motor

All posts tagged motor

Monggo lihat disturbing picture berikut ini… seorang pengendara ibu-ibu bonceng kedua anaknya plus beberapa kardus ukuran lumayan (terlihat 2 kardus digambar). Yang bikin miris, posisi anak perempuan yang dibonceng dibelakang… mepet baget dengan ujung jok… sekilas malah terlihat duduk diatas behel motor. Kemudian lihat tas anak perempuannya… menutupi lampu rem/sein motor. Si Anak perempuan tersebut juga ga pakai helm, ga pegangan ibunya malah megangin kardus… alamakkkk…..

Posisi mengemudi siemak juga pethingkrangan , si emak terpaksa taruh kakinya diatas kardus… jelasnya membatasi ruang gerak setang motor. Belum lagi anak lakinya dibonceng didepan… Luar biasa skill si emak, sampai mengesampingkan keselamatan anak anaknya…

Semoga bapaknya baca artikel ini dan mengenali gambar di artikel ini… biar dimarahin tuh emak emak…

Info dari rekan SF yang memfoto kejadian tersebut, lokasi jalan raya besar depan astra sunter ( JL. Yos Sudarso)… banyak kontainer lalu lalang di jalan raya tersebut

 

Budaya ngeyel/ngotot padahal bersalah, rupanya ga hanya menjangkiti kaum pemotor… pemilik mobil mewah juga demikian. Kejadian  kemaren…. ada dua mobil yang berhenti di jalur padat selepas RS duren sawit. 


SF lewati saja mobil belakang tanpa halangan karena masih menyisakan jarak cukup dengan metromini yang jalan disebelahnya… saat akan salip mobil didepan tiba-tiba pengemudinya buka pintu dan keluar mobil tanpa babibu dan tanpa memperhatikan situasi belakang. Jelas saja SF langsung mengerem mendadak… untung saja Nmax yahud soal pengereman 🙂 . SF cuma berujar… “ealahh pak…pak….! ” sembari mengharap permintaan maaf…

Bukannya minta maaf, si pengemudi malah nyolot… “saya kan sudah ngasih lampu hazard!” Dengan raut wajah kurang simpatik. Sudah gitu dianya ga mau minggir setelah tutup pintu mobilnya…. daripada emosi SF meledak SF , sengaja SF serempet pengemudi ngeyelan itu dengan spion lipat Nmax. Dia pun melompat kesamping dan kena spion nmax. 

Hheuuhhhh.. ga lolos lagi uji kesabaran. Udah nahan emosi saat lolos dari celaka, si pengemudi mobil malah nyolot… ya kesulut sumbunya…. 

Persaingan makin ketat bikin pabrikan berlomba-lomba bikin motor terbaik yang mampu menarik minat konsumen… Produk lama yang tergencet mau ga mau ikut diupgrade, technologi baru disematkan… hal-hal baru yang dulu dianggap mewah pun disematkan ke motor ber cc kecil.

Konsumen yang akan beli motor jelas diuntungkan… banyak pilihan motor. Motor overprice bakal ditinggal alias ga laku. Pabrikan jelas itung-itungan dalam menetapkan harga motor baru. 

Hal diatas itu keuntungannya… lah kerugiannya?

Jaman dulu beli motor itu dipakai puluhan tahun sampai bobrok ga bisa dipakai. Sampai ownernya bosen, atau capek renovasinya… tiger SF umurnya 13 tahun, kharisma ortu umurnya 17 tahun, dan mertua punya Supra yang umurnya mungkin hampir 20 tahun dan masih bisa jalan normal. Belum lagi ngomongin vespa yang banyak berkeliaran…

Motor jaman sekarang SF sangsi bertahan sedemikian lama. Sundulan motor baru sedemikian cepat bikin siklus hidup motor berkurang… kalau cuma ganti striping sih owner motor lawas ga perlu kuatir… sparepart masih terjamin… lah motor sekarang kalau update ga tanggung-tanggung, mesinnya ikutan berubah. Motor sekarang harga jual kembalinya juga cepet jatuh. Sparepart yang kudu disediain pabrikan bertambah kompleks… ga yakin dah ketersediaan semua tipe motor ada di dealer… konsumen kudu repot hunting parts di berbagai bengkel atau beres.

