P180

All posts tagged P180

Alasan SF mengandalkan Tiger lawas untuk tunggangan sehari-hari tentu bukan alasan emosional semata… benar memang nilai historis tiger Silver keluaran 2004 milik SF tak ternilai harganya, namun bukan berarti haram untuk ditukar 🙂 sempat ngobrol dengan pengguna pulsar 180 saat beberapa tahun lalu saat komunitas tiger tempat SF bernaung kopdar bareng pengguna pulsar Surabaya dengan bangganya user pulsar 180 mengelu-elukan kehebatan motor mereka. Tetap SF ga kepikir sama sekali melego tiger kesayangan. Saat baca di blog-blog bagaimana pengguna pulsar membanggakan betapa valuablenya kendaraan mereka tetap SF tak berniat mencobanya… mengapa?
Pertimbangan membeli motor bagi SF cukup komplek dan sebagian besar kekomplekan itu dijamin pabrikan besar/ Jepun… Sebut saja jaminan aftersales, tersebarnya jaringan servis resmi, going concern perusahaan lebih terjamin, serta ga kalah pentingnya harga jual motor juga relatif lebih stabil. Masa beli motor kok mikir dijual lagi….? eh bukan gitu bro… pada suatu titik katakanlah usia semakin tua, prioritas pilihan roda dua akan berbeda. bukan lagi gaya-gayaan, kebut-kebutan namun lebih ke kenyamanan dan fungsional (ngomongin kendaraan operasional loh ya, bukan kendaraan hobi), usia pekerja “senior” tentunya ga ingin kendaraan tua yang banyak masalah. makanya perlu refreshment kendaraan… saat itulah kendaraan lama dijual ganti baru (ada juga yang nyimpen motor lama untuk koleksi) . Pulsar pada awal kemunculannya SF anggap belum cukup kuat menggoyahkan iman SF karena alasan emosional (SF kerja 3 tahun di perusahaan India terbesar didunia), serta alasan going concern motor, mulai terbukti sekarang cek saja artikelnya mas bons http://2brk.wordpress.com/2013/03/19/adu-cepat-p-220-vs-sorpio-3-ternyata-di-lapangan-p-220-jauh-lebih-cepat/

statement yang menarik dari profesor motuba ini :

Ya, banyak faktor disinyalir yang menjadi sebab keterpurukan harga Rondo P 220 ini. Motornya sih memang jozz gan, manteb, irit enak dikendarai dan cepat larinya serta awet, namun banyak sisi yang membuat konsumen tidak puas seperti layanan bengkel yang susah diakses, inden part yang panjang, kelangkaan part, dan harga naik part, serta kebijakan internal Bajaj yang kadang membuat ketar-ketir para empunya P 220.

Sesuatu yang kebeli kenapa harus disesali, dijalani sajah… selama motor masih enak dikendarai dan ga bermasalah ya pake saja terus. jika didera rasa kuatir berlebihan misalkan ragu aftersalesnya bakal dianaktirikan bila bergabung dengan KMI, kuatir harga parts melambung jika dipegang KMI,kuatir motor dijual lagi ga laku atau makin ngedrop harganya, kuatir belasan tahun lagi ga ada partsnya… ya monggo dilego sekarang daripada berkendara ga tenang.
wpid-1360896714-picsay.jpg

SF pemakai tiger ga nyesel miara motor ini. Meski dikata SOHC boros, lemot, bermasalah, rantai kemrosak,mesin jadul,tangki bocor,bodi miring,selip kopling,kamrat kendor tetep saja dipiara lah wong tenang/ ga kuatir karena masih gampang cari partsnya di toko sebelah juga ada 🙂 klo sudah mulai langka partsnya ya disimpen buat kenang-kenangan, atau kalau terpaksa banget ya dijual nantinya.
mungkin sama dengan perasaan pengguna pulsar, bedanya tiger dengan pulsar ya beda kelemahannya …. 🙂 selama masih bisa ditangani ya ditangani… toh Bajaj roda tiga puluhan tahun usianya juga masih beredar. masalah parts ga tersedia? apa sih yang ga bisa diakali orang Indonesia ? 🙂
menurut SF ya daripada dijual sayang dan ga cukup beli motor baru ya dipakai dulu… kecuali ya yang SF sebut diatas… perasaan ga tenang 🙂 toh kekuatiran belum terbukti

image

Wuinggg- wuing… tiba-tiba ada rider pulsar berhenti didepan rumah Ortu. Eh ternyata ada sodara berkunjung. Entah kenapa mas bro ini ga bawa mobilnya namun memakai pulsar yang biasa dibawa adiknya. Setelah bukain pagar , salaman, langsung nodong .. kuncinya mas .., he3…  kunci diputer speedo langsung nyala orange khas pulsar dan lampu saklar pada nyala putih-putih. Ini yang ga ada di motor Jepang 🙂  stater dinyalakan terdengar desingan dan stasioner mesin cukup halus. Ga pake lama langsung diperkosa motor ini .. keluar perumahan dengan santunnya tapi begitu kluar perumahan langsung deh disiksa abis-abisan 🙂  ga sampai top speed sih lah wong trek sangat-sangat pendek. Cukup untuk merasakan putaran rpm maksimal pibo ini. Bingung mo bandingkan sama tiger karena tiger SF lingkar roda sudah 17″. Rasanya akselerasi tiger SF rasanya sedikit lebih kencang . Tapi untuk putaran atas Pulsar 180 ini cukup menggigit. Sensasi untuk rebahan cukup mantab dan stabil.
image
image

Dan satu yang bikin sedikit terheran. Kemampuan pengereman pulsar ini cukup baik. Bahkan setara dengan pengereman tiger SF yang telah menggunakan cakram depan lebar. Overall pulsar sangat worthed dimiliki, namun bagi yang ingin meminangnya pertimbangkan konsekwensi susahnya mencari suku cadang.
Satu hal yang bikin Mupeng setelah riding pulsar ini. Bukannya pulsarnya loh… 🙂  tapi setelah interview dengan pemilik pulsar yang menyatakan ingin meminang new Ninja 250 ……  :mrgreen: