pengendara

All posts tagged pengendara

http://farmerskart.com/?x=generic-cialis-canada Rasanya masih deg-degan atas kejadian yang hampir menimpa SF beberapa hari lalu… andaikan SF tidak sabaran atau keburu-buru, andaikan SF panik karena motor dibelakang yang mengklaksoni SF… mungkin saja ajal menjemput SF.
Ceritanya di jalan Raya Marunda salah satu rute terganas di Jakarta yang sering memakan korban jiwa. Saat itu didepan SF nampak deretan truk kontainer dan mobil berjalan lambat, ada satu truk yang agak melintang nampaknya ingin memaksa masuk ditengah 2 jalur. Tapi karena deretan kendaraan tak beraturan, truk C ini justru menyebabkan kebuntuan jalur yang seharusnya cukup dilewati motor atau mobil kecil… mustahil truk kontainer (lihat truk C pada ilustrasi gambar) bisa masuk jalur tersebut. Karena itu SF dan beberapa motor dibelakang SF memutuskan untuk menyalip dari sisi kanan deretan truk yang berjalan lambat tersebut (lihat jalur A). Beberapa orang nampak jengkel dengan ulah truk C tersebut dan mengklaksoni truk tersebut. Continue Reading

clomid drug for men Biasa sebelum masuk kantor SF biasanya sarapan dulu. Pas nyampai parkiran kantor ketemu 2 rekan kerja sedang cuci muka… terlihat matanya memerah. Mereka menceritakan kejadian yang baru saja menimpanya. Saat melintas di JL. Raya cacing akan putar balik ke arah Raya Tugu tiba-tiba 2 rekan ini (satu pengendara vario, satu lagi pengendara Vixion) merasa matanya sangat perih, hingga harus menepi karena saking perihnya. Rekan penunggang vixion bahkan sampai beli air mineral di warung dipinggir jalan saking ga kuatnya menahan perih di matanya. Saat beli air itu di beritahu si penjual, barusan ada juga pembeli air mineral untuk cuci mata. Beberapa pengendara motor juga nampak berhenti dipinggir jalan karena insiden ini. (Kejadian Jumat, 24 Oktober 2014, 07.00). Untung saja SF yang lewat dijalur yang sama tidak mengalaminya… entah kejadiannya setelah SF lewat, atau helm SF yang fullface (modular sebenernya) , plus masker dan kacamata sehingga SF terhindar dari musibah tersebut.

image

Ilustrasi

Continue Reading

Innalillahi wa innalillahi rojiun atas meninggalnya ibu Kisherwati… ibu ini adalah sahabat Ibunda SF, pernah beberapa tahun sekantor dengan Ibunda SF.  🙁
Berita kematian almarhum SF dapat saat menelpon Ibunda yang saat itu sedang melayat almarhum. Berikut kronologi kejadian yang merengut nyawa PNS senior yang sebentar lagi menikmati masa purnabakti :

image

Ilustrasi dari yudibatang.wordpress.com

Continue Reading

Miris melihat kelakuan bocah bocah ini…
Karena motor temennya mogok, seorang pengendara jagoan mendorong motor rekannya dengan kakinya. Tingkahnya itu loh lah bikin miris. Sangat mepet dengan mobil didepannya, ngintip ngintip beberapa kali mau nyalip padahal jalan tergolong sempit dan ramai.

image

Continue Reading

Macet yang tidak bisa diprediksi! itulah kondisi jalanan di Ibukota. Jalanan yang biasanya lenggang tiba-tiba macet total dengan penyebab yang sepele. Sudah diantisipasi berangkat lebih pagipun rasanya ga membantu, Tetap banyak yang telat masuk kantor, terutama pengendara mobil.

Saat macet, ketepatan waktu sampai ditempat kerja sangat diperlukan. Terlebih pekerja kantor seperti SF ini. Potongan gaji saat telat lumayan berat. Telat beberapa menit saja potongan gaji cukup buat sarapan beberapa hari. Belum lagi jika keterlambatan waktu diakumulasikan dalam setahun, melebihi beberapa jam tertentu tanpa alasan yang tepat akan mendapat sangsi dari instansi. Itulah sebabnya jam tangan mutlak diperlukan.

