pengganti

All posts tagged pengganti

sekitar seminggu yang lalu saat SF hunting kalung buat michell SF sempat ngobrol dengan seorang yang sama-sama pengguna Nmax non ABS… lah kok kebetulan si Bapak ini pengguna tiger Revo juga. Awalnya si bapak nyamperin SF , berniat tanya soal cantolan barang dan windshield .   Sampai akhirnya si bapak cerita kalau motor sebelumnya adalah tiger revo. Beliau ganti matic gambot dengan alasan di kemacetan lebih nyaman serta power juga lumayan.

Cerita kedua, beberapa waktu lalu saat terjebak di perlintasan kereta api, tipa tiba disebelah SF dijejeri seorang mas-mas penunggang D-tracker modif. awalnya cuma ngelirik, lama-lama gatel juga dia ngajak ngobrol SF. Rupanya doi ingin meminang skutik untuk menggantikan Dtracker sebagai motor harian. Mulai kenyamanan hingga konsumsi bensin dia tanyain, sampai akhirnya menyatakan ketertarikannya pada Nmax. 

Yang ketiga, dari rekan kerja baru SF yang motornya Ninja RR. Saat melihat SF pake Nmax kekantor , ndilalah dia juga pengen tes ride dan akhirnya niat beli Nmax untuk motor JJS.  Ninja dia memang jarang dipakai karena ga enak buat boncengan, sehari- hari juga pake mobil buat ngantor.

Entah kebetulan atau memang jadi fenomena… rider sport ingin beralih ke skutik selonjoran… apakah karena sudah bosen motor berkopling tangan di rute ibukota dan ingin motor yang lebih nyaman dan tetap powerfull. Pilihan paling logis ya Nmax non ABS… harganya setara dengan motor sport. tercatat dari beberapa puluh motor di parkiran tempat kerja SF ada 3 Nmax milik rekan kerja SF

Sampai kapan honda membiarkan yamaha melenggang dengan Nmaxnya…? atau jangan-jangan sedang studi pasar nih… semoga saja dah keluarkan pesaing Nmax biar ada pilihan lain bagi konsumen… bukannya sudah ada Honda PCX? yahhh… harga mahal dan status importnya bikin ga bisa dibandingkan dengan Nmax

Sekedar opini sih… kalau AHM dan YIMM niat menghidupkan kembali 2 petarungnya kenapa cocoknya cuma 1 silinder… ? Menurut SF baik tiger maupun scorpio masing – masing punya loyalis. Untuk regenerasi next tiger maupun next scorpio paling pas ya menyasar segmen yang sama artinya kisaran harga ga jauh dari pendahulunya… kalau 2 silinder jelasnya harga melambung… benang merah akan terputus dengan pendahulunya…karena segmennya sedikit berbeda

image

Continue Reading

image

Kemaren kan sudah bahas pengganti tiger (klik disini )meski hanya opini SF yang pake tiger sejak 2005…. kali ini SF coba beropini lagi soal scorpio…
Entah kenapa scorpio yang punya spek lebih tinggi dibanding tiger malah terpuruk tidak mampu melawan tiger dalam hal penjualan… padahal mesin 225cc, pake monoshock lagi…. ! Yamaha harus berkaca pada kegagalan scorpio tersebut…. Continue Reading

image

Salut dengan apa yang dibuat mas bro bambang aruman pengasuh blog karismahideung.wordpress.com sekaligus pemilik bengkel bamarspeedshop ini. SF sempat membacanya di salah satu forum betapa praktisnya penggunaan folding jack sebagai pengganti paddock.. eh ternyata ada blogger di Indonesia sudah buat ginian…  (baca disini) segera SF pesan untuk di uji coba ke bolot… Folding Jack versi trial dari bamar (Bambangaruman) .
image

Hasilnya mantab… sukses digunakan pada N250.. meski awalnya agak susah diaplikasikan buat si bolot karena kepala baut as ninja sangat tipis jadinya tatakan folding jack mudah meleset/susah nyantol. Tapi setelah dibelikan jalu paddock,  penggunaan FJ makin mudah… syaratnya permukaan tanah harus kasar dan keras. Tinggal didorong pak tangan dan motorpun terangkat.. tapi SF sarankan dorongnya pake kaki aja ya sementara tangan megangi motornya :-).. 
image

Keunggulan memakai Folding Jack dibanding Paddock adalah penggunaannya cukup mudah dikerjakan sendiri dan FJ gampang dibawa kemana-mana karena kecil dan ringan.

image

Terlintas ide di benak SF untuk mencegah selip saat digunakan di lantai licin dan mencegah ambles saat digunakan di tanah agak lunak…. kenapa bagian bawah FJ ini dipasang engsel dan dialasi karet…
Kira-kira seperti ini

image

Kalau bisa dipakai untuk lantai licin dan tanah makin perfect saja produk ini… c’mon bro… bikin yang tajir dan segera didistribusikan ke seluruh Indonesia 🙂 keburu dicium merk lokal dan diperbanyak mereka… klo laris boleh deh ane dikirim satu :mrgreen:

Sepertinya FJ buatan bamarspeedshop ini applicable untuk hampir semua motor /moge ban 17″ , bahannya cukup tebal dan kuat.

