parts

All posts tagged parts

Bongkar CVT Nmax

Bongkar CVT Nmax

Pas mau lebaran, pas Nmax minta jajan. Yah daripada sakit duluan mending dituruti.

25.000 km ditandai dengan munculnya kedipan V-belt di MID. Tandanya V-Belt minta diganti. Lantas parts lainnya apa saja yang perlu diganti? Berapa perkiraan belanjanya ?

Continue Reading

Punya motor lawas ataupun motor langka sering kali direpotkan dengan keberadaan parts… Saat belanja parts ga nemu di bengkel motor bisa jadi di tempat lain malah nemu…
Sebagai contoh nih… Klem filter tiger entah ngilang kemana … Niat beli di bengkel motor sepanjang perjalanan dari kantor sampai rumah kagak nemu… Saat mau nyampai rumah  nemu klem buat slang di toko bangunan… Harganya murah cuma 5rb. Toko bangunan banyak menawarkan barang yg tanpa diduga sangat berguna sebagai parts alternatif/akal akalan untuk motor…  cable tie untuk ngiket kabel atau sebagai bahkan pengganti baut, slang aerator buat nguras oli rem, lem besi yang bisa buat macem-macem, lem fiber, wis pokoke uakehhh

image

Continue Reading

image

Namanya orang kreatif haram kalau hanya berfikir in the box dan takut menyalahi pake. Kalau hasil modifikasinya bermanfaat dan fungsional why not πŸ™‚ . Variasi atau suku cadang mobil ternyata bisa loh diaplikasikan untuk motor… SF sendiri pernah jajal…. diantaranya spion mini cembung dan lampu utama suzuki carry lawas yang SF templokin di tiger.

image

Setelah googling dari berbagai sumber banyak juga variasi mobil yang digunakan di motor. Misalnya
– Filter bensin kijang lawas untuk motor agar bensin makin bersih
– knalpot aftermarket (pengalaman teman, baca disini ), suaranya gahar namun ga pecah

– koil daihatsu feroza diaplikasikan di motor untuk memperbesar pengapian
– kabel ground mobil diaplikasikan menambah massa di kelistrikan motor
– bahkan yang ekstrim turbo untuk mobil pun di templokin di ninja 250 hingga tenaganya melonjak 2 X lipat
– masih kurang ektrim? SF pernah menghadiri pameran motor antik di Surabaya saat masih SMA , ada mobil dimodif sedemikian rupa menjadi motor choper roda 3 …

Makin kreatif makin tidak ada batasan berkreasi …..

image

Bisa jadi kawasaki ngeles import adalah alasan kenapa harga parts ninja 250 mahal (SF pernah nanya ke bengkel kawak di kawasan bekasi). Ingat konsumen sekarang sudah kritis… apalagi pemilik blog ini … ogah pake beli parts ori kawasaki untuk fast moving parts seperti kampas rem, kabel kopling, bohlam, busi hingga aki. Cukup cari barang lokalan yang kualitasnya bukan abal-abal…. kadang juga pake abal-abal juga ga masalah misal saja bohlam seribuan πŸ™‚

Continue Reading

Alasan SF mengandalkan Tiger lawas untuk tunggangan sehari-hari tentu bukan alasan emosional semata… benar memang nilai historis tiger Silver keluaran 2004 milik SF tak ternilai harganya, namun bukan berarti haram untuk ditukar πŸ™‚ sempat ngobrol dengan pengguna pulsar 180 saat beberapa tahun lalu saat komunitas tiger tempat SF bernaung kopdar bareng pengguna pulsar Surabaya dengan bangganya user pulsar 180 mengelu-elukan kehebatan motor mereka. Tetap SF ga kepikir sama sekali melego tiger kesayangan. Saat baca di blog-blog bagaimana pengguna pulsar membanggakan betapa valuablenya kendaraan mereka tetap SF tak berniat mencobanya… mengapa?
Pertimbangan membeli motor bagi SF cukup komplek dan sebagian besar kekomplekan itu dijamin pabrikan besar/ Jepun… Sebut saja jaminan aftersales, tersebarnya jaringan servis resmi, going concern perusahaan lebih terjamin, serta ga kalah pentingnya harga jual motor juga relatif lebih stabil. Masa beli motor kok mikir dijual lagi….? eh bukan gitu bro… pada suatu titik katakanlah usia semakin tua, prioritas pilihan roda dua akan berbeda. bukan lagi gaya-gayaan, kebut-kebutan namun lebih ke kenyamanan dan fungsional (ngomongin kendaraan operasional loh ya, bukan kendaraan hobi), usia pekerja “senior” tentunya ga ingin kendaraan tua yang banyak masalah. makanya perlu refreshment kendaraan… saat itulah kendaraan lama dijual ganti baru (ada juga yang nyimpen motor lama untuk koleksi) . Pulsar pada awal kemunculannya SF anggap belum cukup kuat menggoyahkan iman SF karena alasan emosional (SF kerja 3 tahun di perusahaan India terbesar didunia), serta alasan going concern motor, mulai terbukti sekarang cek saja artikelnya mas bons http://2brk.wordpress.com/2013/03/19/adu-cepat-p-220-vs-sorpio-3-ternyata-di-lapangan-p-220-jauh-lebih-cepat/

