Pemilik Motor Premium Ga Peduli Biaya Mahal? Think Again

image

Banyak yang mencibir pemilik motor premium ga mampu beli Pertamax? ga peduli harga parts/asesori mahal?, dll. Seringkali loh SF baca sindiran seperti ini enyah di blog ini atau blog lainnya. 
Meski SF mampunya cuma beli Ninja 250 yang harganya setengah dari ER 6 atau ga sampe seperempatnya ducati, SF tetap berupaya mencari solusi menekan biaya perawatan Ninja. Bukan hanya itu, dari awal mula SF berusaha beli Ninja harga semurah mungkin dengan kondisi sebagus mungkin…. alhasil Ninja mulus kondisi 99% KM hanya 600 didapatkan setelah hunting di internet dengan harga terpaut 12jt lebih murah dibanding baru!!! Untuk parts common seperti kabel kopling, kampas rem, lampu, dll SF berusaha menggantinya dengan part substitusi dengan tujuan pengiritan tanpa mengorbankan safety.
image
Bagi rider berpenghasilan ga terlalu berlebih seperti SF tentunya untuk meminang N250 ga semudah membalik telapak tangan namun perlu pertimbangan matang terutama dari segi biaya! Sebagai gambaran…. Pajak tahunan lebih dari 600rb, sekali servis 100 rb diluar sukucadang, untuk Pulang Pergi kantor 40 km lebih dikit habisnya pertamax Rp 17000 sehari, ganti oli 75 rban per 2000 km, belum lagi jika ada hal yang ga diinginkan terjadi 🙂  …. dengan pertimbangan biaya  tersebut plus cicilan bulanan Ninja 250 akhirnya SF berani miara Ninja 250 dengan satu syarat… penghematan dilakukan agar ga mengganggu budget bulanan jatah keluarga. Banyak loh pengguna motor bisa meminang motor impiannya karena hidup hemat 🙂 . Ada contoh kasus lagi dimana kemahalan menjadi momok rider motor semi premium dikalangan pelajar / mahasiswa. Sebagian besar mereka dibelikan motor oleh ortunya, uang saku biasanya juga terbatas. Nah seperti umumnya…. diusia ini keinginan modif motor meluap-luap, akhirnya cari modifikasi dengan biaya semurah mungkin… akibatnya penjualan asesori murah meriah bikinan lokal laris manis diburu pengguna motor premium…. ga mikir lagi deh soal brand atau gengsi uang penting Puass… 🙂  So masih berfikir biaya mahal bukan pertimbangan memilih motor?