Posted from WordPress for Android

image

Baca artikel P2R mengenai CBR 250 kemungkinan ganti mesin multi silinder, jadi teringat artikel SF terdahulu mengenai pantesnya new tiger bermesin CBR 250
Sayang juga mesin CBR yang seumur jagung dilengserkan (ga juga sih masih dipake crf :mrgreen: ) kan mending dioptimalkan AHM, asal cocok dealnya sama Thailand 🙂
Sekilas flashback…dulu awal kemunculan tiger memiliki image motor premium, kubikasi terbesar dikelasnya, modelnya serupa mini moge… nah sekarang pada tau nasibnya gimana… Andaikata new tiger nantinya bermesin 250cc ,dohc, injeksi SF rasa bakal banyak berbicara  dan cukup bikin ngiler biker enthusiat. (Asal harganya cucok :). ) pantes dah jadi kakaknya Teralis.
Honda teralis bermesin CBR 150, next tiger bermesin CBR 250. PERFECTO !!!!!

image

Berberapa parts pada motor SF menggunakan parts motor lain. Mungkin ga hanya SF namun banyak  biker lain berlaku demikian, apalagi yang suka modif. Pada umumnya fast moving part adalah bagian yang banyak disubstitusikan seperti busi, kampas rem, bohlam lampu,rantai,dll. Namun tak jarang non fast moving juga dapat disubstitusikan misalkan saja jeroan mesin, parts kopling, daleman cvt, komponen pengapian dan masih banyak lagi. Bagi penyuka modifikasi , substitusi bodypart bisa bikin motor tampil beda. Contohnya buanyak…. blogger pun mengaplikasikannya sebut saja shock tvs pasang ke tiger, lampu vario pasang ke vixion, lampu byson ke megapro, visor tiger ke scorpio, dan masih banyak lagi.
image

Kalau ditarik benang merah apa sih alasannya. Mari diinventarisir:
1. Lebih murah,
2. Lebih mudah didapat,
3. Lebih awet,
4. Menaikkan performa,
5. Fungsionalitas bertambah,
6. Upgrade tampilan,
Dll.
Trus alasanmu apa pakai parts substitusi….? Monggo share…. ¡

image

Teralis digadang-gadang memakai mesin berbasis CBR 150 yang dilokalkan. Pertanyaannya untuk upgrade frontal tiger apakah mungkin memakai mesin berbasis CBR 250? Secara kemampuan financial dan tehnis, SF rasa AHM sangat mampu. Masalahnya apakah pihak principle Jepang ngasih ijin? Mengingat mesin ini masih fresh dan merupakan produk global. Sebenernya bisa disiasati sih… 🙂  ganti saja ukuran bore x strokenya dengan sedikit memperbesar stroke nya agar sensasi motor turing makin dapet, perubahan ini tentunya juga perlu disesuaikan dengan pengaturan kembali gigi rasio , klep/ noken dll. Namun basis tetep tembak saja CBR 250 🙂 tapi kan ga bisa dikatakan plek nyontek :mrgreen: . Modelnya bisa pakai  honda NC 700 helm in . image
Kalau perlu bikin terobosan ekstreem keluarin dua tipe dengan basis ini… dengan kopling tangan dan tanpa kopling tangan (seperti bebek)!  Ora ngurus jika dikatain sport banci… yang penting pasarnya meluas. Banyak juga loh rider yang pengen motor berperforma tinggi, nyaman dan stabil tapi males direpotkan kopling tangan dikemacetan.

