Motor lawas pengen gagah dan gaul… kasih ban lebar saja dah manteb

image
On progress

Kalau liat tiger, scorpio, vixion, thunder,dll dimodif ban lebar rasanya dah jamak aliak mainstream. Tapi begitu liat motor lawas ber ban lebar rasanya gimana gitu… sesuatu banget dah 🙂

image

Motor lebih enak dilihat… tapi ingat konsekwensinya… ban lebih lebar otomatis beban mesin juga lebih berat… tapi kalau sudah berani modif kaya gini sih biasanya mesin sudah diupgrade

Posted from WordPress for Android

Rider Baru Mending Motor Baru

wpid-wpid-1331096208-picsay-1.jpg

Bayangkan kalau baru lulus SMP trus bocah ini dibelikan vespa lawas, atau macan ompong keluaran 90an. Jelasnya motor-motor ini kalau ada ditangan pemula bakan bikin repot… pengetahuan masih minim dan belum paham betul seluk beluk motor…. lah wong ditanyain mana karbu, mana cdi, mana koil saja belum tentu bisa jawab. Continue reading “Rider Baru Mending Motor Baru”

Kenapa GL Max dulu lebih awet dibanding Tiger? Share pengalaman

image

Sekedar catatan, tunggangan SF tahun 1997-2004 adalah GL Max neotech 125, selanjutnya 2004-sekarang SF masih setia dengan honda tiger. Selama belasan tahun mengendarai motor sport honda tersebut SF bisa mengambil kesimpulan jika dari berbagai sisi GL max nampaknya lebih awet dibanding Honda tiger. Berikut beberapa poin yang berhasil SF gali dari ingatan.
1. Rantai kamrat. Pada honda tiger tercatat setiap 20-25 rb km minta ganti. Sedangkan pada GL max mungkin semas hidupnya cuma 2 x ganti (sekitar 40 rb km setiap kali ganti)
2. Kampas kopling. Jelas dengan desain kampas yang sama kampas tiger jauh lebih cepat aus.
3. Suara mesin jauh lebih halus GL max.
Keadaan diatas terjadi pada kondisi pemakaian normal. Namun kedua motor diatas dalam kondisi ga standard . GL max milik SF saat itu menggunakan Velg jari milik tiger begitupula dengan bannya (naik 2 step lebar dibanding ori), sedangkan honda tiger menggunakan velg racing lebar plus ban lebar 130/70 bagian belakangnya.
Beberapa alasan kenapa honda GL max lebih awet dibanding Honda tiger, diantaranya :
1.  Dengan basis mesin hampir serupa kapasitas mesin GL max jauh lebih kecil dibanding tiger (124 koma sekian cc v. 196 koma sekian cc) efeknya mesin GL max lebih halus, power lebih rendah sehingga beban yang diterima bagian mesin serta transmisi lebih kecil dibanding tiger.
2. Bobot GL max lebih ringan, tentunya beban yang ditanggung mesin juga lebih rendah. Apalagi saat itu bobot SF sekitar 20 kg lebih ringan dibanding sekarang saat menunggang tiger :mrgreen:
3. Kualitas motor dulu lebih bagus dibanding sekarang? Mungkin masih jadi perdebatan… namun pengalaman dari orang tua SF yang juga pengendara motor selama lebih dari 50 tahun, motor miliknya dulu sangat jarang rewel dibanding motor jaman sekarang.
Namun apakah bisa dibilang honda tiger saat ini adalah motor yang sangat tidak durable alias ketahanan mesinnya rendah? Coba dilihat dari sisi lain… bisa jadi GL max adalah versi tiger yang dikerdilkan kapasitasnya sehingga dengan basis mesin yang sama bisa lebih awet… make sense kan? Material mesin sama namun power lebih rendah otomatis beban mesin lebih rendah.
image

Dengan perawatan berkala segala problem tiger bisa disiasati dan dihindari kok. Ganti oli rutin, bersihkan filter udara berkala, jaga riding style “sopan” alias ga sering nyentak motor SF rasa honda tiger masih nyaman untuk dipakai riding dalam jangka waktu lama. 8 tahun bukan waktu yang singkat loh…  hingga saat ini SF masih mempercayakan tunggangan sehari- hari pada honda tiger keluaran 2004. Ga pengen ganti? Awalnya beli si Bolot kan buat gantiin tiger… eh tapi cinta lama susah dihapuskan. Jadinya bolot malah jadi “simpanan” alias motor hobby 🙂

image

Nb: GL max akhirnya rontok setelah mesinnya dioprek “ngawur” tanpa perhitungan matang, dan dijual dalam kondisi mengenaskan (kaya mesin jahit bunyinya 🙂 ) . Makanya sekarang dah kapok oprek mesin ekstrem