per

All posts tagged per

Responsif dan Relax… 2 kata itu seakan menggambarkan performa Nmax milik SF saat ini. Tapi sebelum membahas apa saja yang SF lakukan pada Nmax, intip dulu perubahan yang SF lakukan sebelumnya disini.  Filter aftermarket Ferrox, Roller Mio J 12 Gr (1 Gr lebih ringan dari bawaan), dan Per CVT Vario 150. Paduan ini bagi anak muda yang seneng kebut-kebutan dan selap-selip mungkin cocok… Motor serasa siap melesat kapanpun dibutuhkan… delay antara putaran gas dengan bertambahnya kecepatan sangat singkat. Efek buruknya Motor menggerung terus maunya nyundul terus , kira-kira seperti motor manual yang giginya terlalu rendah saat melaju. Pastinya motor jadi tambah boros….

Per Vario 150 yang akhirnya dicopot lagii

Continue Reading

Mobil yang berumur 4 tahun dengan jarak tempuh yang cuma 26rban ini. Hampir tidak mengalami kendala berarti…  kecuali brebet karena kabel digigit tikus, dan masalah terakhir kmaren masalah pintu belakang yang lemah per hidrolisnya. Saat handel pintu belakang di buka pintu ga mau naik…otomatis kalau keluar masukkan barang kudu disangga kepala… kalau ga gitu pintunya turun…

Ini yang ingin SF bahas hari ini… 

awalnya SF pergi ke 2 tempat servis shock mobil, karena SF pikir bisa di servis. Ternyata ga bisa… kudu ganti. 

SF segera meluncur ke toko sparepart terdekat… 


Pagi itu belum genap jam 8 hanya beberapa toko yang buka… SF coba mampir ke 1 toko yang kliatan kumplit… setelah nyocokin  pricelist suzuki (klo ga salah namanya balancer comp, back door). dia jawab 800 rban untuk yang ori…belum sempat SF konfirm  seller nambahi itu harga sebiji !… “sepasang kena 1,6 jt donk…! ” tanya SF terkaget… (bener juga SF cek di web eparts.suzuki.co.id @rp.842.700)

Sellernya mesem saja…. “iya pak masih saya diskon nanti… tapi sayang pake yang Ori.. mending pasang yang universal Taiwan.” Harga yang ditawarkan 230rb SEPASANG!!! huwik bagai langit dan bumi perbandingannya! Tapi katanya, kudu pasang dibengkel khusus karena ga PNP. SF serahin ke bengkel rekomendasi dia …. setelah nego harga per hidrolis pintu KW kena 220 dan ongkos pasang cuma 50rb!
Pengerjaannya gampang2 susah… karena dudukan beda dengan bawaan ertiga… gampang kalau tau caranya,susah kalau nebak nebak…. 🙂 

jadinya dudukan/braket besi hidrolis bawaan ertiga dicopot dan dipasang ke hidrolis baru

Setelah terpasang… pintu belakang langsung Njengat… ! 😆

image

Mungkin cukup berlebihan jika statement motor terbaik SF sematkan pada Nmax jika dalam kondisi standar. Semua tahu shock Nmax terlalu keras meski SF sendiri tergolong rider beruang… baru krasa empuk kalau bonceng sekeluarga :mrgreen: karena itu prioritas utama adalah membakar Nmax ganti shock atau pernya… SF rekomendasikan ganti per shogun daripada beli ori versi empuk. Murah cuma 50rban hasilnya luar biasa. Yuk mulai share pengalaman SF riding motor ini selama 5000km… Continue Reading

image

Sewaktu Per shogun dan Nmax SF bandingkan dengan cara menekan per dengan telapak tangan, terasa sekali per shogun lebih empuk. Namun bagaimana kesannya saat terpasang pada Nmax? Continue Reading

Siapa yang ga kenal penyakit Nmax satu ini ? shock super duper keras…
Solusi paling simple sih dengan mengganti per Nmax dengan motor lain yang sama panjang…bisa dengan punya shogun 125 atau smash…nah karena SF sudah punya per shogun , SF sempatkan bongkaran shock hari minggu kemaren.
Karena ditakutkan bengkel khusus shock akan kesusahan bongkar shock Nmax, SF copot sendiri shock belakang Nmax.
Step by step sudah ada beberapa blog yang bahas. Coba saja kata kunci bongkar shock nmax di mesin pencari. SF ingin bahas dari sisi lain. Yakni kendala dan keuntungannya.
Kendala yang ingin SF share yakni :
1. Proses pelepasan/pengendoran spakbor belakang cukup susah meski spakbor cuma diikat 2 baut namun ada 3 pasang kancingan bodi yang terbuat dari plastik. Cara bukanya kalau area terbuka sih gampang…

