lawas

All posts tagged lawas

image

Pic:modif-motor.org

Aliran 1: Modif motor lawas agar terlihat segar mungkin sudah umum terjadi di Indonesia, utamanya di pulau Jawa. Tak terhitung berapa banyak SF melihat penampakannya bahkan jajal sendiri motor lawas yang telah direstorasi menjadi lebih segar. Mesin diperbarui dan tak jarang di upgrade gila-gilaan bahkan sampai performanya melebihi motor baru. Kebanyakan bagian bodi dirubah tidak terlalu ekstreem untuk mempertahankan aura klasiknya. Bahkan ada juga yang benar-benar memakai part originalnya… intinya saya… biker-biker tersebut punya minat lebih pada motor klasik . Berbasis motor lawas mereka berusaha restorasi motornya agar layak ditunggangi bahkan dijadikan kebanggaan… Continue Reading

image

Keturutan juga nyicip ganaznya akselerasi GL100 yang beberapa kali bikin mata SF melirik saat pulang kerja itu. Kebetulan SF ganti kampas rem disini sekalian dikoreklah spesifikasi GL 100 yang ternyata milik empunya bengkel.ย  Berikut spek kaki dan mesin yang berhasil SF korek.
Kaki-kaki : velg jari-jari aluminium dengan ukuran ban depan 100/80-17 merk Swallow Xworm sedang belakang ukuran 120/80-17 BT45,dual cakram

image

Mesin : 200cc kebanyakan memakai parts tiger, leher knalpot gemuk memakai leher scorpio, karburator menggunakan milik Ninja 2 tak. Yang sedikit ekstreem elektrik stater bikin dhewe dengan menggunakan dinamo stater tiger. Yang bikin takjub penempatannya didepan blok silinder. Blok mesin kiri custom sendiri… (ongkos garapnya saja abis 600rban). Alasannya biar ga ganggu saat stel tensioner rantai keteng (ga pake automatic tapi sodokan baut ๐Ÿ™‚ )

image

Test ride…..
Tanpa diminta sang empunya motor langsung ngambil kunci dan menghidupkan motor ini. “Monggo mas dijajal ” orang jawa juga empunyaย  ๐Ÿ™‚ . Sebelum jalan dibleyer-bleyer dikit , ternyata lebih reponsif dibanding tiger milik SF Suaranya pun lebih manteb. Begitu dinaiki…nyaman banget ternyata.. lah joknya saja tebel je.. ๐Ÿ™‚
Ga lama langsung dijajal… masuk gigi satu. ediannn!!!!ย  tenaga beringas sangat, pindah gigi dua hentakan masih sangat terasa, gigi tiga pun tenaga masih menghentak… namun sepertinya tenaga atas kurang panjang alias cepet kehabisan nafas. Dah …eksploitasi cukup gigi tiga saja lah wong trek depan bengkel ini sempit dan ramai . Jujur buat tarikan awal tiger SF ketinggalan dengan GL100 ini tapi sepertinya top speed masih unggul milik SF. Sang empunya juga mengakui nafasnya kurang panjang karena karbunya ga pas setingannya… sepertinya kalau ditemplokin PE28 bakan lebih manteb lagi. Byuhhhh… sayang mah motor antik hasil restorasi mending buat jalan santai saja, buat kebut2an bikin cepet rontok terutama parts-partsnya yangย  berumur…:-)

Saat SF tanya mau dijual lagi mas GLnya …”ndak mas sayang… ” jawabnya. “Klo mau CB temen saya saja minta 22 jt .”.”hahh !! ” “speknya blok silinder dan jeroan milik honda phantom,kruk as milik CRM (klo ga salah denger) masih di stroke up juga, electric stater, dual cakram,kopling hidrolis, body mulus abis” katanya…ย 

