pendek

All posts tagged pendek

Beberapa minggu lagi liburan lebaran nih… bagi angler kelas berat sebulan puasa mancing tangan jadi gemeteran kaya orang sakaw 🙂
Nah ga ada salahnya mempersenjatai liburan dengan peralatan pancing portabel yang mudah dibawa kemana-mana. Disebut  juga traveler rod… karena bentuk ringkas sehingga menghemat tempat. Cocok buat yang suka traveling… backpacker apalagi… begitu nemu spot bagus… kluarin joran dari tas , trus mancing/casting dah
Lanjut…. kali ini SF akan share hasil buruan SF di beberapa toko Online dan forum-forum mancing.
Ada 2 tipe pancing portabel . Model antena/ telescopic dan model beberapa sambungan. Tinggal sesuaikan budget.
-Jika ingin joran antena berkualitas coba intip produk shimano seri holiday. Biasanya joran antena kekuatannya diragukan. Tapi untuk ini kekuatan bisa sampai 40Lbs (18 kg lebih) dengan ring fuji (tahan karat dan tahan gesekan extreem) tapi harganya kurleb 1 jt. Istimewanya joran ini kalau dilipat ukurannya cuma 44.5cman

Continue Reading

Awalnya beli spion ini, SF dah merasa cocok. Panjang spion yang ga melampaui ujung stang motor namun juga tak terlalu pendek, serta kaca cembungnya sangat dapat diandalkan di kemacetan.

Namun setelah beberapa kali pakai ternyata ada hal yang cukup mengecewakan… spionnya letoyyy…. beberapa ratus meter sebelum kantor, SF sengaja geber si tiger sampai RPM mentok digigi 1 dan 2 … kangen sama tarikannya… pas masuk gerbang kantor ngintip spion lah kok dah tertunduk lesu… 

Sepertinya ga cocok nih spion buat biker yang suka kesusu… nunduk sendiri pas kena getaran tinggi….

Spion yang dipakai tiger SF sebenernya masih dapat diandalkan… kacanya yang super cembung sangat luas jangkauannya… sayang tangkainya kurang panjang dikit… ditambah lagi tangkai chrome kualitas kw sekian dah burem. SF terpaksa hunting gantinya. Pencarian SF terhenti saat melihat merk Aspira yang terkenal bikin parts setara ori menawarkan spion cembung dengan tangkai pendek… harganya kok murah pas dengan selera murahan SF … :mrgreen: cuma rp 28.500 di toko online…(ada juga untuk merk lain)  ga pikir panjang langsung SF sikat barangnya.

Besoknya nyampai rumah langsung SF pasang… panjangnya passss…. sedikit sekali lebih pendek dari ujung setang, pandangan ke belakang ga tertutup lengan SF alias masih nongol keluar dari lengan SF…

Kaca cerminnya cembung… nah kaca kaya gini kudunya jadi standar spion… banyak SF jumpai spion mahal dengan kaca cermin datar….dodol banget produsennya!!! Jangkauan Viewnya terbatas banget 👿

Semoga saja awet spion ini…

Makin ruwet saja permasalahan tilang ini bro… setelah kemaren blog ini memberitakan ninja 250 ditilang gara-gara spakbor ori yang dianggap terlalu pendek (selengkapnya baca disini ), semalem ada yang isi dikolom komentar.

image

Continue Reading

image

Setir Nmax tergolong lebar… SF merasa lebarnya ngalahi tiger apalagi Ninja 250… ditambah spion yang lebarnya melebihi setir motor bikin mati kutu di kemacetan. 2 Minggu lebih riding Nmax menembus kemacetan sekitar 54 km perhari bikin SF merasa kudu cari pengganti spion Nmax. Syaratnya kudu ringkas dan cermin wajib cembung. Awalnya ingin variasi yang banyak dipakai motor sport premium seperti ninja untuk tetap dipasang di setir Nmax,namun saat hunting di sekitaran harapan indah, SF ga nemu yang pas. Selain cermin datar, spionnya juga terlalu kecil.

