pecah

All posts tagged pecah

Bagi penyuka modif ngirit jaman dulu mungkin kenal namanya velg bermerk sprint. Velg ini terkenal kualitasnya sangat meragukan. banyak kejadian velg pecah setelah menghantam lubang jalan. Tapi karena harganya yang murah, lumayan banyak yang memakainya.

Continue Reading

SF tergolong paling jarang servis tiger.  Ya kalau ada masalah saja baru ke bengkel. Biasanya rutin bersihkan filter dan ganti oli setiap 1000-1500 km.
Tapi karena kesibukan, kali ini terpaksa tiger diserviskan di bengkel umum. Sehabis servis, mekanik menggeber-geber tiger kemudian gigi dimasukkan dan beberapa kali kopling disentak hingga ban depan sedikit terangkat… mbuhhh opo maksute…. hentakan kedua tiba-tiba bunyi DAKKK! Gak lama kemudian bunyi grokk..grokk…grokkk… kencang sekali… waduh mendengar ini montir langsung matiin motornya.
image

Dihidupkan lagi suara kasar kembali terdengar.. sumbernya dari rumah kopling. Terpaksa kopling dibongkar dan hasilnya…?!
Rotor saringan oli rontokkk! Hancur berkeping-keping
image

image

SF sendiri sadar kalau motor ini motor tua tapi yang kurang berkenan kenapa ngetes motornya kudu digeber-geber dan kopling dihentak-hentakkan?
Entah karena pemilik bengkelnya merasa ga enak atau sungkan dia cuma narif rotor filter oli hanya separuh harga. Berhubung SF sendiri orang ekonomi jadinya paham parts motor ada.nilai bukunya dan untuk usia 9 thn ga mungkin SF minta ganti rotor baru 🙂

healahh.. pengen servis motor biar tambah enak kok malah ga karuan jadinya…. mbughh kah

Posted from WordPress for Android

image

Awal mula spakbor depan tiger memakai spakbor Ninja 250. 3 tahun lebih terpasang pada tiger akhirnya menyerah juga setelah sering kena benturan dengan segitiga bawah tiger.
Sebagai pengganti SF pasang spakbor megapro yang terdapat tekukan dibelakangnya. Dalam hitungan minggu spakbor ini juga pecah karenq tekukan dibelakang spakbor mentok knalpot saat melewati poldur. Maklum dalam sehari tiger terpaksa melewati puluhan poldur … bener-bener ga berperi permotoran.

image

Kali ini SF sempat kesulitan cari spakbor pengganti. Setelah akhirnya SF putuskan pasang kembali spakbor tiger… berhubung spakbor orinya ada di Surabaya. SF terpaksa beli spakbor KW… kalau ori sayang bro! Karena ukuran ban depan sudah modif gambot (irc road winner bawaan ninja 250 ukuran 110/70) pasti dibutuhkan penyesuaian pada spakbor baru. Gerinda dan bor dimainkan untuk mencegah ban mentok spakbor. Beres dah…

image

Untuk melindungi agar kaki makin aman dari cipratan, SF pasang tambahan kepet dibagian belakang… lumayan blok mesin dan leher knalpot jadi bersih. Sepatu dan celanapun lebih terlindung dari cipratan air/lumpur ban depan.
Fashion berkurang , fungsional nambah…..

image

Sebenernya sudah beberapa kali SF memakai variasi fiber pada tunggangan SF.yang paling awet ya side cover yang nemplok di tiger, pasangnya sekitar 2006an hingga sekarang. Side cover ini telah dicat ulang dan divernis makanya jadi agak awet :-).
Beberapa variasi fiber yang pernah SF beli ternyata ga seberuntung side cover milik tiger. engine cover bawah tiger beberapa kali ganti karena catnya retak-retak serta pecah bagian lubang bautnya begitu juga dengan spakbor depan.
Continue Reading

Sudah sering kali SF melihat penampakan stoplamp mobil pecah/retak. Melihat posisinya  kemungkinan besar karena ulah pengendara motor. nah harusnya produsen mobil (apalagi di Indonesia) mempertimbangkan desain stoplamp belakang yang aman dari serudukan setir motor, apalagi motor sekarang rata-rata memakai balancer berbahan besi diujung setirnya. Begitu nyenggol mika mobil resiko pecah/retak tuh. Lumayan juga kan harganya…

image

Penempatan stoplamp belakang selayaknya diatas tinggi setang motor pada umumnya, beberapa mobil yang SF perhatikan aman dari serudukan jalu motor diantaranya xtrail, taruna dan pajero.