Hayooo… milih mana. Tak kasih ancer-ancer deh N250 milik SF keluaran 2009 (km saat itu 600km) dapet seharga 38 jt sedangkan N250fi seharga 50 jt dan kudu inden puanjang :-). Selisih 12 jt bisa buat apa tuh…ย  buanyak…
wpid-PhotoGrid_1360375638529.jpg
Ini gambarannya :ย 
-Velg chemco super lebar 4.5 inchi plus ban belakang ukuran 150 sekitar 4.5jtan, hasilnya lewat lah kaki-kaki N250fi,
-knalpot slip on saja 500 jt-2jt power bisa menyamai N250 fi bahkan bisa lebih bagus kalau settingnya bener, knalpot fullset lokal yang bagusan sekitar 2.5-3jt peningkatan power harusnya lebih tinggi lagi.
-Speedo Koso 2.5 jt weww… lebih keren dibanding speedo N250fi, bisa ganti-ganti backlight coy…masih sisa tuh budgetnya…
-eh ya sticker full body 500rb,
tank pad,rear hugger , windshield, spion@ 200-500rb jadinya Ninja 250 full modif deh.

So mending mana kalau punya duit 50 jt trus disuruh pilih N250 trus dimodif atau N250fi?
Beberapa orang tetep milih N250 lawas karena bebas headlight dan speedo berembun,body tebel ga mleyot kena panas,shock ga bocor, intinya lebih berkualitas lah… meski masalah selera banyak juga yang suka desain Ninja lawas.

Trus SF sendiri milih mana ?
Milih N250fi bekas…. sisanya buat knalpot ๐Ÿ™‚ sukur2 tambah ban lebar (ga nyambung yo bennnnn…. ๐Ÿ˜› ) resiko barang cacat tanggung saja sambilย  berdoa semoga ga apes ๐Ÿ™‚

image

Baca artikelnya IWB beberapa waktu lalu soal upaya perampokan Ninja 250 jadi ikutan miris . Ga main-main perampoknya bawa pistol!!!! Masih beruntung korbannya selamat.ย  Cukup ngeri jika kejadian itu menimpa kita.
Beruntung saat meminang si Bolot, tunggangan lama ga dijual. Malah sekarang tiger jadi motor harian dan si Bolot dipakai sekali waktu buat kerja dan jalan-jalan sama nyonya.

image

Banyak enaknya loh bawa motor lawas buat harian. Salah satunya yakni aman dari incaran maling…!!! apalagi tiger SF banyak part yang tidak dalam kondisi original, modifnya juga lumayan banyak. Maling yang nyolong pasti kesusahan jualnya. Dijual utuh murah banget , dipreteli juga ga banyak parts dalam kondisi ori/bagus. Lebih aman lagi spin’07 milik bundafaiz… harga pasaran dengan surat-surat lengkap paling ga jauh dari 4 jtan. Lah kalo barang colongan mo dihargai brapa? ๐Ÿ˜€ Meninggalkan tiger lawas atau spin diparkiran pikiran juga tenang. Bahkan ditinggal seminggu lebih diparkiran juga ga kuatir hilang… gembokpun ga kepikiran dipasang. Beda kalo pas bawa si bolot, selain ga tenang dijalanan karena bahayanya kondisi lalin Jakarta. Diparkiran was-was juga dikerjain tangan jahil serta resiko kebaret motor lain.
image

Enaknya lagi, Motor lawas ga perlu sering dicuci (pembelaan diri :mrgreen: ) toh kalau agak kotor ga jadi pusat perhatian dijalan. Lah kalau umpama punya ER6 baru tapi penuh debu gimana ๐Ÿ˜€ย 
Eh ya… belanja pake motor lawas juga bikin harga murah lohhhh…. pernah suatu kali bawa spin buat beli duren dapat harga lumayan murah, besoknya ke sono lagi bawa Ninja harga durennya hampir 2kali lipat. Begitu ditegor kalo kemaren sudah beli duren disini, ehhh pedagangnya cuma nyengir “ya sudah, harganya seperti kemaren” ๐Ÿ˜†

