Samsung Gear S3 Frontier, Hampir saja saya jadi anti Samsung karena Baterainya boros ga ketulungan. Ternyata ini masalahnya

Berawal dari smartwatch xiaomi amazfit BIP Bundafaiz yang rusak LCDnya karena terjatuh. SF mulai hunting smartwatch baru. Maklum punya bunda termasuk rutin dipakai buat Jogging.

Sempet mengincar xiaomi verge, tapi entah… hati rasanya kurang klik. Modelnya kali…

Tak sengaja saat nganter teman beli HP bekas, ada penampakan Samsung Gear S3 frontier mulus yang ikutan dipajang dietalase. Kebetulan juga harganya tergolong miring. Tak henti2 rekan SF manasin SF.. ini mah jam bekas serasa baru.. tak ada cacat sama sekali.

Buta akan produk ini, sekaligus sayang melewatkan kesempatan ini. Akhirnya nekat SF beli S3 bekas tersebut.

Samsung S3 frontier yang penampakannya segedhe Gshock itu buat nyonyaaaa…? Tentu tidak… 😁 Bunda SF rayu biar mau pake Amazfit Pace yang SF pake. He3….

Awal perjalanan SF bersama S3 ini sungguh penuh rintangan. Hampir saja SF balikin ke seller atau lego dengan banting harga. Bayangin saja…

HP xiaomi Mi Max 3 yang SF pakai tidak support jam tersebut. Cari aplikasi samsung gear di playstore ga ketemu (hide otomatis karena HPnya ga suport), akhirnya SF cari Apknya dari browser… alhamdulillah sukses juga terpasang aplikasi galaxy wear. Masalah tak berhenti sampai disini.

Masalah lain, jam tidak bisa full dicharge karena overheat, berhenti di 30%-40% trus kudu didinginkan baru mu dicash lagi.

Continue reading “Samsung Gear S3 Frontier, Hampir saja saya jadi anti Samsung karena Baterainya boros ga ketulungan. Ternyata ini masalahnya”

Spion aftermarket R25 kendor engselnya? Solusinya gampang… hardcore mode

Karena sering dilipat – buka di parkiran, engsel spion R25 aftermarket yang SF pasang di Nmax kendor. Efeknya saat kena speedtrap atau jalan keriting, posisi spion berubah. Capek benerin spion setiap saat.

SF coba perbaiki spion ini. Ternyata sistemnya beda dengan Ninja 250 karbu yang dulu pernah SF perbaiki. Jika Ninja 250 karbu engsel spionnya menggunakan baut, tinggal dirapetin saja. Nah di spion R25 aftermarket ini memakai sistem paku keling atau rivet. Karena SF ga punya tang rivet, SF bagikan trik “hardcore” alias menggunakan kekerasan… 😁

1. Bongkar dulu spionnya

2. Lepas penutup engselnya dengan cara dicungkil dengan obeng minus

3. Pukul paku Rivetnya (posisinya di

Continue reading “Spion aftermarket R25 kendor engselnya? Solusinya gampang… hardcore mode”

Solusi bagi koin alarm BRT Imax yang tidak terbaca

Kedua koin alarm BRT yang dipakai Nmax rusak hampir bersamaan hanya selang beberapa hari. Padahal koin kedua termasuk jarang dipakai karena nempel dikunci cadangan. Anehnya kartu yang fungsinya seperti koin BRT masih berfungsi tanpa kendala. Sudah seminggu lebih SF pakai kartu untuk menghidupkan Nmax. Kalau sampai kartu juga ga terbaca sensor alarm, buyar dah. Motor ga bisa dihidupkan. Ga ada lagi pemancar yang dibaca sensor untuk mematikan alarm. Eh ya paket pemancar bawaan BRT imax ada 3 yakni 2 koin dan 1 kartu.

Kamis kemaren kebetulan libur, SF coba bongkar kedok depan Nmax, tempat bersarangnya alarm BRT imax, untuk mencari sebab kenapa koin tak terbaca sensor. Apakah karena korslet kena cuci steam beberapa hari lalu, atau cuma sensor alarm yang kotor. SF mencoba register ulang kedua koin yang tidak terbaca sensor dan kartu bawaan waktu awal beli alarm. hasilnya kartu terbaca sempurna dan koin tetap tak terbaca meskipun sudah nempel sensor. Fixed sudah… koinnya rusak !

