Taruna dan Ertiga Untuk Mudik

Taruna SF tercatat 3 kali turing Jakarta Surabaya sebelum dikandangkan di kediaman SF di Surabaya untuk kereta kencana orang tua. Ertiga SF juga 3 kali turing Jakarta-Surabaya

image

Bagaimana kesan menggunakan kedua mobil tersebut untuk perjalanan jauh? Baca selengkapnya ulasan dibawah ini…. Continue reading “Taruna dan Ertiga Untuk Mudik”

Sharing perjalanan mudik lebaran- Kalau mudiknya kaya kemaren bisa kapok-

Perjalanan ke Surabaya SF lakukan H-2 pukul 23.00 dari Harapan Indah Bekasi.  Kemacetan sudah terjadi begitu masuk tol Bekasi Barat.  Adik SF yang kebetulan saat itu pegang kemudi memutuskan untuk keluar tol lewat jalur biasa.
Perjalanan beriringan dengan motor pemudik cukup lancar dengan kecepatan berkisar 60-70kpj.  Hingga cikampek kami memutuskan untuk sahur dan sholat subuh.  Beberapa jam kemudian kami terjebak di wilayah sebelum masuk kota brebes…

image

Tak tanggung-tanggung perlu 12 jam lebih untuk menembus Brebes dan Tegal. Tercatat 2 kali ertiga SF kesenggol motor pemudik yang mengular dan selap selip disetiap celah yang ada… Nyesek juga ada sedikit penyok di pintu ertiga.

image

Untuk buka puasa saja sangat susah…  Restoran terlalu penuh dan beberapa menolak para pemudik karena kehabisan menu.  Jam 10 malam di penghujung Tegal kami baru dapat tempat berbuka puasa…  Itupun kami rela menunggu karena depot kehabisan nasi matang.  Praktis 24 jam perjalanan dari Bekasi kami baru sampai Tegal…  Iseng lihat konsumsi bensin…  Dari bekasi dan cikampek yang relatif lancar AVG bisa menyentuh 1:19 kmpl begitu macet parah di tegal belasan jam AVG drop hingga 1:11 kmpl.

Macet betul2 menguras bahan bakar! Keinginan kami untuk sholat Ied di Surabaya tak terpenuhi.  Jadilah kami sholat di Demak. Sampai Surabaya kami sampai Jumat jam 12.30.  Total perjalanan 37,5 jam! Lebih dari 2x lipat waktu tempuh normal. Untuk jokinya ada 2 orang yang bisa gantian…
Nah giliran balik ke Bekasi joki tinggal SF seorang.  Sengaja SF balik jauh sebelum anak masuk sekolah.  H+5 kami memutuskan balik ke Bekasi.  Sekali lagi apes menghampiri kami.  Jalur pati ditutup Demo warga yang menolak pembangunan pabrik semen.  Akibatnya arus balik dialihkan  ke daerah pegunungan (colo,  lewat makam Sunan Muria). Sempat kuatir ertiga bakal KO melibas tanjakan dalam kondisi macet total.  Beberapa mobil yang tergolong baru terlihat bertumbangan karena selip kopling.  SF sendiri menghindari mainkan kopling.  Mending berhenti dan jaga jarak dengan mobil depan agar dapat momentum di tanjakan. Alhamdulillah bisa lewat dengan selamat.  Selanjutnya didaerah Batang dihadang kembali oleh kemacetan hingga pintu tol brebes.  Masuk tol brebes malam hari merupakan pengalaman tersendiri.  Tol berpasir,  kerikil dan debu bikin suasana berkabut (kabut debu :mrgreen:) …  Jarak pandang sangat terbatas.  SF sendiri hanya berani memacu kendaraan 40-50kpj.

image

Alhamdulillah palimanan hingga pintu tol bekasi barat cukup lancar.  Namun begitu mata ga bisa diajak berkompromi..  2 kali di tol ini SF berhenti di rest area untuk tidur beberapa jam (maklum nyetir sendiri) .  Total perjalanan balik kali ini 24jam. Kalau tahun depan kaya gini dengan joki single mending naik angkutan umum saja dahhh…

Brebes macet total, 3 jalur dibuka ke arah timur. Itupun masih dirasa kurang…

Inilah indonesia…  Jalur brebes tegal (ke arah timur) yang sedianya 2 jalur,  h-1 ditambah 1 jalur lagi oleh polisi… Dengan cara mengorbankan 1 jalur kearah barat.

image

Masalahnya banyak pengemudi ga sabaran,  awalnya saling salip…  Akhirnya 4 jalur terpakai untuk arah timur.
Pengemudi yang kearah barat kudu mengalah keluar dari jalurnya (pakai bahu jalan)…
Inilah Indonesiaku….