image

Bunyi getaran saat riding sering kali merusak suasana berkendara. Bikin penasaran lagi bunyi getaran itu munculnya pada rpm tertentu saja. Nah berikut SF bagi sedikit tips untuk mencari sumber bunyi.
Saat motor berhenti gigi netral gantung gas pada rpm tertentu sampai terdengar bunyi yang tidak diinginkan (klo matic tentu kudu distandar tengah). Pada tiger dan ninja 250 sih gampang pengatur stasioner gas berupa knop yang langsung bisa diputar dengan tangan telanjang, pada motor lain mungkin perlu bantuan obeng. Nah kalau ga ingin repot puter-puter stasioner gas ya minta bantuan orang lain untuk muntir gas ๐Ÿ˜€ . Ketika motor meraung segera telusuri bagian bodi mana yang mengeluarkan bunyi getar, pegang satu persatu bagian bodi sampai menemukan sumber penyakitnya.
Pada tiger tua SF parts yang riskan berbunyi getarย  adalah footstep yang sudah ga rapat lagi saat ditutup, baut plat nomor kendor, serta part bodi yang pada beberapa bagian sudah ga klop pada dudukannya.
Ada juga bunyi yang keluar seiring roda berputar. Nah kalau ini ya motor distandar tengah gas digantung dan masuk ke gigi 2 atau 3 , pada roda belakang yang sering jadi biang bunyi misalnya rantai menggesek arm, gir goyang, laher rusak, mungkin juga dudukan cakram (terutama yang modifan).
image

Seringkali bunyi-bunyian bergetar justru karena ulah rider sendiri, misal naruh gembok di footstep bahkan di dudukan plat nomor, taruh perkakas dibox tanpa dialasi, pasang variasi aneh-aneh dll.
Sedikit berbagi kisah.
Pernah ada seorang rekan yang curhat ada suara besi beradu pada motornya , setelah cara diatas dipraktekkan doi ga bisa menemukan sumber masalah. SF coba cek sendiri diparkiran ternyata cukup didengarkan saja jelas sumber masalahnya ada pada knalpot. Jelas ada jeroan yang kendor/lepas hingga keluarkan bunyi gemerincing. Rekan SF langsung cek tukang knalpot ternyata bener ada bagian sekat yang lepas didalam. Eh besoknya ketemu lagi sama doi… ” knalpotnya makin bunyi kerasss! ” katanya. Penasaran SF langsung ngecek motornya, eaalahhh…. pantas saja lah wong knalpotnya di bedhel alias dibobok :mrgreen: katanya sekalian saja mumpung melubangi silencer knalpot. Bukannya sekat yang lepas dilas, malah sekat yang ada dicopoti sebagian. “Daripada beli knalpot racing, mending dhedel saja knalpot ori, toh sudah rusak”….
Sakkarep wisss… ๐Ÿ˜†

Silahkan kalau mau nambahi,komentar, atau curhat ๐Ÿ™‚

image

Luar biasa memang loyalis kedua kendaraan ini. VW untuk roda empat dan Vespa untuk roda dua. Ada kesamaan dari para penggunanya… jiwa saling memilikinya besar broo…!!! bukan hanya memiliki kendaraannya tapi cenderung sudah menganggap satu bagian dari brand itu sendiri. Saat ortu masih pengguna VW combi dan Kodok, setiap kali bertemu/ berpapasan dengan pengendara VW lainnya selalu saling bertegur sapa entah dengan kedipan lampu ataupun dengan klakson. Sekali pengalaman dapat musibah Combi ortu patah as depannya pas masuk kota Jogja, dan motor langsung masuk jalur berlawanan sampai akhirnya nangkring di Trotoar arah kanan (untung jam 4 pagi, masih sepi). eh ndilalah ketemu sama pengguna VW combi dan kita ditawari asย  depan Gratisss !!!! ๐Ÿ˜€
hal yang sama diceritakan oleh teman kerja penguna vespa saat per ayun depannya patah doi dibantu oleh sesama pengendara vespa yang lewat.