statement yang menarik dari profesor motuba ini :

Ya, banyak faktor disinyalir yang menjadi sebab keterpurukan harga Rondo P 220 ini. Motornya sih memang jozz gan, manteb, irit enak dikendarai dan cepat larinya serta awet, namun banyak sisi yang membuat konsumen tidak puas seperti layanan bengkel yang susah diakses, inden part yang panjang, kelangkaan part, dan harga naik part, serta kebijakan internal Bajaj yang kadang membuat ketar-ketir para empunya P 220.

Sesuatu yang kebeli kenapa harus disesali, dijalani sajah… selama motor masih enak dikendarai dan ga bermasalah ya pake saja terus. jika didera rasa kuatir berlebihan misalkan ragu aftersalesnya bakal dianaktirikan bila bergabung dengan KMI, kuatir harga parts melambung jika dipegang KMI,kuatir motor dijual lagi ga laku atau makin ngedrop harganya, kuatir belasan tahun lagi ga ada partsnya… ya monggo dilego sekarang daripada berkendara ga tenang.
wpid-1360896714-picsay.jpg

SF pemakai tiger ga nyesel miara motor ini. Meski dikata SOHC boros, lemot, bermasalah, rantai kemrosak,mesin jadul,tangki bocor,bodi miring,selip kopling,kamrat kendor tetep saja dipiara lah wong tenang/ ga kuatir karena masih gampang cari partsnya di toko sebelah juga ada πŸ™‚ klo sudah mulai langka partsnya ya disimpen buat kenang-kenangan, atau kalau terpaksa banget ya dijual nantinya.
mungkin sama dengan perasaan pengguna pulsar, bedanya tiger dengan pulsar ya beda kelemahannya …. πŸ™‚ selama masih bisa ditangani ya ditangani… toh Bajaj roda tiga puluhan tahun usianya juga masih beredar. masalah parts ga tersedia? apa sih yang ga bisa diakali orang Indonesia ? πŸ™‚
menurut SF ya daripada dijual sayang dan ga cukup beli motor baru ya dipakai dulu… kecuali ya yang SF sebut diatas… perasaan ga tenang πŸ™‚ toh kekuatiran belum terbukti

image

Penyebab kabel kopling cepet putus selain karena termakan usia juga karena pemakaian parts yang tidak original, yuk kita list :
-penggantian per kopling racing yang lebih keras dibanding original. Jelas akan menambah beban yang ditanggung tali kopling. Di forum ninja 250 banyak yang mengeluh tali kopling cepet putus semenjak ganti per kopling racing

image

– penggunaan kabel kopling imitasi : jelas lah keawetannya berkurang, yang ori diselongsongnya ada lapisan plastiknya dan kawatnya lebih tebal/berkualitas.

