Mie karet MM THB, rasa mantab tak bikin kantong bolong.

image

Sudah setahunan, tiap weekend,  SF dan keluarga makan mie di tempat ini. Lokasinya di Taman Harapan Baru. Kalau dari pintu gerbang THB terus saja ke arah kolam renang. Mie Karet MM (Mama Mila) ini ada di sebelah kiri persis sebelum tokobuku intermedia. Pas didepan sekolah Santa Theresia. Continue reading “Mie karet MM THB, rasa mantab tak bikin kantong bolong.”

Warung ibu shely, jual pecel,rawon, tahu campur khas Suroboyo di Jakarta Utara. Tahu campurnya manteb Rek!

Warung ini memang belum lama buka di dekat tempat kerja SF. Rekomendasi teman-teman yang pernah jajal sih rasanya cukup lumayan. Pas kebetulan kemaren SF ada dinas luar dan boleh langsung pulang agak sore jadinya SF mampir deh ke warung ini. alamat lengkapnya Jl.H.Murtado rt 007/012 kel tugu utara kec koja jakut (dpn yayasan titipan ilahi) T.081219217549

Continue reading “Warung ibu shely, jual pecel,rawon, tahu campur khas Suroboyo di Jakarta Utara. Tahu campurnya manteb Rek!”

Stanlee salah satu produsen knalpot custom berpengalaman

image

SF pernah mendengar nama ini beberapa tahun silam saat masih bergabung di komunitas tiger … pernah juga secara langsung menyaksikan dan mendengar suara knalpot yang terpasang di honda tiger… rasanya suara knalpot tersebut yang paling merdu diantara suara knalpot tiger yang SF dengar.  Modelnyapun rapi dan ga pasaran.  Ga menyangka hingga saat ini produsen knalpot itu masih eksist dan bahkan nampaknya semakin berkembang. Knalpot model apapun bisa dikerjakan… mau replika knalpot belasan juta hingga replika knalpot moge sanggup dibuat. Pokoknya konsumen mau apa dituruti.

Continue reading “Stanlee salah satu produsen knalpot custom berpengalaman”

Motor hobi… gimana sih maunya?

image

Motor sebagai hobi bisa bermacam pilihan tergantung ridernya. Tampilan, power, dan sensasi berkendara jadi pertimbangan untuk dipinang. Tapi ga haram juga sih motor harian dijadikan motor hobi juga, buktinya buanyak juga yang dimodif. 🙂 Nah jika hobi motor ditunjang sedikit kelebihan rejeki tentunya bisa nambah motor lagi khusus hobi… kalau ini kembali lagi ke pertimbangan diatas. Ingin Tampilan mantab… banyak pilihannya. Tampilan ala moge seperti byson, N250, CBR, dan inazuma bisa dipilih, ingin tampilan klasik ada scoopy dan fino. Bagi yang ingin ngebut di sentul tentunya pertimbangan power yang utama, beberapa pilihan misalnya Ninja 2 tak, N250, dan CBR series, satu lagi yang mungkin jadi pertimbangan.
image
Sensasi berkendara.. nah ini mungkin beda masing-masing rider… pengen skutik premium super nyaman ada PCX, ingin motor roda 3 ada piaggio MP3 Yourban, ingin moge ga kesampaian bisa milih yang multi silinder seperti Ninja 250 dan Inazuma… atau pengen merasakan sensasi all terains motorcycle bisa milih Dtracker… nahhh yang di Jakarta mumpung ada PRJ pas banget timingnya buat  membandingkan pilihan, tentunya semakin besar budget semakin banyak pilihan :D.
image
Teringat saat SMA dulu… ga banyak pilihan motor yang bisa dipinang, apalagi belum bisa beli dhewe ….  Alhamdulillah Gusti Allah masih beri kesempatan sampai sekarang 🙂

