penyembuhan

All posts tagged penyembuhan

Jangan salah sangka ya… nama admin blog ini bukan faiz (smartf41z) …. :mrgreen: blog ini saya namakan smartf41z karena nama putra pertama saya Faiz (ai diganti 41 karena ada sesuatu yang private dibalik angka tsb 🙂 ) diawali kata smart karena mengandung harapan biar faiz jadi anak yang smart .. (Aminnn) Pagi-pagi pas baru nyampai kantor bunda tilpun … Faiz nangis nangis menjerit-jerit saat pipis pagi… sayapun disuruh ijin pulang untuk kedokter. Rencana cuma kontrol eh ternyata Faiz harus langsung disunat, sebenernya ga tega juga sih lah wong anak baru 4 tahun. Penyebabnya ternyata lubang pipis terlalu kecil dan lengket dengan kepala pe*is. Sehingga menyulitkan untuk pipis trus bikin infeksi. Kebetulan saat dulu kontrol kandungan bunda di RS ini sempat baca brosur metode smartklamp. Dokterpun menyarankan Faiz segera sunat menggunakan metode ini karena proses penyembuhannya cepat dan tidak sakit…. pas banget untuk balita yang terpaksa disunat. Tanpa pikir panjang langsung kami putuskan untuk menyunat Faiz saat itu juga… butuh 3 orang untuk memegangi sikecil karena berontak ( maafkan papa nak 🙁 ) kebetulan saya sendiri pegangi Faiz dibagian lutut jadi tau betul proses operasinya. Bagian paling menyakitkan yakni pas pemberian obat bius. Setelah dibius… baru deh proses operasi kecil untuk memotong kulit dilakukan dan smartklamp dipasang. Sekitar 10-15menit proses sunat dikerjakan. Setelah proses sunat selesai si Faiz sudah bisa langsung lari-lari..hadewww… :mrgreen: beda banget proses sunat jaman saya… untuk timing saja harus cari libur panjang biar ga ganggu sekolah, penyembuhannya lama dan menyakitkan , dan pake acara pasang tenda kaya orang kawinan segala. He3… Nah ada kejadian unik selepas Faiz disunat. Ada sekeluarga datang ingin menyunatkan putranya yang sudah menginjak SMP, sebelumnya keluarga ini kesusahan membujuk putranya untuk sunat, setelah dibikin malu sama Faiz… baru deh dia berani sunat. “Tuh liat… dedeknya baru 4 tahun saja berani sunat, masa kamu ga brani” (saat itu faiz lagi lari-lari padahal abis sunat 🙂 ) . Setelah memantabkan niat untuk sunat …apesnya ukuran smartklamp untuk anak seusianya ga ada .. dan harus dianjurkan untuk sunat konvensional.. ga jadi sunat deh bocah itu 🙂 . Untuk perkiraan ukuran smartklamp anak 4 tahun adalah 13 khusus faiz ukuran 16 ( weee.. bapaknya bangga :mrgreen: ) , ukuran maksimal smartclamp yang tersedia di klinik itu adalah 26, sedangkan anak SMP yang ga jadi disunat tersebut ukurannya sudah 30. Mungkin yang dimaksud ukuran tsb adalah ukuran diameter “kepala” dalam milimeter

image

Eh ya untuk metode smartclamp ini di klinik Al-Fauzan jl. Condet Raya, biayanya sepaket 1 jt, all in termasuk jasa dokter,obat antibiotik dan penahan nyeri,smartclamp,celana bermangkok 🙂 , nglepas smartclamp seminggu kemudian juga ga dipungut biaya lagi. Memang sedikit mahal dibanding sunat konvensional namun patut dipertimbangkan karena ga mengganggu aktivitas dan ga bikin tersiksa …

Anjuran dari dokter dan beberapa artikel yang SF baca. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat perawatan pasca operasi fistula ani
Disarankan:
+Banyak makan sayuran dan buah terutama yang berserat,
+Banyak minum,
+Perbanyak istirahat
+Jaga kebersihan luka, disiplin ganti tampon atau perban 4-5 kali sehari,pagi hari hati2 saat melepas perban karena biasanya perban/tampon mengering dan menempel dengan luka. Basahi dulu dengan berendam atau ditetesi air/rivanol
+Berendam dengan larutan disinfektan15 menit sehabis bab
+BAB teratur
+Makanan harus dikunyah halus sebelum ditelan
+disiplin minum obat dan mematuhi segala anjuran dokter

