Keheranan Rider Luar terhadap Modifikasi Ninja 250 di Indonesia ….Ediannn katanya !!!!

Yup berbagai komentar masuk di forum ZX6E (sepertinya di Australia) betapa gilanya Rider Indonesia mendandani Ninja 250 miliknya.

image

Hey look what I found over at some motorcycle forum in Indonesia…A super modified Ninja 250R!Sheesh!!! the money that must have been spent! INSANE! 

Ada lagi yang nambahi :

It must be a popular thing over there to mod these things! Here’s more! 

image

Nampaknya bule yang ini ngerti alasannya

In some south-east Asian countries (cough, Singapore, cough) there is no advantage to owning anything larger than 400 cc. The tax structure is such that the primary import is 125cc scooters. Highway speeds are such that 600cc and up are a waste.  The 250cc ninja fills a space for a super sporty looking, small displacement bike. I would think that wherever you saw these pics Spanner, that there would also be 250cc four cylinder bikes too. So like the Americans are beset with ridiculous customization of Hayabusas, Indonnesians are beset with ridiculous customization of two-fiddys.

Coba kalau di sini ga ada PPnBM alias pajak penjualan barang mewah untuk motor diatas 250cc daripada edhel-edhel N250 ya mending beli ER 6 atau ZX6 … eh tapi spec modif diatas emang gila juga ya cukup mungkin buat beli ER6 meski kena PPnBM
Rider Indonesia emang Gokilll !

Peninggi footstep bagi pemilik CBR/Ninja 250 yang ingin bergaya racing namun hemat

Modifikator Indonesia emang Top 🙂  satu lagi nih hasil kreasi modifikator Indonesia diperuntukkan bagi Pengguna CBR 250 dan Ninja 250 yang ingin berergonomi racing namun ringan dikantong. Selain mengganti setang jepit tentunya perlu juga memundurkan/ menaikkan footstep agar aroma racing makin kental. Untuk yang berkantong tebal produk ratusan ribu bahkan jutaan mungkin bukan masalah, tapi yang pas-pasan coba lirik produk satu ini. image
Adaptor peninggi footstep! Jadi footstep original masih tetap dipakai, hanya ditambah adaptor variasi agar posisi footstep makin naik dan mundur. Peninggi footstep ini biasanya dijual sepaket berikut adaptor /tangkai perseneling,harganya berkisar 200- 300 rb. Tertarik? Monggo googling saja atau kunjungi toko variasi terdekat.
image

Eh kalo SF nyambi jualan lumayan kali ya :mrgreen: sayang waktu ga cukup he3…

Modifikasi memiliki prespektif yang berbeda, semakin ekstreem semakin sempit

image

Jape methe dab, motor aing kumaha aing…..
Bagi pecinta modifikasi mungkin ungkapan tersebut sering terdengar. Kalau ga salah artinya motor motorku terserah mau ku apain. CMIIW. didunia modifikasi hal tersebut kerap terjadi. Modifikasi motor tujuannya memang berbeda-beda tergantung sudut pandang empunya motor. Ga usah jauh-jauh deh contohnya motor SF sendiri. Modifikasi tiger pake velg dan ban lebar depan 110/70-17 belakang 130/70-17, menurut pandangan SF modif ini selain bikin motor terlihat kekar juga memperbaiki handling dan nambah safety, tapi orang lain mungkin menganggap bikin boros motor, membebani mesin, bikin cepet rusak, dll. Sadar akan hal itu SF membatasi ukuran ban yang dipakai (padahal dirumah ada sepang BT lebarnya 120 dan 150 nganggur :mrgreen: ) karena ditakutkan efek negatifnya melebihi manfaatnya.
Semakin ekstreem / nyeleneh modifikasi semakin sempit sudut pandangnya. Bahkan saking sempitnya sehingga mengorbankan keamanan dan fungsionalitas. Buanyak bro hal semacam ini… modif ban cacing misalnya, katanya bikin irit bensin dan menambah enteng tarikan motor tapi dari segi safety gimana? Pasang lampu HID pada reflektor bawaan motor juga, pengennya nambah penerangan tapi bikin silau pengendara dari arah berlawanan (modifikasi hid harus termasuk reflektornya). Ndak usah pake modif lah… perlakuan motor standar juga banyak kaya gini, sebagian besar pemilik Ninja250, CBR series bahkan motor fairing modifan banyak yang melipat bahkan mencopot spionnya? Kebangeten memang…. ingat loh ya pengendara lain punya hak yang sama dijalan, pertimbangkan itu sebelum modifikasi. 🙂
image

