memperbaiki

All posts tagged memperbaiki

Setelah sempat konsul dengan SF perihal masalah Vario 110 yang menurutnya ga nyaman untuk stop N Go, (bahkan setelah claim garansi motor masih terasa ga nyaman-baca artikel yang lalu disini ) akhirnya rekan SF pemilik vario tersebut mencoba saran SF. Mengganti kampas kopling dengan aftermarket yang lebih luas penampang kampasnya!

Sobat SF ini nemu produsen kampas kopling super untuk vario 110/beat/scoopy disalah satu toko online (klik disini ). Sayangnya stok barang lagi habis karena produsen kehabisan bahan baku (sepatu/plat dasar kampas).

Karena ga sabar nunggu, sobat SF ini mengirimkan kampas kopling vario 110 miliknya meski tergolong baru umurnya.

Hari yang sama, pengerjaan kampas kopling selesai dilakukan dan segera dikirim balik kepada rekan SF dengan ojek.  coba bandingkan sendiri penampakannya :


manurut rekan SF bahan kampas ori lebih keras dan licin berbeda jauh dengan produk aftermarket. Garansi 6 yang diberikan si penjual kampas bikin sobat SF tenang . kalau ada apa-apa tinggal dibalikin

terlihat jelas kampas aftermarket panjangnya hampir 2 X lipat ori. artinya permukaan kampas yang menggesek mangkuk kopling jauh lebih luas dibanding aslinya… Kampas lebih pakem menggigit mangkuk kopling.

Efeknya langsung terasa oleh rekan SF. penyakit vario yang dredeg, ndut ndutan dan selip menghilang! modal cuma 150 rb plus ongkos ojek…!

Kenapa ya AHM bikin kampas vario /beat/scoopy dengan penampang kecil dan bahan keras…?  silahkan tebak sendiri 🙂

eh ya… bagi pemilik vario 125/150 yang mengalami gejala sama bisa pake cara diatas atau kalau mau praktis, beli saja kampas ori Nmax, permukaan kampasnya lebih luas dibanding bawaaannya vario 125/150

Offshore fishing alias mancing di tengah laut cukup menguras biaya meski sewa kapalnya patungan. Peralatan mancing lautnya itu loh, belum lagi fast moving partsnya… bayangin timah pemberat Rp 50rb/kilo aja cuma dapat 3-4 biji ukuran J8-J10, lumayan klo sampai putus kecantol karang atau pas senar disamber baracuda yg terkenal usil. Lainnya : kail, kili2, leader, neklin, dll. Jangan putus asa dulu…. rekan SF dilaut beraneka ragam profesi, dari penjual nasi uduk, satpam, hingga direktur. Artinya biaya bisa disiasati…. !

Kreatifitas dibutuhkan disini…. hal-hal dari yang sepele hingga rumit bisa dilakukan sendiri dengan modal yang jauh lebih murah dibanding beli jadi. Apasaja contoh kreatifitas angler yang  dapat menghemat biaya ? Continue Reading

Tiger 2004 yang sekarang jadi kendaraan simpanan, dipakai seminggu sekali

Pada jaman kejayaannya (akhir 90an awal 2000an) tiger memang diidamkan banyak orang. Bodinya moge look, cocok dimodif aliran apapun, nyaman untuk turing dan tenaganya mumpungi. Banyak remaja yang saat itu belum kesampaian meminangnya… alasannya karena faktor ekonomi. Apalagi tiger terkenal dengan sparepart mahal. 

Entah memang kebetulan atau memang sedang naik daun lagi, beberapa pembaca blog ini menanyakan soal tiger. Beberapa menanyakan perawatan tiger, beberapa lagi berkeinginan hunting tiger untuk memuaskan rasa penasaran yang sedari remaja… 

Oke deh langsung saja SF bagi sedikit tips dan pengalaman… 

Silahkan hunting tiger lawas tapi dengan catatan…. anda adalah orang yang telaten merawat motor…

Tiger terbandel adalah tiger tahun2 awal yang lampu belakangnya masih single (tahun 94-2000an awal) … saat ini susah nemu yang prima. Partsnya jauh berkualitas dibanding tiger yang lahir belakangan… tapi harga partsnya saat itu nggilani memang. Karena jam kerja tinggi otomatis mengalami peremajaan…. kemungkinan terbesarnya ya pake parts tiger baru yang kualitasnya … ya gitu dahh…. :mrgreen: kecuali nemu harta karun tiger tahun awal yang full ori dab sehat…. sikat saja dahhh…. tapi kalau nemu tiger mata rem double atau tiger revo prima ya monggo saja… perawatan dan karakternya hampir sama…

Tiger sekarang memang dah di suntik mati, tapi jangan kuatir partsnya masih sangat mudah didapat… 

Pahami dulu penyakit tiger yang paling sering terjadi. Sebagai pegangan saat hunting dan perawatan kedepannya. 