Tiger, pengalaman 4 tahun pakai lampu mobil H4

image

Berawal dari tewasnya bohlam tiger yang harganya bikin kantong bolong (saat itu kalo ga salah 150 rb) serta racun dari rekan komunitas akhirnya SF memutuskan memakai lampu mobil (H4) 50 Watt. Segera berangkat ke kawasan kertajaya Surabaya dan hunting parts yang dibutuhkan berbekal duit yang semula guna nebus bohlam std tiger.  Barang-barang yang dibutuhkan:
1. batok lampu bisa pake hella ukuran 7″ sudah tersedia dudukan lampu senja, atau bisa pakai merk autopal. Enaknya reflektor berbahan plat/ besi sedang penampang luarnya terbuat dari kaca
2. relay x 2 (untuk lampu jauh /dekat)
3. bohlam lampu 55/60watt (harga 20 rban)
4. 3 soket pipih.
5. Kabel secukupnya (nah kalo ini tinggal bongkar-bongkar di gudang banyak 🙂 )
Nah untuk total parts ini SF menghabiskan dana kurang dari 100rb (awal th 2008 silam). Step by step pemasangan bisa intip disini karena SF awalnya juga bikin berdasarkan panduan dari Saft7 tersebut, kecuali SF hanya memakai 2 relay dan tanpa capasitor bank.
Hasilnya cukup bikin puas, nyalanya terang benderang dan fokusnya lebih luas. Saat turing malam, SF yang memakai kacamata merasa sangat terbantu dengan fokus lampunya tersebar hingga 2 ruas jalan. Namun problem timbul saat tiger terjebak kemacetan. Daya lampu yang lebih tinggi 25 watt dari standarnya bikin aki tekor karena pengisian kurang kuat. Nah berbekal informasi dari internet SF berusaha mengefisienkan pemakaian listrik dengan memakai lampu led untuk lampu rem dan lampu senja, jika dikira-kira penghematan yang didapat : dari lampu rem lampu original 18×2 watt dikurangi daya lampu led (kira2) 3 watt x 2 = 30 watt penghematan, sedangkan penghematan dari lampu senja sekitar 4 watt. Nah lebih dari cukup untuk mensiasati naiknya daya dari lampu utama. Cuma dari segi dana ga hemat lagi lah wong cukup mahal harga lampu rem model jagung ini :mrgreen: image
Setelah 2 tahun pemakaian SF ngiler dengan review bohlam h4 bermerk osram nighbreaker yang konon saat itu cahayanya lebih terang dibanding lampu sejenis. akhirnya beli juga lampu ini, hasilnya maknyusss…. makin terang.
image

Gambar diatas dari pancaran lampu suzuki spin dengan bohlam stdnya berdaya 25 watt (CMIIW), kondisi motor digantung gasnya agar nyala lampu maksimal.

image
Gambar diatas memakai lampu autopal bohlam osram tipe nighbreaker H4 55/60watt. Lebih terang dan terfokus (area disekitar titik fokus ga terang, artinya ga bikin pengendara lawan arah silau) .
Mohon maaf, saat bikin artikel ga nemu pembanding tiger berlampu std. Paling tidak foto diatas bisa berguna sebagai perkiraan seberapa terang dan fokusnya lampu h4. Selama 4 tahun menggunakan lampu ini, SF ga menemui permasalahan berarti, kecuali tekor sebelum ganti lampu rem dan lampu senja jenis led, permasalahan yang lain mungkin soket kendor dan relay jebol karena terpapar hujan. Lampu standar tiger sudah mantab dengan 30/35 watt diupgrade jadi H4 55/60 watt makin maknyus 🙂 bohlam pun awet karena belum pernah ganti karena filamen putus (philip usia 2 tahun belum putus, upgrade ganti ke osram nighbreaker hingga sekarang belum putus)

Gimana Nasib CBR 150, NMP dan Tiger Revo pasca kehadiran Next Teralis Honda?

Jika nanti next teralis honda benar-benar menjadi motor yang melebihi ekspektasi semua orang dengan modelnya yang cakep, fiturnya yang advance, powernya yang besar , bakal besar kemungkinan merebut kekuasaan vixion. Bahkan bukan hanya vixion yang terpengaruh. Sodaranya sendiri seperti CBR 150, NMP dan Tiger bakal kena imbasnya juga.
Analisa ala blogger pemula mengenai sport teralis honda 🙂  sebagai berikut:
Mesin yang dipakai honda teralis ga mungkin sama persis dengan mesin CBR 150. Tentunya dengan berbagai penyesuaian, prediksi SF torsi bakal sedikit lebih dari CBR 150 namun power jelas dibawah CBR (namun  wajib diatas vixion). Ada kemungkinan kompresi juga turun karena honda teralis ini ditujukan untuk motor sehari-hari. image
Bagaimana nasib CBR 150 nantinya ? Tentunya akan terpengaruh, jelas kan… mesin setipe tapi lebih murah. Potential buyer yang sangat mepet dalam hal budget, tentunya bakal melirik honda teralis ini. Sensasi DOHC dengan injeksi dipadu dengan teralis naked menjadi kekuatan utama honda teralis. Namun ingat, CBR menawarkan sesuatu yang ga ditawarkan honda teralis, yakni full fairing, speed serta prestige. Jika ane jadi AHM ga ambil pusing dengan penurunan penjualan CBR 150 (soalnya masih ada kakaknya yang jadi flagship honda). Efeknya bagi image AHM ga besar kok, kan cuma distributor saja. Jika nantinya jika Honda teralis jadi booming, penjualannya bisa berkali-kali lipat dibanding CBR150, tentu untungnya jauh lebih besar,  lah motor diproduksi dan sekaligus dijual sendiri plus untung dari jualan sparepart juga.