image

Beruntung saat googling,SF nemu seller di lazada yang jual spion pendek dengan cermin cembung… langsung saja SF pesen satu… apalagi harganya cukup kurang ajar… 40ribu !!! Merknya TGP khusus untuk motor yamaha dengan aksen warna putih.
Berikut perbandingan dengan spion ori…

image

Pemasangan agak membingungkan… drat spion sebelah kanan berulir terbalik… ga pas sama adaptor spion Nmax.. SF coba tuker-tuker adaptor kanan kiri tetep saja ulirnya ga cocok… dari pada pusing SF copot saja adaptornya…

image

Tanpa adaptor spion baru langsung plek terpasang ke dudukan spion.

image

Kesannya selama berkendara… Passs…. !!! Sangat membantu selap selip saat macet… ga kuatir nyenggol pengguna jalan lain…konsentrasi mata hanya tertuju pada ujung setir saat dikemacetan, pandangan tetap luas dan ga terhalang badan pengendara. Jelas karena setir Nmax sendiri sudah lebar….

Racun spion nempel di tebeng depan NMAX memang bergentayangan di internet.. namun entah kenapa SF merasa sayang jika pemasangannya kudu melubangi bodi… kuatir juga kalau kesenggol-senggol bodi bakal pecah mengingat spion cuma bertumpu pada plastik tipis.

SF nemu link yang menarik di blog yang mengulas tuntas dunia perknalpotan mobil … minggo simak selangkapnya disini .
Berikut SF rangkum beberapa poin penting pengaruh header dibandingkan knalpot standar :
–  diameter header lebih besar menggeser puncak torsi ke RPM lebih tinggi… nah cocok nih buat modif balap 🙂
image

–  memanjangkan header bikin torsi lebih duluan terisi di rpm lebih rendah, sedangkan memendekkan header bikin torsi ga terlalu ngedrop (bertahan lebih lama) selepas torsi puncak
image

–  tipe header 4-1 bertorsi di RPM lebih tinggi dibanding 4-2-1
image

Item 1 dan 2 mungkin juga berlaku sama untuk dunia permotoran kalau poin terakhir sudah ngomongin kelas moge 🙂 , beberapa poin penting lain SF sengaja ga rangkum… terlalu ribet soale 😛
Monggo yang berpengalaman didunia perknalpotan mengomentari hal diatas, apakah ilmu perknalpotan mobil (terutama header)  diatas juga bisa diterapkan untuk motor yang kapasitas dan jumlah silinder lebih sedikit.

Posted from WordPress for Android

Banyak yang mengeluhkan kenapa spion original desainnya terlalu panjang sampai melebihi handle bar sehinnga rawan senggolan saat dikemacetan. Alasan ini digunakan sebagai pembenaran oleh pengguna sport fairing untuk melipat spionnya supaya memudahkan manuver padahal resiko menjadi berkali lipat. Begitu juga bagi pengguna motor non fairing, alasan spion kepanjangan membuat rider menggantinya dengan spion variasi yang lebih pendek dibanding original (padahal ganti spion variasi karena spion orinya mahal 😛 ). Salah satunya SF sendiri 🙂 Spion yang cocok diperkotaan menurut SF adalah yang panjangnya pas ga melewati handle bar, kriteria kedua rangkanya tidak mudah bergetar, dan yang ketiga serta terpenting jenis kaca harus cembung! nah ini yang sering diabaikan oleh produsen spion variasi. bahkan spion mahalpun sering SF lihat memakai kaca cermin datar. Efeknya jangkauan pandangan terbatas karena objek tampak besar di cermin. beda dengan kaca yang cembung, jangkauan lebih luas dibanding cermin datar.
Pengalaman SF beberapa tahun lalu, SF pernah menggunakan spion Original yang di pendekkan tangkainya ditukang las. bekas las-lasan bisa dicat ulang, dichrome atau di tutup dengan pelindung slang shover. Pas banget dimensi spion ini kacanyapun lebar dan cembung. Spion ini diganti karena pecah gara-gara papasan dengan alayer.
setelah itu Tiger SF memakai Spion bulet Chrome menyesuaikan tiger yang mulai terhihat classic (a.k.a jadoel :mrgreen: ) sayangnya kacanya datar sehingga SF tempelkan spion cembung yang biasa dipakai mobil. kelemahan lain tangkainya masih dirasa kepanjangen. Akhirnya spion ini juga diganti karena beberapa kali spion cembung yang direkatkan dengan double tape lepas dari tempatnya.
wpid-DSCF1907.JPG
Setelah itu SF memakai Spion bulet bertangkai pendek dan kaca cembung. Perfect dah…. tangkai ga melebihi handle bar, jangkauan sangat luas melebihi spion ori, serta desain classic pas buat tiger jadoel. Disaat SF mulai cocok dengan spion ini saat kecepatan tinggi tiba-tiba kaca lepas. beli lagi spion ini trus SF olesi Lem besi di karet pengait (dipinggirannya) lumayan bertahan beberapa tahun. tapi pas dipakai pindahan rumah kemaren lepas lagi kacanya. 🙁

