Rambu Rambu yang efektif bagi kaum sruntulan

Share artikel copas dari grup yang menyejukkan hati 🙂

Di gerbang sebuah kompleks ada rambu bertuliskan:

“AWAS PELAN-PELAN, BANYAK PENYEBERANG JALAN..!!!”

Tapi pengendara tetap saja ngebut jalannya…

Karena rambu tersebut tidak dipatuhi pengendara maka pak RT membuat rambu yang lain lagi:

“AWAS PELAN-PELAN BANYAK ANAK-ANAK..!!!”

Ternyata rambu itupun tak diindahkan juga…

Namun pak RT gak kurang akal, dipasangnya rambu baru dengan tulisan:

“AWAS PELAN-PELAN, BANYAK PEREMPUAN TELANJANG..!!!”

Dan ternyataaaaaa…

Sejak rambu itu dipasang, tidak ada lagi yang berani ngebut dijalan.

Bahkan mereka terlihat sangat sopan dan waspada, mereka selalu melihat kekiri dan kanan… celinglak-celinguk ketika berjalan…

Penampakan yang tak biasa diparkiran mobil, hati -hati saat parkir.

Digrup WA yang SF ikuti, seorang rekan memposting gambar yang bikin semua anggota grup terhenyak mringis…. Monggo lihat sendiri saja penampakannya..

image

Continue reading “Penampakan yang tak biasa diparkiran mobil, hati -hati saat parkir.”

Kendaraan di set terbaik oleh produsen atau di set agar menghasilkan pundi-pundi uang bagi perusahaan? -debat dengan pelaku otomotif-

Beberapa tahun mengabdi pada instansi SF sekarang baru kali ini ketemu sama klien yang suka otomotif (roda 4 tapinya). Sebelum jadi direktur, klien SF ini ternyata dulunya pernah gawe sebagai staf RND suatu perusahaan otomotif.

Pada suatu titik kita debat masalah apakah produk otomotif yang di ciptakan adalah produk terbaik ataukah produk yang bisa menekan harga sehingga bisa menaikkan profit perusahaan.

Si klien berpegang teguh bahwa produk otomotif pastilah didesain terbaik bagi konsumen… pertimbangan terbaik adalah keseimbangan antara daya tahan, kenyamanan, keiritan, performa atau syarat lainnya yang menjadi ciri yang ingin di tonjolkan si kendaraan ( misal mobil sport jelas ngincer ke performa dengan keiritan kurang menjadi prioritas (bukannya diabaikan loh )). Karena itu proses RND butuh waktu lama… setelah dibikin unit uji cobanya masih perlu diujicobakan di jalan raya selama beberapa waktu.

SF hanya bengong mendengar penjelasan beliau yang sangat detail ( maklum bekas pentolan RND). SF yang berfikir dalam segi ekonomi dalam hati ingin mengamini… namun karena beberapa kali menemui kelemahan fatal di motor jadinya mengeluarkan jurus SF.

wpid-photogrid_1431046554039.jpg

Continue reading “Kendaraan di set terbaik oleh produsen atau di set agar menghasilkan pundi-pundi uang bagi perusahaan? -debat dengan pelaku otomotif-“

Minyak kayu putih, cairan ajaib penyelamat liburanku (betulin remote alarm korslet)

Beberapa Minggu lalu SF dan keluarga plus mertua liburan ada acara kondangan di Bandung. Berhubung dah di sini SF putuskan untuk nyenengin keluarga dengan nginep di hotel. Sesampai dihotel , Si Nafis langsung minta gendong bapake… yo wis lah… saat berberes , SF masukkan susu nafis, mainan, dan cemilan dalam satu tas kresek. Abis ngunci mobil SF masukkan juga kunci mobil (plus remote alarm) dalam tas kresek.. ini awal musibahnya…!
Continue reading “Minyak kayu putih, cairan ajaib penyelamat liburanku (betulin remote alarm korslet)”

Cukup ngenet aja dapet info apapun, masih perlukah tabloid otomotif?

image

Semenjak SMA SF rutin membeli tabloid otomotif. Berbagai tabloid pernah SF beli.. sampai endingnya SF jarang beli lagi karena tabloid itu isinya modif-modif aneh mulai ceper, orbital wheel, hingga ban cacing. Sekali- sekali sih beli kalau headlinenya menarik 🙂 
Nah kesempatan memperluas dunia permotoran datang lagi pas awal kerja dan dikantor ada akses internet, disitulah SF mengenal yang namanya indomotoblog dan dunia perbloggeran. Tiada lagi beli tabloid  :mrgreen:  klo dipikir-pikir internet berpotensi mengurangi omzet tabloid otomotif ya. Googling informasi dari dunia maya, mantengin forum-forum roda dua dan ngubek-ngubek artikel blogger bisa mendapatkan informasi terfokus yang diinginkan. Beda jika beli tabloid otomotif… 🙂  tapi bukan berarti ga ada guna beli tabloid tersebut.. mereka punya jaringan luas dan modal yang kuat dibanding blogger, tentunya tabloid bisa memuat informasi lebih mendalam (jika artikelnya objektif.., :mrgreen: ), tabloid otomotif juga menjadi pilihan bagi rider yang ga punya akses internet…
image
Sedikit masukan bagi rekan-rekan pers hendaknya konsekwensi moral dalam menerbitkan artikel lebih diperhatikan. Hindari menulis artikel tentang racun-racun modif ga bener, karena banyak kaum labil yang membacanya. Dengan gaya bahasa tingkat tinggi didukung foto2 keren tentunya bikin abg ingin mempraktekkan pada tunggangannya.
Ceper.. ban cacing… dll ??? grow up Men !!!