Comal dioperasikan dengan cara buka tutup, macet total 30 menitan

image

Rabu 6 Agustus 2014, 00:13 sekitar 2 km sebelum jembatan comal. Lalu lintas kembali macet total . Jalan raya yang tersedia 2 jalur kini menjadi 3 jalur karena bahu jalan juga dimanfaatkan oleh kendaraan roda 4. Akibatnya motorpun kesusahan menyelinap alias jarang terpantau motor bisa lewat karena terhalang barisan mobil.

image

Kemacetan total ini terjadi selama setengah jam lebih karena jembatan comal dibuka bergantian antara jalur ke barat dan jalur ketimur.

Kamis 24 juli 2014 Jembatan comal akhirnya dibuka kembali

Rabu 23 Juli 2014 Jam 22.00 pm SF terjebak kemacetan parah sebelum memasuki jembatan comal. Dalam 5 jam hanya menempuh sekitar 20Meter! Berkilo kilo meter berjejer antrian mobil yang ingin mudik ke arah Timur. Dari arah timur tak nampak ada mobil melaju ke arah barat. Nampaknya diseberang jembatan comal juga tidak bisa melewatinya meskipun ada beberapa jalir alternatif. Akhirnya 6 jalur disebelah barat jembatan comal semua diisi antrian mobil yang akan kearah timur.

image

Alhamdulillah penantian berakhir setelah SF menunggu hingga 5jam.  Pukul 03.00 hari kamis 24 juli 2014 jembatan comal  dibuka kembali. Untuk sementara jembatan sisi utara saja yang diaktifkan.

Akhirnya

Mudik yo mudik…memanfaatkan gadget untuk informasi. Berbagi info jalur mudik yuk….

Sesaat lagi keluarga kecil SF mengadakan ritual tahunan yang dinanti nantikan yakni Mudik… 2 aplikasi GPS akan SF pergunakan yakni Garmin bawaan mobil (bonus saat beli ertiga) serta aplikasi waze pada HP SF.  Garmin berguna untuk akurasi posisi kendaraan di GPS, waze sendiri untuk mengetahui kondisi sekitar… apakah ada kecelakaan, macet parah, ada polisi, mengetahui kecepatan rata-rata kendaraan didepan kita, menginformasikan pengguna waze lainnya, serta berkomunikasi dengan pengguna lainnya.

image

Perjalanan Jakarta Surabaya kali ini diperkirakan memakan waktu lebih lama karena ambrolnya jembatan comal. FYI lebaran tahun lalu SF mudik beberapa hari sebelum lebaran menempuh waktu 22 jam. Kondisi non lebaran bisa 16-18 jam…. nah prediksi SF mudik kali ini bakal lebih dari 24 jam.
InsyaAllah jika ada perkembangan di pantura akan saya kabarkan di kolom komentar (kalau memungkinkan, maklum nyetir) . Rencananya hari ini (H-5) SF berangkat agak siangan karena menyelesaikan urusan dikantor.
Jadi mohon maaf hari ini hingga besok kemungkinan susah berinteraksi dengan pengunjung.
Sekalian kali ini jadi ajang pengetesan keiritan ertiga dengan muatan full plus roofbag.

image

Kecepatan rata-rata mobil buat turing kok rasanya lebih kenceng dibanding motor ya?

