lokal

All posts tagged lokal

2015-Yamaha-Tricity-EU-Anodized-Red-Studio-001

Nara sumber ga jauh jauh cukup bundaFaiz… Bunda Faiz dulunya antusias banget dengan PCX (gagal beli karena inden nggilani!) begitu juga dengan Nmax yang barusan saja SF racuni. Dulu SF sempat tunjukkan gambar MP3… ternyata Bunda Faiz (mau saya singkat kok ga enak bunyinya :mrgreen: ) . Begitu juga dengan yamaha tricity…. “ogah ah… mending Nmax…” katanya. loh kok? Continue Reading

Siapa yang paling merasa digampar atas kehadiran Nmax? Jelas AHM lah… dia jualan PCX yang merupakan lawan setara Nmax dengan harga lebih mahal 10jt lebih! Kalau sudah seperti ini SF saja enggan membeli PCX…. Pasalnya…. :
1. Banyak potential buyer PCX lari ke Nmax
2. PCX makin ga laku
3. PCX makin diabaikan AHM, import dikurangi , layanan aftersales juga pasti dikurangi (sparepart makin langka) teringat status FB warungDOHC beberapa waktu lalu.. sparepart CBR250 yang lebih laris saja susah didapat…. apalagi PCX ya? Continue Reading

Saat cek status FB SF menemui pengakuan seorang rekan dragster yang mencoba mereview ban merk impor pada kuda besinya…

image

Ban bermerk mi**el*n pil*ot sporty memang cepat lengket dengan aspal, jalur airnya bagus, serta terlihat lebih tebal, sesuai habitat ban ini di lintasan drag.
Namun juga punya kelemahan yakni finishing (sisa moulding) berantakan, serta daya tahan payah… bahkan rompal beberapa bagian saat dipakai latihan dragrace… Continue Reading

Kesan positif ditorehkan CBR 150 lokal saat perkenalan produk. Beberapa bloger senior mengacungkan jempol atas kesuksesan AHM memproduksi motor ini. Dimensi motor kekar menyerupai CBR 250, handling sempurna, dan laju motor terasa lebih kencang dibanding versi CBU.

image

Continue Reading

image

Info ini SF denger bukan hanya dari seorang mekanik namun 3 orang mekanik…  plus seorang pengguna motor CB.
Rante Kamrat/keteng asli Indonesia kurang awet. Abis ganti kamrat 10rb-20rb km dah bunyi lagi dah minta ganti. SF sangat apal hal ini.. berbagai teik dah dilakukan, termasuk gulung ulang penonjok kamrat (LAT-Lift Assy Tensioner), panjangin penonjok kamrat, hingga ganti LAT yang harganya 300rb keatas! Nyatanya si kampret eh kamrat tetep sering minta ganti. Continue Reading

image

Rencana awal ban ini akan dipasang ke si bolot beberapa bulan kedepan karena ban yang sekarang masih agak lumayan. Tapi karena adik ipar pengguna vixion naksir dengan ban ini, ya sudah segera SF pasangkan zeneos ke si bolot… (masa adik mo dikasi ban ga layak pake 🙂 ) . Ban yang SF maksud ini berukuran 120/70-17 untuk depan dan 150/60-17 untuk ban belakang hunting report dan harganya cek artikel kemaren. Sebelumnya SF menggunakan BT92 ukuran 120/60-17 depan dan 150/60-17 belakang. Untuk velg depan masih standard ninja sedangkan velg  belakang telah menggunakan velg chemco 4,5″.
image

Sekilas secara tampilan BT 92 nampak lebih lebar dibanding ZN62 hal ini mungkin profil BT92 yang cenderung mengotak dan ZN62 cenderung membulat. Motif BT92 lebih rapat dan beraturan dibanding ZN62 yang seperti cacing mulet memanjang vertikal dan tidak teratur. Namun ini yang bikin zn62 terlihat lebih sporty… bagi SF yang ga pedulikan merk , ZN62 jadi pilihan sempurna untuk dongkrak tampilan.
image

Profil ZN62 yang membulat bikin motor makin tinggi. Sebelumnya saat memakai BT92 kaki SF yang bertinggi 174cm bisa menapak sempurna, namun saat memakai ZN62 telapak kaki sedikit jinjit. Jadinya distandard samping terlihat sibolot makin miring.
image

Untuk ban depan alurnya dibikin sama untuk ban belakang , sebelumnya SF tanyakan ke sellernya katanya memang ban ukuran 120/70-17 ini direkomendasikan untuk depan maupun belakang… yo wis lah manut… tapi sempat terbersit keraguan mengenaik performa ban depan ini. Tapi yang jelas sepatu baru si bolot ini cukup bikin garang si bolot.
image

image

Untuk review sudah saya siapkan pada artikel terpisah… jelasnya ada keunggulannya namun juga ada kelemahannya

Shot with Nikkon D5000 + fixed lens nikkor afs macro 40mm

Posted from WordPress for Android

image

Beberapa waktu lalu saat Tiger masih jaya-jayanya, battlax terutama BT45 nampaknya jadi favorit modifikator ban lebar. Seiring perkembangan dimana saat ini motor 250cc jadi idaman banyak biker,  BT92pun rasanya tak cukup untuk membuat sport 250cc makin gagah. Maka disasarlah produk yang lebih premium sebut saja BT90,S20,bahkan BT003 (sori taunya SF cuma merk tsb, monggo ditambahi jika berkenan). Alasannya profil ban ini lebih membulat permukaannya. Ga seperti BT45 dan BT92 yang cenderung mengotak.
Continue Reading

image

Akhirnya datang juga db killer pesanan SF. Begitu dateng langsung dipasang dengan bantuan palu dan kayu. Kalau dbkiller langsung dipukul palu tentu bakal peyang semua. Jadi corong db killer dimasukkan ke lubang knalpot lalu dialasi kayu dan kayu itu yang dipukul palu.
image

Beberapa kali pukul DB killer ambles. Namun sayang ga bisa ambles total. Ada sekitar 1 cm yang nongol keluar, meskipun sedikit mengurangi estetika tapi ndak masalah… yang penting suara bising tereduksi signifikan.

Continue Reading