Indonesia Surganya Modifikator, asesori banyak pilihan cuy!

image

Beruntunglah kita tinggal di Indonesia. Meskipun jika dilihat negara negara maju mayoritas motor yang berseliweran ber cc 250 keatas. Loh kok beruntung???..Modifikator kita tak kalah kratif dibanding modifikator luar! Dengan keterbatasan tehnologi dan dana, produsen asesori motor dapat menciptakan produk-produk yang jauh lebih murah yang bikin ngiri rider luar negeri. Saat berselancar di youtube atau di bikepics sering kali motor yang berasal di Indonesia dikagumi rider luar (kategori motor nternasional semacam Ninja, CBR atau pcx). image Ninja 250 misalnya, tersedia berbagai asesoris yang diciptakan anak negeri, yang secara tampilan ga kalah dengan asesori dari luar negeri. Sebagai contoh :
– Knalpot : kalo di Indonesia mah urusan ecek-ecek kalo cuma ngelas- mengelas. Model apapun gampang dibikin, mulai konvensional, midship muffler, undertail bahkan hingga twin muffler dapat disesuaikan keinginan. Soal tenaga juga ga malu-maluin loh. Dyno test racikan ninja berknalpot lokal ga kalah dengan luar kok. Cek kejurnas! Adakah yang pake knalpot import? (Kalo jatuh bakal nangis darah tuh 😆 ) secara harga knalpot lokal bisa 1/3 knalpot import.
– Windshield : mulai pesek sampai sangat jenong ada, harganya bisa 1/4 nya produk import, yang penting keren 🙂
– bodypart : buanyak bertebaran ! Mulai tank pad, kondom tangki, rear hugger, bahkan full body pun banyak yang jual. Mau ninjanya bertransformasi jadi zx6, ducati atau R6, bisa!
– Performance part : TCI/ CDI, koil, noken, dll udah bisa juga bikin disini dengan harga menggiurkan
Masih banyak parts yang mampu dibikin di Indonesia tentunya dengan harga jauh lebih murah.

Teringat satu lagi hasil karya anak negeri yang bikin ngiler rider luar negeri, yup…. sidebox PCX yang beberapa saat lalu sudah SF bahas disini.

image

Kondisi di Indonesia Sangat beda dengan negara maju, bisa jadi pengendara motor adalah pengguna jalan minoritas. Otomatis bisnis dibidang ini ga menjamur seperti halnya di Indonesia. Dengan bahan baku dan tenaga kerja yang mahal menuntut produsen asesori motor kudu bermodal kuat agar produknya diminati. Hasilnyapun dapat dilihat, bukan hanya menembus pasar lokal bahkan internasional juga. Sebabnya jelas,  kualitas lebih bagus karena quality controlnya jauh lebih bisa diandalkan belum lagi brand power nya. Masih perlu contoh? Yoshimura, leo vince, two brother, mugen, dll ( ane ga memfavoritkan produk import jadi ga hapal lebih banyak lagi :p ). Nah disinilah produsen Indonesia kudu banyak belajar. Quality Control serta pelayanan aftersales kudu ditingkatkan agar bisa sejajar dengan produk impor. Sesuatu banget jika kualitas sama dengan produk luar namun harga jauh lebih murah. Ga mustahil  pasar semakin berkembang lebih luas sampai menembus dunia internasional.
image
image

image

Beruntungkan bagi penyuka modifikasi Indonesia! Pilihan asesori buanyakk… mulai yang murah-meriah hasil produsen lokal hingga yang mahal karena import dengan mudahnya didapatkan (apalagi modifikator di kota besar). Satu hal lagi, yang bikin produk import mahal bukan hanya harga dasar barangnya tapi ongkos mengimpornya juga. Ga rela juga, beli asesori mahal karena ongkos angkutnya.
SF bukanlah brand minded (suka barang bermerk) namun lebih mencintai produk lokal asal hasilnya memuaskan. Namun jika di Indonesia belum ada atau belum memenuhi standar minimal (menurut pribadi SF ), mo gimana lagi. Selamat berkreasi !