parkir

All posts tagged parkir

Ada alasannya mobil SF diparkir diluar padahal ada garasi. Adalah seorang tetangga kaya raya yang punya 3 mobil dimana garasinya cuma 1… akhirnya kedua mobilnya parkir depan rumahnya dan dikanan kiri depan rumah tetangganya.

Jalan didepan rumah SF diperuntukkan khusus penghuni sederet dengan rumah SF . Ada 2 jalan yang masing masing bisa untuk papasan mobil. Jadi meski SF parkir diluar rumah mobil masih bisa lewat (meski jarang karena rumah pojokan)

Jika mobil SF ditaruh didalam carport. Tetangga tersebut akan parkir di seberang rumah SF karena disitu ada pohon rimbun. Akibatnya nyonya yang setiap siang hari jemput sekolah faiz kerepotan untuk mengeluarkan mobil. 

Karena SF parkir pas depan rumah, Tetangga  tersebut akhirnya parkir didepan tetangga lain. Sering kali terjadi jalan tersebut ga bisa dilewati mobil karena mobilnya memenuhi ruas jalan… untung masih bisa lewat sisi jalan yang lain. 

Sering kali SF kesakitan pada tulang kering atau betis karena menerpa footstep belakang motor lain saat diparkiran padat. Kalau pas sadar dan ga kesusu sih SF sempat memonitor daerah kaki, klo kesusu pengennya cepet naruh/nyamber motor dan segera cabut. (Maling kalee :mrgreen: ) saat inilah footstep motor lain yang terbuka merepotkan dan bikin celaka pengguna motor disekitarnya.  Sering kali SF harus nunduk-nunduk ngelipet footstep motor lain saat diparkiran.

Sepele sih tapi lipatlah footstep belakang saat tak terpakai atau parkir. Saat melaju footstep belakang juga rawan tersenggol kendaraan lain dikemacetan. Apalagi beberapa motor footstepnya full logam… Lumayan sakitnya kalau kaki sampai nyenggol. 

Parkiran SF dikantor baru ini memang lebih rapet. Penuh perjuangan untuk mengeluarkan motor yang tergolong besar (sport atau matic lebar). Ga jarang SF kudu menggeser pantat Ninja atau Nmax untuk meloloskan motor. Nampak aktivitas saya ini diperhatikan oleh rekan kerja (beda seksi). Suatu saat doi ngajak ngobrol SF soal motor. Dia mengungkapkan keinginannya beli Nmax menggantikan bebeknya yang mulai rewel. Tapi setelah melihat perjuangan SF mengeluarkan Nmax di parkiran jadi ga PD dianya. Padahal awalnya SF sangat merekomendasikan Nmax ke rekan SF ini. Tapi setelah mendengar kekhawatirannya dan kerepotannya nantinya, SF mundur merekomendasikan Nmax. Jadinya SF merekomendasikan matic ramping yang sesuai dengan postur rekan SF. 


Kondisi tempat parkir rutinpun jadi pertimbangan memilih motor harian… Ga salah memang… Motor harian harusnya jadi alat transport yang memudahkan aktivitas bukan malah bikin susah…  Makanya SF sih cuma mringis kalau ada yang berkeinginan punya motor harian yang dealernya beberapa biji di Indonesia, belum lagi ngomongin ketersediaan parts, harga parts, kemampuan mekanik umum untuk menangani masalah. Kalau buat motor hobi sih oke… Buat motor harian sepertinya kudu punya motor cadangan 🙂

Salah satu fitur fortuner adalah adanya sensor disekeliling mobil. Hal ini sangat membantu mengetahui objek yang terlaku dekat dengan bodi mobil. Ga enaknya saat kondisi macet sangat mengganggu… bunyi terus alarmnya… 🙂
Barusan ngobrol dengan rekan pemilik fortuner , mobilnya baret dan penyok bagian belakangnya saat parkir di rumah familinya.
Penyebabnya sepele. Tombol sensor dimatikan oleh anaknya. Rekan SF yang tergantung dengan sensor mobilnya ga ngeh saat memundurkan mobilnya… karena alarm ga bunyi dianggapnya masih jauh dengan objek dibelakang… tiba tiba brukkk…. nyenggol pagar dah….

image

Continue Reading

20150223_071613

Beberapa hari lalu sepulang kerja, seorang bapak nampak marah dengan motor yang parkirnya sembarangan sehingga menutup akses keluar beberapa motor. Bapak tersebut dengan jengkelnya menggeser motor yang dengan sengaja menutup aksen keluarnya. Kejadian terulang beberapa hari kemudian… Gara-gara motor parkir ngawur rekan SF ga bisa makan siang dengan motornya sehingga kudu pinjam motor yang lain.
Eh pagi ini saat datang kekantor SF lihat sendiri 2 motor terselip di jalur tengah parkiran… Padahal banyak space tersisa di tempat parkir lain meski tanpa atap. Kalau mau motornya ga kepanasan-kehujanan ya monggo datang pagian sehingga dapat parkiran dibawah atap. Atau kalau mau geser sana sini agar dapat space parkir. Lah ini ada space parkir kosong malah motornya sengaja menghalangi motor lain.20150223_071613(2)

Kalau empunya motor yang kehalang ngamuk trus motor yang parkir ngawur ini di “lukai” atau digembosin… yang rugi kan anda sendiri….