Satu fakta yang ga bisa dipungkiri, durabilitas motor-motor sekarang ga sebadak motor jadoel… motor usia 5 tahun kudu siap2 bobol tabungan… 

hmmmn penasaran kira-kira Nmax punya SF bakal bertahan awet berapa tahun ya….?

Entah sudah berapa kali SF mendengar kabar bahwa bensin shell merusak kendaraan… Baru- baru ini rekan SF satu seksi motor vespanya macet pistonnya setelah pakai bensin Shell super. Montirnya menduga karena ga cocok dengan bensin shell super.

Ada lagi pengakuan pemilik Suzuki xl7 yang kebetulan ganti BBM shell langsung kena fuelpumpnya… 

Lantas bagaimana menurut pendapat SF?…. 

SF ga berani berpendapat aneh-aneh ntar kena UU ITE :mrgreen: .. cukup share pengalaman saja…

3 motor SF yang sering SF pakai adalah tiger 2004, Ninja karbu 2009, Nmax 2015. Cukup rasanya mewakili 3 generasi dan 3 jenis berbeda. Ketiga motor tersebut langganan menggunakan shell.

-Tiger motor turing jadul karburator dengan kompresi rendah, BBM paling sering menggunakan shell super

-Ninja 250 motor sport karburator kompresi tinggi BBM seringnya memakai Shell Vpower

-Nmax motor modern berinjeksi kadang menggunakan shell super kadang Vpower

Ada masalah terkait penggunaan BBM shell? Nope tidak ada sama sekali… motor tetap segar bugar ga pernah ada masalah… jadi isu terkait bbm shell merusak kendaraan bagi SF tidak terbukti. Secara feeling sih perbandingan  shell dengan produk pertamina yang punya oktan sejenis, sama saja performa dan keiritannya… 

lantas kenapa pakai shell? Karena shell menganggap konsumen adalah raja lihat saja pakaian pegawainya rapi penampilannya juga menarik, Pom Bensinnya luas dan  tempatnya lebih rapi dan bersih, antrian lebih sedikit. Diskriminasi mobil dan motor kurang terasa disini… seluruh pegawai nampak sibuk melayani konsumen…ga seperti karyawan POM bensin pertamina… ada karyawan yang kewalahan melayani konsumen, ada juga yang nganggur menunggu mobil datang … 

9 tahun SF pakai lampu H4 pada tiger (reflektor 7″ autopall punya jimmy). Baru kmaren bohlamnya putus. Ada keuntungan penggunaan reflektor dan lampu mobil untuk motor.

1. Jauh lebih terang. 

Mengingat lampu mobil berdaya 60/55watt, dibanding orinya 36,5/35watt. Karena itu, SF ganti lampu kota dan lampu rem pake led agar ga tekor

2. Jangkauan luas
Saat lampu ori hanya sanggup menyinari 1 jalur/1 ruas jalan, lampu mobil sanggup 1,5-2 jalur/ruas jalan. Jadinya saat turing melewati hutan/pegujungan yang minim penerangan sangat membantu. 

3. Fokus dan tidak menyilaukan

Cahaya padat bertumpu pada fokusnya… sangat minim kebocoran cahaya diluar fokus. Karena itu ga bikin pengendara lawan arah silau

Kalau honda tiger lawas, tinggal belikan reflektor dalam dengan punya jimmy ukuran 7″. Sedangkan ring luar pake punya ori tiger… trus jangan lupa pasabg relay biar maknyusss….Monggo dijajal … 

Berdasarkan pengamatan SF ada beberapa aliran retro yang beredar di pasaran. Ada murni klasik seperti motor jadoel yang dilahirkan kembali,ada scrambler dengan ban semi offroad gambot, cafe racer yang nunduk abis, cruiser untuk turing, hingga retro modern yang dibekali technologi canggih.

