motor

All posts tagged motor

Box Kappa K42 milik SF dah 3 bulan lebih mangkrak digudang gara-gara engselnya rusak. Penyebabnya tali penyangga lepas hingga bikin tutup box kebablas sampai mentok kebelakang saat dibuka.

Continue Reading

SF tergolong blogger yang kurang aktif berkarya, masalah mood saja… nah selang beberapa hari setelah peluncuran PCX lokal… SF yang jarang memfollow berita-berita otomotif , dapat pertanyaan dari 3 rekan / pengunjung blog. Intinya sama…. mending beli mana Nmax dan PCX.
Jawabannya hampir sama SF berusaha mengembalikan keputusan pada mereka, dengan beberapa pertimbangan dan opini. Benar SF pengguna harian Nmax, tapi PCX hanya SF dapat dari literatur saja.

Kelebihan Nmax handling superb, daya rekat ban dan rem top level. Mesin responsif, motor bandel…. SF tergolong males ngebengkel palingan rutin ganti oli di 2000 atau pas khilaf 2500 km sekalian bersihkan filter udara dibengkel umum. Setelah gratisan servis berakhir SF cuma 2 kali mampir bengkel resmi pertama karena saatnya ganti belt sekalian roller dan rumah roller karena memang sudah waktunya( 25rb km), dan yang kedua mogok karena bensin kecampur air. Soal kemampuan menahan beban berat jangan tanya…. Nmax SF rutin boncengan sekeluarga.

Yang paling menjengkelkan soal Nmax adalah shock keras … karena shocknya sendiri yang luar biasa konyol kerasnya dan sudut shock yang terlalu tegak, dan melemahan lain yakni kemampuan melibas banjir yang parah… kalah sama beat/matic kecil. Motor2 itu masih melaju di genangan air cukup lumayan, Nmax cuma meraung raung tapi motor ogah melaju karena selip.

Gimana soal PCX… berdasarkan literatur saja yah… ada beberapa fitur dan Kelebihan PCX yang bikin SF pun ingin melamarnya… fitur ini yang telak mempermalukan Nmax , bikin Nmax terlihat tertinggal bebererapa abad :mrgreen:

PCX ada ISS , dimana mesin mati jika beberapa saat motor berhenti total, Nmax kagak ada!

PCX ada colokan charger, Nmax kagak ada!

PCX ada alarm dan keyless system. NMax pake kunci biasa seperti motor puluhan tahun lalu :mrgreen:

Ban pcx sekarang ga cemen dah kekar loh ukuran 120 buat belakang… memang sedikit lebih kecil dibanding Nmax yang 130… TAPI pcx dah pakai velg 14″ yang punya keunggulan lebih stabil dan lebih mentolerir jalanan ga rata dibanding velg yang lebih kecil diameternya.

Tampilan PCX tampak elegan, Nmax sporty klo ini soal selera sih…

Ada sedikit concern SF terhadap PCX… jika CVTnya plek dengan vario. Maka ada yang harus dibenahi… banyak kasus vario bergetar dan tersendat tersendat saat awal akselerasi, kemungkinan besar masalah pada kampas kopling yang permukaannya kurang luas. Semoga hal ini tidak menimpa PCX baru… solusi gampang… ahm jiplak saja kampas Nmax karena itu solusi yang diambil oleh pemilik vario lama 😆

Kapasitas bensin pcx 8 liter dibanding Nmax 6.6liter… cocok bagi orang yang males buang waktu di pom bensin

Nah sekarang masalah harga. Harga akan tidak beda jauh sekitar sejutaan untuk tipe terendah… inilah yang bakal telak memukul Nmax. Fitur PCX sepertinya cukup berlebihan dibanding selisih harga dengan Nmax.

Bagaimana prediksi SF….? Nmax bakal terpukul… akan di gerogoti bahkan pasarnya akan dirampok PCX , bukan mustahil PCX menggantikan posisi Nmax sebagai raja baru skutik selonjoran.