Alasan umum pemilik motor mengganti parts motornya dengan parts subtitusi non original adalah karena harganya dan ketersediaan parts tersebut di pasaran. Parts substitusi bisa menggunakan parts aftermarket atau parts milik motor lain.
Sudah banyak contoh kasusnya bahkan sudah SF aplikasikan di tunggangan. Sebagian besar memberikan nilai lebih. Contohnya : pada motor spin milik Bundaf41z : kiprok saya belikan milik yamaha, harganya hanya separuhnya milik suzuki. Kualitasnya bisa jadi lebih baik. Lah wong punya suzuki jebol di kilometer 17.000. Spion SF pasang milik satria FU karena saat itu dealer tidak ada stok milik spin. Pada honda Tiger lebih banyak lagi contohnya: Shockbreaker belakang SF pasang milik TVS  Apache sudah menganut sistem nitro! Performanya jauh dengan orisinal milik tiger, harganya jangan tanya lagi !? original milik tiger revo sepasang bisa 750 rb lebih itupun ga pake nitro, lah shocknya TVS cuma 550 rb saat di PRJ. Lampu depan reflektornya saya ganti milik mobil (kalo ga salah Jimmy lawas), bahan reflektornya plat besi yang dichrome dan penampang depan menggunakan kaca tebal, sedangkan yang original tiger reflektornya plastik dan penampang depan menggunakan mika. Harganya ndak sampe 150 rb sudah plus bohlam 55/60 watt dan relay. Kalau beli original bisa dapet cuma bohlamnya saja kali. Piringan depan pakai 320 mm merk PSM Thailand harganya 350 rban, ngerem tinggal pakai 2 jari udah pakem. Kualitasnya gimana? Piringan PsM ini sudah SF pakai 6 tahunan dan ga ada gejala menipis! Kopling hause pakai 6 per 6 kampas kopling menghindari selip seperti bawaannya tiger. Klakson pakai stebel imitasi, sudah 5 tahun masih tetep kenceng suaranya. 🙂
image
Sedangkan contoh di Ninja 250 : klakson pake type R harganya saat diskon cuma 25 rb sudah braket dan relay klaksonnya stereo lagi (2 biji), suaranya ga cempreng kaya bawaan ninja yang cuma sebiji, kecil lagi! . Kampas rem pake punya supra, kalau ini daya pengereman memang agak berkurang tapi memang SF sengaja karena rem belakang original belakang terlalu pakem hingga sering ngepot. Harganya pun 35 rb vs 230 rb. Yang aneh busi kalau beli khusus untuk ninja 250 harganya bisa 90 rban, bandingkan dengan harga busi untuk thunder dengan merk dan kode busi sama ga sampe setengahnya bro. Piringan depan SF pakai piringan lebar merk PSM, pengereman jelas tambah pakem.
image
Masih banyak lagi jika mau SF jabarkan lagi. Namun contoh diatas sudah cukup membuktikan tidak selamanya parts / suku cadang substitusi hasilnya dibawah parts original. Tinggal pinter-pinternya saja milih parts substitusi sesuai keinginan kita. Parts diatas rata-rata harganya lebih rendah dibanding originalnya. Namun jika dana bukan masalah dapat dengan mudah mendapat parts yang kualitasnya jauh dari parts original, misalkan saja ban pake battlax, kampas rem racing, bohlam led luxeon yang irit dan awet, dll
Salam kereaktif! 😆

image

Menyesakkan mengetahui kalau harga satu setnya kampas rem ninja 250 harganya 230 rb, kalo beli 2 set buat depan belakang lumayan nih. Nah berhubung kali ini kampas belakang si Bolot sudah tipis mending pake alternatif. Intinya semua kampas rem untuk dual piston bisa masuk ke Ninja. Nah pilihannya jatuh ke kampas rem supra harganya cuma 35 rb 🙂 begitu terpasang rem belakang memang TERBUKTI agak kurang pakem! Kqqkqk….. setelah baca literatur di google ternyata kampas rem supra lebih keras dibanding ori punya ninja. Ini yang bikin kurang menggigit, meski demikian  masih sanggup kok buat ngelock ban belakang bt 92 ukuran 150. Enaknya kampas rem supra ini ga cepet habis.

Selama ini rem bawaan ninja terutama belakang SF rasa terlalu pakem. Waktu hardbreak sering kali ngunci roda belakangnya. Sejak ganti kampas rem supra, distribusi jadi pas (untuk riding style SF yah). Ntar jika kampas depan habis rencana mo ganti produk racing semacam daytona, braking,  tdr atau ferodo, atau original punya RR.

image

Denger-denger sama pakemnya tapi harganya ga sampai 100 rb, toh piringan depan ane udah lebar kok (PSM Thailand punya). Ngapain mahal-mahal kalo hasilnya sama? 🙂

Tidak, itulah pendapat ane. penyebab utama mesin memakai 110 CC. Sebenarnya lebih tepat jika suzuki masih memakai basis mesin 125ccnya tapi dengan perbaikan di sektor CVT yang gampang selip, common partnya akan lebih mudah pengadaan dan distribusinya. Lagipula performa aftersales suzuki masih tertinggal dengan yamaha apalagi honda. Dengan formasi yang ada sekarang aja suzuki keteteran apalagi kalo nantinya keluar produk baru. Mesin suzuki sekarang udah bagus kok buat kenceng bisa buat irit-iritan juga bisa.

Alasan lain yakni Nex menggunakan ban berdiameter 10″. Hadohhh…. ukuran ban 14″ aja kurang bersahabat dengan jalanan Indonesia apalagi ban ukuran 10″. Ingat banyak pengguna roda 2 yang pakai motornya untuk di berbagai aktivitas dan kondisi, apalagi punya motornya cuma satu itu. Bayangin kalo motor yang punya ban kecil dipaksa nembus medan semi offroad dan untuk turing, kena lubang dikit aja udah terasa banget. Kliatannya bakal susah bersaing dengan yamaha dan honda.