mesin

All posts tagged mesin

Seminggu sebelum lebaran SF servis Nmax karena indikator V belt sudah menyala. ( baca selengkapnya disini ) , Nmax sempat dipakai kerja 3 harian , sebelum ditinggal mudik selama 2 minggu.

Hari kamis kemarin , Nmax kembali dipakai kerja. 5 km pertama ga ada masalah. Namun tiba- tiba Nmax mati mendadak saat tutup grip gas, di stater Nmax kembali menyala… namun tidak lama kemudian saat lampu merah Nmax kembali koit. Kejadian ini berulang kali terjadi saat grip gas ditutup…. untuk itu SF sengaja sedikit gantung gas di jalanan merambat…. tersiksa sekali. Tangan pegel menahan rem , sembari menyeimbangkan motor.

Seperti biasa tiap pagi sebelum sampai kantor , SF mampir sarapan di jalan. Sekalian SF ngaso  dulu karena disiksa Nmax yang lagi rewel. Abis sarapan lah kok Nmax normal lagi…. SF standar tengah, hidupkan motor dan di gas-gas mentok kemudian di stasionerkan , lah kok normal… tapi itu cuma sementara… beberapa menit kemudian SF kena perlintasan kereta. Kumat lagi dah… si Nmax Ngambegggg!!! Mesin mati… SF coba hidupkan Motor, memang bisa kembali nyala tapi ya gitu…. beberapa detik kemudian, mati lagi… 🙁

Sampai kantor SF langsung disibukkan acara seharian penuh jadi ga sempat ngurusi motor. Saat pulang kerja…. motor tetep ngambeg sepanjang jalan… sampai sampai SF sengaja gantung gas sambil ngerem saat jalanan merambat.

Nmax terpaksa nginep di bengkel resmi

Sampai Harapan Indah, bengkel resmi dah hampir ditutup oleh owner bengkel. Untung ownernya baik hati , dan masih menerima siNmax. Awalnya Beliau berusaha mencari penyakit Nmax dengan cara di geber-geber sambil di standar tengah namun tetep masih penuh dugaan yang jadi penyebb matinya Nmax. Terpaksa malam itu Nmax diinapkan ke bengkel.

Adakah pemilik Nmax yang mengalami hal yang sama …..

Beberapa dugaan penyebab masalah Nmax gampang mati :

1. Bensin tercampur air

2. Pemasangan alarm bermasalah

3. Settingan Nmax waktu servis terakhir bermasalah , pasca settingan CO+8 terakhir  nmax memang terasa lebih bergetar saat stasioner

4. Injector tersumbat

5. Perkabelan bermasalah (soket2 kendor)

Apapun itu …. SF sama sekali buta soal motor injeksi jadinya pasrah…. manut sama bengkel resmi yang punya diagnostic tools.

Klo tiger ngambek masih bisa otak atik cari masalahnya, klo Nmax … nyerah dah

 

Senin malam seminggu lalu SF kaget dikabari  Ortu di Surabaya jika taruna mogok dan ga bisa dihidupkan lagi. Posisinya pas deket Beres daihatsu. Jadi langsung saja mobilnya  didorong masuk bengkel


Keesokan harinya SF kembali dikabari oleh ortu , ternyata penyebab mogok adalah timing belt putus… setengah ga percaya SF mendengarnya… timing belt itu terhitung baru ga sampe 8000 km umurnya… lah kok dah putus. 2 kali timing belt taruna putus padahal usia tergolong muda…. yang pertama putus di tol padahal timing belt baru berumur setahun. Yang kedua ya kejadian kemaren itu…

Singkat kata ongkos ditaksir sekitar 1.350rb… kalau cuma ganti timing belt… Ndilalah pas belt dipasang dan mobil dihidupkan, suara mobil sangat berisik… pihak daihatsu memastikan bahwa klep bengkok dan harus bongkar mesin…. ongkosnya ditaksir 4,5jt… :o:

Jelas saja puyeng… kejadian putus pertama dulu jeroan aman kok… padahal putus pas kecepatan tinggi …. cuma ganti belt dan langsung beres. Lah sekarang kok apes kena klepnya.

SF sempatkan interlokal dari Jakarta untuk konsultasi masalah belt yang gampang sekali putus… Ortu SF memberikan nomer HP Bapak Sulu. Bapak Sulu selaku mekanik yang menangani taruna SF memastikan penyebab putusnya belt adalah adanya kebocoran oli didalam ruang timing belt. Saat mobil dihidupkan dan melaju, kebocoran oli “nyiprat” mengenai belt…. itu yang bikin belt getas dan gampang putus! 

