naik motor

All posts tagged naik motor

Monggo simak hasil riset Kelton (USA) mengenai wanita yang memilih menjadi biker berikut :

image

Dari keseluruhan 2029 responden ,  biker wanita 2x lipat lebih merasa gembira, 4x lipat lebih merasa seksi dan 2x lipat lebih percaya diri dibanding wanita non  biker. Jangan bayangkan tunggangannya motor matic mungil ya… tapi sekelas moge! Motor si Sono mungkin dianggap sebagai lifestyle dan hobby. Harga motor juga sama kaya harga mobil. Jadi kudu niat bener deh bagi cewek untuk naik motor. Selain 3 hal diatas , ladi biker nampaknya lebih komunikatif dan lebih akrab dengan rekan-rekannya….

image

Opo wani.... ?

Bagaimana jika dibanding Indonesia?
Disini motor jadi sarana transportasi utama… kadang tidak ada pilihan lain selain motor. Didesa tempat kelahiran Ortu SF , angkutan umum belum menjangkau seluruh pedesaan…. naik sepeda pancal sudah ga jaman dan bikin kemringet, mobil juga harganya belum terjangkau…. jadinya ya motor dan motor dan motor (uakeh motore)  karena hampir semua sodara SF motor dirumah lebih dari satu :mrgreen:
Begitu juga dikota besar… beberapa perempuan memilih naik motor karena kemudahan yang ditawarkan, hemat waktu tempuh serta hemat biaya…. bukan untuk tampil seksi, percaya diri , maupun untuk bersenang-senang. Intinya wanita Indonesia kebanyakan kalau ga kepepet ya ga naik mobil…. kepepetnya bisa karena uang, rumah di gang jauh dari angkot, atau terpaksa naik motor karena rute sehari2 macet total.
Tapi ga semua wanita seperti itu ya…. beberapa kali SF menyaksikan wanita terlihat seksi saat naik motor , bukan saat liat celengannya pembonceng cewek loh… :mrgreen: tapi saat lihat cewek menunggang CBR dan ninja 250…. kalau ini sepertinya bukan naik motor karena kebutuhan karena milih motornya yg anti mainstream bagi cewek tapi karena ingin tampil beda… bisa lah dibilang cewek-cewek seperti ini masuk kriteria cewek yang diriset Kelton diatas 🙂

image

Eh ya satu lagi… motore SF alias Ninja 250 (sekarang Ninja 300) di Amrik menurut www.womenridersnow.com termasuk motor bagi cewek yang cukup populer…. he3….

Salut, miris, kasihan melihat ibu ini (tepatnya nenek ini) disalah satu perkantoran dibilangan plumpang Jakarta Utara nampak seorang ibu sedang menunggu salah satu petugas pelayan masyarakat. Kebetulan SF yang punya keperluan yang sama segera ngajak ngobrol nenek ini…

image

Ibu Sri : lady biker jalur tengkorak

Dari hasil percakapan SF mendapat informasi jika beliau sudah berumur 63 tahun, kemana-mana masih sanggup naik motor. Disaat sebagian orang malas berurusan dengan administrasi pemerintahan si ibu ini bahkan menawarkan bantuan kepada para koleganya untuk menguruskan perihal surat menyurat diantaranya ngurus STNK, SPT masa/ tahunan, dll . Rumah ibu Sri ini di daerah pegangsaan dua . SF tau betul daerah ini… jalannya 2 jalur pas untuk papasan 2 truk kontainer. Pernah sekali SF boncengan rekan kerja cewek (mbak Ifta), doinya  teriak-teriak dan rapat pegangan behel belakang tiger saking ngerinya karena kudu mepet nyalip truk kontainer.
Saat tengah ngobrol dengan ibu Sri lah kok mbak Ifta lewat…. ya SF bully saja sekalian… 🙂 “If, ibu ini usianya dah 63 tahun tapi berani loh naik motor kemana-mana. Padahal lewat pegangsaan dua… kamunya cuma brani sampai dwpan perumahan doang” setengah ga percaya Mbak ifta ini konfirmasi langsung ke Ibu Sri… sampai tanya jenis motornya segala.
Terang saja Ibu Sri malah menasehati dia… masih muda harus berani , harus dipaksa… yang penting hati-hati, bla….bla…bla… mbak Ifta yg awalnya numpang lewat malah kaya orang distrap :mrgreen:
SF sih cuma belain dalam hati (jelas saja mbak Ifta ndak brani naik motor lah isih jomblo… alias rung kawin…kwkqkkqk)
Dilema juga sih kebiasaan bermotor ibu-ibu ini ….disatu sisi bermotor bikin fisik terjaga, otak bekerja optimum, dan reflek terjaga. Namun disatu sisi jalurnya sangat berbahaya , usia tua regenerasi sel lebih lambat kalau cedera sangat berbahaya, belum lagi penurunan konsentrasi, pengelihatan dan pendengaran. Klo SF jelasnya ga tega kalau Ibunda SF kudu naik motor kemana-mana apalagi lewat jalur penuh truk kontainer.

young rider
pic:www.autoevolution.com

2 Minggu terakhir rumah SF yang biasanya sepi jadi rame karena kedatangan ponakan-ponakan yang ingin menghabiskan liburan dirumah SF. Ponakan SF yang tahun depan menginjak bangku SMA curhat…  “Om… bujuk Bunda donk, biar bolehkan aku naik motor saat SMA nanti” ….  Continue Reading

Hampir SETIAP HARI terutama berangkat kerja SF menyaksikan Pelajar SMA/SMP bermotor tanpa mempedulikan aturan: tanpa helm, tanpa spion, modif alay hingga bonceng bertiga.
Terlihat sekali mereka cuek sama aturan yang ada meski tujuannya baik untuk keselamatannya sendiri.

Sekedar berbagi: dulu jaman SMA, sangat jarang rekan-rekan yang memakai spion sepasang, biasanya Cuma sebiji. SF yang saat itu memakai spion lengkap malah diketawakan, kaya posisi orang lagi berdoa katanya. Hadewww……
Jadilah banyak motor sesat yang dipakai rekan-rekan SF… spion ga lengkap, ban cacing, motor ceper sampai bebek protolan bergaya racing
sumber : http://4.bp.blogspot.com
Menyalahkan sepenuhnya para pelajar itu sih ga bisa juga… Lingkungan, Orang Tua serta Ketegasan Aparat sangat berpengaruh.

Beberapakali menyaksikan Polisi disekitaran Yos Sudarso membiarkan pelanggaran ini. Akibatnya Ya pemakai jalan makin menyepelekan aturan berlalulintas…
Pemandangan yang ga kalah seringnya dipagi hari… Bapak nganter anaknya sekolah, si Bapak pake Helm eh anaknya ga pake helm…. Selama aman ga ditilang polisi ya tiap hari berlangsung seperti ini. Egois juga ya Bapake… pengen selamat sendiri, ntar klo kecelakaan sang anak lebih beresiko meregang nyawa kan!? Dari pada nyesel dibelakang hari mending jangan sepelekan deh aturan yang bertujuan untuk keselamatan diri. Itu satu hal… hal lainnya gimana? Bapake ngajari yang ga bener pada anaknya!

image

Yg ini lebih edan lagi

Anakku besok gedhe kalau ndableg ga mau taati aturan ya ga tak bolehin naik motor…. titik 🙂

image

Saat kurang dari 3 km perjalanan sampai kantor masuk jalan raya semper, Jakarta utara SF terhambat sebuah motor bebek yang membawa keranjang sayur dikanan kirinya dan berjalan agak ketengah. Karena ga ingin mengagetkan SF putuskan menunggu sampai space agak luas untuk menyalipnya. Eh ga disangka si pengendara tanpa tolah toleh tiba-tiba meludah dan kena fairing si bolot.
Ga peduli meski sama sipengendara gondrong ngawur itu langsung ane salip tipis dan memepetnya. Sampai disebelahnya sipengendara terlihat agak kaget…. ealahh ternyata ridernya ibu2, niat awal untuk mencacimakinya langsung luntur, lantas cuma bisa memperingatkan “kalau meludah jangan sembarangan Bu!”. Ibu itupun lantas minta maaf.
Hadeww… naik motor kok meludah. Lain kali kalau meludah helm half facenya ditutup dulu, atau silahkan bebas meludah dimanapun seenaknya asal pakai helm full face. Nyoohhhh rasain ludahmu sendiri!! 😆