 

Dari berbagai aliran tersebut ada satu aliran yang cukup menarik perhatian SF yakni scrambler. Motor ini didesain agar dapat melaju di segala lintasan baik aspal maupun offroad, dengan tidak mengorbankan kenyamanan. Pabrikan tenar berlombablomba masuk aliran retro scrambler… ducati, triumph, BMW, dll.

Sebenernya SF cukup mengagumi trail namun tangkinya yang kecil bikin motor ini ga bisa diandalkan untuk harian. Seat height yang tinggi tentunya juga bikin kurang nyaman diperkotaan. Nah retro scrambler rata rata seit height ga seberapa tinggi, nyaman, tangki juga ga mungil amat, model jelas everlasting dan bisa dipakai di berbagai kondisi jalan.

Bagaimana dengan bro sekalian?

Angin segar berhembus sekali lagi dari yamaha… sayang bukan disini… majalah youngmachine bocorin planing yamaha untuk mengeluarkan versi retro dari MT25/R25 … 

Renderan MT25 versi retro oleh young machine


Di Indonesia modif retro lagi digandrungi. Owner ninja yang harganya puluhan juta saja rela mengeluarkan tambahan puluhan juta lagi untuk mengcustom ninjanya jadi motor retro. Tiger,scorpio,thunder ga lepas jadi korban mutilasi untuk diretrokan.


Matic retro dah ada scoopy, fino, lets. Di sport ada kawasaki estrela 250 yang sayang harganya nggilani. Lebih mahal dibanding Ninja 250… ini yang bikin heran… motor 1 silinder , dengan parts yang ga sekomplex ninja 250 namun harganya jauh lebih tinggi. Motor retro lebih kuat pada desainnya , gaya minimalis namun cantik dilihat menjadi kekuatannya.

Penekanan ongkos produksi tentunya lebih bisa dilakukan pada motor retro … empat jempol jika ada pabrikan yang merealisasikan. Mari berharap saja  bukan hanya yamaha yang nongolin sport retro… basisnya pakai motor domestik saja biar murah… masalah desain orang Indonesia kreatif kok….

Inazuma bukan produk pertama yang di matikan Suzuki Indonesia… sebelumnya ada thunder 250 dan FXR yang bernasib sama… 3 produk impor yang dinilai gagal dalam penjualan lantas diskontinyu. 

Namanya perusahaan ya mesti itung-itungan untung rugi… kalau jelas membebani perusahaan terus menerus ngapain diteruskan…. Namun keputusan untuk menghentikan penjualan inazuma bukannya tanpa konsekwensi… kepercayaan loyalis suzuki akan berkurang, terutama pengguna produk impornya … 

Sepertinya kondisi Suzuki motor saat ini cukup mengkhawatirkan….coba cek fakta berikut :

1. Produk import yang ternyata kurang diterima pasar. Dikuatirkan loyalis suzuki trauma dengan produk impornya suzuki…

2.Kekuatan produksi lokal yang ga sekuat Honda dan Yamaha. Mereka dah mampu bikin sport 2 silinder loh…
3. Andalan produk utama hanya bertumpu pada 1 produk (satria FU). Sedangkan kompetitor juga punya produk di kelas yang sama.


Harapan kedepan suzuki ada pada Sport 150. Untuk merangsek pasar tentunya kudu ada yang ditonjolkan… performa kudu diatas yang lain… ini bukanlah FXR yg dulu kurang berjaya! Itu berita baiknya… berita buruknya…?  gimana kalau kompetitor yang lebih kuat permodalannya… memuruskan upgrade sport 150? Yamaha dah ambil ancang ancang … honda yang lebih responsif mengcounter attack juga jangan diremehkan… 
Ga kebayang betapa puyengnya petinggi suzuki saat ini.

