penggantian

All posts tagged penggantian

Beberapa rekan menandakan keheranannya saat Nmax milik SF sudah abis kampas rem belakangnya di 7000km namun rem depan masih setengah.

image

Bukan hanya pada Nmax  ninja dan tiger milik SF juga habis duluan kampas belakangnya… alasannya simple kok
Rem belakang lebih sering digunakan karena rute harian tergolong padat (25 km ditempuh dalam 70menitan)

image

Di rute yang padat Saya sendiri lebih nyaman menggunakan rem belakang dengan porsi lebih banyak. Alasannya motor lebih mudah dikendalikan. Bobot SF yang tergolong beruang juga ga sepenuhnya membebani bagian depan motor jika memprioritaskan rem belakang. Coba kalau kebiasaan rem depan di jalur padat, bisa cepet bocor shock depannya :mrgreen:
Sebenarnya secara ga sadar SF melakukan ini, lah wong ngerem ya selalu depan belakang… tapi neken tuas rem belakang lebih kenceng dan lama kali. Beda jika di jalur cepat… penggunaan rem depan menjadi lebih diprioritaskan.

Tapi kok 7000km dah abis…? Boros amat ya….?
NMax adalah matic dengan bobot dan tenaga menyamai sport….
Bedanya engine break sangat minim pada matic ini, akibatnya rem bekerja lebih keras. Namun penyebab utama adalah rute padat dan ditunjang kebiasaan rider yang suka kesusu… 😆

image

Kalau sebelumnya kesan penggantian header ertiga yang standarnya 4-1 menjadi 4-2-1 hanya berupa kesan yang subjektif mengenai perubahan karakter mobil (selengkapnya baca disini).  Kali ini SF mengadakan pengujian terukur disertai foto hasil pengujian.  Seberapa iritnya ertiga GX 2013 setelah ganti header 4-2-1? Silahkan simak hasilnya

Continue Reading

image

Entah hal ini terjadi hanya pada tunggangan SF atau juga pada yang lain. Dua motor tunggangan SF menganut dual disc brake, yang pertama honda tiger dan kawasaki ninja 250. Untuk honda tiger telah modif piringan cakram depan lebar bagian depan dan sudah dipasang cakram belakang. Penggantian kampas rem belakang teramat sangat sering, 3-4 kali ganti kampas belakang sedangkan kampas rem depan baru sekali. Pada ninja juga demikian, kampas belakang sudah ganti sekali sekitar 2000an km sedangkan yang depan masih sangat tebal. Saat itu kondisi piranti pengereman ninja masih standar (belum upgrade cakram depan lebar).
Awalnya SF pikir penyebab kampas rem belakang lebih cepat habis karena modif cakram belakang pada tiger tidak sempurna,karena terlihat saat penggantian kampas rem bagian kampas yang kemakan ga rata/miring, kondisi piringan cakram depan tiger juga diganti lebih lebar. Tapi ternyata pada ninja yang pengeremannya standar kampas belakang juga lebih cepat habis. Berarti ada hal lain yang menyebabkan demikian. Secara nyata beban yang diderita rem belakang berarti lebih dibanding rem depan.
1.  Dengan kata lain penggunaan rem belakang lebih sering dibagian depan. Hal ini karena rute harian SF menembus kemacetan. Di kondisi macet,rem belakang lebih banyak digunakan karena ga banyak mempengaruhi handling motor, handle motor tetap ringan dibelokkan untuk mencari celah diantara mobil atau menghindari jalan ga rata. Rem depan  digunakan saat kecepatan terlalu tinggi, perlu diperhatikan saat pengereman depan tentunya motor susah bermanuver, lah bobot motor dan pengendara berpindah kedepan, jika dipaksa manufer selain resiko selip, posisi shock depan naik-turun seiring penggunaan rem depan bikin menyusahkan pengendalian. Pada prakteknya mungkin rem depan-belakang di gunakan berbarengan namun saat menghadapi kemacetan dan menjaga keseimbangan rem depan lebih cepat dilepas dibanding belakang.
Tentunya berbeda saat berkendara normal. Rem depan lebih dominan penggunaannya. Apalagi yang rutenya jarang macet.
Logikanya semakin tinggi kecepatan motor lebih dominan penggunaan rem depan untuk mengurangi laju… lihat contoh kasus motogp/superbike. Waktu ngerem ekstreem bahkan ban belakang sering ga nempel aspal :-).
2.Atau habisnya kampas rem belakang disebabkan hal lain seperti misal besarnya piringan depan lebih besar dibanding belakang.
3. Ataukah Riding style yang bikin kampas belakang lebih cepat habis.
image

Monggo share pendapat dan pengalamannya, apakah yang rutenya lowong/jarang macet juga sama kasusnya atau malah terbalik. Alias kampas depan lebih duluan habis dibanding belakang?

NB: kampas rem depan- belakang tiger dan Ninja 250 milik SF tipenya sama-sama (kaliper 2 piston)

Kembali SF membahas penyakit yang sudah umum menimpa matik suzuki, yakni sektor CVT yang bergetar dan tersendat-sendat diputaran rendah. Beberapa waktu lalu SF bikin artikel soal solusinya. Karena pertimbangan efisiensi waktu dan jaminan jangka panjang SF memilih untuk mengganti kampas kopling dan mangkuknya. Setelah inden seminggu kedua barang itu bisa SF tebus dengan menguras isi dompet… harganya bikin sesek 400 rb!!! Wah motor berusia 23rb sudah ga karuan minta belanja. Berdasarkan saran montir dan setelah baca artikel dari blognya arantan, kampas dan mangkuk kopling ganti milik Hayate. Beda kampas milik spin dan hayate adalah kampas hayate lebih panjang sedangkan spin sedikit lebih lebar.
image
Singkat cerita kedua item tersebut dipasang pada bengkel umum karena saat itu bengkel resmi antri.
Nah sudah beberapa hari ini Spin diuji coba, seperti yang diharapkan gejala getar dan tersendat diputaran rendah sudah hilang. Awal pemakaian terasa sedikit selip, mungkin dikarenakan permukaan kampas dan mangkuk masih baru. Namun setelah 2 hari pemakaian gejala selip hilang dan motorpun normal kembali. Selama 23rb pemakaian, sektor cvt yang sudah diganti yakni belt,roller, per cvt, kampas dan mangkuk kopling. Tinggal tunggu kalau 20rb kumat lagi berarti memang ga bener cvt suzuki… semoga saja ga kumat biar ane ga anti matik suzuki.