1. Rantai keteng/kamrat gampang kendor. Tandanya dari bunyi berisik seperti busi beradu dibagian blok sebelah kiri. Tenaga juga ngedrop. Awalnya muncul di rpm tertentu, kalau dah parah saat stasioner saja berisik parah…. penyakitnya karena kualitas keteng bawaan kurang bagus . Kalau ganti mending cari yang merk DID . Sekarang bahkan ada juga yang jual kamrat alternatif tiger 4 lapis yang dijual bareng gigi sentriknya… konon jauh lebih awet meskipun lebih mahal. LAT alias stasioner kamrat tiger juga terkenal kurang OKE. Nah sekarang ada yang jual stasioner dengan per spiral (bukan per plat seperti bawaan tiger).

2. Cek kancingan gir belakang…. GL max dan tiger SF penyakitnya sama… jalur kancingan gir tergerus… lama2 bisa bikin gir lepas dari bossnya. Pastikan saat akan meminang tiger, daging rumah kancingan gir masih tebal

Tiger SF sendiri sekarang dah pakai velg NMP yang dah ga pake sistem cacat seperti ini. (Baca selengkapnya disini )

3. Tangki keropos…. bukan hal yang baru kan? Cek dengan teliti bagian bawah tangki, terutama bagian pangkal kran bensin. Keroposnya tangki tiger karena ada air yang ngendon didasar tangki… SF sekarang selalu posisikan kran bensin dalam posisi res, karena akan menyedot bbm dari dasar tangki. Jadi tidak memberikan kesempatan air untuk ngendon. Untuk pengaman tambahan SF tambahkan sendiri filter bensin diantara kran bensin dan karbu. Sekali waktu SF bersihkan filter tersebut, dan tak lupa SF buka tutup baut pembuangan di karburator untuk membersihkan kotoran yang ngendon didasar karbu.

SF sendiri kurang ngeh asal airnya. kalau dibilang dari embun/pemuaian kok banyak banget. SF pernah kuras tangki airnya ada setengah liter loh… mungkin dari tutup tangki atau saat isi BBM.

4. Perkabelan… tiger SF beberapa kali bermasalah di bagian penghantar arus positif. (Lupa warnanya klo ga salah kuning) . Cek soket soket kabel dibagian kiri diatas tutup gir depan… pastikan tidak ada tanda gosong di soket maupun kabelnya. SF pernah kesulitan cek sumber korslet kabel ini… akhirnya SF putuskan bypass arus dari spull ke kiprok dengan kabel yang lebih tebal, sedangkan jalur aslinya (yang nampak gosong dan kaku) SF potong sajah.

5. Info dari tukang pressbody… Tiger maupun GL series sangat mudah mleyot bodi belakangnya… apalagi kalau pernah jatuh. Cek kelurusan ban belakang dengan spakbor belakang. 

6. Kopling gampang selip…. kalau SF sih tukar sepasang judger spring dengan plat kopling, dan tukar kampas kecil bawaan tiger dengan kampas besar. Tapi jadi sensitif sih… motor nyundul-nyundul galak. kwkkw…. ntar SF research lagi komposisi yang enak untuk harian.

SF dah bilang kan… kalau memang berniat meminang motor lawas seperti tiger ini ya kudu telaten. Kalau terawat, tiger cukup nyaman kok…. mesin terasa rileks saat melaju karena karakternya yang bertorsi, riding position ga bikin pegal untuk jarak jauh, dan stabil. 

Semiga infonya bermanfaat… silahkan bagi pecinta tiger untuk nambahi

Kelemahan tiger salah satunya pada mekanisme kamrat yang gampang lemah… Bukan hanya rantai kamratnya namun juga LATnya alias tensioner penonjokknya yang gampang lemah. 

Kali ini SF ingin bahas LATnya. Seringkali LAT yang menggunakan pegas model gulungan lempengan baja ini ga kuat mendorong batang penonjoknya keluar, akibatnya kamrat kendor dan muncul bunyi berisik. Penonjok ya ga memanjang maksimal ini sebagai akibat pernya telah lemah.

Untuk membantu kerja LAT agar bisa lebih memanjang sehingga lebih menekan kamrat cukup mudah kok… Kendorin saja baut pemegang LAT diblok mesin pake kunci L (ada 2 biji atas bawah) sehingga LAT terdorong keluar sekitar 2 mili. Saat dikendorin itu, penonjok tensioner pada LAT yang ga tertahan lidah tensioner akan ikutan memanjang 2mm. 

Nah bagaimana jika saat baut pemegang  LAT tersebut sudah di kendorin namun LATnya ga terdorong keluar meski dah digetok getok…. Berarti masalahnya bukan pada LATnya… Tapi kamrat (rantai keteng) anda sudah molor dan harus diganti atau bisa juga lidah tensioner dah tergerus parah. 