-penggunaan setang jepit… loh kok bisa bikin kabel kopling cepet putus? Pengalaman tiger SF dulunya pernah pakai stang jepit, kabel kopling jadi kepanjangen jadi posisinya ga selurus posisi semula tapi lebih ketekuk sehingga tarikan kopling berat.
-penggunaan tuas kopling non ori apalagi produk murah, biasanya rumah nipel kawat koplingnya kasar dan tajam sehingga saat tuas kopling dimainkan berulang kali akan menggerus kawat kopling . Putus dah… ini yang terjadi beberapa waktu lalu dengan tiger tunggangan SF, akhirnya pulang kerja ga langsung istirahat tapi mbengkel

image

Discuss ikutan mejeng πŸ™‚

Ciri-ciri kabel kopling akan putus biasanya dapat dirasakan saat menarik tuas kopling jadi lebih dalam dari biasanya, lebih berat dan ga mulus (terasa geretan/gesekan), dan kalau parah meski tuas kopling dilepas kawat kopling lambat balik/bahkan macet sehingga bikin kopling selip. Ini akibat serabut kawat sebagian ada yang putus, jadi saat tuas kopling dilepas nyangkut di selongsong kopling. Kalau sudah gini buruan ganti… daripada putus dijalan berabe. Sebenernya pengen juga sih pasang kopling hidrolis tapi muahalnya ga nahan, yang lokal saja bisa diatas 500 rb apalagi yang bermerk bisa jutaan rupiah… mending pasang prospeed atau koso buat bolot πŸ˜›

Belum tentu bro… kalau diset agar ngirit biaya produksi jelas setuju. Tujuan utama corporate apaan sih? Jelaslah meningkatkan income. Salah satu cara melambungkan keuntungan jelas dengan menekan biaya. Setuju ora!?
Mungkin pada pernah baca umur pakai motor-motor sekarang dibatasi agar bobrok pada waktu tertentu,bertujuan agar pada saatnya konsumen beli motor baru untuk menggantikan motor lama. So pangsa pasar pabrikan tetap besar kan…?

Ini terjadi di Indonesia saja? Ndak mas bro… di luar juga kok ( cuma disini lebih parah sepertinya ) . Salah satu contoh kecil misalnya… N250 adalah motor global… ban yang dipakai SF rasa kurang mumpungi. Pernah baca komen biker luar. Ban bawaannya sangat licin apalagi hujan…. “only God knows what happen!?” Lah coba cek Ninja 150 2 tak bannya malah pakeΒ  ukuran lebih kecil lagi, padahal katanya motor ini lebih edan lagi tarikannya. Andaikan ban standar di ganti sekelas battlax, pirelli, dan sekelasnya jelas lebih aman kan. Mongtor smprottt gitu loh…. ban bawaan ninja/cbr250 kalau dipasang buat tiger sih cocok lah lah secara power dan bobot jauh dibawah N250/CBR250.
Masih percaya parts standar di set sedemikian mungkin yang terbaik buat motor?

image

Motor balap diset semaksimal mungkin melaju di lintasan mengejar lap time terbaik. Karena itu menggunakan parts yang bisa bikin motor makin ngacir. Masalah ngacir ga hanya ditentukan oleh oprekan mesin loh, bisa jadi dari kaki-kaki (mulai velg,rem,ban,dll),penunjang kestabilan (misal shock,steering damper,footstep racing,setir jepit,dll), dan pernak pernik lainnya.
image

Seringkali terjadi salah kaprah bagi sebagian rider yang beranggapan parts spek racing lebih baik dibanding parts original, maka dari itu banyak yang modif motor hariannya menggunakan parts racing. Masalahnya bener ga parts tersebut sangat bermanfaat atau malah cuma pemborosan?
Yuk ulas sedikit demi sedikit
Sektor mesin :
wah klo ini motor buat harian ga berani macem-macem, efisiensi juga jadi pertimbangan utama. Jika ingin oprek harian jangan kejar power namun torsinya. Cukup pake part plug N pay πŸ™‚ ndak usah bongkar jerohan mesin.
Sektor kaki-kaki
-Penggunaan ban pada motor harian melingkupi semua kontur jalan dan kondisi cuaca, penggunaan ban racing (cenderung kompon soft+ dry tire) kurang cocok karena licin pada kondisi tertentu,gampang rusak dipakai di jalan ancur serta cepat habis. Mending pakai ban spek jalan raya tipe sapu jagad (all season) kompon medium-hard dengan ukuran sedikit lebih lebar dibanding bawaan sudah cukup bikin PD.
– perangkat rem :penggunaan kampas rem racing cenderung soft, cepet habis buat harian dan mahal. Piringan cakram juga dilebarkan. Klo SF sih cukup gedhein piringan cakram sudah maknyuss ,pakem abis.
– velg : di OMR n250 ada yang pake velg magnesium harganya sama dengan sebiji motor sport! Tujuannya buat meringkas bobot motor. Ada duit nganggur monggo beli. SF mah cukup pake produk lokal yang lebar sajah… dipadu dengan ban lebar daya cengkeram lebih kenggigit tampilan terupgrade signifikan.
Sektor kestabilan:
– shock : klo di balap mengejar kestabilan di kecepatan tinggi, biasanya shock lebih keras dibanding harian. Klo modif harian mending cari yang nyaman (empuk dan rebound bagus), beberapa motor sudah enak bawaannya.
– steering damper : bikin stabil buat manufer balap, buat harian bukannya bikin pengendalian tambah berat ya? SF rasa pemborosan, kecuali buat ingin tampil modis saja.
– footstep racing : pernah nih nyoba di GL max tunggangan, perasaan malah bikin pegel
-setir : untuk dibalap beban motor diusahakan digeser kedepan untuk kestabilan, otomatis sektor depan nunduk dipakailah setir yang lebih tiarap. Biasanya dipadukan sama footstep racing. Kalau buat harian yo pugell yooo… enakan malah ditambah raiser biar ga bungkuk.