Bagi yang suka turing bareng komunitas/club, coba cermati ini….

SF yakin anggota komunitas/club yang demen turing rata-rata taat aturan, tapi mungkin juga terselip anggota rombongan arogan/belagu. jadinya …ya rusak image keseluruhan rombongan. Berapa banyak orang kurang suka atau bahkan marah dengan attitude peserta turing rombongan .? Ga sedikit loh…  ini yang SF dapat saat ngobrol dengan rekan2 kantor yang banyak diantaranya rutin mengendarai mobil lintas kota/provinsi. Saat SF tanya responnya mengenai komunitas/klub yang turing rombongan… rata-rata punya kesan kurang baik. Arogan, mau menang sendiri, membahayakan orang lain…..

Bagaimana jika orang-orang yang ga trima ini lantas tak sengaja mengutuk dan mendoakan kurang baik karena refleks? 

Awas lu ya…moga2 dlosor, moga2 ketabrak, dongakno tibo, dll . Sebenernya  ga baik mendoakan orang lain celaka… tapi kalau reflek/kaget atau mangkel gimana?

SF sendiri pernah juga kelepasan saat disalip pengendara sport 250cc yang turing luar kota dengan posisi SPION DILIPAT!… 

” moga2 ada kejadian yang bikin ridernya sadar…” 

ga termasuk mendoakan yang ga baik kannnnn… :mrgreen:


Percaya Tuhan kan? Ya jangan bikin sebel orang lain di jalan, biar ga didoain jelek…. 
Dari sudut pandang pelaku turing, jelas ada pembelaan sendiri…  tapi coba deh lihat dari sudut pandang lain… contohnya posisikan diri kalian sebagai pengemudi mobil yang sedang bawa anak istri… sedang berkendara dijalur yang benar tiba2 disalip, dijejerin dan disuruh nepi…., atau gimana saat udah jenuh nunggu lampu merah, saat ijo mau jalan tiba-tiba di halangi oleh anggota turing …. gara gara rombongannya mau lewat.

Artikel ini bukan berarti SF anti Turing rombongan loh ya… (lah wong saya juga pelakunya) . Cuma barusan kejadian, SF kehilangan teman yang meninggal saat dia turing bareng komunitasnya… karena kejadian ini, SF dan beberapa rekan kantor berdiskusi, lantas keluarlah artikel ini… gara gara ada yg nyeletuk … -ga enak nulisnya-… intinya gitu dehhh…

Awalnya sobat bunda SF ini berniat cari sidebag untuk keperluan mudik libur panjang. Namun karena di kotanya ga nemu penjual side bag sedangkan butuhnya dadakan, doipun punya ide kreatif. Memanfaatkan sepasang tas punggung (backpack) untuk futsal yang diikat sedemikian rupa disamping kanan kiri motor menggunakan tali rafia… jadi dah sidebag serbaguna…saat ga terpakai dimotor bisa buat keperluan lain. Asal ga musim hujan bisa ditiru nih idenya…. 


Saran SF, karena tas diatas ga diperuntukkan untuk sidebag motor sebaiknya sering-seringlah dicek tali pengikatnya, dan juga cek jahitan pada tas apakah kuat menahan beban pada 2 titik (karena tas ini didesain menahan beban pada 4 titik). Saat pemasangan juga perlu diperhatikan  agar tas tidak kena beban berlebih karena jadi tumpuan kaki boncenger, serta jangan sampai nempel knalpot, rantai dan roda. Eh ya satu lagi… kalau bisa jangan pake rafia , riskan putus kalau kena gesekan. Sepertinya tali jemuran (tali tampar) lebih kuat.

Manteb kan…. Orang Indonesia emang kreatifff… ! Semoga yang sedang dalam perjalanan selamat sampai tujuan