makanan

All posts tagged makanan

Waktu makan siang dikejutkan oleh sumpah serapah rekan satu ruangan… tumben baru mau makan dah marah-marah rekan ini.

Tanpa babibu rekan SF ini langsung menunjuk nasi padang yang hampir saja masuk mulutnya… “sial hampir saja kumakan!!!” Itu ucapan rekan SF sebelum pergi entah kemana.

Jelas saja teman satu ruangan pada kebingungan dan langsung melihat apa yang ditunjuk rekan SF…. ternyata…

Kecoak utuh dalam nasi padang….! Kecoak ini posisinya sudah dalam sendok yang siap masuk mulut….

Pantesan saja naik pitam…. 

Rekan lain yang dah terlanjur pesen nasi padang tersebut , tanpa dikomando, langsung pesen menu lain, dan menggeletakkan nasi padag yang belum sempat mereka buka… 

Masuk blacklist dah warung tersebut….!

Kereta Api … begitu lekatnya SF dengan moda angkutan ini mulai bayi hingga lulus kuliah, sekarang sih sudah jarang naik kereta. Terakhir beberapa bulan lalu.

SF merasa ada sesuatu yang hilang saat naik kereta api…. pelayanan, fasilitas dan ketepatan waktu memang jauh lebih baik. Namun sekarang tidak ada lagi pedagang asongan yang jualan di stasiun / di kereta.

Continue Reading

image

Artikel ini kelanjutan artikel sebelumnya (klik disini)  Namanya saja newbie jadi masih ada kesalahan saat pelihara kelomang. SF sendiri membuat crabitat dari sisa aquascape yang telah bubrah…
Berikut persiapan membuat crabitat (habitat buatan untuk hermit crab)  :
1.Pasir yang berfungsi bagi kelomang untuk menguburkan diri (karena stress, ingin ketenangan,  berlindung dari kelomang lain,  atau saat molting).  Fungsi lain adalah untuk mempertahankan kelembaban.  Berdasarkan literatur kelomang tidak boleh dehidrasi,  tempat hidup wajib lembab… Sesuai dengan habitatnya di pantai.  SF sendiri pakai pasir silica.
2.Tempat minum air tawar (hindari yang mengandung kaporit)  SF sendiri pakai air isi ulang. Sediakan juga wadah air laut (klo ga ada air campur garam ikan/garam non yodium) ini konon untuk membersihkan bakteri yang menempel.  Kelomang strawberry suka banget berendam air asin ini.
3.Ornamen untuk tempat sembunyi dan bermain.
4. Wadah makan.  Agar makanan ga mengotori crabitat.  Untuk makanan sendiri cukup gampang…  Apapun dimakan oleh kelomang.  Kelomang SF kebetulan suka banget roti tawar.  Pelet udang dan potongan pepaya baru disentuh saat roti abis.  Hasil baca 2 mereka menyukai kelapa, semangka,  wortel,  dll.

image

Continue Reading

Selasa 14 April 2015(h+1), Bangun tidur badan terasa kedinginan, persendian kaku dan badan meriang. Untuk ambil air wudhu rasanya Brrrrrr…… SF paksakan kerja dihari itu. Sesampai kantor badan keluar keringat dingin dan menggigil. Jaket Respiro tetap SF pakai. Sehabis absen SF ijin atasan untuk istirahat dimushola. Hingga jam 10 kondisi badan tambah pusing ga karuan. SF akhirnya ijin pulang sekitar jam 11 siang. Saat riding motor memang kepala masih terasa pusing… tapi hembusan angin yang menyusup disela-sela respiro wind jaket cukup menambah kesegaran. Sore itu aktifitas SF hanya berada di kasur saja. Tidur malam sangat merasa ga nyaman karena menggigil… panas tubuh sekitar 39C
Rabu 15 April 2015(h+2), pagi hari SF cek ke dokter dan diberi beberapa obat penurun panas. Penurun panas seharian itu bisa dibilang ga ngefek suhu tetap 39an… dan tetep nggliyeng. SF curiga ada sesuatu yang lain. SF coba cek trombosit masih normal yakni 166 (normalnya 150-400). Saat itu SF diberitahu teman untuk mengkonsumsi rebusan angkak (beras hitam) untuk meningkatkan trombosit.

image

Continue Reading

image
image

Keluarga SF adalah penyuka binatang. Si Faiz pun dari kecil dididik supaya menyukai binatang. Saat kemaren jemput sodara di st Jatinegara kami melewati penjual kelinci. Faizpun merengek minta dibelikan. Akhirnya proses tawar menawar terjadi dengan alot dan Bunda tersenyum puas saat 2 anak kelinci persia plus sebuah kandang berpindah tangan seharga 70rb rupiah. Murah amat ya…? Bandingkan dengan seekor anak kucing persia yang seharga 1,5-2,5 juta rupiah, inipun bukan kw 1 yang pesek namun hanya medium. Sejak sebelum nikah SF dan bunda bener2 pecinta kucing mulai dari kucing kampung sampe kucing persia kami pelihara. Saat menikahpun Bunda minta kado perkawinan sepasang kucing persia, terakhir saat masih disurabaya kami pelihara 4 kucing persia. Namun sayang saat pindah kerja diJakarta kucing tersebut terpaksa kami titipkan pada seorang teman. Pelihara kucing persia memang sungguh repot, terutama ritual membersihkan pupnya sehari 2 kali. Belum lagi makanannya sebulan bisa ratusan ribu rupiah, trus kalo ada yang sakit dan harus ke dokter bisa nambah ratusan ribu lagi biayanya.
image
image
Sebenernya miara kelinci juga sama ribetnya alias banyak pantangannya, namun biayanya jauh lebih murah daripada kucing, lah wong makanan aja cukup kulit jagung atau pur makanan burung/ikan. Kalo mengenai lucunya hampir sama antara kucing dan kelinci. Namun kecerdasannya jauh lebih pandai kucing apalagi persia, (kucing SF dulu bisa diajari kalo pup di lubang wc). Kelinci mah ga punya respon antara marah, ngambek, lapar ya wis begitu aja ga ada bunyinya blas. Eh ya berdasarkan info di dunia maya kelinci lebih mudah mati dibanding kucing apalagi kalo masih kecil. Jadi klo belum pengalaman mending beli yang sudah dewasa. Lumayan menghibur juga hewan ini, sekalian mengajarkan anak agar mencintai makhluk hidup lainnya. Semoga aja piaraan ini awet sampe tua.