Untuk itu SF pesan ditoko online pengganti koin BRT . Tapi kali ini SF pesan yang model kartu karena kuatir dengan model koin yang gampang rusak. Harganya 72 rb untuk 2 kartu. Barang datang dilengkapi dengan buku petunjuk yang males juga SF baca. Mending liat youtube… ! 🙂

Continue reading “Solusi bagi koin alarm BRT Imax yang tidak terbaca”

Mesin cuci menyala namun tidak dapat berputar, ini cara memperbaikinya

Hari sabtu ini dapet laporan dari bunda. Mesin cucinya yang sudah menemani kami selama 5 tahun lebih ga bisa dipakai 2 hari ini. SF pikir cuma error sensor tutupnya seperti kasus lama (ada tulisan DE di display) yang penyebabnya sepele… magnet dipintu mesin cuci terlepas. Ternyata kali ini beda. Display dan semua modul nyala normal, mesin juga nyala . Masalahnya pulsator alias bagian bawah mesin cuci ga mau muter cuma geal geol doang. Kalau porosnya ditekan baru mau muter kenceng.

Continue reading “Mesin cuci menyala namun tidak dapat berputar, ini cara memperbaikinya”

Memperbaiki Top Box Kappa K42 yang Rusak Engselnya

Box Kappa K42 milik SF dah 3 bulan lebih mangkrak digudang gara-gara engselnya rusak. Penyebabnya tali penyangga lepas hingga bikin tutup box kebablas sampai mentok kebelakang saat dibuka.

Continue reading “Memperbaiki Top Box Kappa K42 yang Rusak Engselnya”

mengatasi gejala beat/vario/scoopy tersendat-sendat untuk stop N Go, ganti kampas bisa jadi solusi. Penyakit sembuh sekaligus performa motor meningkat

Setelah sempat konsul dengan SF perihal masalah Vario 110 yang menurutnya ga nyaman untuk stop N Go, (bahkan setelah claim garansi motor masih terasa ga nyaman-baca artikel yang lalu disini ) akhirnya rekan SF pemilik vario tersebut mencoba saran SF. Mengganti kampas kopling dengan aftermarket yang lebih luas penampang kampasnya!

Sobat SF ini nemu produsen kampas kopling super untuk vario 110/beat/scoopy disalah satu toko online (klik disini ). Sayangnya stok barang lagi habis karena produsen kehabisan bahan baku (sepatu/plat dasar kampas).

Karena ga sabar nunggu, sobat SF ini mengirimkan kampas kopling vario 110 miliknya meski tergolong baru umurnya.

Hari yang sama, pengerjaan kampas kopling selesai dilakukan dan segera dikirim balik kepada rekan SF dengan ojek.  coba bandingkan sendiri penampakannya :


manurut rekan SF bahan kampas ori lebih keras dan licin berbeda jauh dengan produk aftermarket. Garansi 6 yang diberikan si penjual kampas bikin sobat SF tenang . kalau ada apa-apa tinggal dibalikin

terlihat jelas kampas aftermarket panjangnya hampir 2 X lipat ori. artinya permukaan kampas yang menggesek mangkuk kopling jauh lebih luas dibanding aslinya… Kampas lebih pakem menggigit mangkuk kopling.

Efeknya langsung terasa oleh rekan SF. penyakit vario yang dredeg, ndut ndutan dan selip menghilang! modal cuma 150 rb plus ongkos ojek…!

Kenapa ya AHM bikin kampas vario /beat/scoopy dengan penampang kecil dan bahan keras…?  silahkan tebak sendiri 🙂

eh ya… bagi pemilik vario 125/150 yang mengalami gejala sama bisa pake cara diatas atau kalau mau praktis, beli saja kampas ori Nmax, permukaan kampasnya lebih luas dibanding bawaaannya vario 125/150

Kreatifitas dibutuhkan agar biaya mancing di laut tak membengkak

Offshore fishing alias mancing di tengah laut cukup menguras biaya meski sewa kapalnya patungan. Peralatan mancing lautnya itu loh, belum lagi fast moving partsnya… bayangin timah pemberat Rp 50rb/kilo aja cuma dapat 3-4 biji ukuran J8-J10, lumayan klo sampai putus kecantol karang atau pas senar disamber baracuda yg terkenal usil. Lainnya : kail, kili2, leader, neklin, dll. Jangan putus asa dulu…. rekan SF dilaut beraneka ragam profesi, dari penjual nasi uduk, satpam, hingga direktur. Artinya biaya bisa disiasati…. !