Terlambat…. terlalu pelit Yamaha memfacelift Nmax 2018… perubahan warna velg, shock tabung, tampilan speedo, dan desain jok akan susah digunakan untuk menangkis serangan PCX.

Meski performa Nmax sepertinya masih diatas PCX. Namun selama ini performa sama sekali tidak menjamin penjualan… ga percaya? Cek aja dah sendiri gimana penjualan beat vs mio, NVL vs CB gimana?!

Artikel diatas seakan SF mengagungkan PCX, namun knapa SF menganjurkan calon buyer untuk lebih baik membandingkan dulu secara langsung antara pcx dan nmax?. Kenyamanan bermotor bukan hanya dari baca artikel saja… coba sendiri… cocokkah dengan ergonominya, ketinggian kah, nyamankan…. gimana soal delivery powernya…, handlingnya? Sejauh mana calon buyer bisa mentolerir kelemahan produk yang akan dibelinya…. kalau sudah yakin dan cinta, lupakan opini blogger dan orang lain…. bukan mereka yang membelikannya untukmu.

Masing masing orang akan mungkin beda pendapatnya… opini dan kesan blogger juga akan beda dengan pembaca. Blogger mungkin sebagai pengingat …jangan emosional saat milih motor daripada menyesal kemudian. Motor ini ada ini itunya loh motor lain kagak….  motor ini kelemahannya ini loh….dll

Sebagai pemakai Nmax kok SF malah kliatan belain PCX… ini semata-mata biar yamaha sadar….  saingan mereka adalah pimpinan pasar! Kasih fitur lebih saja motor jualannya kalah bersaing dengan produk pimpinan pasar… apalagi kalau kalah fitur….

Nah kalau yamaha nambahi fitur Nmax paling tidak Nmax ga anjlok penjualannya, calon konsumen juga yang mesem… calon motor motor yang bakal dibeli fiturnya makin lengkap 😆

Trus SF sendiri milih mana? Ya tetep jajal dulu…. !

Klo katakanlah ga ada kesempatan jajal 2 2 nya … sepertinya pcx lebih menggiurkan

Tapi …Kondisi sekarang SF dah punya Nmax… motor ini sudah diset sesuai keinginan SF. Shock ganti super duper empuk, jok model sofa yang bikin terlena, windshield dah ditinggiin melindungi dada dari terpaan angin langsung, mesin dah disetting untuk perkotaan… cukup disayangkan jika ganti PCX.

Motor apapun punya kelemahan… kalau ngaku biker sejati bisa lah cari cara mengatasi kelemahan itu… kalau ga bisa ya….  life with it!

W175

Keluarnya W175 bikin SF gundah… model cakep everlasting, terlihat simple N light, ga neko-neko tapi kelihatan berkelas, ergonomi juga terlihat ramah…. itu yang bikin meriang!

keluaran asli pabrikan memang standar dan siapapun bisa punya asal punya duit. Tapi motor keluaran pabrik dari baru punya keunggulan dibanding bangun motor classic bangun sendiri. Motor lolos QC, kualitas terjamin, garansi, parts masih baru yang artinya lebih bebas dari masalah…. bahasa aliennya lebih reliable!

Bundafaiz saat SF sodori gambar motor ini tertarik juga… “asyik ya Pa klo buat jalan jalan sore” katanya…. sempet terbesit keinginan nukar Ninja 250 dengan motor klasik…. tapi tiba-tiba muncul hal yang mengganjal hati… kenapa Opsinya cuma dari kawasaki yang jaringannya 3Snya terbatas, knapa ga ada fuelmeternya, kenapa pabrikan lain LEMOT responnya, padahal dikelas skutic motor jenis retro classic cukup diminati.

