas merupakan kelas premium sport di Indonesia. Buyernya ga harus loyalis setia… mereka melihat produk secara objektif. Barang bagus bakal laku… itu kuncinya. So bagaimana dengan R25 yang dibanderol 53jt?

image

Ada 2 hal yang saling mengkompensasi…
Pertama, R25 diproduksi di Indonesia. Secara cost seharusnya bisa ditekan. Apalagi jika R25 ini ditujukan untuk pasar global. Cost untuk mass product harusnya bisa ditekan lagi.
Kedua, melihat spesifikasi tehnisnya R25 mempunyai daya maksimum : 26,5 KW(36 PS) @ 12.000 rpm dan
Torsi maksimum : 22,6N.m @ 10.000 rpm. Secara teori power segini untuk motor 250cc membutuhkan material yang bagus.
Sekedar contoh misalnya Ninja 250 mempunyai red line 13rb. Saat limiter dibobol (melalui penggantian ECU  atau TCI racing) sehingga rpm bisa nembus 15rb klep jadi cepat tipis. Ini jadi kendala juga di kejurnas yang melarang penggantian klep ninja 250. Mestinya R25 yang redlinenya serta tenaganya dipatok lebih tinggi materialnya wajib lebih super.

Mungkin 2 hal diatas menjelaskan kenapa harga R25 lokal setara dengan ninja 250 impor. Sekarang tinggal nunggu pembuktian seiring waktu. benarkah material R25 memang berkualitas tinggi…?, kalau terbukti beberapa waktu setelah distribusi R25 bebas masalah maka SF yakin R25 bakal menyingkirkan Ninja 250 dari tahta sport premium 250cc.

Satu hal lagi yang kudu diantisipasi yamaha… bakal banyak BC yang menyerang R25. Kalau bisa segera bikin ajang pembuktian…. misal race 24 jam nonstop R25 :mrgreen: , turing Sumatra – bali , menggandeng media untuk komparasi produk dengan kompetitor lain, dsb.

Berikut spesifikasi R25 :
Tipe mesin : 4 Langkah, 8 valve DOHC Berpendingin Cairan
Jumlah Silinder/posisi : Dua/Tegak
Diameter X langkah : 60,0 X 44,1 mm
Perbandingan Kompresi : 11,6 : 1
Sistem bahan bakar : Fuel Injection
Sistem pengapian : TCI (Transistorized Control Ignition)
Tipe Busi : CR9E
Tipe Battery : GTZ8V (MF Battery 7.4 Ah)
Sistem Starter : Electric Starter
Sistem Pelumasan : Basah
Kapasitas Oli mesin : Total = 2,40 L ; Berkala = 1,80 L ; Ganti filter oli = 2,10 L
Panjang x Lebar x Tinggi : 2.090 mm X 720 mm X 1.135 mm
Tinggi tempat duduk : 780 mm
Ground clearance : 160 mm
Wheel base : 1380 mm
Caster angle : 25 derajat
Trail : 95 mm
Daya maksimum : 26,5 KW(36 PS) @ 12.000 rpm
Torsi maksimum : 22,6N.m @ 10.000 rpm
Berat Isi : 166 kg
Kapasitas Tangki : 14,3 L (Res : 3 L)
Tipe Rangka : Diamond
Tipe Transmisi : Manual, 6-percepatan
Tipe Kopling : Basah, Kopling manual , Multiplat
Ban Depan & Belakang : Tubeless 110/70-17M/C(54S) & 140/70 – 17M/C(66S)
Rem Depan & Belakang : Cakram Floating Ø 298mm, Piston Ganda & Cakram Ø 220mm Piston Tunggal
Suspensi Depan : Telescopic Fork (diameter 41 mm)
Suspensi Belakang : Monocross Suspension
Lampu depan : DC Halogen 12V,55W (H7)
Lampu belakang : LED