Untuk motor, jam tangan dianggap lebih praktis dibanding harus melihat jam di HP. Apalagi jika trayeknya sering macet, susah cari tempat untuk berhenti, nekat berhenti diklaksoni pengendara dibelakangnya. Apalagi kalau pengendaranya tipe pekerja yang “tepat Waktu” maksudnya nyampai kantor tepat 1 menit sebelum terlambat 😆 . eman berhenti sejenak untuk melirik jam di HP. Ingat melihat layar HP (apalagi SMSan) sambil mengemudi sangat berbahaya! Beruntunglah beberapa motor sudah ada jam digital menyatu pada speedometernya. Kalau mau modifikasi gampang sih sebenarnya. Bisa beli jam digital variasi atau paling simple dan murah… beli jam murahan dipinggir jalan/ dipasar malam. seharga 20rban lah. lepas gelangnya trus tempel dimotor pake double tape. maling pun ogah meliriknya 🙂 asal jangan tempelin Rolex di motor ya :mrgreen:

Untuk pengendara mobil juga demikian. Beberapa mobil memang menyediakan fitur penunjuk waktu di headunit atau di dashboard. kalau ga ada bisa beli produk multi fungsi seperti punya SF ini.

atau paling simple ya pake jam tangan, lebih praktis dan bisa dibawa kemanapun. Bagi pengendara mobil kegunaan penunjuk waktu lebih darurat lagi. Beberapa waktu lalu beberapa rekan pengendara mobil selamat dari jebakan macet dan sampai kantor tepat waktu. Pasalnya saat macet total karena ada truk kontainer mogok di daerah plumpang. Beberapa rekan memarkir mobilnya di warung makan/ perkantoran terdekat. Ada yang cari Ojek, dan ada juga yang nekat jalan ke Kantor (sekitar 2-3 Kman).

Tips bagi biker, terlebih bagi yang suka turing :

1. kedap air dan guncangan

2. gelang lebih baik stainles steel atau minimal karet, hindari kain atau kulit karena rentan jamuran jika sering kena air

3. punya fitur pendukung seperti auto light on (backlight otomatis nyala saat jam dihadapkan kemuka, Casio punya fitur ini)

4. fitur lain yang mungkin berguna bagi pengendara : kompas, alarm, stopwatch, dll

 

Bukannya promosi, setahu SF jam tangan yang memenuhi syarat diatas misalnya keluaran casio seperti seri edifice, protrek, Gshock.

edificeSF sendiri pengguna casio Edifice EFA121, Sukup puas dengan kinerja jam tangan ini, tapi ada rasa bosen juga. Pengen sih ganti seri casio lain seperti Protrek yang menggunakan tenaga matahari (Tought Solar). Enth kenapa SF sendiri suka model sporty analog+digital namun agak resmi menggunakan steel band (Gelang logam).. Seperti ini misalnya :

protrek titanium

tapi budgetnya kepake terus 🙂

 

.

image

Ruwet…Jian ruwet memang ibukota ini. Sebagai pendatang di Jakarta sangat merasakan perbedaan riding di Jakarta dibanding di kota asal SF

Berikut mungkin beberapa item yang menjadi catatan harian saya selama singgah di Jakarta selama lebih dari 3 tahun

Sedikit rider roda dua maupun roda empat yang mau mengalah. Sein sudah nyala tetap ditelikung, jalan sempit masih maksa masuk, dilampu merah sodok-sodokan didepan marka jalan -penyebrang jalan jadi kesusahan nyeberang, banyak orang kesusu/ ngebut meski di jalan sempit, jalanan becek malah ngebut potong sana-potong sini.Jika Dirunut masalahnya ternyata banyak pemicunya…

salah satu hal utama adalah lokasi kerja jauh dari tempat tinggal. harga property dipusat kota yang dekat dengan tempat kerja sangat mahal… boro-boro beli .. kontrak saja muahal.  Di Surabaya dengan duit 12 jt bisa dapet kontrakan lumayan lah di Jakarta dapet Kontrakan di gang tikus (pengalaman SF kontrak di daerah Condet- makanya SF mo cari luar Jakarta 🙂 )… akibatnya semakin jauh lokasi kerja dengan rumah semakin banyak orang kesusu dijalan. Penyebab kedua : sarana prasarana jalan ga memadai misal :marka jalan ga keliatan, polisi kurang tegas dan pilih-pilih sasaran tembak, banyak jebakan lubang, diskriminasi pengguna motor, dll. Kemacetan di Ibukota ternyata menganut sistem bagi rata ya…. :mrgreen:  di jalan Plumpang semper misalnya , yang sebenernya bisa 4 jalur namun jika dari arah simpang lima macet, arah dari pasar uler ikutan macet. lah gimana… arah yang padet bisa makan 3 jalur sendiri sedangkan arah yang lancar kudu ngalah dengan disisakan 1 jalur, bahkan kadang sisa cuma setengah jalur :mrgreen: beginilah kalau ga ada pembatas jalannya.