Pengaruh pada NMP gimana ? Kasusnya beda dengan Yamaha. Yamaha punya vixion dan byson. Vixion yang kelasnya diatas byson punya keunggulan injeksi dan deltabox sehingga  lebih powerful, irit dan ringan.  Sedang byson lebih menonjolkan fashion, meski harga ga terpaut jauh mereka tidak bentrok disegmen yang sama. Bagaimana dengan NMP? NMP yang sejatinya diposisikan seperti byson malah memiliki kelebihan yang serba tanggung. Model nanggung, power nanggung, dan masih karburator. Jika disandingkan dengan next teralis bakal kalah disegala sisi. Oleh karena itu strategi harga bakal berperan besar disini. Honda teralis harganya mungkin diatas Vixion (kecuali saking gemesnya kaya artikel kemaren 😆 ). Sehingga tidak banyak memakan kue NMP, tapi besar kemungkinan menyingkirkan tiger. Milih mana hayo 🙂

image

Nah bagaimana dengan tiger (ane paling seneng mojokin tiger 😆 ) ? Tentunya makin merana! Bayangin motor yang belasan tahun menjadi hottest icon AHM malah menjadi motor yang paling jadul di deretan motor honda. Mesin konvensional generasi tahun 80 an, ban non tubeless kurus, spedo analog, mesin ga bertenaga dll. Dibandingkan NMP saja sudah jauh fiturnya (tiger menang cc doang) , apalagi dibanding dengan next teralis. Konsumen yang melek informasi jelas ga milih tiger. Beberapa kenalan SF bahkan ane sarankan jangan pilih tiger daripada menyesal. Saya sarankan memilih vixion, NMP dan byson atau kalau mau sabar tunggu saja 2012 next teralis Honda bakal muncul. Jika 2012 Honda tetap mengabaikan Tiger bisa jadi tahun kemerosotan Tiger. Orang dulu beli tiger salah satunya karena prestigenya tinggi. Sekarang sudah ada duo CBR, dan kedepannya bakal muncul honda teralis, masih mikir prestige naik kalo beli tiger ??? Bagaimana jika Honda teralis menjadi pengganti Honda?. Ndak masalah asal jangan pake nama tiger, pecinta Tiger bakal tercederai (pernah SF bahas pada artiekel terdahulu). Sedangkan tiger jika masih ingin dipertahankan wajib naik kelas jadi motor turing 250 cc (basis cb300 dengan mesin generasi sebelumnya 250 cc). Jadi nantinya tingkatan sport honda jadi 4 : NMP yang bermain dibawah harga 20 jt, next sport teralis bermain dibawah 25 jt, next tiger 250 cc bermain dibawah harga 30 jt , dan duo CBR bermain dikelas premium diatas 30 jt.
image
Apakah next honda teralis bakal semoncer itu? Dengan mesin DOHC, sasis teralis inovatif, serta nama besar Honda, sangat mungkin bakal menjadi raja motor dimasa depan. Itulah opini SF, jika punya opini atau analisa lain silahkan tuangkan dalam kolom komentar

Shock nitro posisinya bisa dibolak-balik?

Masang shock TVS pada tiger memang penuh dilema (hallah bahasa sinetron he3… ) awalnya tabung ditaruh atas seperti pada motor TVS tapi hadap belakang lama-lama kok bosen ya lagian tabungnya  jadi kurang tereksploitasi dan terlihat janggal. Kalau hadap belakang mentok besi handle (untuk geser pantat tiger), awalnya niat motong besi handle ini. Tapi akhirnya disaranin sama mekanik langganan mending posisi tabungnya dibawah saja dan hadap belakang (seperti tiger revo). Karena dulu pernah baca kalau posisi shock dibalik rebounnya jadi kacau. Mekanik ane langsung ngasih penjelasan, “itu kalau shock pake oli mas, lah ini kan nitro jadi ga masalah”. image

