monoshock

All posts tagged monoshock

image

Image ini melekat pada tunggangan SF terdahulu… GL Max 125 neotech (klo ga salah punya SF terdahulu keluaran 1996). Model kaku kotak-kotak, tenaga pas-pasan, fitur juga seadanya, kenyamanan dan efisiensi jadi keunggulan utama motor ini… ga salah kalau kaum pekerja (aka rider dewasa aka om-om :mrgreen: ) banyak yang memilih motor ini sebagai kendaraan operasional. Continue Reading

Monoshock pada motosport sepertinya menjadi fitur yang cukup menggoda. Ga salah banyak penghobi motor sport bershockbreaker ganda yang modif monoshock. Virus ini sempat menyerang SF beberapa tahun silam. Maklum tiger adalah motor hasil keringat sendiri, hasrat modif tentunya menggebu apalagi sudah ga ada tentangan dari ortu 🙂  . Karena duit gaji habis buat cicilan bulanan SF berusaha modif monoshock sendiri. Shock dibeli seharga 175rb lantas ke tukang las dan pasang dudukan monoshock. image
Selama beberapa bulan rancangan shock ini hinggap pada motor SF bahkan sempet buat turing ke Jogja hingga akhirnya SF merasa ada yang ga beres pada tunggangan. Seat height terasa turun dan ban ga lurus dengan spakbor. Begitu jok dibuka..  RANGKA BELAKANG RETAK!!!  Setelah baca-baca forum dan mengintip langsung garapan profesional , seharusnya dudukan atas nempel pada backbone bukan pada rangka dibelakang backbone. SF kemudian mengunjungi bengkel langganan di Surabaya berniat untuk merubah posisi dudukan monoshock namun diberi masukan oleh montirnya, modif monoshock ga dianjurkan bagi yang sering bawa beban berat karena rangka belakang tidak ada tumpuannya lagi akibatnya rangka menerima tekanan berlebih dan dalam jangka panjang bisa bikin rangka belakang berubah posisi. Karena pertimbangan setiap hari SF berangkat kerja bonceng rekan yang juga jumbo :mrgreen:  akhirnya SF batalkan pasang monoshock. Akhirnya rangka belakang yang sudah retak diperkuat lagi dengan plat logam tebal dan diluruskan lagi. Sementara shock belakang ori milik tiger dipasang lagi.
image

Kebetulan tahun lalu saat SF mampir ke PRJ, SF menemukan pasangan shock yang tepat untuk tiger. Shock nitro TVS dengan anting atas yang dituker milik tiger biar ga terlalu tinggi. Sudah setahun ini Shock TVS menemani tiger dan rasanya lebih dari cukup memberikan kenyamanan dan stabilitas. Reviewnya mongho intip disini.
Modif monoshock pada tunggangan? Monggo…. tapi perhatikan kekuatan rangka belakang dan rutinitas membawa beban berat… mengingat motor bershock ganda rangkanya sudah  diset sedemikian rupa oleh engineernya untuk peruntukannya.

image

Monoshock plus ban lebar termasuk modifikasi yang digandrungi pengendara honda tiger. Nah saat servis tiger tunggangan, tak lama muncul pengendara tiger revo gen pertama yang mau bongkar arm monoshock variasinya karena retak pas jembatan armnya ( ndak enak nyebut merk, googling saja merk apaan arm ini). Salah seorang mekanik segera menanganinya, setelah dibongkar terlihat retakan di dua sisi jembatan armnya.
image
image
Bro pengguna tiger ini pun SF ajak ngobrol, dia menyebutkan bahwa arm ori plus shocknya sudah dijual, jadi mau ga mau arm variasi ini mau dilas saja. Inilah suka dukanya modifikasi, jika ga ada kendala motor terlihat makin keren tapi klo sudah kaya gini runyam juga. Untung segera ketahuan! 
Sebenernya SF juga pernah modif monoshock bahkan sempat buat boncengan turing Surabaya- Jogja bareng istri, sepulangnya langsung dilepas karena ga nyaman blas, mental-mentul sepanjang jalan ga rata.