wpid-wpid-1326789765-picsay-1-1.jpg

handguard sekarang dah lengser gara-gara rusak drat dudukannya, ternyata lebih praktis tanpa ini

Karena ga terbiasa tanpa spion jadi mampir di pinggir jalan beli spion seadanya. eh nemu spion kotak berkaca cembung, cukup murah cuma 20 rb 🙂 setelah dipasang… pandangan pas cukup luas jangkauannya, setelah motor berjalan baru deh muncul kelemahannya… spion getar… hadewww…

Sepertinya kudu hunting spion lagi nih…

spion bulet cembung

bagi yang beranggapan spion original is the best yo monggo … lah wong Ninja saya pakai ori karena ga terlalu lebar (malah kalau mbaplang ga lebih lebar dibanding bebek), spin juga pake orinya satria, jelas kemudi spin ga terlalu lebar jadi aman pake ori. nah khusus tiger ini sengaja SF pilih non ori karena stang bawaan sudah cukup lebar kalau pake spion orinya kurang nyaman bagi SF. monggo share pengalaman pake spion variasi

image

Lebih safe memang sarung tangan full yang menutupi seluruh jari, apalagi untuk turing. Turing biasanya membutuhkan kecepatan rata-rata yang tinggi dalam jarak jauh. Tentunya resiko juga tinggi. Beda dengan kondisi berkendara sehari-hari dikota besar. Seperti Jakarta misalnya. Sebagian besar pekerja kantoran menghabiskan waktu dijalan saat jam padat. Jam Berangkat dan jam pulang kerja, yang pasti melewati titik macet. Nah disinilah SF menyarankan untuk pemakaian sarung tangan model half/ setengah, dimana ujung jari masih terbuka. Selain tidak gerah, aktivitas selain puntir gas masih dapat dengan mudah dilakukan. Misalnya jika saat berkendara tiba-tiba ada telpon penting dari istri atau bos, dengan mudahnya kita menepi merogoh hp di saku dan menerima telpon. Contoh lain saat pulang kerja mampir membelikan oleh-oleh untuk keluarga dirumah, lebih mudah merogoh saku dan menghitung uang dengan ujung jari terbuka.
image
Untuk menempuh perjalanan ke tempat kerja, sehari-hari SF menghabiskan waktu 1 jam 45 menit untuk menempuh jarak total pulang pergi sekitar 45 km. Kalau diluar Jakarta jarak segini sepele. Lah saya dulu kerja di Pandaan sedangkan rumah di Surabaya (sehari menempuh 85kman) 🙂 . Otomatis keberadaan sarung tangan sangat dibutuhkan untuk melindungi telapak tangan dari hal-hal yang tidak diinginkan serta mencegah “kapalan” karena sering bersinggungan dengan grip gas. Memakai sarung tangan juga membikin seolah-olah lebih enteng dalam memuntir gas atau memainkan tuas kopling/rem, hal ini karena telapak tangan merasa nyaman dan didukung bagian telapak sarung tangan yang didesain lengket dengan permukaan yang kita sentuh. Saat membeli sarung tangan, pilih yang senyaman mungkin dan ukurannya pas, coba untuk menggenggam dan meregang beberapa kali, sarung tangan yang baik tentunya saat menggenggam tidak terasa berat/ ketat. Pengalaman membeli sarung tangan dipinggir jalan dengan harga berkisar 10 hingga 25 rb keawetan dan kenyamanannya ga terjamin, ukurannya pun all size. susah untuk memilih yang benar-benar pas. Mending sekalian beli yang bermerk harga yang masih terjangkau diantaranya probiker,scoyco,alpine,fox dll.. harganya mulai 80 rban sampai ratusan ribu juga ada. Bagi SF, Probiker half seharga 80 rban sudah cukup kok. (Reviewnya menyusul)