image
Setelah dicoba emang empuk dan reboundnya ga terasa beda (atau SF emang kurang sensitif ya :mrgreen: ) . Logikanya sih masuk. Kalau shock oli tidak boleh terbalik pemasangannya karena menggunakan fluida yang terpengaruh gaya grafitasi otomatis didesain cairannya terkumpul didasar. Kalau shock nitro beda lagi, cara kerjanya doi menggunakan tekanan udara dan ga terpengaruh  gaya grafitasi makanya ga masalah dibolak-balik. CMIIW. Yang jelas sudah 2 bulan ini posisi shock dibalik, performanya tetep empuk dan ngegrip.

Rider PCX Jepang pun ngebet dengan hasil kreasi modifikator Indonesia

image

Beberapa hari lalu warung SF kedatangan pengunjung blog dari Jepang yang menyatakan minatnya pada sidebox honda PCX yang nampak di artikel SF. Berikut komentarnya

takuya Desember 23rd, 2011

I an japanese.
I really want the white pcx sidebox.
Can I buy the sidebox?

Penampakan sidebox tersebut memang sangat menggoda. Desainnya yang elegan dan kontur yang mengikuti lekukan body belakang nampak terintegrasi sempurna pada honda PCX. Nah untuk menjawab pertanyaan bule Jepang itu SF teringat sebuah FJB dikaskus yang cukup menarik minat ane. Rumah modifikasi yang memproduksi berbagai aseroris untuk honda PCX diantaranya sidebox, cover knalpot dan windshield, nama rumah modif ini adalah NIAKA OTO CARE/ MATIC PROJEKT di JLN. ENCEP KARTAWIRYA NO 130F CIMAHI UTARA BANDUNG.

image
image
image

Setelah memasang asesoris diatas Honda PCX nampak makin elegan. Hasil kreasi anak negeri ternyata ga kalah dengan luar negeri, buktinya rider Jepang pun sampai ngiler pada sidebox kreasi modifikator Indonesia. Mantab!

Rumah kopling 6 per buat tiger ( part 2- kendala dan review penggunaan)

image

Kendala
Untuk dipasang di gl max dan pro mekanisme yang dijual ini tinggal pasang saja. Namun tidak jika dipasang ditiger, karena rumah kopling tetap pake bawaan tiger.
Sudah 3 kali SF bongkar pasang mekanisme kopling ini untuk hasil yang sempurna. Awalnya dari mekanisme 6 per 7 kampas tidak bisa masuk sepenuhnya ke rumah kopling tiger. Akhirnya plat gesek ( plat kopling) dikurangi satu. (Kampas tetep 7) Nah begitu terpasang hasilnya edian! Saat kopling dilepas motor langsung menghentak, pindah gigi seakan mau meloncat. Puas deh sama hasilnya!
Namun problem muncul keesokan harinya, tiba-tiba kopling tersasa selip pada rpm 6000 an, tarikan awal pun ga menghentak lagi. Tapi saat sudah jalan 2 km gejala selip hilang. Nah hari ke tiga pemakaian semakin parah. Akhirnya terpaksa ke bengkel lagi untuk bongkar kopling. Setelah dicek per bawan mocin ini menyusut, akhirnya terpaksa ganti per ori bawaan tiger 4 biji, sedang yang 2 tetep pake punya mocin dengan cara disilang. Hasilnya kopling jadi keras dan kopling tetep selip keesokan harinya namun dipakai beberapa saat normal lagi.
Terpaksa bongkar untuk kali ketiga, nah karena ga ingin salah pemasangan lagi ane segera telpon penjualnya yang ada di Jogja. Ternyata agar dapat masuk ke rumah kopling tiger bukan plat kopling yang dikurangi namun kampas koplingnya. Per pun bawaan mocin yang dipakai, sedangkan 3 plat gesek milik mocin ane ganti milik tiger karena lebih tebal. Selesai?! Ternyata belum! Kqkqq…. tarikan si tiger terlalu liar dan menghentak-hentak. Sangat tidak nyaman untuk diperkotaan yang penuh macet. Kalo di kota kecil mungkin masih mantab. Lah wong motor jadi galak dan tiap gigi sampai pindah ke gigi terakhir hentakannya masih kerasa. Tapi kalo di jalanan macet, motor terasa terlalu menghentak terus saat kopling dilepas. Jadi kaya naik kuda saja, nyundul-nyundul :mrgreen: Nah akhirnya salah satu kampas kopling Ane ganti dengan kampas kopling kecil bawaan tiger plus judder springnya. Ini hasil yang sempurna (cek lagi part 1 untuk detailnya)
image