Asesori balap lainnya : misalnya lampu buta (fairing/bodi depan polos tanpa lampu/sein), single seater, dll tujuannya kalau ga menurunkan bobot ya menaikkan aerodinamis buat harian malah cenderung menurunkan fungsional motor

image

Pasti enakan yang kanan baik bagi boncenger maupun rider πŸ™‚

So intinya ga semua produk untuk balap cocok buat harian karena cenderung pemborosan ga berfungsi maksimal, tujuan pemakaian motornya juga beda. Yang racing ngejar kenceng dan stabil, yang harian ngejar irit dan nyaman…. kecuali nih ada duit berlebih silahkan pakai parts racing, beberapa parts bisa upgrade tampilan dan menaikkan gengsi motor πŸ™‚ beberapa part bisa juga menambah keamanan. Klo salah pertimbangan ya apes… bikin bahaya dan buang duit.

Klo parts motor drag yang cocok buat modifikasi motor harian opo yo …. πŸ™‚ ???Β 

-warning !!! : “cacing” was used for fishing lure, not for tire –


Konstruksi mesin dan Rangka Z250 yang sama dengan New Ninja 250 Fi, bikin pengusaha assesoris makin mringis. Gimana tidak beberapa variasi N250fi juga bisa dipakai Z250. Sebut saja velg lebar, Cakram lebar,Arm, Ban, knalpot, single seat,hingga produk aftermarket peningkat performa. diantara variasi diatas Produk yang paling banyak diburu SF rasa adalah Knalpot!

dengan parts inilah Suara merdu mesin 2 silinder makin tereksploitasi, jadi membedakan dengan motor sport mainstream di Indonesia dengan engine 1 silindernya :mrgreen:. Efeknya Z250 ga bakal dikira Tiger modifan πŸ˜†

image

Berberapa parts pada motor SF menggunakan parts motor lain. Mungkin ga hanya SF namun banyakΒ  biker lain berlaku demikian, apalagi yang suka modif. Pada umumnya fast moving part adalah bagian yang banyak disubstitusikan seperti busi, kampas rem, bohlam lampu,rantai,dll. Namun tak jarang non fast moving juga dapat disubstitusikan misalkan saja jeroan mesin, parts kopling, daleman cvt, komponen pengapian dan masih banyak lagi. Bagi penyuka modifikasi , substitusi bodypart bisa bikin motor tampil beda. Contohnya buanyak…. blogger pun mengaplikasikannya sebut saja shock tvs pasang ke tiger, lampu vario pasang ke vixion, lampu byson ke megapro, visor tiger ke scorpio, dan masih banyak lagi.
image

Kalau ditarik benang merah apa sih alasannya. Mari diinventarisir:
1. Lebih murah,
2. Lebih mudah didapat,
3. Lebih awet,
4. Menaikkan performa,
5. Fungsionalitas bertambah,
6. Upgrade tampilan,
Dll.
Trus alasanmu apa pakai parts substitusi….? Monggo share…. Β‘