image

Kesamaan fisik vw dan vespa juga banyak : sama-sama klasik, sama-sama semog alias bahenol,ย  dan sama-sama nyaman dikendarai (empukknya mantabbb)

jadi nyesel saat menolak dihibahi vw combi tahun 78 milik ortu , tak lain karena rumah kontrakan di Jakarta ga ada garasinya dan untuk nyewa rumah bergarasi cukup mahal ๐Ÿ™‚ย  akibatnya VW combi itu dijual setelah sempet 4-5 tahunan nganggur karena sudah beli panther yang lebih irit . Mobil itu terjual kepada penghobi dari Semarang yang bela-belain langsung datang ke Surabaya naik kereta, begitu deal langsung combinya dibawa turing ke Semarang dengan cuma ganti oli dan isi angin ban :mrgreen: nekaddd….. ! Nyampe Semarang orangnya langsung telpon dan mengungkapkan terima kasihnya karena mesin masih joss dan tanpa kendala apapun sampai ke Semarang dengan selamat ( padahal 4 tahun ga jalan loh). Hadewww… jadi kangen sama VW Combiku .

image

image

Ngiler banget saat baca artikel luar soal motor retro clasic... perpaduan karya seni jaman dulu dipadukan tehnologi sekarang bener-bener menghasilkan sebuah masterpiece. Diluar sono lagi tren moge classic yang dihidupkan kembali. image
Honda misalnya dengan CB1100F, ducati dengan GT 1000, kawasaki denganย  W800, merk lain seperti triumph, royal enfield, motoguzzi pun punya jagoannya. Sayang… kastanya terlalu tinggi untuk dinikmati biker Indonesia. Sebenernya banyak juga pecinta motor klasik di Indonesia. Lihat saja modifikasinya, mulai dari motor lawas yang diperbarui (umumnya kawasaki binter, honda CB/CG dll), bahkan sampai motor baru seperti ninja, Scorpio dan tiger rela dirombak total untuk jadi motor retro clasic. image
Tak dipungkiri SF pun seneng melihat motor klasik (lawas) yang terlihat kinclong terawat. Tapi bagi empunya butuh pengorbanan yang tak sedikit. meski berbasis motor lawas, tapi sangat susah cari partsnya, trus mesinnya juga sudah dimakan usia, kaki2 yang peyot, dan kendala lainnya. Meski berhasil diregenerasi, tentunya masih ada resikonya.
image

Bolehlah kita berharap pabrikan Jepang masuk ke segmen sport retro classic. Pilih motor legendaris puluhan tahun silam, contek bodinya,ย  kasih mesin terkini dengan injeksi, dan tingkatkan keamanannya dengan upgrade kaki-kaki serta pengereman…. jadi deh… ( easy for me to say, he3… ) Matic retro bisa laris manis (scoopy, fino), kalau sport retro gimana ya?
image

image

Saat dinas luar mengunjungi satu perusahaan, pandangan SF tertuju pada sosok motor kentjang yang sempat jadi raja pada masanya. ๐Ÿ™‚ย  suzuki RGR. Sayang tampilannya ga segarang dulu lagi. Fairing sudah tak terpasang, bodi belakang sudah diganti dengan produk fiberglass, lampu depan menggunakan batok lampu RX King (CMIIW), yang bikin geli ada botol minuman di bodi tengah (bawah jok) entah buat apa botol ini. Buat tempat oli samping kah atau memang disitu tempat menaruh botol minum ? ๐Ÿ™‚ย  ,
image

Mungkin beginilah nasib motor lawas yang susah cari sukucadangnya. Harus pinter-pinter cari parts subtitusi, pinter-pinternya ngakali, kalo perlu custom made untuk bagian bodi motor (tentunya pesen ke tukang fiber), intinya si rider kudu kreatif ๐Ÿ™‚

image

image

Di kalangan HTML Jogja virus ini sudah menyebar kemana-mana beberapa tahun lalu khusus untuk tiger lawas ( kalo buat tiger baru ga tau ada ga?). SF terpancing ikutan pasang saat turing honeymoon keJogja bersama Bundafaiz beberapan tahun silam. Dudukan lampu custom ini satu kesatuan dengan dudukan speedometer,sein dan plat nomor. Posisi lampu lebih pesek dan lebih turun, letak sein juga ga berada sejajar dengan lampu namun agak kebawah. Posisi plat nomor ada didepan lampu dan lebih miring bikin aerodinamis lebih baik ( lebay ๐Ÿ˜† ). Spedometer juga lebih turun mengikuti lampu. Konon menurut bengkelnya, tampilan ini meniru moge naked Jepun, semacam bandit dan cb. Bener juga saat terpasang jadi pangling sama tiger kesayangan. bikin motor lebih gagah ๐Ÿ™‚ . Sektor dibawah lampu juga ga terlihat kosong seperti dudukan ori. Niatnya sih mau dichrome tapi karena kesibukan jadi terlupakan. :mrgreen:
Sampai saat ini dudukan ini cukup diminati. Ada seorang rekan SF yang minat mo pinjem braket ini untuk ditiru ditukang las tapi sampai sekarang belum sempet juga, waktu dibengkel ada juga member html yang nanyain beli dimana. Made in Jogja asli nihhh… japemethe dab ( opo yo artine… he3..)

