lawan

All posts tagged lawan

image

Pic : overdrive.in

Pas mudik kemaren SF bergantian nyetir dengan sang adik… biasanya adik men take over kendali ertiga dari tangan SF saat malam tiba. Sampai setelah sholat Subuh ipar SF ini rupanya masih kerasan nyetir. Biar ga ngantuk Adik SF ini nyetir makin agresif. Beberapa kali menyalip kendaraan didepan. Termasuk ada satu mobilio yang disalip ipar SF ini (kondisi mobilio juga mengikat barang bawaan diatas sama seperti kendaraan SF). Setelah disalip nampak mobilio yang awalnya berjalan dengan kecepatan normal ikut menambah kecepatannya. Beberapa kali terlihat mobilio terlalu dekat menempel ertiga SF.

Continue Reading

source :www.motorbeam.com

Disadur dari beberapa artikel di India, dimana disana telah duluan terjadi perang antara R15 Vs CBR 150.

R15: Power 17 PS at 8000 RPM Torsi 15 Nm at 7500 RPM
CBR150: power 18 PS at 10,500 RPM Torsi 12.66 Nm at 8500 RPM Continue Reading

Memang menarik membandingkan 2 motor premium berikut … NINJA 250 DAN CBR 250 ! Kali ini SF ingin mengulas peningkatan tenaga 2 motor ini saat dimodif. Karena SF ga jago banget di dunia mesin sekalian kita jadikan artikel ini ajang diskusi. 🙂 (nyentil warungDOHC)
image

Kenapa upgrade performa motor 2 silinder hasilnya lebih maksimal dibanding 1 silinder? Pada awalnya SF pikir dulu saat membandingkan 2 motor ini ninja 250 lebih maksimal dioprek karena masih menggunakan karburator dan pengapian TCI . Namun setelah membaca artikel TMCblog ternyata bukan itu penyebabnya.. lah wong ninja injeksi ganti knalpot racing saja tanpa ganti ECU tanpa pakai piggyback peningkatan tenaga yang diperoleh 3.5hp, lah kalau sudah ganti ECU atau gambah piggyback apa ga nambah gedhe lagi tuh. Sedangkan CBR ganti knalpot doang mentok cuma nambah tenaga 1.5 hp cek hasil tes berikut :
image

Meski sudah tambah piggyback,ganti koil dan ganti knalpot racing (slipon) kenaikan power CBR juga ga seberapa besar hanya 2.11 hp.

image

Apakah penyebabnya mesin 2 silinder Ninja 250 sengaja didown grade (alias ga dimaksimalkan) untuk memenuhi regulasi mengingat generasi awal Ninja 250 bisa mencapai 39 hp! Jadi disentil dikit tenaganya dah naik drastis. Ataukah dari sononya standar CBR 250 sudah diset maksimal… monggo pendapatnya…

Nb:Jika ingin tahu hasil dynotest berbagai modifikasi mendongkrak performa ninja 250 karbu silahkan intip artikel ini.

image

Asli ga nyangka banget baca artikelnya bang Edo, penjualan CBR 250 mengalami penurunan sebesar 50.34% dibanding semester I tahun lalu sedangkan ninja 250 malah mengalami kenaikan 25.84%. Secara unit CBR terjual 1900 an, sedangkan Ninja 250 terjual 8400an pada semester I. Masa Penjualan CBR 250 ga sampe 1/4nya ninja!!! Padahal pada awal peluncuran CBR bisa salip-salipan dengan Ninja 250. Tahun lalu SF sempat  mengira kedepannya konsistensi penjualan CBR 250 diawal penetrasi tetap berlanjut sehingga secara kumulatif pasar N250 bakal terbagi, namun fakta berbicara lain. Kelebihan CBR 250 seperti kokpit digital,injeksi,irit, nyaman, powerband galak untuk stop And Go, dll … ga kuasa membendung kekuatan mesin 2 silinder. Keputusan AHM membikin tim pabrikan untuk membinasakan Ninja 250 di kejurnas nampaknya juga ga berpengaruh banyak. Diluar negeri boleh saja CBR jadi ancaman serius bagi Ninja 250 (sampai ada kawasaki luar yang repricing Harga Ninja 250) , tapi di Indonesia konsumennya unik dan sedikit beda. Banyak diantaranya terobsesi menunggang moge dan hanya N250 motor paling murah yang beraurakan Moge. Akan sangat berbeda hasilnya jika CBR 250 sekarang menganut multi cylinder, bisa jadi CBR 250 jadi penguasa karena jaringan distributor yang jauh lebih luas serta kenyamanan berkendara yang lebih baik dibanding ninja 250.
Tahun depan pertarungan motor 250 cc makin berdarah-darah dengan hadirnya 1 lagi motor multi cylinder yang mengusung konsep naked bike.
image

