negatif

All posts tagged negatif

Awalnya SF memang merasa ada yang mengganjal saat windshiled pesanan terpasang pada Nmax. windshield ini bikin hembusan angin terarah ke wajah SF (baca disini ).

Continue Reading

Beberapa malam lalu SF sempat dicurhati oleh salah seorang member blog yang punya masalah blok kiri mesin.  Blok mesinnya bolong gara2 rantai lepas dan 2 mata rantai nencep di blok mesin sebelah kiri….
Berikut SC kronologinya

image

Ini penampakannya

image

Beberapa kali SF mendengar kisah pilu gara-gara rantai lepas.  Selain masalah ini ada juga as gir depan patah dan juga gir depan rontok… 
SF sendiri waktu pakai GL max dulu pernah lepas as roda sebelah kiri dari armnya…
Jangan sepelekan rantai kendor karena jika lepas fatal akibatnya…

Kebetulan ada pengunjung ninja yang berkonsultasi pada SF ingin mengaplikasikan stabilizer setang pada tunggangannya. Jawaban SF sih mubazir karena stabilizer setang akan menambah berat pengendalian….
Pernah ngobrol dengan seorang teman, ridak semua tim road race memakainya. Karena ada yang menganggap bikin kurang responsif….

image

Continue Reading

image

Roofrack sangat dibutuhkan saat perjalanan jauh lintas kota dalam kondisi full loaded. Ruang kabin dioptimalkan untuk kenyamanan penumpang sehingga barang perlu di letakkan di atap mobil.
Namun saat rack atas tidak dibutuhkan, lebih baik dilepas saja dengan alasan sebagai berikut.
1. Pemasangan rak atas sedikit mengganggu aerodinamis serta menimbulkan bunyi mendesis dari angin yang menerpa roffrack saat mobil melaju pada kecepatan diatas 100kpj
2. Crossbar sebagai dudukan roofrack yang modelnya menjepit bagian atas pintu mobil berpotensi merusak cat maupun seal /karet pintu jika dipakai dalam jangka waktu lama. Alhamdulillah selepas mudik kemaren setelah SF lepas crossbar+roofrack tidak ada tanda kerusakan bodi maupun seal karet pintu. Mungkin karena sebelumnya SF lindungi pengait/dudukan crossbar dengan karet sehingga aman tidak menggores cat ( baca disini )

image

3. Crossbar+roofrack lumayan menambah beban mobil serta merubah titik berat mobil sehingga sedikit mempengaruhi kestabilan mobil
4. Baut-baut serta beberapa komponen crossbar/roofrack yang terbuat dari besi, rawan terkena karat jika terpapar sinar matahari dan hujan dalam jangka waktu lama.. sehingga bisa mempengaruhi keindahan mobil. Mending dipakai saat dibutuhkan saja.

image

Untuk melepas crossbar dan roffrack ini perlu 2 orang berpostur agak tinggi (1 sisi per orang) , prosesnya sangat amat mudah dan cepat…. ga sampai 5 menit. Buka semua pintu mobil , buka kunci crossbar, kendorkan salah satu sisi pengait (depan belakang) dengan switch yang tersedia. Setelah satu sisi terlepas, sisi lainnya tinggal tarik saja hingga pengaitnya lepas dari atap mobil.

image

Tahun depan dipakai lagi deh 🙂

Kronologis si bolot dipaksa nenggak premium sebenarnya bukan kejadian yang disengaja. Waktu itu tangki tiger bocor parah jadi kudu secepatnya cari penampungan. Beberapa liter masuk spin bunda dan beberapa liter lagi masuk ke tangki ninja yang kebetulan lagi kosong.

image

Bensin fulltank. 2 liter masuk spin, selebihnya masuk ninja

Pas tangki tiger sedang menunggu untuk dilapisi resin (baca disini) selama 2 hari SF jajal ninja menenggak premium. Inilah reportnya :
– Tidak ada gejala ngelitik seperti pada umumnya jika mesin berkompresi tinggi di minumi bensin beroktan rendah
– Sangat terasa penurunan tenaga. Paling terasa di  putaran bawah dan menengah , di RPM atas sekitar 9000 jarum rpm juga agak berat naiknya.
– Mesin terasa lebih panas yang ditandai dengan kipas radiator yang lebih sering berputar
– Stater awal terasa sedikit lebih susah dibanding memakai pertamax

image

Jadi premium sebenarnya masih bisa digunakan pada Ninja 250 tapi konsekwensinya adalah hal diatas. Jika memang terpaksa isi premium saat turing dimana susah ditemukan pom bensin yang menyediakan pertamax atau bensin setara (shell super, total) tidak masalah, namun jangan memaksa mesin berkitir di RPM tinggi terus menerus. Lebih aman lagi membekali diri dengan additif penambah oktan.