Penyebab lainnya: ikut-ikutan ! perhatikan jam berangkat kerja dan jam pulang kerja : rame-rame lewat jalur busway, bergerombol didepan marka jalan pas dilampu merah, begitu ada yang nyolong start yang lain pada ikutan 🙂

Ada ungkapan dari rekan orang asli Jakarta : klo ngalah malah dimanfaatin orang lain. ternyata ini juga sering SF alami … ga bisa yang namanya jaga jarak dengan kendaraan didepan. ada celah dikit pasti dimasukin rider lain, kalau ga gitu yang diklakson-klakson kendaraan dibelakang dianggap menghalangi. Paling sebel kalau sudah ga ada celah rider belakang memaksa masuk… ini yang menyulut emosi! kalau diturunin diajak berantem semua ya bisa babak belur sampai dirumah :mrgreen:
image

Sebab Lain you know lah… Angkot dan metromini : antara public heroes atau public enemy ! Keberadaannya dibutuhkan orang banyak tapi juga jadi musuh pengendara lain. Berhenti seenaknya , kadang jadikan jalan raya sebagai arena rebutan penumpang .

Kerasnya ibukota ini bikin SF kudu menyesuaikan diri, defensif riding beusaha diterapkan, godaan berusaha ditepis, namun tak khayal beberapa aturan kadang SF tabrak juga. Saat jalur motor tergenang SF kudu masuk jalur khusus Mobil,  berhenti di tanda larangan berhenti untuk pakai Jas Hujan, saat jalan utama macet terpaksa masuk jalur alternatif perkampungan yang mungkin bikin ga nyaman penduduk situ,mematikan lampu utama dan pindah ke lampu senja saat macet parah agar aki ga tekor,salip kendaraan dari sebelah kiri pas kemacetan (ga mungkin lah brenti di belakang angkot saat jalur kiri cukup dilewati motor 🙂 ), dan mungkin banyak juga aturan yang SF langgar…. Blogger juga manusia ga 🙂 di Jakarta susah jadi biker yang 100 % taat aturan selagi sarana dan prasarana ga mendukung

– nah loh pembelaan ini bukannya termasuk egoisme juga ?-

Mungkin informasi ini sedikit basi karena modusnya sudah cukup lama… informasi ini saya dapatkan dari forum Taruna di kaskus

image

Jika berkendara mobil dimalam hari tiba-tiba ada yang melempar telur pada kaca depan, jangan nyalakan wiper plus semprotan air karena telur yang bercampur cairan plus gerakan wiper bikin berubah warna jadi putih menyebabkan pandangan tertutup sehingga memaksa pengemudi meminggirkan mobilnya. Disaat itulah perampok beraksi…

Waspadalah… jaman semakin edan perampok makin sadis dan makin banyak akal

jakarta-diguyur-hujan-angin-waspada-pohon-tumbang
Entah berapakali SF jadi korban saat musim hujan (mungkin pernah tak sengaja jadi pelaku juga) kecipratan air dari motor depan. kalau riding normal mungkin kesalahan SF ga menjaga jarak dengan motor depan. tapi yang paling menjengkelkan sudah tau jalanan becek setelah hujan dan masih gerimis ada yang nekat ga pakai mantel hujan malah ngebut zigzag biar pakaiannya ga basah. akibatnya banyak jadi korban cipratan air dari rodanya lah wong potong sana potong sini. Meski SF sendiri pakai jas hujan kumplit, helm full face tetap saja cipratannya kena muka (helm sering dibuka kacanya agar kacamata ga ngembun).
Sering juga melihat rider saat hujan hujan deres banyak genangan air malah kesusu dan ga mengurangi kecepatan melibas genangan. Akibatnya nyiprat kemana-mana, kasihan tuh penumpang yang neduh nunggu angkot.
152968_jakarta-diguyur-hujan_663_382
Meski hujan jangan lupakan toleransi sesama pengguna jalan donk! kalau anda sendiri jadi korban gimana?