image

Secara fitur, oke! Secara model oke! Secara power oke juga! Nah SF melakukan survey kecil-kecilan dikalangan rekan kerja yang mengunakan motor sebagai sarana transport sehari-hari. Dari penyemplak matic, bebek, sport hingga penunggang motor premium. Lalu apa pendapat mereka? Sama sekali ga tertarik pada motor satu ini! 🙁 Sory to say, but that’s the fact ! Padahal SF sangat..sangat…. antusias sama motor yang satu ini. Menurut SF auranya ga kalah sama gw 250 twin cylinder. Harga yang diperkirakan TMCblog kisaran 26 – 31 jt, jika memang nantinya dibanderol segini sudah masuk kategori premium. Menurut SF butuh keberanian lebih serta tekad bulat untuk meminang motor ini. Harga yang tinggi, jaminan sevis yang terbatas, serta brand yang tergolong baru di Indonesia, bikin motor ini ga dilirik oleh mayoritas pengguna motor. Nah jadi siapa loh potensial buyernya? SF bisa bilang, sama seperti konsumen duo CBR, KLX250, dan Ninja 250. Yakni kaum penghoby motor sejati dan memiliki kemampuan finansial lebih, yang karena kecintaan terhadap motor hingga dapat mengabaikan harganya yang mahal (harga beli dan perawatan) dan sulitnya mencari suku cadangnya. Jadi coret deh para pemakai sepeda motor yang sekedar memenuhi kebutuhan akan transportasi dari daftar calon pembeli Duke 200, apalagi konsumen yang berada didaerah.
image
Saingan terdekat Duke 200 (berdasarkan range harga) adalah honda CBR 150, sebagai gambaran penjualan selama September 2011 sebanyak 1613 unit (sumber: dapurpacu) dan Oktober sebanyak 1223 unit (sumber : detikoto ). CBR 150 dengan didukung tampilan sport berfairing, layanan purna jual kuat, serta dibawah branding terkuat didunia saja hanya laku segitu bagaimana dengan Duke 200 nantinya?, rasanya cukup berat untuk bisa laku 500 unit/ bulan di Indonesia. Sayang sekali ya …. motor seeksotis itu masih menjadi barang eksklusif yang tak terjangkau bagi sebagian besar pengemudi motor di Indonesia.

image

Baca artikelnya Bang Edo, SF langsung tersenyum simpul. Grafik penjualan ninja dan CBR 250 bagai pinang dibelah dua, bedanya arah pertumbuhannya berkebalikan. Jika penjualan ninja naik maka Cbrnya  turun, begitu pula sebaliknya. Ya jelas lah, lah wong grafiknya bukan jumlah penjualan motor dalam unit namun prosentase. 🙂 Meski ada klx 250 yang ada dikelas ini namun ga mempengaruhi penjualan duo sport berfairing, dengan harga yang selisih 10 jt lebih mahal diatas ninja 250 susah dapat pembeli. 🙂
FYI ninja 250 semakin mengokohkan dominasi terhadap cbr 250 pada bulan oktober dengan menguasai 62,77% pasar 250 cc dengan total 1.457 unit. Untuk lebih lengkapnya silahkan intip di webnya Bang Edo

