pas

All posts tagged pas

Sebenernya dah beberapa lama SF memakai spion scoopy untuk tiger, namun sayang SF awalnya salah beli ditoko online… Ketipu dengan judul lapak : spion Scoopy standar … setelah terbeli baru ketahuan jika kacanya datar 👿  pantes harganya murah :mrgreen: 

Nah kali ini SF beli yang Ori, lagi lagi ditoko online. Ga kapok? Ga …. kali ini SF yakin kalau barangnya ORI karena harganya jauh lebih mahal ! 😆 

Begitu barang datang, langsung  SF compare yang palsu dan asli

Coba tebak mana yang ORI?

Kliatan kan kalau spion yang bawah pantulan objeknya lebih kecil dibanding yang atas? yang bawah itulah spion scoopy asli… kaca cembung , pantulan objek nampak lebih kecil. Artinya cakupan cermin cembung lebih luas daripada cermin datar.

Ini penampakannya pada tiger lawas

Reviewnya gimana?

1. Panjang cermin passs…. ga melebihi panjang stang, ga mengganggu saat menerobos kemacetan

2. Model segaris dengan headlamp tiger lama. Bulat mengentalkan nuansa retro tiger.

3. Cakupan cermin sangat luas… Legaaaa!!!

4. Ga getar untuk kecepatan tinggi

Puass….!

Paling pas dan proporsional secara visual maupun fungsi untuk motor sport menurut SF adalah diatas 40 liter.
Yang sering terlihat dijalanan yakni givi E45, Kappa K42 dan K46. Dan baru -baru ini muncul merk Shaq shad yang SF kurang hapal tipenya.

Kebetulan SF sendiri bertahun-tahun pake K42… dan baru sekarang pake K46.

image

Kiri K42 , kanan K46

Continue Reading

Pas di tempat klien SF nemu NVL berban ganbot Zeneos ZN62, sebelumnya sih pernah liat juga NVL pakai ZN62 ukuran 140 sudah nampak sangar (sayang saat itu ga sempet difoto). Tapi kali ini SF menemukan NVL berban gambot ukuran 150/60…. makin nampak sangar…. !

image

Continue Reading

image

Berbagai merk knalpot untuk N250fi telah beredar dipasaran, mulai yang jutaan hingga belasan juta. Untuk motor standar knalpot aftermarket yang cocok dipakai harian yang gimana ya? Menurut SF yang suaranya paling adem, menonjolkan akselerasi kuat dan spontan, so peningkatan torsi adalah prioritas dibandingkan peningkatan power. Tentu beda dengan knalpot aftermarket yang ditujukan untuk racing. Karakter knalpot seperti ini menyasar peningkatan tenaga paling besar diputaran atas, makanya ridernya dituntut pinter-pinternya menjaga kitiran rpm diputaran atas. Untuk pemakaian harian? Almost useless :mrgreen:  kecuali jika trayeknya bebas hambatan yakkk 🙂
Berdasarkan data dari mymotobike.com dapat kita ketahui beberapa karakter knalpot lokal, sebagai pembanding disertakan pula knalpot branded nassert beet

image

image

Dari data diatas prioritas utama berdasarkan peningkatan torsi ada di Nassert beet… tapi tunggu dulu, pertimbangkan budget ! Secara harga nyentuh 12jt !!!! Wewww… jadinya lari ke opsi ke dua Prospeed peningkatan torsinya lumayan, dari artikel mas bro Leopold suaranya juga adem karena ada DB Killer…. yang terpenting harganya coyyy… 3,2 jt(klo untuk karbu sedikit lebih murah), jauh harganya dibawah knalpot improott!

image

Si bianca kepunyaan 7Leopold7

Dammnn racunnnnn …., abis bikin artikel ini jadi pengennnn. Uassyyemmmmm…. :mrgreen: untung lagi tongpess…