:Mrgreen:

Kejadian ini menimpa Ninja 250 milik SF yang jarang tak terpakai… Terakhir dipakai sekitar sebulan lalu, motor memang terasa berat dituntun saat dikeluarkan dari garasi… SF pikir cuma ban kurang angin saja… Begitu ditambahi angin, tetep saja laju motor agak berat…. SF paksa saja buat ngantor… Feeling SF pengereman ga beres nih, karena rem belakang juga terasa keras dan ga pakem… Bener saja saat SF nyampai rumah SF langsung pegang piringan cakram… Panasss!… Tidak seperti depan yang adem ayem. Pasang paddock trus ban diputer… Berat uiiyyy…!

Baru minggu kmaren SF sempat bawa kebengkel… 


Penyakitnya ternyata pegangan kaliper rem pada braket yang bentuknya seperti baut tanpa drat (yang dilindungi karet) yang seharusnya flexible jadi macet. Meski motor ga pernah dipakai, bagian ini tetap rentan mengalami penurunan fungsi, apalagi motor pernah nerobos banjir…  Kotoran dan karat bersarang didalam karet yang seharusnya menjadi pelindung dudukan kaliper.

Solusinya lepas kaliper pada braketnya, bersihkan bagian yang dimaksud sekalian bagian dalam karet pelindung. Lumasi besi pegangan kaliper rem tersebut dan masukkan kembali dalam rumah karet.. tes dengan menggoyang goyang kaliper dan braket… Pastikan kaliper dengan mudah bergesar menjauh/mendekat dengan braket besinya….  Pasang kembali kaliper pada dudukannya….


Setelah itu motor jadi ringan didorong… Performa motor juga terasa naik…. Makin enteng larinya.

Salah satu penyakit rearbox kappa (entah yang lain)  adalah lepasnya besi/ as engsel yang berada dibagian belakang box.  Kalau sudah gini aktifitas buka tutup box terganggu. 
Karena as engsel terlanjur hilang, SF kudu cari penggantinya.  Tinggal bongkar as roda mainan Faiz yang tak terpakai beres deh.
Lepasnya as engsel K42 milik SF sudah kali kedua ini terjadi..  Yang pertama ketahuan saat as engsel keljar separuh dari rumahnya,  yang kedua amblas dijalan.
Untuk menghindari hal tersebut SF terpaksa lem kedua lubang diujungnya agar as engsel ga keluar dari rumahnya.

image

Banyak cara menutup lubang kecil di engsel.  Bisa pake lem besi (campuran hitam putih),  atau seperti SF yang memakai lem tembak. 

image

Untuk sementara box k42 ini dianggurin dulu,  karena SF dah ada penggantinya K46 kebaikan seorang pembaca SF (thx bung Pr@z).  Rencana K42 buat suzuki spin bunda atau motor SF yang lain…

Kabel lampu rem rear box/top box yang menjalar di dasar box sangat rentan kesenggol barang bawaan… Lama-lama kabel ini bisa putus  hingga bikin lampu di box ogah nyala.  Awalnya SF pikir lampu led di dalam box tewas,  kebayang kudu nyamperin tukang servis elektronik nih.  Putusnya kabel didasar memang tidak terpantau SF karena tertutup mantel hujan SF.  Saat SF keluarkan mantel hujan dari box karena kehujanan beberapa hari lalu baru ketahuan putusnya kabel rem tersebut.
Baru tadi di parkiran motor SF sempat memperbaikinya.

image

Continue Reading

Selepas kejadian tabrakan SF post beberapa hari lalu (baca disini ), rekan pengguna ertiga konfirm ke SF.
Penyuka segala genre musik ini rupanya telah memasang lapisan peredam pada pintu mobil.  Pantesan kecelakaan motor disebelah saja hanya terdengar samar didalam kabin ertiga… image

Liat motor cb150, harusnya dia menyeberang jalan ke arah kanan namun ditabrak dengan lumayan keras hingga motor berputar sekitar 300°

Continue Reading

image

Awalnya SF agak kurang nyaman driving tarubi. Permukaan setir halus bikin licin saat muter setir. Semula SF putuskan beli sarung setir.. begitu kebeli eh malah gembok setir ga bisa difungsikan. Pas jalan ke giant supermarket ndilalah nemu penampakan knob setir.. akhirnya nyoba produk satu ini. Barganya tergolong terjangkau, ga sampai 40rb Jalan ke tempat assesori mobil memang mengandung racun dosis tinggi… banyak yang dipengeni, antara lain yang ikut diangkut door guard (19rb) serta cermin cembung 2 set (19rb/set) yang rencana pasang di tarubi dan si bolot. Continue Reading