. Yang bikin SF penasaran apakah jika ER6 masuk nantinya tejadi swifting demand dari ninja 250 dan CBR 250 ke kelas 650cc? We’ll see

image

Rasa penasaran SF tak kunjung hilang hingga saat ini terutama bagaimana performa CBR 250 setelah dioprek habis-habisan. Seri keempat kejurnas 250 cc kembali cbr tidak nampak di urutan 10 besar. Padahal regulasi sudah diperlonggar. Blogger2 senior pun ga ada yang bahas mengenai ketidakhadiran CBR 250. Sejatinya apa sih maksud Cbr 250 mendaftar di kejurnas 250 cc?
–  ajang promosi bengkel CBR 250 dan komponen balap Cbr 250?
–  sekedar menunjukkan ke khalayak kalo Cbr 250 yang genrenya sport turing bisa juga buat balap?
–  niat ikut full series namun tidak bisa menemukan settingan tepat dan mengetahui performa kompetitor yang berkembang jadi mengundurkan diri daripada berakibat buruk bagi promosi CBR?

Yang jelas masalah pembalap (pinjeman honda) yang selalu bentrok jadwal balapnya dengan indoprik menunjukkan ketidaseriusan CBR diturunkan pada Kejurnas 250 cc ini. Entah apalagi alasan ketidakikutsertaannya kali ini.

Heran juga sama Honda yang mengkedepankan support balap supersport daripada kejurnas 250 tahun depan padahal honda ga jualan cbr 600 disini. Dengan kata lain kejurnas 250cc dianggap masuk kelas ecek-ecek. Indonesia bukanlah rumah supersport dan superbike karena hampir mustahil motor itu mampu dibeli biker Indonesia, berbeda dengan ninja 250 dan CBR 250 yang harganya 1/5 harga supersport. Semoga seri terakhir CBR dapat menunjukkan taringnya.

Hasil kejurnas 250 cc :
1. Ivan Atmaja, DKI Ilegal Shinyo Racing Team 16 menit 0.302 detik
2. Ali Adrian, DKI Anjany NHK CLD FDR Sphinx +0.127 detik
3. Bram Prasetya, DKI Cargloss AHRS +0.184 detik
4. Erwan Nyoman, Riau Kawasaki Greentech +3.315 detik
5. Zefanya Iqbal, DKI Kawasaki Denso Junior KYT Caspian +20.151 detik
6. Heru Susanto, DKI Anjany NHK CLD FDR Sphinx +20.186 detik
7. Danu Andri Wibisono, DKI Privateer +26.901 detik
8. Ardan Syauqi, DKI NYN 2Bros AFAM BMC HYT Speedracers +40.587 detik
9. Edison Wishnu, DKI Fast Anjany NHK +1 menit 05.433 detik
10. Joseph Kevin, Lampung Leon AHX Racing Lampung +1 menit 13.793 detik

Andaikan Cbr 250, minerva 250, hyosung 250, tentu ninja 250 bisa ikut kejurnas 250 tahun depan, balapan pasti jadi lebih  seru dan pamor kejurnas 250 cc bakal terdongkrak.
Share your opinion…!

image

Statement ini dilontarkan adik Smartf41z yang ada di Surabaya. Tak sengaja saat tanya kabar via telpon ternyata sodara SF ini sedang test ride Honda New Blade. Top speed yang baru ditembusnya sekitar hampir 120kpj. Wah untuk ukuran motor 110 cc lumayan juga larinya. Bahkan doi sempet ngetes bareng megapro, dan masih nglawan ditrek pendek ( megapronya lg pilek kali) 🙂 ! Penasaran dengan performanya SFpun membandingkan dengan Supra 125cc, kebetulan juga sodara SF ini punya Supra 125 yang tergolong baru untuk motor sehari2. Doipun mengakui kalo blade ini terasa lebih enteng tarikannya dibanding supra 125 yang gigi bawahnya terasa terlalu panjang. Ga tau lagi top speednya. Hmmm…. mantab juga nih motor. Apa ga sayang motor masih inreyen sudah diperkosa abis2an? “Lah yang nyuruh malah empunya” kata doi.Abis kata deh…
dasar udah punya buntut masih juga suka trek-trekan! ;p