Ninja 250 yang sekarang adalah generasi ke4. Kesamaan antara generasi pertama hingag generasi terbaru adalah mesinnya( kode mesin EX-250)! Berikut sejarahnya :

Generasi 1 diperkenalkan di Jepang tahun 1983-1984. Awal mulanya berpenggerak belt dan memakai roda 16″‘ nama pasarnya adalah GPZ 250.
image
Generasi kedua diproduksi tahun 86-87 mulai dijual di benua Amerika dan Australia. Power yang dihasilkan sebesar 39.4 hp dengan torsi 23.5 Nm, karburator yang digunakan 32mm x 2, dengan berat kosong 138 Kg motor ini cukup diperhitungkan saat itu. Di Amerika motor ini sudah diakui sebagai keluarga ninja.

image
Generasi ketiga diproduksi tahun 1988-2007 lebih menekankan efisiensi bahan bakar dengan cara mengecilkan karburator menjadi 30mm x 2. Untuk menghindari dropnya tenaga kompresi dinaikkan dari sebelumnya 12:1 jadi 12.4:1 dan memperbesar ukuran sproket belakang , power ninja gen 3 ini adalah 37.4 hp dengan torsi 17.8N.m. Desain yang dianut GPZ-250 R pada generasi ke tiga ini mirip dengan ninja 750.
image
Generasi 4 atau yang dikenal sebagai ninja 250 dipenjuru dunia adalah generasi terbaru dan masuk secara resmi di Indonesia, gen 4 mulai diproduksi di Thailand pada tahun 2008 hingga sekarang. Model diperbarui dan kompresi diturunkan untuk mengejar torsi putaran bawah-menengah. Gen 4 ini ada 2 versi karbu (untuk pasar US + Indonesia) dan injeksi (untuk pasar thai,brazil, Eropa). Namun di 2011 Amerika juga mulai menjual versi injeksi. Untuk memenuhi regulasi Euro2 dan 3 knalpot dipasang catalyc converter dan penyesuaian setingan mesin. Akibatnya gen 4 ini mengalami penurunan power yang lumayan menjadi 33 hp (injeksi) dan 31 hp( karburator) torsipun menjadi 18.4 N.m. Yang membuat gen 4 ini berbeda dengan gen sebelumnya adalah roda yang sudah menganut 17″ dengan ukuran ban yang juga lebar(110-130) serta knalpot yang menggunakan 1 silencer. Jadi kalau nganggap ninja yang masuk Indonesia adalah versi spek down jelas salah kaprah karena Gen 4 ini emang ada 2 versi.

image

Ternyata motor yang dielu-elukan banyak biker saat ini basis mesinnya tahun 80an. Bahkan power ninja baruย  turun 8 hp dibanding yang lama. Tentu ada alasan kenapa kawasaki mempertahankan mesin ini. Tak lain karena kehandalan mesinnya, kemudahan perawatan dan sparepart yang telah tersedia diseluruh benua (jelas lah wong sudah diproduksi hampir 30 tahun) ๐Ÿ™‚ . Siasat ini yang nampaknya juga dilakukan AHM pada mesin generasi CB yang dipertahankan untuk tiger sang legenda hidup :mrgreen: . Secara tak sengajaย  SF jadi kolektor kedua motor bermesin klasik iniย  ๐Ÿ™‚ย  ๐Ÿ™‚ย  ๐Ÿ™‚ย  hidup jadoel !!!

sumber :wikipedia dan literatur lainnya