Berikut user reviewnya
Awalnya ane pikir tarikan koplingnya bakal lebih keras namun ternyata meleset hampir ga ada beda dibanding kopling set bawaan tiger. Meskipun 6 per tapi lebih empuk dibanding per tiger.  kelebihannya adalah tekanan lebih merata ke seluruh permukaan kampas. Untuk tarikannya jelas meningkat dibanding kopling 4 per bawaan tiger. Tapi ga terlalu menghentak untuk menembus kemacetan, akselerasi untuk bermanufer terutama gigi rendah terasa peningkatannya gas ga perlu dipuntir tinggi untuk mengail tenaga. Bahkan iseng-iseng ngadu dengan vixion sampai gigi 4 sudah bisa nyalip (jalan agak sepi karena trafik dibelakang ane kejebak demo). Begitupula saat melewati tanjakan gejala drop terasa minim. Saat mesin panas gejala selip pun ga terasa, meski buat boncengan masih siap diajak akselerasi. Semoga saja awet mekanisme kopling 6 per dan 6 kampas ini karena ini alasan ane melengserkan mekanisme kopling bawaan tiger yang terkenal gampang selip.

Update terakhir, sekitar 8 bulan pemakaian. Kopling selip.terpaksa balik ke ori dengan sedikit penyesuaian agar makin menggigit cek di http://smartf41z.wordpress.com/2012/09/12/kopling-6-per-buat-tiger-bermasalah-balik-ke-ori/

Rumah Kopling 6 per buat tiger (part 1 pemasangan)

image
Seperti yang SF janjiin beberapa waktu lalu soal review pemasangan dan penggunaan rumah kopling 6 per dan 7 kampas kopling untuk honda tiger. Kali ini khusus SF bahas pemasangannya dulu.
Satu set ane tebus seharga 300 rb sudah termasuk rumah kopling gandeng dengan gigi primer, mekanisme kopling 6 per, 7 kampas kopling dan 6 plat kopling. Sebenarnya rumah kopling set tersebut plug N Play dipasang untuk gl max/ pro. Kalau dipasang ditiger cukup memakai mekanisme kopling 6 pernya saja (rumah kopling tetap pake bawaan tiger). Tapi karena ga boleh ambil ketengan ya terpaksa ambil sepaket.

Menurut artikel yang pernah SF baca serta pengakuan penjualnya, keunggulan kopling 6 per ini adalah tekanan pada kampas kopling sedikit lebih kuat daripada orisinal dan lebih merata pada 6 titik. Kampaspun jadi lebih awet. Soal ketahanan selipnya jangan tanya lagi! Lah wong kopling 6 per ini aslinya digunakan untuk motor gerobak kok . :mrgreen:.  Nah berikut SF jabarkan pemasangannya

image
Pemasangan pada tiger

-Copot bak kopling sebelah kanan.

-Lepas filter oli

-Lepas mekanisme kopling 4 per bawaan tiger

-Diantara kopling house tiger dan mekanisme kopling ada sebiji O ring besar. Nah ring ini dilepas saja.

-Pasang mekanisme kopling baru  namun kampas kopling dilepas satu agar semua kampas kopling sempurna masuk gripnya( kampasnya jadi 6). Penataannya plat gesek ada disisi terluar. Saran ane biar ga terlalu tipis ganti 3 plat gesek mocin ini dengan bawaan tiger karena plat tiger lebih tebel. Nah penataan ini berlaku bagi rider yang seneng sensasi hentakan saat kopling dilepas, tenaga langsung tersalur sempurna. Tapi ga enaknya saat jalanan macet, motor jadi nyundul-nyundul. Nah kalau ingin tetap enak buat nembus macet hendaknya judder spring tiger beserta pasangan kampasnya (yang ukurannya lebih kecil) menggantikan 1 kampas mocin.

-Pasang 6 per dan penguncinya. Rapatkan 6 baut pengikatnya . ingat! saat melepas dan merapatkan baut pengikat per urutannya harus bersilangan dan bertahap pengencangannya/pelepasannya.

-Karena kopling baru ini lebih tebal dari bawaan tiger pompa oli harus diganjal 1 ring tipis.

-Pasang kembali bak kopling. Done!
image

Nah untuk review kelebihan dan kekurangannya akan Saya bahas di artikel terpisah