packing

All posts tagged packing

Ninja 250 mulai di standarkan. Rencana dikirimkan ke Surabaya untuk dijual. Sayang juga motor jarang pakai… tahun 2009 baru ngglinding 13rb km.

Ninja 250 dijual saja daripada nganggur

Saat balikin ke knalpot standar timbul masalah… bocor pakingnya. Dirapetin keempat baut pemegang leher knalpot ga ngefek juga…. setelah dibuka packing/ring knalpot berbahan tembaga sudah tidak rata, meski konon awet tapi bukan berarti ring tembaga ini bertahan lama-lama penyok ga rata dan tipis.

SF coba ratakan pake palu juga ga membantu. Suara desisan masih kluar dari leher knalpot.

Ya sudah terpaksa cari packing / ring knalpot. Tak lupa bawa contoh asli punya ninja..

Ring knalpot ninja 250 sama ukurannya dengan supra/grand

Continue Reading

Umumnya packing knalpot bisa dipakai untuk beberapa kali bongkar-pasang knalpot…. bentuknya ring besi yang didalamnya kosong (ga full padat) jadinya dia akan mengikuti bentuk permukaan header knalpot dan blok mesin. Tiapkali bongkar pasang knalpot packing ini akan makin gepeng karena pengencangan baut knalpot akan lebih kencang dibanding sebelumnya.
Pengencangan baut yang “keterlaluan” alias berlebihan bisa fatal akibatnya… bisa sleg… so mending ganti packing tiap kali bongkar knalpot biar ga perlu terlalu kencang merapatkan baut knalpot.

image

Continue Reading

image

Siksaan bertubi-tubi saat dulu menunggang GL max saat akhir hayatnya. Modif tanpa perhitungan pada bengkel belajaran makin memperparah kondisi GL. Demi perbaikan si GL ijo SF rela bobol tabungan dari hasil usaha konveksi sewaktu kuliah. Ratusan ribu melayang dengan harapan kondisi GL max bugar kembali. Bengkel dipercayakan seorang kenalan adik yang ngakunya sudah ahli menangani GL series. Enaknya lagi doi mau ambil motor kerumah. Motor diinapkan beberapa hari dibengkel, plus DP beberapa lembar 50 rban. Begitu motor jadi, montir langsung nganter ke rumah SF yang berjarak 15 km dari bengkelnya. Saat motor dateng SF begitu kaget dengan bunyinya seperti mesin jahit.. kuasar poll. Dengan dalih akan memperbaiki ulang, motor sementara ditinggal dirumah SF dan dia pamit pulang dulu. Sisa pembayaran sengaja ga SF lunasi sampai motor beres. Eh montir sialan itu malah ngilang ga kembali. Terpaksa SF gelandang motor ke bengkel terdekat. Setelah di bongkar terlihat sektor atas mesin kering kerontang alias oli ga naik kesilinder atas. Alhasil rompal hampir semua isi head silinder plus rumah nokennya. Setelah diteliti lebih lanjut, ketahuan penyebabnya. Jalur oli buntu oleh sealant packing !!!! Menurut orang bengkel, si mekanik lama terlalu banyak mengolesi sealent pada blok mesin sehingga sealant yang berlebih dan mengering menyerupai gumpalan karet masuk ruang mesin dan menyumbat jalur oli. Akibatnya fataalll!!!. Rontok dah tuh mesin… 🙁  .
Daleman mesin terpaksa dicarikan parts murah hasil hunting di pasar loak plus beberapa parts menggunakan kw2, setelah beres GL ijo penuh kenangan langsung dijual apa adanya. Seingat SF saat itu (tahun 2004) GL max ijo milik SF dijual sekitar 1.5 juta dibawah harga pasar.

image

Spin milik bunda kembali minta jajan. Packing knalpot bocor dan minta diganti. Akibat yang paling kerasa yakni
Motor sering mati sendiri saat stasioner, terasa berat dipacu dari kecepatan 60kpj ke 80kpj, konsumsi bensin pun terasa lebih boros biasanya ngisi tiap 2x PP sekarang cuma 1,5 x PP, lebih parah lagi sering terdengar letusan kecil saat menutup gas. Kebetulan ada adik berkunjung dan SF sedang dirawat karena sakit. Sf minta tolong buat benerin spin. Setelah mencari dibeberapa bengkel akhirnya nemu juga packingnya. Cukup bayar 10 rb motor sehat kembali. Stater lebih langsam (rpm ga naik turun),performa kembali meningkat,suara letupan hilang dan harusnya juga lebih irit (belum sempet ngetes ulang 🙂 )