Kejadian oli rembes pada taruna SF memang sudah lama terjadi…sebelum putus belt yang pertama kebocoran sudah ada. Saat itu SF sempat bawa ke bengkel dan sudah diatasi masalah bocornya, yang katanya berasal dari blok bawah. Setelah itu muncul lagi bocor… jadi SF kira kebocoran blok bawah terulang lagi. 


Belum sempet SF tangani, SF ganti mobil Ertiga, sedangkan si Tarubi (Taruna Biru) SF kirimn ke Surabaya untuk menemani Ortu SF…  Saat perjalanan dari Bekasi menuju Surabaya itu timing belt putus untuk pertama kalinya di kecepatan 120 (menurut cerita adik SF yang bawa mobilnya)

Setelah kasus Putus kedua ini baru ketahuan… kebocoran oli berasal dari beberapa seal di dalam ruang timing belt… !bukan dari bagian bawah mesin yang sebelumnya sudah diatasi… 

Itulah penyebab umur timing belt jadi pendek …. timing belt getas kena cipratan oli!

Seperti dugaan SF , ertiga diesel-hybrid ga diperuntukkan memakai bbm solar murah. Minimal memakai pertamina dexlite dengan cetane 51. Jika nekat pakai solar murah garansi mobil akan hangus… seperti yang dilansir detik (baca disini )

kalau suzuki cuma berani menggaransi ertiga yang hanya memakai pertamina dexlite , berarti ada ancaman serius bagi mobil jika memaksa memakai biosolar. 

Ertiga hybrid diesel dibekali 2 penggerak yakni diesel dan hybrid (motor listrik). Sistem hybrid di ertiga berfungsi membantu mesin utama dalam berakselerasi, meringankan beban mesin saat melaju normal, menyimpan energi saat deselerasi/pengereman, dan mensuply arus listrik yang dibutuhkan mobil saat ISS berfungsi (idling stop/start system). Yang sangat disayangkan adalah kualitas solar murah di Indonesia ga cocok untuk ertiga diesel… pertimbangan orang beli mobil diesel tak lepas dari hematnya konsumsi BBMnya, lah kalau kudu pake Pertamina dex nya yang lebih mahal dibanding pertamax gimana coba?lalu bagaimana dejgan penyebaran pertamina dex? Keputusan ada ditangan pembeli….

Menjadi blogger bikin anda jadi rujukan rekan yang ingin membeli suatu produk. Jawaban blogger tentu tak lepas dari subjektivitas , obyektivitas, pengalaman dan minat blogger itu sendiri… 

Seorang rekan dimintai tolong pamannya di Solo untuk mencarikan Vespa baru di Jakarta, karena itu doi meminta pendapat SF. Langsung saja SF jawab: “not recommended … anda bertanya pada orang yang salah… ” . Sebelum protes SF langsung jelaskan … kalau niatnya buat harian batalkan saja (apalagi rumah omnya di Solo jauh dari Beres piaggio), kalau omnya bukan maniak vespa dan ga pernah punya kenangan vespa, mending jangan. Kalau omnya bukan orang yang stylist dan ga care sama penampilan, lupakan saja. Karena motor ini untuk orang yang stylist ,eksekutif dan ingin tampil beda. 

Memang SF ga pernah punya pengalaman dan ga tertarik sama motor ini, lah SF bukan orang yg mentingin penampilan , naik ninja sajah helm half face dan sandalan. :mrgreen: . Namun rekan kantor lama SF pernah nyesel beli Vespa baru untuk motor harian. Ga sampai 20rb KM mesinnya bunyi kasar seperti mesin jahit(pernah SF rekam dan bahas di artikel lama ) kasus ini dah pernah SF temui dijalan beberapa kali,  mogok sehingga kudu dibawa kebengkel (saluran pengkabutan bermasalah) , boros BBM, handling berat, akselerasi kurang, dan repot kalau mau servis. Akhirnya kapok dan malah ganti vario. 


SF akhirnya menyarankan rekan ini untuk googling lebih lanjut di forum-forum, tentang bagaimana melemahan dan kelebihan, tips N trik perawatan dan modifikasi… karena percuma tanya sayahhh …. 😆

Ninja 250  yang dulu superior karena mesin 2 silindernya yang powerfull, saat ini menjadi underdog dari sisi performa dibanding R25 dan CBR 250. 

Menyerah bukan opsi bagi kawasaki menghadapi persaingan di kelas 250cc. Untuk urusan mesin sebenernya bukan perkara susah bagi pabrikan yang dalam beberapa tahun terakhir berjaya di kelas supersport dan superbike ini. 

Ninja 2 silinder jadoel keluaran lama saja powernya mendekati 40Hp.  (Baca artikelnya disini ). Ninja 250 saibgannya dulu motor 250 cc 4 silinder lohhh….

 Jaman dulu tantangan ga seberat sekarang…  aturan soal kandungan gas hasil pembakaran dan tingkat kebisingan mungkin ga seketat sekarang. Tapi perlu diingat , jaman sekarang tehnologi dah maju… injeksi, komputer, metalurgi, dll…. 

masa kawasaki ga sanggup melawan jagoan honda dan kawasaki…. 

Mau pasarnya digerogoti terus?

Share pengalaman selama jadi penunggang Tiger dan GLmax. Saat stasioner di lampu merah RPM kadang naik sendiri tanpa sebab trus turun perlahan bahkan kadang sampai mati mesin. Apa ya kira-kira sebabnya… ini dia pokok masalahnya 

1. Manifol bocor

Manifol adalah karet penghubung antara karburator dan mesin. Kalau bocor, campuran udara dan bahan bakar jadi ga ideal… ada udara tak dikehendaki nyusup dari tempat yang bocor.

2. Spul pengapian tidak sehat

Tanda spull pengapian hampir koit adalah motor susah distater, RPM naik turun saat stasioner, dan brebet ditempat tertentu. Kalau sudah gini mending ganti spulnya . Pengalaman gulung spull umurnya ga panjang.

3. Skep karbu terkikis

GL max SF dulu pakai karbu imitasi punya GL Pro. Kualitas skep yang kurang bagus, bikin mudah aus/terkikis. Ngowos dah saat stasioner.

Semoga berguna infonya

Berawal dari konsultasi seorang sobat blog yang menanyakan suara mendenging Nmax, akhirnya SF putuskan bikin artikelnya. 🙂

Kesan pertama punya Nmax salah satunya adalah suara khasnya… keluar suara mendenging dan renyah… ya hampir mirip pulsar lah.
Namun menginjak hampir 7rb KM , suara khas tersebut menghilang. Kira-kira kenapa ya?

image

Continue Reading

Sebut saja mobilio, ertiga, celerio, Jazz dan produsen Lokal seperti Tata … di India sono mobil-mobil tersebut keluar versi dieselnya dan versi diesel itulah yang menjadi favorit konsumen India.

The rise in diesel price this year — it has been revised 11 times since January — has seen a revival in petrol car sales, but at 55% of total sales, the share of diesel cars is still dominant.

dikutip dari : http:/www.hindustantimes.com/htauto-topstories/why-diesel-cars-score-in-india/article1-1164105.aspx

 

Kalau di India Sono Alasan larisnya mobil diesel adalah konsumsi bahan bakarnya sangat irit. Bayangkan saja honda jazz versi diesel bisa irit sampai 1:27 kmpl, mobilio dan ertiga bisa diatas 1:20kmpl. Continue Reading

Siapa yang paling merasa digampar atas kehadiran Nmax? Jelas AHM lah… dia jualan PCX yang merupakan lawan setara Nmax dengan harga lebih mahal 10jt lebih! Kalau sudah seperti ini SF saja enggan membeli PCX…. Pasalnya…. :
1. Banyak potential buyer PCX lari ke Nmax
2. PCX makin ga laku
3. PCX makin diabaikan AHM, import dikurangi , layanan aftersales juga pasti dikurangi (sparepart makin langka) teringat status FB warungDOHC beberapa waktu lalu.. sparepart CBR250 yang lebih laris saja susah didapat…. apalagi PCX ya? Continue Reading

Kawasaki ninja…! Siapapun pecinta roda dua Indonesia tau reputasinya sebagai motor kencang. Santer berita mengatakan KMI sebentar lagi akan ikutan jualan motor sport fairing 150cc 4 tak. Kira-kira gimana peluangnya dipasaran…?

image

Ninja 150RR 2 tak atau N250 bisa laku karena ga ada lawan. Ninja 150 satu-satunya motor kencang 2 tak, N250 juga motor kencang beraura moge multi silinder… (dulu… sekarang sudah ada R25) Continue Reading