Hal yang harus dihindari
-terlalu banyak aktivitas seperti duduk/berdiri terlalu lama (dilarang keras pada Minggu pertama)
-makanan pedas,mengandung soda/alkohol,makanan kecut yang merangsang asam lambung
-menahan BAB karena takut sakit… bahaya karena semakin lama BAB ditahan air dalam feses diserap tubuh dan mengakibatkan feses mengeras
-makanan terlalu banyak bumbu kental misalkan masakan padang
-mie instan
-makanan keras misal tulang ayam/ikan
-mengejan terlalu kuat saat BAB, (jika feses dirasa terlalu keras gunakan pelembut feses atau obat pencahar)

Tambahan sedikit rangkuman untuk mencegah agar sobat sekalian tidak terkena penyakit “perknalpotan” ini (wasir,fistula,fissura)
*bagi pekerja kantoran/biker hindari duduk terlalu lama, selingi dengan berdiri,jalan dan minum yang banyak
*Perhatikan pola makan, intinya hindari feses keras dan kasar, kuncinya perbanyak makanan berserat
*olah raga yang cukup
*hubungan s#x lewat “jalan belakang” sangat dilarang
*BAB secara rutin, hindari BAB sambil baca buku , ngeblog (ini kebiasaan SF dulu), berlama2 di kloset bikin otot anus menerima beban terlalu lama. Jangan terlalu sering mengejan saat BAB.

Tentunya masih banyak hal yang mungkin terlewat mengingat SF bukan ahlinya. Jika ada keluhan jangan malu untuk konsultasi dengan ahlinya. Semakin lama ditahan bisa semakin parah penyakitnya. Semoga Allah SWT selalu memberikan kita kesehatan .
Semoga artikel ini bermanfaat bagi yang lain. Jika ada tambahan atau sharing silahkan berbagi dengan saudara kita yang lain

Beberapa artikel sebelumnya SF membahas mengenai operasi pengangkatan fistula ani yang SF derita. Nah… kali ini SF akan berbagi sedikit mengenai perawatan pasca operasi. Jaringan fistula yang diambil oleh dokter bedah untuk kasus SF ga seberapa besar hanya sebesar ruas jari, kata dokter karena operasi segera dilakukan jadi jaringan yang diangkat ga banyak. SF menderita fistula ini memang hanya 4 bulan. 2 minggu sebelum operasi benjolan yang semula SF kira wasir pecah dan nanah ga bisa berhenti mengucur. karena saran bapak (yang pernah kena penyakit ini sebelumnya) dan hasil konsultasi dokter akhirnya SF putuskan segera operasi. Kasus yang dialami rekan SF dan bapak SF sendiri lebih berat karena jaringan yang diangkat hampir 10 cm. Pantas saja lah wong rekan SF dan bapak SF menderita fistula sudah bertahun-tahun.
Operasi pengangkatan fistula ini tidak sama dengan operasi lainnya, bekas operasi fistula ani tidak dijahit namun dibiarkan terbuka (bisa dibayangkan ngerinya kan) . Karena penanganan yang segera, fistula yang SF derita belum parah dan bersifat incomplete artinya hanya ada satu muara nanah di dekat anus alias ga sampai tembus kedalam saluran anus (fistula ani complete). Operasi yang dilakukan adalah mengangkat sumber fistula dan salurannya, untuk kasus fistula ani complete terpaksa saluran fistula luar dipotong hingga dinding saluran anus. Untuk SF jaringan yang diambil tidak sampai merobek saluran anus, jadi klo digambarkan luka operasi SF seperti goa sedalam 1 ruas jari.
Perawatan pasca operasi yang harus dilakukan adalah bersihkan luka dengan rivanol,mengganjal luka operasi dengan tampon alias kasa dibentuk bulat dan ditetesi obat merah. Dalam sehari proses ini diulang antara 4-5 kali. Tiap Sehabis BAB berendam 15 menit di cairan PK atau dettol. Diharuskan banyak makan pepaya, sayuran dan banyak minum, kalau perlu minum obat pelembut feses. Paket operasi di klinik wasir safute sudah termasuk obat-obatan, tempat berendam, dan konsultasi gratis seumur hidup 🙂
image