image

Kegalauan antara ganti speedometer Koso RX2N atau ganti velg belakang akhirnya terputuskan. Velg Chemco belakang ukuran 4.5″ berbalut BT92 berpadu manis pada si Bolot. Pilihan ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya BT92 ukuran 150/60 dipaksa masuk dalam velg ori Ninja yang hanya berukuran 3.5″, padahal ban spek tersebut diperuntukkan untuk velg berukuran 4.0-4.5″ . Benar juga pemaksaan ini sedikit terasa menurunkan kestabilan motor. Saat melibas jalan ga rata, bodi motor serasa berontak kesana-kemari. Terakhir kemaren pas kangen jambakan si bolot, SF tarik motor ini selepas lampu merah di jl raya Hibrida (dipastikan ga ada orang nyebrang lah wong sebelah kanan ada sungai 🙂 ) cukup menghentak sampai gigi 3 sudah terpuaskan sama jambakannya. Nah saat deselerasi karena ketemu gundukan plus sedikit jalan ga rata motor kembali berulah bodi belakang berontak kemana-mana. Itu yang bikin SF akhirnya memilih ganti velg belakang. SF sempet cari info diforum dengan kondisi arm standar ban yang bisa dipadukan dengan velg ukuran 4.5″  maksimal mentok di 150/60. Kalau nekad pasang 160 kudu sedikit gerinda arm atau nambah mata rantai biar bibir ban ga mentok jembatan arm.  Singkat cerita Chemco berpindah tangan setelah nego dengan toko dikawasan Otista. Sama penjualnya SF nanya kalau dikasih bT45 ukuran 150/70 pakai arm standar masuk ngga? Pasti masuk katanya…. ukuran 160 keatas baru ga masuk. Sip dahhh….
Setelah velg chemco dipasang ban BT45 ukuran 150/70 hasil hibah seorang rekan :mrgreen: , baru ketahuan ternyata ban tersebut ga bisa masuk arm standar ninja!!! Asyyeemmmm… ketipu gw sama penjual velgnya!!! Terpaksa 2 kali kerja deh….ban BT92 yang terpasang di Velg Ori Ninja dituker sama BT45 yang terpasang di chemco…. Sedikit tambahan informasi proses bongkar pasang bT45 ukuran 150/70 membutuhkan waktu dan tenaga hampir 2X lipat dibanding proses bongkar pasang  BT92 150/60. Alasannya : kompon ban BT45 bertipe hard, sedangkan BT92 berkompon Medium alias lebih empuk 🙂 .
image
Hasilnya gimana setelah terpasang? Jelas terasa lebih stabil, motor ga gampang goyang saat ketemu jalan ga rata,  motor keliatan makin kekar dan untuk panic brake rasanya lebih Pede. Eh ya untuk masang ga bisa langsung Plug and Plung karena kudu memindah laher dan boss velg original ke velg Chemco ini karena ga disertakan dalam paket pembelian. Kalau sayang laher orinya dipukulin beli saja merk fuchs kisaran harga 50rb sebiji. Kualitasnya lumayan kata orang bengkel. Atau mau yang ori kawasaki sekitar 200rban sebiji.
Selesai selesai pasang datang ninja merah bervelg lebar  plus ban BT90, ternyata meski ukurannya sama lebih keren BT90 ya.. lebih bulat permukaannya dibanding dibanding BT92 apalagi BT45 yang lebih mengotak.

image

image

Beberapa hari sebelum masuk bulan puasa, SF sering melihat penampakan Ninja berbalut velg racing lebar. Keren banget pokoknya, kaki makin kekar dan proporsional dipadukan ban ukuran 150/60 atau 160/60. Jelas beda dengan si bolot dengan velg ori 3.5″ dipaksa pake ban 150/60 :mrgreen: .setelah googling diforum-forum ada 3 jenis velg buat ninja 250 yang beredar di pasaran yakni Vrossi seharga 1.3jt sepasang ukuran 3.5″depan dan 4.5″ blkg ( bahkan di Jogja ada yang jual baru 900rb ! ) , Velg Power seharga 1.7-1.8 jt ukurannya 3.5″dan 4 “, serta terakhir yang banyak peminatnya karena kualitas yang hampir menyamai velg ori bermerk chemco harganya 2.2-2.3 jt velg belakang saja ukuran 4.5”. Untuk velg ninja magnesium seharga vixion baru diabaikan saja 😛 . Sekedar catatan arm belakang original ninja bisa menampung velg ukuran 4.5″ dengan ban maksimal ukuran 150/60. 
image

Setelah banyak googling akhirnya malah bikin SF makin keracunan. Masuklah SF ke forum ninja langganan untuk mengetahui pengalaman/ review dari user langsung. Rata-rata pengguna puas dengan penggunaan velg lebar, selain ban lebih ngegrip tampilan motor terdongkrak. Namunnn … ada satu thread yang bikin SF miris. Salah seorang pengguna velg lokal mengalami pecah velg saat nikung alhasil pengendara dan motornya terseret beberapa meter, padahal menurut ridernya motor ga melindas batu atau lubang.
image
image