Jadi beli? Kagak lah….! Ninja 250 belum ada yang nawar 😆

Ntar aja klo ada opsi yang fitur lebih kumplit bisa dipertimbangkan… lupakan injeksi, speedodigital, lampu led dll… cukup fuel meter saja biar tenang ga kepikiran saat riding agak jauh…. pengalaman punya GL lawas tanpa speedometer dulu (tanpa fuel meter juga donk), karbu sering buntu/masuk air kalau sering-sering pake kran dalam posisi ress pas kehabisan bensin 🙂

Ayo Honda, Yamaha, suzuki… mesin mah pake apa saja mesin Verza boleh, byson okeh, power ga seberapa penting buat motor classic… model cakep dan nyaman saja dah cukup… semoga segera masuk era kebangkitan motor klasik…

Air laut terkenal korosif… gampang banget bikin besi berkarat. Karena itu set tackle mancing SF kudu dibersihkan selepas mancing dilaut.

Bagaimana jika motor sering kena air laut tapi ga rutin dirawat…? ancur mina…. ! Karat dimana-mana…

Penampakan CB150 yang SF jepret di perkampungan nelayan di Pakis-karawang ini contohnya…

Cb150 kena air laut

Continue Reading

Penampakan unik di daerah Jatinegara.

 

Saat motor lain melapis bodi motornya menggunakan stiker.

Owner Honda blade ini melapisi jok dan bodi motornya dengan kain sofa… sah-sah saja wong itu motornya sendiri.:)

klo saya jelas ga merekomendasikan… ga kebayang kalau kehujanan. kain akan menyimpan air yang justru lama-kelamaan merusak cat motor dan menyebabkan karat logam. Belum lagi kalau kainnya lembab segala kotoran seperti debu/ carbon sisa pembakaran akan menempel di kain tersebut. tak mustahil bakteri akan berkembang biak. malah bikin kulit gatal-gatal

 

Kali ini SF akan share mengenai waktu/ periode pengecekan tekanan angin pada ban motor. Kebetulan motor harian SF adalah yamaha Nmax yang ban bawaannya sudah tubeless…

Ini gara-gara fitur konsumsi bensin pada Nmax nih, sehingga SF jadi aware kondisi motor. Kalau boros berarti waktunya servis atau sepele…. tekanan angin pada ban kurang dari semestinya.

Untuk Nmax, SF biasakan cek tekanan angin 2 minggu sekali di Pom bensin Shell yang canggih pengisian angin gratisnya :mrgreen: karena shock dah empuk SF bikin 31 psi depan belakang. Enaknya isi angin di shell ini selain GRATIS, pompanya juga ada informasi tekanan angin secara digital, untuk mengisi anginnya , tinggal set tekanan anginnya (biasa di default 29Psi oleh Shell), lalu isi anginnya, jika tekanan angin ban telah sesuai yang diinginkan , pompanya akan keluar bunyi tit…tit… 🙂

 

Ilustrasi pompa angin shell

Biasanya dalam 2 minggu,  tekanan angin pada ban Nmax berubah. Ban belakang jadi 25 psi dan depan 27 psi. kenapa ya tekanan angin pada ban  belakang lebih cepet berkurang dibanding ban depan….? kemungkinan karena beban hidupnya terlalu berat (gendongin beruang tiap hari, kadang sama keluarga beruang juga  😆 ) , dan suhu ban lebih tinggi  karena CVT/penggerak belakang dan deket knalpot.

Apa sih kerugian jika tekanan angin ban motor kurang dari semenstinya? Sudah SF bahas kemaren (silahkan baca artikel ini ) . Handling kacau, rentan kena poldur klo boncengan, boros bbm, gampang bocor kena benda tajam dan performa motor terasa menurun.

Mumpung gratis SF jadi rajin cek angin 🙂

Btw di POM bensin pertamina masih ada pompa anginnya ga sih? Ga pernah isi bensin di pertamina soalnya, antrinya lebih panjang soalnya. Klo di Shell kan mencolok banget pompa anginnya…kuning kotak gedhe kaya kulkas 😛

menurut rekan SF yang selalu isi bensin di Pertamina ,  katanya kebanyakan POM Pertamina pengisian angin gratis ditiadakan, ganti nitrogen berbayar. CMIIW…?

artikel terkait :


Beberapa fitur motor lawas dianggap nambah biaya beberapa lagi dianggap merusak estetika , karena itu beberapa fitur motor lawas dihilangkan pada motor sekarang. Apa saja itu?