Besok SF siapin catatan kecil ah… tempelin di speedo motor yang parkir ngawur.

Loh apa hubungannya ?
Critanya teman lama SF berdinas dikawasan plumpang-koja Jakarta Utara sedangkan rumahnya ada di Depok. Teman SF ini berencana beli motor 1 lagi untuk kerja, padahal dia sudah punya tunggangan honda megapro. Alasannya nambah motor lagi agar menyingkat waktu tempuh, menghindari macet , dan agar ga cepek…. kok bisa gitu sih?
Jawabannya ini :

image

Sumber gambar : http://macetology.wordpress.com/

Masih bingung…
Ngene loh….
Satu motor dipakai dari rumah dia ke stasiun depok, sampai stasiun depok dia titipkan motornya dan lanjut naik KRL ke Senen. Motor satunya sengaja dia tinggal di stasiun Senen, untuk sehari-harinya nganter ke kantor. Dan begitu sebaliknya saat pulang kerja. Biaya memang besar…duit beli motornya, ongkos parkirnya dan karcis kereta hariannya… jelas lebih mahal dibanding bensinnya motor… tapi badan ga capek, waktu tempuh lebih singkat, dan terhindar dari kejamnya jalanan ibukota….
Yang penting tetap semangat kerja bro…

Inilah dilema kerja di ibukota… susah cari rumah diJakarta yang nyaman bagi keluarga dengan harga terjangkau… solusinya ya cari rumah disekitaran Jakarta…
Semoga sarana transportasi umum semakin layak sehingga jadi prioritas utama bagi pekerja di Ibukota….

Posted from WordPress for Android

parkir modern

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan diparkiran manapun baik di mall maupun perkantoran sering SF jumpai adanya diskriminasi…terlebih untuk parkiran motor. Meski ga semua sentra bisnis seperti ini namun banyak yang sengaja membiarkan diskriminasi. Tempat parkir motor kalau ga lebih jauh dari gedung tujuan dan/atau bisa tidak beratap. Lebih tragis lagi pernah SF jumpai di suatu mall di Kelapa Gading Jakarta utara, meskipun parkir motor di tempat tertutup jadi satu dengan parkir mobil namun pengendara motor diwajibkan mematikan mesin kendaraan dan mendorong motornya sampai dapat tempat parkir. 👿
Alasannya agar petugas parkirnya ga menghirup gas beracun dari motor…lah mobil yang lalu lalang disitu emangnya kadar polusinya ga berkali lipat? Modiar kowe kalau mobilnya kudu didorong 😆 Bukannya pihak manajemen bikin sirkulasi udara yang memadai malah pakai cara singkat….

Ada alasan khusus kenapa sih pengemudi mobil lebih diprioritaskan .Di suatu pusat perbelanjaan pengemudi mobil adalah potensial buyer yang lebih baik dibanding pengendara motor. Mereka berasumsi kondisi orang bermobil lebih tinggi kemampuan ekonomisnya…(padahal belum tentu juga…. ) . Untuk menjaring pemakai motor berkondisi ekonomi mapan beberapa mall menyediakan tempat parkir khusus moge. Pengunjung potensial ini tentunya kudu dibikin senyaman mungkin agar kembali datang ke mall ini.

Kalau diperkantoran sedikit beda . Alasan pengemudi mobil diprioritaskan karena biasanya mereka ini tingkat jabatannya lebih tinggi dibanding pengemudi motor…. Jadi kudu dihormati. Pegawai-pegawai biasa umumnya kendaraannya kalau ga motor ya kendaraan umum/ nunuters 🙂 .
image

Tapi ga melulu parkir motor lebih terdiskriminasi, kadang parkir mobil juga loh…. Biasanya dikantor- kantor kecil dan bukan dipusat kota. Alasannya Parkir mobil kudu ditempat luas sedangkan motor cuma butuh area yang ga seberapa luas. Di tempat kerja SF ini misalnya. Tempat parkir motor deket gedung utama dan ada atapnya. Sedangkan mobil kudu diparkir dibawah terik matahari 🙂
image

Diskriminasi parkiran kendaraan ga hanya terjadi antara Mobil Vs motor. Sesama tempat parkir motor saja ada diskriminasi. Contohnya ini terjadi diparkiran pabrik ban. Selain motor merk tertentu produksi perusahaan se group dilarang parkir didalam. SF pernah ulas disini