Pengalaman beberapa kali turing lintas provinsi menggunakan mobil maupun motor, SF ingin berbagi opini bahwa kecepatan rata-rata naik mobil bisa jadi lebih kencang dibanding motor. Beberapa hal yang jadi penyebabnya.
image

Untuk motor perlu upaya yang lebih berat memacu motor dalam kecepatan tinggi dalam jangka waktu lama. Resiko juga lebih besar ditanggung oleh pengendara motor. Kemampuan pengereman, perlunya menjaga keseimbangan, beban perpindahan berat saat pengereman yang ditanggung pengemudi, semakin kencangnya terpaan angin yang menghantam tubuh hingga kurang stabilnya pandangan karena helm terhantam angin dikecepatan tinggi bikin pengendara motor mikir dua kali memacu motornya pada kecepatan tinggi pada saat turing. Kecepatan 80-90 mungkin dianggap pas saat turing luar kota diatas itu sepertinya terlalu melelahkan. Tidak halnya dengan mobil …saat jalanan kosong kecepatan segitu rasanya nanggung.
image

Pas balik dari Surabaya ke Jakarta pakai taruna beberapa waktu lalu kebetulan laju mobil SF sedikit pelan karena deretan mobil tertahan truk yang mengangkut beban berat, tiba-tiba wusss disalip vixion yang sepertinya terburu- buru. Beberapa saat lolos dari truk tersebut SF memacu taruna dengan kecepatan sedang. Beberapa saat kemudian SF melihat vixion yang menyalip mobil SF beberapa waktu sebelumnya. Pada kecepatan 100-110 di spedometer taruna vixion itupun tersalip. Saat itu rider vixion terlihat agak ngoyo… postur tubuhnya terlihat menahan terpaan angin , jaketnya yang ga press bodi terlihat terombang ambing oleh angin. Sedangkan SF kecepatan 100-110kpj masih nyantai, anak2 di jok belakang masih bercengkrama dengan ibundanya. Pada beberapa kesempatan dengan kondisi jalanan kosong dan aspal mulus SF bisa memacu mobil SF dikecepatan 120 dengan tenangnya. Padahal mobil termasuk mobil lawas yang termasuk jangkung, kalau mobil baru ya lebih nyaman lagi mestinya.

image
Edisi khilaf khusus tol cukup sekali ini.... ga brani lagi

Sebenernya SF pernah juga memacu tiger beberapa detik pada kecepatan 120kpj saat turing dengan bunda faiz… deru motor rasanya seperti teriak-teriak kaya orang diperkosa 🙂 , angin menerpa ga karuan, motor terasa terombang ambing , itu yang bikin nyali langsung ciut.
Kecepatan motor aktualnya memang bisa sama bahkan melebihi mobil. Namun sangat beresiko dan sangat melelahkan memacu motor dalam kecepatan tinggi dalam waktu lama. SF jelasnya ga sanggup melahap rute Jakarta -Surabaya dengan motor dalam waktu 16.5jam nonstop seperti yang SF lakukan beberapa waktu lalu bersama taruna.

Posted from WordPress for Android

Share mudik dengan Taruna lewat pantura H-9

image

Cukup puas… ga ada pegel selepas naik mobil ini. Kinerja shock cukup memuaskan.. empuk dan nyaman. Dengan kondisi full loaded 3 dewasa 2 balita, 3rd row full barang, atap juga ditambah koper segedhe gaban,kereta bayi,dan parts motor yang ga dipakai di Jakarta (kebayang aerodinamisnya pasti ngacau) lari mobil masih bisa menembus 120kpj (tanpa barang diatap bisa 140 dengan gas belum mentok). Dengan kondisi di tol yang relatif sepi. Saat melewati jalanan bergelombang mobil terasa limbung kemana-mana, diperparah kondisi rak atas penuh barang.
Continue reading “Share mudik dengan Taruna lewat pantura H-9”

Yuk berbagi kondisi jalur mudik 2013

sumber : www.republika.co.id

Yang mudik… yang mudik… 🙂
Insya Allah jika ga ada halangan hari ini SF berangkat mudik ke Surabaya. berangkat dari Harapan Indah, Bekasi sekitar jam 9 pagi , karena harus menyelesaikan urusan dikantor dulu.
Rencana ke Surabaya akan menempuh jalur utara (Pantura), Saat lebaran lanjut ke Sumenep. Balik ke Bekasi (setelah lebaran) lewat jalur tengah, niatan mampir Jogja dulu. Continue reading “Yuk berbagi kondisi jalur mudik 2013”