SF sendiri kapok pakai premium, motor kurang responsif. Rencana nanti SF isikan pertamax plus agar oktan naik signifikan.  Kok nanti….? soale ninja lagi ngambeg aki tekor. He3…

Sekali lagi SF ingatkan bahwa SF ini orangnya paling ga suka ngikuti yang namanya politik apalagi di Indonesia. Di sini kampanye entah dari tim sukses, atau pendukungnya banyak melakukan cara kampanye negatif. Bisa jadi orang awam malah mikir 

Wakil yang diusungnya ga punya kelebihan sehingga memilih menjelekkan lawannya

Continue Reading

wpid-honda-gl-max-125-indonesia.jpeg

Teringat jaman SMA saat SF basih bengal dan suka trek-trekan dijalan. Dalam kondisi GL Max cuma ganti knalpot racing dan jetting berani trek-trekan di jalan raya menembus kemacetan musuh bebek 2 tak, GL Pro, Hingga Tiger. Kuncinya gampang… pertahankan RPM pada putaran atas. Jadi saat terhalang mobil/ kendaraan lain segera pakai engine brake dengan cara turunkan gigi dan utamakan rem depan. Begitu lolos langsung tancap gas dengan posisi RPM masih diatas. Nah saat itu motor sekelas tiger pun kewalahan lawan GL MAx standard . Jelasnya pengguna tiger yang juga teman sekalas  SF belum tau trik ini. Beberapakali rematch tetap susah mengalahkan GL Max SF.  Itu dulu… jaman motor masih dibelikan ortu, kalau motor rusak juga tinggal nodong ortu :mrgreen:

Sekarang jelas beda… sudah insaf punya buntut dua dan sayang buang duit buat betulin motor. 🙂

SF sadar banyak kerugian mengurangi kecepatan menggunakan engine brake. Cek daftar berikut :

– Rantai menahan beban motor saat deselerasi, termasuk gir dan karet bos. Resikonya tentu lebih cepet aus

– Jeroan mesin tak lepas ikut menerima efek negatif gara-gara engine brake. gigi rasio, kopling set, setang seher, kamrat, seher, templar dll tentunya ikut tersentak, dengan sumber penggerak yang berkebalikan dibanding saat motor berakselerasi.

Namun ga hanya merugikan, selain mempertahankan putaran mesin yang berguna untuk keperluan balap, engine brake juga bisa meningkatkan keamanan sewaktu berkendara. Dengan penggunaan yang tepat dan sewajarnya engine brake dapat mencegah roda belakang mengunci/ atau selip berlebih saat mengurangi kecepatan di jalan basah dan/atau berpasir. ya mendekati fungsi ABS lah apalagi kalau skil ridernya oke :).

Tapi dalam situasi erkendara normal sebaiknya hindari engine brake yang tak perlu. Lebih baik kampas habis daripada komponen girset dan jeroan mesin yang ikut aus.

 

 

image

Dulunya saat differensiasi begitu jelas antara honda dan merk lain.. honda seakan berada diatas angin karena terkenal motor-motornya awet dan irit, sedangkan lainnya berebut jual motor murah atau kenceng.
Ga salah jika motor dulu terutama honda yang duluan main di 4 tak terkenal punya mesin yang bandel… tapi sekarang apakah motor-motor sekarang seawet dulu? Ga jauh-jauh deh  contohnya motor SF sendiri saja daripada pake yg lain bisa bikin kobong 😛 .
image

GL Max dulu keluaran thn 95 (klo ga salah) sekitar 40-50 rb km baru ganti kamrat, lah tiger 2004 baru 10rb atau 20rb dah kendor minta ganti. Belum lagi katanya motor sekarang pake plat dan bodi yang lebih tipis. Itu salah satu efek negatif persaingan yang makin sengit di industri roda dua. Persaingan bikin biaya ditekan semaksimal mungkin untuk menekan harga. Namunnn… disamping itu persaingan sengit juga memicu peningkatan berbagai fitur agar produk memiliki nilai lebih dibanding kompetitor… dan ini terjadi disemua pabrikan roda dua.
So motor makin canggih dan makin kaya fitur tapi harga bisa ditekan… coba dilogika… apa yang dikorbankan? Jelasnya profit dan …… ( jawab sendiri) 🙂