image

Nah kalau mobil sejuta umat seperti Xeniavanza penempatan stoplamp kaya gini kan menguntungkan bagi empunya (tapi tidak bagi penjual asesori :mrgreen: )

Yahh harap maklum, Indonesia (terutama kota besar) tempatnya rider roda 2 berkuasa dan serba kesusu 😆

image

SF perhatikan mayoritas kedua motor ini jika dibekali knalpot racing suaranya ga karuan. Rata-rata pecah ga ngebas alus. Vixion pecah ga stabil. Bahkan sering saya denger suara brebet dari penggunaan knalpot racing pada vixion. Penyebabnya mungkin setelan injeksi yang lebih susah,  volumenya saat berakselerasi diatas rata-rata motor lain yang menggunakan knalpot racing. Apalagi FU.. suaranya lebih kenceng lagi dibanding vixion. PrAkkkk….prakkk… sampai sakit gendang telinga saat mendengar kedua motor ini berakselerasi. SF perkirakan suara pecah diakibatkan konvigurasi 4 klep untuk dua motor ini. Lubang keluaran sendiri 2 klep sehingga menyebabkan ada tubrukan angin (suara) didalam saat 2 sumber angin dari masing-masing outlet bertabrakan sebelum masuk pipa knalpot, dan lagi desain knalpot racing kedua motor ini rata-rata bersilincer kecil. Adik ipar SF yang motornya vixion pun dah kapok pake knalpot racing dan kembali ke standarnya.
image

jarang banget SF mendengar merdunya knalpot racing FU maupun Vixion ngebas alus seperti tiger, scorpio ataupun pulsar (ninja 250, ga pantes lah buat komparasi :mrgreen: ) Eh tapi pernah juga dengerin vixion yang pake nobi plus dbkiller suaranya lumayan sopan namun tetep saja pecah, malah lebih enak suara knalpot ori.

Terhitung sudah dua kali tiger SF mengalami keretakan footstep. Pertama saat mengalami kecelakaan bersama Bundafaiz saat turing kearah Malang gara2 ditanjakan ranting berjatuhan dari mobil pickup didepan yang saat itu mengangkut tebangan pohon. Rider dan boncengen baik-baik saja karena mengenakan safety gear komplit namun motor rusak lumayan parah karena kebanting ga sempat ngerem. Handle rem/kopling patah, footstep aluminium kanan terbelah sedangkan kiri retak parah. Kejadian kedua footstep kanan kembali retak gara-gara diseruduk matic dari belakang, dimana ban depan dia masuk diantara arm dan knalpot SF. Otomotis footstep yang juga jadi dudukan knalpot terdorong keluar dan retak. Ini ga enaknya footstep rider dan boncenger nyambung. Saat terjatuh atau tertabrak resiko rusaknya besar. Contohnya ya tiger SF ini. Bahan aluminium yang ga sesolid besi, dudukan footstep depan belakang, dudukan injakan rem/kopling, hingga dudukan knalpot jadi satu (footstep kanan). Sehingga saat knalpot mengalami pukulan misalkan terjatuh maupun diseruduk motor lain jadinya ya retak. Kalau sudah kejadian kaya gini pertolongan pertamanya ya pake cara tradisional (diikat) sampai nemu tukang las diral.

Harusnya footstep tuh kaya gini….

jarak antara kaki rider dan boncenger cukup jauh. Ga kaya tiger SF dimana celana bagian bawah SF sering kotor kena ujung sepatu boncenger.

image

Pengalaman SF pada GL max tunggangan semasa SMA dan kuliah. Motor ini memakai knalpot racing merk extreme. Sjaranya memang ngabas alus ga seberapa berisik seperti knalpot lainnya. Namun selama setahun pemakaian suara berubah menjadi pecah dan keras. Beberapa kali diganti glasswool (warna kuning) ga bertahan lama karena terbakar. Akhirnya SF memutuskan membeli glasswool berkualitas tahan panas yang harganya memang jauh lebih mahal. Memang sih keawetan lebih lama, namun selama beberapa tahun kemudian suara kembali jadi lebih keras. Setelah silencer dibongkar, glasswool memadat dan berkumpul diujung dilencer sedangkan bagian pangkal silencer kosong. Ini dia penyebabnya…! Meski glasswool bagus pun ga menjamin suara ngebas adem (ulem bahasa suroboyone 🙂 ) bertahan selamanya. Sama seperti knalpot racing stereo yang digunakan SF. Suara knalpot yang telah dimodif tambah sekat (dbkiller) dan kecilkan lubang keluaran pada mulanya bersuara seperti Satria FU jejer 2 , namun sekarang jadi sedikit ngebas. Disinyalir kondisi glasswoll sudah  berubah dari kondisi semula. Karena suara belum begitu mengganggu belum SF putuskan untuk memodif knalpot ini lagi.image