Ada juga pengakuan pengguna velg dengan merk yang sama mengalami retak velg karena kena lubang yang ga seberapa dalam. Namun ada juga pengguna lain dengan merk sama merasa baik-baik saja menggunakan velg ini meski sering buat balapan dan perjalanan jauh. Wah klo SF mah mikir-mikir pasang velg murah (banget) di Ninja karena pertimbangan bobotnya yang melebihi motor lain. Alhamdulillah buat tiger pake velg lokal merk sprint baik-baik saja yah selama 4 tahun ini 🙂

image

Bagi yang tiap harinya bergantung pada motor sport sebagai sarana transportasi utamanya, ga ada salahnya membikin nyaman motornya. Motor standar pabrik merupakan motor produksi massal, disesuaikan dengan kondisi umum masyarakat bukan orang perorang, disamping itu motor produksi massal biasanya menekankan cost efficiency untuk memperoleh margin keuntungan yang makin besar. Nah untuk menyesuaikan motor agas pas nyaman ditubuh rider butuh beberapa langkah modifikasi, tentunya sesuai selera, budget dan prioritas. Kalau jarak antara rumah dan kantor cuma 5 km dan ga terjebak macet sih ga terlalu signifikan. Beda dengan rider yang menempuh puluhan km untuk cari sesuap nasi. Dengan dalih kenyamanan bisa jugakan buat alasan membujuk bini …?( moga2 bundaf41z ga baca artikel ini, he3… ). Kembali ke benang merah :). Untuk bikin motor nyaman ada beberapa sektor yang perlu diperhatikan, diantaranya sektor suspensi, jok, kemudi, serta bagasi. Sektor suspensi memberi pengaruh luar biasa, motor sport bersuspensi stereo yang sering diangung-agungkan memiliki kenyamanan paling bagus adalah Pulsar. Untuk itu SF tergoda untuk memakai shockbreakernya. Nah karena beli parts pulsar sungguh ribet, terpaksanya SF menebus milik tetangganya TVS yang sama-sama menganut shockbreaker gas. hasilnya mantab, empuk banget dan gak slide ketika nemu jalan keriting.
Sektor jok juga penting, saat memodifnya usahakan area yang nempel :maaf: pantat semakin luas, dengan demikian area yang menyangga tubuh makin merata. Caranya bikin kontur di jok sesuai bentuk tubuh 🙂 tentunya hal ini susah diterapkan pada motor sport dengan split seat semacam Ninja, CBR, dll. Selanjutnya sektor kemudi, lebih luas lagi modif yang dapat dilakukan disektor ini. Misalkan ganti handgrip yang mulai mengeras dan licin, memasang raiser setang agar posisi badan ga terlalu membungkuk atau bisa dengan ganti dengan setang motor lain, memasang handle kopling/rem adjustable agar dapat dengan mudah disesuaikan dengan keinginan dll. image
Nah yang terakhir bagasi, bayangkan kalau sering bawa lemburan pulang  (berkas setumpuk), jas hujan dll dimasukkan tas dan kita sangga selama perjalanan, tentunya bikin badan pegel juga, solusinya bisa memakai box maupun tank bag, dengan demikian badan terhindar dari siksaan barang bawaan yang berat.

Namun belum tentu selera masing-masing rider sama. Banyak juga yang merasa pas dengan kondisi standar pabrik atau merasa sayang duitnya dibuang untuk hal yang ga penting. Tentunya beda pandangannya bagi rider yang seneng modif dan hobi motor. Badan bugar, semangat kerja dan emosipun  terjaga. Salam modif!

Modif wajib Smartf41z untuk tunggangannya adalah mengganti ban lebar.  Namun ternyata ga boleh sembarangan ganti ban lebar loh. Harus disesuaikan ukuran velgnya juga. berikut tabel yang saya dapat dari website bridgestone.

Ukuran diatas untuk ban bias, untuk ban radial beda lagi karena perlu ukuran velg yang lebih lebar untuk ukuran ban yang sama. Contohnya Ninja ukuran velg 3.5″ kalo pake ban bias semacam BT 45 bisa pakai mentok ukuran 150/70 namun untuk ban radial contoh BT 92 ga safety pake ban ukuran 150/60 karena butuh velg minimal ukuran 4″.

Selain itu sebelum memasang ban lebar harus memperhatikan lebih dahulu sisi kanan apakah ga mentok arm dan sisi kiri apakah ga mentok di Rantai. Untuk Honda Tiger dengan arm standar bisa pake Velg lebar 3″ -3.5″ diameter 17″ dengan ukuran ban 130/70 itupun pemasangannya harus presisi karena mepet banget dengan rante (punys SF nyenggol rantai tipissss, jadi agak di miringkan setelan rantenya), sedangkan untuk Vixion  jika sudah berganti dengan velg lebar bisa juga pake ban 130/70, itupun jaraknya juga sangat tipis dengan arm sebelah kanan. Denger-denger untuk byson bisa pake ban lebih lebar lagi bisa sampai 140/70 kata pihak yamaha saat launching.