Berikut pengalaman yang akan saya share selama 11 hari pasca operasi :
Hari pertama : operasi jam 11.00 kira-kira jam 1 an SF pulang mengendarai motor (nyetir sendiri). Sampai rumah baru kerasa ga nyaman. Nyeri makin terasa. Malam hari tidur kurang nyenyak. Posisi tidur paling nyaman dengan berbaring, dengan kedua kaki sedikit ngangkang. Kalau digambarkan rasa sakit dan ga nyamannya masih dibawah rasa sakit dan ga nyaman sewaktu menderita fistula. Khusus untuk duduk memang pasca operasi rasanya lebih sakit.
Hari ke- 2 : BAB pertama, eng ingg enggg… ini yang terasa sedikit nyeri. Karena feses bergesekan dengan luka pasca operasi.. setelah itu rasa perih terus-terusan terasa namun masih batas toleransi. Tidur terasa kurang nyenyak. Duduk juga sangat ga nyaman. Disarankan banyak berbaring. Sakit akibat iritasi meningkat sampai hari ke 4. Duduk lama dan berdiri lama masih ga kuat.
Hari ke-4 : BAB masih jadi momok karena nyeri terasa. Sf memutuskan datang konsultasi ke dokter naik motor. Sensasi ridingnya : nyeri menahan sakit selama perjalanan 🙁 . Hasilnya overall luka membaik namun ada beberapa titik terjadi iritasi akibat gesekan luka operasi dengan feses saat bab (kesalahan SF fatal yakni makan mi instan beberapa kali selama 4 hari , bikin bab ga tuntas), dokter kembali memberi resep berupa salep dan obat minum untuk mengatasi iritasi. Hari-hari selanjutnya nyeri semakin berkurang.
Hari ke 6: Nyeri kembali terasa agak kuat sampai 2 hari , hal ini karena semua obat sudah habis. SF kembali konsultasi ke dokter lewat whatsapp kirimkan foto luka ferakhir… menurutnya kondisi luka membaik namun sepertinya ada iritasi. Dokter kembali menyarankan SF beli obat penahan nyeri, perawatan luka sedikit diubah dari semula tampon (ganjal kasa) yang diberi obat merah menjadi kasa plus salep faktu. Selanjutnya nyeri sedikit berkurang. Namun waktu bab dan setelah bab nyeri masih terasa.
Hari ke 8 : SF sudah berani riding kekantor sejauh total 40 km, pulangnya lebih terasa nyeri dan ga nyaman.
Hari ke 11 : Rasa nyeri berkurang, sudah kuat duduk lama namun perlu sesekali beristirahat (berbaring ), sudah kuat naik motor satu jam nonstop di kemacetan, sudah kuat kerja sehari penuh. Kondisi luka sudah mengalami penyempitan , hampir separuh dari kondisi semula. Namun sakit sewaktu BAB dan setelah BAB masih terasa.
Nah.. artikel selanjutnya akan SF share apa yang seharusnya boleh dan tidak boleh dilakukan pasca penyembuhan operasi.

Setelah dihinggapi perasaan ga nyaman riding motor selama 4 bulan ( apalagi riding si Bolot) hari ini akhirnya SF memutuskan untuk menjalani operasi pengangkatan fistula ani. Hal itu setelah berbagai pengobatan belum berhasil mengatasi penhakit ini, mulai dari konsumsi jinten hitam alias habbatussauda,pengobatan dari dokter,hingga konsumsi daun ungu.. tetep ga berhasil. Setelah googling sana-sini ternyata untuk sembuh total harus dilakukan operasi. Beda dengan wasir stadium 1 atau 2 yang masih bisa diatasi dengan pengobatan rutin.
Hasil googling juga mengantarkan SF pada klinik wasir safute , awalnya saya pikir dia ga bisa nangani fistula.. eh setelah konsultasi (gratisss lagi :D. ) ternyata bisa. Yang bikin SF tertarik adalah cepatnya proses operasi, biayanya yang lumayan terjangkau,serta tempatnya ga terlalu jauh dari rumah. Menurut pengakuan pasien pada blog klinik ini, rata-rata puas pada keramahan dokter serta proses penyembuhan penyakitnya. image

Proses operasi akhirnya dimulai.. Rasa sakit hanya terasa pas nempel jarum suntik di punggung telapak tangan kanan. JAM 10.30 WIB mulai dibius total sekitar jam 11.40 an SF tiba-tiba terbangun dan sedang diskusi dengan dokter soal motor. :mrgreen: Ternyata dokter anestesinya pengguna setia pulsar, dulu pemakai P180 sekarang P220 . Dokter ini juga sangat mengetahui dunia roda dua tanah air. Ngomong soal teralis, mesin satria yang harusnya untuk motor cowok, sampai keinginannya meminang N250 Fi. Baru kemudian SF nyadar… loh dok operasinya kapan? Dianya ketawa.. “sudah selesai” 😆 setengah ga percaya mendengar itu. Tapi memang rasanya benda mengganjal yang selama ini membuyarkan kenikmatan riding SF sudah ga ada. Dasar biker …abis operasi ketika pengaruh bius hilang dan SF sudah sadar betul, langsung pulang nyetir motor sendiri :mrgreen:. Padahal rencana semula setelah operasi,adik SF bawa motor dan SF naik taksi. Pas nyampai rumah pengaruh bius lokal mulai menghilang dan SF mulai merasa sedikit perih dan ngilu pasca operasi. Sakit pasca operasi jelasnya lebih berkurang dibanding saat menderita fistula ani. Nah seminggu ini diusahakan SF harus bedrest untuk penyembuhan optimal.