Entah bagaimana dengan knalpot racing import berkualitas, apakah mengalami hal seperti ini? Berhubung SF ga pernahpake :mrgreen:  , monggo dishare…

image

Beberapa hari sebelum masuk bulan puasa, SF sering melihat penampakan Ninja berbalut velg racing lebar. Keren banget pokoknya, kaki makin kekar dan proporsional dipadukan ban ukuran 150/60 atau 160/60. Jelas beda dengan si bolot dengan velg ori 3.5″ dipaksa pake ban 150/60 :mrgreen: .setelah googling diforum-forum ada 3 jenis velg buat ninja 250 yang beredar di pasaran yakni Vrossi seharga 1.3jt sepasang ukuran 3.5″depan dan 4.5″ blkg ( bahkan di Jogja ada yang jual baru 900rb ! ) , Velg Power seharga 1.7-1.8 jt ukurannya 3.5″dan 4 “, serta terakhir yang banyak peminatnya karena kualitas yang hampir menyamai velg ori bermerk chemco harganya 2.2-2.3 jt velg belakang saja ukuran 4.5”. Untuk velg ninja magnesium seharga vixion baru diabaikan saja 😛 . Sekedar catatan arm belakang original ninja bisa menampung velg ukuran 4.5″ dengan ban maksimal ukuran 150/60. 
image

Setelah banyak googling akhirnya malah bikin SF makin keracunan. Masuklah SF ke forum ninja langganan untuk mengetahui pengalaman/ review dari user langsung. Rata-rata pengguna puas dengan penggunaan velg lebar, selain ban lebih ngegrip tampilan motor terdongkrak. Namunnn … ada satu thread yang bikin SF miris. Salah seorang pengguna velg lokal mengalami pecah velg saat nikung alhasil pengendara dan motornya terseret beberapa meter, padahal menurut ridernya motor ga melindas batu atau lubang.
image
image

Ada juga pengakuan pengguna velg dengan merk yang sama mengalami retak velg karena kena lubang yang ga seberapa dalam. Namun ada juga pengguna lain dengan merk sama merasa baik-baik saja menggunakan velg ini meski sering buat balapan dan perjalanan jauh. Wah klo SF mah mikir-mikir pasang velg murah (banget) di Ninja karena pertimbangan bobotnya yang melebihi motor lain. Alhamdulillah buat tiger pake velg lokal merk sprint baik-baik saja yah selama 4 tahun ini 🙂

image

image

image

Kamis minggu lalu kena apes di jalan Gatot Subroto. Saat riding nyante tiba-tiba 2 motor didepan terlibat kecelakaan. Sekonyong-konyong ane langsung ngerem mendadak. Ban gambot plus double cakram sangat membantu, tiger berhenti tepat waktunya meski sempet sedikit nyenggol spakbor motor depan yang terlibat kecelakaan. Nah apesnya honda vario dibelakang ga sepakem tiger ane. Brakkk… vario itu nyusruh diantara roda dan knalpot tiger ane. Karena kecelakaan beruntun itu terjadi pada kecepatan ga seberapa tinggi, ane kira akibatnya ga parah (saat ditabrak ane juga ga terjatuh kok). Setelah melanjutkan perjalanan, terasa ada keanehan pada footstep kanan, agak ngangkang. Sayapun segera minggir ngecek kondisi motor. Hasilnya bikin pening, footsteep retak! 🙁 Knalpotpun terdorong miring kearah luar… jiah.. ane segera dorong knalpot kearah dalam, lumayan meski ga bisa balik seperti semula tapi posisi knalpot sudah ga terlalu menjorok keluar. Ini yang ga mengenakkan pada honda tiger, footstep rawan pecah saat kecelakaan. Beberapa tahun silam sudah pernah ngalami pecah kanan kiri setelah kecelakaan lumayan parah. Solusinya bisa di las diral atau lembiru (lempar beli yang baru 😆 ) . Untuk las diral/aluminium prosesnya memang sedikit rumit, setelah proses pengelasan selanjurnya proses merapihkan/ membentuk kembali area yang di las sesuai bentuk aslinya nah ini yang bikin rumit dan lama prosesnya. Sementara ini ane iket pake cable ties sambil nunggu timing yang pas buat nyervis, maklum kesibukan lagi padat.