1. Tutup rantai full. Yang paling SF inget saat itu adalah honda prima dan honda grand milik ortu. Cover rantainya full menutupi gir dan rantai. Rantai jadi bersih dan awet. Tapi sering bertambahnya usia seringkali cover ini bergesekan dengan rantai/gir sehingga menimbulkan bunyi. apalagi kalau pernah kecelakaan, penyok semua deh cover dari plat ini. Untuk mengintip kondisi ketegangan rantai dan melumasi rantai ada lubang yang bisa dibuka tutup.

2. Bunyi sein. Yamaha alfa dan beberapa motor bebek lawas, kalau pas sein keluarkan bunyi tit…tit…tit… berguna agar pengendara sekitar waspada atas pergerakan kita. Hmm fitur ini sepertinya perlu dihidupkan lagi terutama untuk emak2…. tenang jaman sekarang masih ada yang jual modul flasher yang bisa keluarkan bunyi.

3. Rak dengan jepitan di atas spakbor depan , nah ini dulu ada diastrea 800 milik sodara. Lumayan buat jepit buku atau semacamnya yang tipis tipis. 

4. Shock depan gas. Motor SF dulu GL Max depannya ada pentilnya loh… 🙂 klo ingin ngerasin shock tinggal nambah gas, bikin empuk tinggal kurangin gas. Klo ga salah RZR (ato RXZ) ada juga ginian.

5. Shock belakang adjustable dengan pengoperasian yang mudah. Nah honda prima ada loh fitur ini pada shock belakang. Tinggal geser2 tuas. Beberapa motor sport sekarang adjustable juga tapi repot kudu pake kunci khusus

6. Headlamp kaca tebal, reflektor logam. Awet dah headlamp depannya… kalau sekarang mika plastik bening reflektor juga plastik yang di chrome.

7. Kick stater… kalau dulu setiap motor ada.. nah sekarang mulai diilangkan loh… sport CC besar, sport fairing, sampai Nmax ikutan ilangin fitur ini. Kedepannya jangan kaget klo tiba-tiba motor baru ga ada kick staternya.

8. Saklar lampu motor jadul untuk mengatur masing-masing kerja lampu senja, lampu dekat dan jauh. Motor sekarang lampu otomatis nyala saat mesin motor nyala. Saklar cuma untuk lampu dekat dan jauh.

9. Motor lawas yang laku dijual adalah versi spoke wheel, sekarang kebalikan versi spoke wheel malah ga laku. Motor baru rata2 ga menyediakan versi spoke wheel kecuali jenis adventure dan bebek versi terendah.

10. Rem depan tromol? Hayo ada ga motor sekarang yang rem depannya tromol

11. Injekan perseneling motor dulu 2 arah untuk nambah dan ngurangi gigi. Sekarang yang pake cuma motor bebek. Motor sport sekarang pindah gigi pake injek cungkil (1 sisi depan saja)… merusak sepatu dan ga ramah bagi pengendara bersendal :mrgreen:

12. Motor lawas pake karburator. Gampang settingnya. Sekarang pake injeksi makin tergantung sama bengkel dah.

Hmmm apalagi yak?… monggo kalau ada yang nambahin

Namanya saja tankbag , harusnya tas ini ditempatkan diatas tangki motor. Tapi karena dasaran tas yang kasar jadi merusak tangki motor. Cat tergores dan stikerpun bisa rusak.Hal ini terjadi pada ninja SF.


Akhirnya tankbag kini beralih fungsi menggantikan posisi box belakang SF yang rusak engselnya. 


Karena bagian belakang /sayap tas ini berisi magnet, pemasangannya pada braket box cukup mudah. Sayap tinggal ditekuk dan ditempelkan pada braket besi. Kuat melekat! SF tarik paksa dari belakang saja cukup kuat. 