Kreatifitas dibutuhkan disini…. hal-hal dari yang sepele hingga rumit bisa dilakukan sendiri dengan modal yang jauh lebih murah dibanding beli jadi. Apasaja contoh kreatifitas angler yang  dapat menghemat biaya ? Continue reading “Kreatifitas dibutuhkan agar biaya mancing di laut tak membengkak”

Masih penasaran dan pengen meminang tiger? Ini dia tipsnya

Tiger 2004 yang sekarang jadi kendaraan simpanan, dipakai seminggu sekali

Pada jaman kejayaannya (akhir 90an awal 2000an) tiger memang diidamkan banyak orang. Bodinya moge look, cocok dimodif aliran apapun, nyaman untuk turing dan tenaganya mumpungi. Banyak remaja yang saat itu belum kesampaian meminangnya… alasannya karena faktor ekonomi. Apalagi tiger terkenal dengan sparepart mahal. 

Entah memang kebetulan atau memang sedang naik daun lagi, beberapa pembaca blog ini menanyakan soal tiger. Beberapa menanyakan perawatan tiger, beberapa lagi berkeinginan hunting tiger untuk memuaskan rasa penasaran yang sedari remaja… 

Oke deh langsung saja SF bagi sedikit tips dan pengalaman… 

Silahkan hunting tiger lawas tapi dengan catatan…. anda adalah orang yang telaten merawat motor…

Tiger terbandel adalah tiger tahun2 awal yang lampu belakangnya masih single (tahun 94-2000an awal) … saat ini susah nemu yang prima. Partsnya jauh berkualitas dibanding tiger yang lahir belakangan… tapi harga partsnya saat itu nggilani memang. Karena jam kerja tinggi otomatis mengalami peremajaan…. kemungkinan terbesarnya ya pake parts tiger baru yang kualitasnya … ya gitu dahh…. :mrgreen: kecuali nemu harta karun tiger tahun awal yang full ori dab sehat…. sikat saja dahhh…. tapi kalau nemu tiger mata rem double atau tiger revo prima ya monggo saja… perawatan dan karakternya hampir sama…

Tiger sekarang memang dah di suntik mati, tapi jangan kuatir partsnya masih sangat mudah didapat… 

Pahami dulu penyakit tiger yang paling sering terjadi. Sebagai pegangan saat hunting dan perawatan kedepannya. 

1. Rantai keteng/kamrat gampang kendor. Tandanya dari bunyi berisik seperti busi beradu dibagian blok sebelah kiri. Tenaga juga ngedrop. Awalnya muncul di rpm tertentu, kalau dah parah saat stasioner saja berisik parah…. penyakitnya karena kualitas keteng bawaan kurang bagus . Kalau ganti mending cari yang merk DID . Sekarang bahkan ada juga yang jual kamrat alternatif tiger 4 lapis yang dijual bareng gigi sentriknya… konon jauh lebih awet meskipun lebih mahal. LAT alias stasioner kamrat tiger juga terkenal kurang OKE. Nah sekarang ada yang jual stasioner dengan per spiral (bukan per plat seperti bawaan tiger).

2. Cek kancingan gir belakang…. GL max dan tiger SF penyakitnya sama… jalur kancingan gir tergerus… lama2 bisa bikin gir lepas dari bossnya. Pastikan saat akan meminang tiger, daging rumah kancingan gir masih tebal

Tiger SF sendiri sekarang dah pakai velg NMP yang dah ga pake sistem cacat seperti ini. (Baca selengkapnya disini )

3. Tangki keropos…. bukan hal yang baru kan? Cek dengan teliti bagian bawah tangki, terutama bagian pangkal kran bensin. Keroposnya tangki tiger karena ada air yang ngendon didasar tangki… SF sekarang selalu posisikan kran bensin dalam posisi res, karena akan menyedot bbm dari dasar tangki. Jadi tidak memberikan kesempatan air untuk ngendon. Untuk pengaman tambahan SF tambahkan sendiri filter bensin diantara kran bensin dan karbu. Sekali waktu SF bersihkan filter tersebut, dan tak lupa SF buka tutup baut pembuangan di karburator untuk membersihkan kotoran yang ngendon didasar karbu.

SF sendiri kurang ngeh asal airnya. kalau dibilang dari embun/pemuaian kok banyak banget. SF pernah kuras tangki airnya ada setengah liter loh… mungkin dari tutup tangki atau saat isi BBM.