image

Akhirnya nemu juga foto motorku dulu GL Max 125 neotech lansiran 1997, warna aslinya hijau tua metalik. Wah banyak sejarah SF sama motor ini sampai hampir tewas juga pernah :). Keinginan punya motor laki tercapai setelah kelas 2 SMA (sebelumnya pakai motor honda grand Bokap kemana2), awalnya pengen honda GL Pro eh malah dibeliin GL max karena mesinnya lebih halus dan irit , manut aja ah pertimbangan orang tua. Top speed 120kpj ternyata kurang bikin puas. Nah untuk menyalurkan hasrat, terpaksa SF menyimpan uang jajan untuk beli knalpot racing, setelah knalpot terbeli, jetting cukup dirojok, dan filter dilepas busanya. Eh top speed cuma mentok 125 🙂 nah tabungan uang jajan selanjutnya buat oprek si GL max nahas ini, alhasil seher ganti suzuki carry , dan noken dipapas, karburator pakai punya GL pro (bekas), puas deh bisa bikin motor loncat-loncat dan mengalahkan suzuki tornado 110 berknalpot racing. Akhirnya hobi kenceng-kencengan terbukti bikin celaka. Saat sedang kenceng boncengan dengan teman dijalan agak berpasir karena ada galian. Tiba-tiba ada taksi motong untuk balik arah, hasilnya. BRAKKK….!! motor ane sukses menabrak bagian samping taksi itu. sF dan teman tersungkur beberapa meter, untung ga nyebur galian karena tertahan tanah bekas galian. Hasilnya badan penuh luka motor ancur ga karuan. Proyek restorasi dimulai, motor dicat total warna hijau muda, footstep bengkok dibuang, ganti footstep racing nganggur di bengkel langganan, spedometer  pecah dilengserkan saja 🙂 . Selesai restorasi, motor masih sempet dibawa turing ke Jogja, Jember dll namun problem mesin datang beruntun., entah ngebul, kamrat loncat, laher noken jebol, dll. kapok dah ngoprek mesin. Main kosmetik ajah,…  proyek selanjutnya monoshock bikinan dhewe, dan ganti kaki2 milik tiger.
Akhir cerita, ortu kecewa berat karena GL ini minta jajan terus, selalu ada problem baik mesin, kelistrikan maupun lainnya. Motor terpaksa dijual dan dibeli bengkel di 2005 silam, motor dalam kondisi seadanya dan berpindah tangan seharga 4jtan. Berdasarkan pengalaman itu SF kapok ngoprek daleman mesin apalagi sampai boreup segala,  senengnya sebentar aja, susahnya berentetan 🙂

image

Kaget juga baca artikelnya bro Iwanbaran mengenai bocoran next tiger bakal jadi 150 cc dengan memakai deltabox dan injeksi. Tiger terkenal dengan bodi gambot dan mesin bertorsi besar namun jika diberi mesin 150 cc apa jadinya? Kalau yang dipakai mesin 150 cc kemungkinan tenaga yang dihasilkan memang bisa melebihi tiger yang 200 cc(apalagi jika mesin yang dipakai punya CBR 150)  tapi dipastikan torsi bakal lebih rendah. Konsekwensinya apa? AHM bakal sunat habis2an bobotnya yakni dengan memakai deltabox, ban 17″ dan bodywork lebih langsing seperti halnya vixion. Kalo memang benar demikian jangan harap next tiger bakal bakal bergaya ala moge namun cenderung ke motor jalanan. SF yang termasuk loyalis pengguna tiger, alasan pilih tiger karena mesin bertorsi besar yang cocok buat turing dan bawa beban berat, bukannya motor yang berpower besar namun lemot saat buat turing membawa beban berat, serta bodi gambot untuk menunjang badan ane yang gede bukannya motor keren tapi cungkring. Bisa jadi calon pengguna tiger minggat jika benar next tiger bakal 150cc. Kalo ingin mempertahankan penggemar tiger, motor 150 cc baru ini haram memakai nama tiger! ( alias spesies baru) Kecuali mesin pakai basis 150cc nmp yang boreup jadi 250cc atau minimal 225cc pakai injeksi.
Dari beberapa artikel yang ane baca ada beberapa kemungkinan mesin yang bakal dipakai untuk next tiger. Diantaranya mesin NMP boreup, mesin Cb twister versi lama yang masih 250cc DOHC, mesin CRF 230cc, mesin yang bener-bener baru kreasi AHM atau mesin 150cc yang SF ulas diatas. Yang jelas SF sudah ga peduli alias ga nungguin kehadiran tiger baru ini sejak tahun kmaren. Mo muncul yang baru kek, mo disunat kek, mo distop produksinya. Sak karep!   Udah terlanjur pindah kelain hati -sakit hati mode on- :mrgreen: motor premium murni kreasi AHM justru jadi motor paling jadul di jajaran motor honda saat ini. 🙂
Mending tiger lama ane, ane rawat biar tetep tangguh buat harian. Ninja sebagai bentuk penghianatan ane terhadap honda cukup buat weekend. 🙂