Selama perjalanan berangkat kerja tadi pagi , SF kebetulan dibelakang vixion yang sepertinya baru pasang box givi dibelakangnya masih kinyis boxnya bro :). Selepas flyover  walikota Jakarta Timur jalanan lumayan macet. Pengemudi vixion awalnya disisi kanan truk, tapi karena tidak ada ruang menyalip dia berusaha menyempil dibelakang truk untuk menyalip dari arah kiri. Lolos dari belakang truk pengemudi vixion langsung merebahkan motor kekanan… akibatnya…. box givi yang masih kinyis nyenggol bagian belakang truk.

Di duren sawit selepas flyover pondok kelapa , jalanan juga macet. SF berada dijalur paling kiri yang khusus dihuni pemotor. Vixion yang sama  menyalip Sf dan motor didepan SF dengan memanfaatkan celah diantara mobil. Saat balik ke jalur motor , Boxnya menyenggol spion motor didepan SF. 

Dari situ SF menafsirkan… pengemudi vixion ini belum terbiasa memakai top box di belakang motornya….

Kali ini SF akan share beberapa hal terkait penggunaan top box pada motor

1. Kalau anda tipikal rider kesusu suka selap selip… pakai box bukan pilihan yang baik. Karena akan mengganggu manuver. Mending tank bag. Top box juga menghambat performa motor. SF pernah coba ngebut memakai tiger lawas tanpa box sentuh 135 kpj, dengan memakai box K42 yang hanya diisi helm. Speed di trek yang sama susah melewati 120kpj.

2. Dalam kondisi macet parah jika ingin selap selip dengan space terbatas , jangan terlalu memiringkan motor saat belok patah. Box riskan menyenggol kendaraan tinggi. 

3. Pemilihan braket box sangat penting… pastikan bahan dan las lasan kuat. Bundafaiz dah ngalami patah braketnya. 

4. Sesuaikan top box dengan beban yang dianjurkan. Disarankan tidak membawa beban terlalu berat dalam box karena mengganggu keseimbangan motor.

5. Solusi memakai box tapi tidak terlalu mengganggu keseimbangan dan tidak bikin dimensi motor tambah molor adalah dengan memakai braket geser. Saat berkendara sendiri braket dapat digeser kedepan sehingga box nempel punggung pengemudi… enak bisa sandar :). Ga enaknya kalau ada yang nebeng bonceng, jadi kudu repot dikit geser braket ke belakang. 

6. Tentukan kapasitas box sesuai kebutuhan. misalnya tiger SF memakai box Kappa K42 (42liter), muat untuk 1 helm fullface dan 1 helm halfface. Dibawah itu mungkin hanya cukup buat 1 helm, dan diatas itu tentunya lebih leluasa untuk 2 helm

Kiri K42 (42lt), Kanan K46(46lt)

Pagi ini Jakarta macet parah… penyebabnya genangan yang dalem dimana2 😆 disini baru terasa kelemahan Nmax. Dibanding beat dan matic lainnya pun Nmax dibikin ga berdaya. 


SF putuskan pakai Nmax untuk ngantor. dalam perumahan sudah agak sangsi melanjutkan perjalanan, hujan deres dan banyak genangan. Tanya satpam, katanya jalan besar didepan masih bisa dilewati motor. Nmax menguntit beat  melewati genangan air…. beat dan beberapa motor didepannya masih lancar melaju, eh cvt Nmax dah selip…. ga mau ambil resiko, SF putar balik untuk tuker tiger. 

Nah.. baru dah PD melibas Genangan Dalam. Blok bawah terendam air pun masih lancar melaju. Di bulevar hijau Motor yang didominasi matic terpaksa naik ke parkiran ruko-ruko yang lebih tinggi, dan ga berani melanjutan perjalanan…. 

Ini keunggulan sport… dalam segala kondisi bisa diandalkan, banjirpun lebih tenang (eh ga boleh bilang banjir, Genangan Dalam ding), buat ngebut okeh, buat macet palingan cuma pegel. Lah kalau matic… klo banjir ya nyerah… cuma kecewanya kok Nmax gampang selip yakkk, kalah sama matic lainnya… disinyalir gara2 GC rendah karena ban diameter kecil.