4. Perkabelan… tiger SF beberapa kali bermasalah di bagian penghantar arus positif. (Lupa warnanya klo ga salah kuning) . Cek soket soket kabel dibagian kiri diatas tutup gir depan… pastikan tidak ada tanda gosong di soket maupun kabelnya. SF pernah kesulitan cek sumber korslet kabel ini… akhirnya SF putuskan bypass arus dari spull ke kiprok dengan kabel yang lebih tebal, sedangkan jalur aslinya (yang nampak gosong dan kaku) SF potong sajah.

5. Info dari tukang pressbody… Tiger maupun GL series sangat mudah mleyot bodi belakangnya… apalagi kalau pernah jatuh. Cek kelurusan ban belakang dengan spakbor belakang. 

6. Kopling gampang selip…. kalau SF sih tukar sepasang judger spring dengan plat kopling, dan tukar kampas kecil bawaan tiger dengan kampas besar. Tapi jadi sensitif sih… motor nyundul-nyundul galak. kwkkw…. ntar SF research lagi komposisi yang enak untuk harian.

SF dah bilang kan… kalau memang berniat meminang motor lawas seperti tiger ini ya kudu telaten. Kalau terawat, tiger cukup nyaman kok…. mesin terasa rileks saat melaju karena karakternya yang bertorsi, riding position ga bikin pegal untuk jarak jauh, dan stabil. 

Semiga infonya bermanfaat… silahkan bagi pecinta tiger untuk nambahi

Cara simpel , Bantuin LAT tiger yang lemah agar tegang kembali

Kelemahan tiger salah satunya pada mekanisme kamrat yang gampang lemah… Bukan hanya rantai kamratnya namun juga LATnya alias tensioner penonjokknya yang gampang lemah. 

Kali ini SF ingin bahas LATnya. Seringkali LAT yang menggunakan pegas model gulungan lempengan baja ini ga kuat mendorong batang penonjoknya keluar, akibatnya kamrat kendor dan muncul bunyi berisik. Penonjok ya ga memanjang maksimal ini sebagai akibat pernya telah lemah.

Untuk membantu kerja LAT agar bisa lebih memanjang sehingga lebih menekan kamrat cukup mudah kok… Kendorin saja baut pemegang LAT diblok mesin pake kunci L (ada 2 biji atas bawah) sehingga LAT terdorong keluar sekitar 2 mili. Saat dikendorin itu, penonjok tensioner pada LAT yang ga tertahan lidah tensioner akan ikutan memanjang 2mm. 

Nah bagaimana jika saat baut pemegang  LAT tersebut sudah di kendorin namun LATnya ga terdorong keluar meski dah digetok getok…. Berarti masalahnya bukan pada LATnya… Tapi kamrat (rantai keteng) anda sudah molor dan harus diganti atau bisa juga lidah tensioner dah tergerus parah. 

:Mrgreen:

Motor jarang dipakai, rem Ninja macet

Kejadian ini menimpa Ninja 250 milik SF yang jarang tak terpakai… Terakhir dipakai sekitar sebulan lalu, motor memang terasa berat dituntun saat dikeluarkan dari garasi… SF pikir cuma ban kurang angin saja… Begitu ditambahi angin, tetep saja laju motor agak berat…. SF paksa saja buat ngantor… Feeling SF pengereman ga beres nih, karena rem belakang juga terasa keras dan ga pakem… Bener saja saat SF nyampai rumah SF langsung pegang piringan cakram… Panasss!… Tidak seperti depan yang adem ayem. Pasang paddock trus ban diputer… Berat uiiyyy…!

Baru minggu kmaren SF sempat bawa kebengkel… 


Penyakitnya ternyata pegangan kaliper rem pada braket yang bentuknya seperti baut tanpa drat (yang dilindungi karet) yang seharusnya flexible jadi macet. Meski motor ga pernah dipakai, bagian ini tetap rentan mengalami penurunan fungsi, apalagi motor pernah nerobos banjir…  Kotoran dan karat bersarang didalam karet yang seharusnya menjadi pelindung dudukan kaliper.

Solusinya lepas kaliper pada braketnya, bersihkan bagian yang dimaksud sekalian bagian dalam karet pelindung. Lumasi besi pegangan kaliper rem tersebut dan masukkan kembali dalam rumah karet.. tes dengan menggoyang goyang kaliper dan braket… Pastikan kaliper dengan mudah bergesar menjauh/mendekat dengan braket besinya….  Pasang kembali kaliper pada dudukannya….


Setelah itu motor jadi ringan didorong… Performa motor juga terasa naik…. Makin enteng larinya.