image

Continue Reading

Sebelumnya thanks berat buat bro Santo dengan username Wong Biasa yang mengirimkan shock shogun miliknya ke warung ini. Sebelumnya sudah berniat hati menggantikan per bawaan nmax yang sporty (alias uatos).
Namun karena kmaren saat berniat ganti per, bengkel khusus per dikawasan harapan indah sudah kena gusur jadi bingung cari bengkel per lain. Nyoba bengkel motor kecil dia ga sanggup bongkar per…

image

Continue Reading

image

SF pikir problem pemasangan 6 per telah selesai, namun nyatanya tiger didera problem yang sama bahkan lebih parah. Selain selip dipagi hari, pada saat macet kopling jadi terlalu menggigit. Meski tuas kopling ditekan habis tetap sedikit nggigit. Saran bengkel per terlalu lunak dan minta diganti. Akhirnya SFputuskan memasang 4 per ori tiger dan 2 per bawaan dengan pemasangan di selang- seling. Hasilnya sedikit membantu, tapi tarikan kopling jadi berat.
Nah.. masalah kembali muncul 8 bulan setelah bongkar kopling terakhir yakni kopling kembali selip.

Sebelum bahas solusi, perlu SF share kenapa awalnya SF beli  rumah kopling 6 per? Karena keunggulannya yang ditawarkan tarikan kopling ringan namun akselerasi meningkat. Salahnya kopling set yang SF beli sebenerya untuk GL Pro. Untuk bisa dipasang di tiger kudu bubut penutup mangkok kopling agar ga mentok pompa oli, serta pompa oli juga harus diganjel ring.  kalau dengan cara kampas atau plat dikurangi hasilnya ga maksimal. Ya..kaya kasus SF ini…
Karena ga mau ribet dan diburu waktu SF putuskan pasang kembali rumah kopling 4 per bawaan tiger. Fyi, jeroan rumah kopling tiger aslinya memakai 4 kampas besar, 1 kampas kecil, sepasang judger spring (berfungsi sebagai pengalus saat pindah gigi) serta 4 plat kopling .

Untuk meningkatkan akselerasi, sekalian SF modif sedikit. Judger spring dilepas, kampas menggunakan 5 kampas kopling besar dan plat kopling menggunakan 5 plat (kebetulan 1 plat bawaan rumah kopling 6 per bisa dipakai). Intinya ganti judger spring dengan sebuah plat kopling. Hampir lupa….4 per kopling sekalian ganti baru karena usia sudah 8 tahun. Setelah terpasang, kendala selip kopling sembuh dan tarikan kopling ringan seperti standar. Bahkan akselerasi jauh lebih galak dibanding standar. Untuk ketahanan diharapkan lebih awet dibanding kondisi standar.

Penyakit Honda Tiger yang satu ini ada bunyi berisik dari blok mesin sebelah kiri. Bunyi ini berasal dari kamrat kopling yang kendor karena LAT (Lift Assy Tensioner) alias penegang rantai kamrat yang kurang kuat menegangkan rantai kamrat. Seperti yang saya ulas di artikel sebelumnya. Desain mesin Honda Tiger disinyalir sama/ segaris dengan GL max dan GL Pro/Megapro lawas dengan kualitas yang kemungkinan besar sama. Dengan begitu beban yang di pikul honda Tiger ini terlalu berat karena tenaga dan bobot yang lebih besar daripada GL series. Inilah efek yang terjadi jika memakai desain mesin yang sama. untuk GL Max yang hanya 125 cc dan bobot yang lebih ringan, mesin akan menanggung beban dan luapan tenaga yang lebih ringan. Pada tahun 1996 silam penulis ingat di Surabaya GL Max bekasnya lebih banyak diburu daripada GL pro karena mesin yang halus serta lebih awet daripada GL pro. Kembali ke LAT dan permasalahan kamrat. Honda GL max penulis dulu masih teringat dibenak penulis turun mesin pada usia 50.000-an km karena masalah bunyi mesin yang berisik, setelah diperiksa ternyata rantai kamrat memang sudah kendor dan sekalian LAT diakali biar sodokannya semakin kuat. Namun pada kasus Tiger 2004 milik penulis mengalami masalah yang serupa tapi pada kilometer 20.000 km! kemungkinan analisa diatas penyebabnya. Tapi anehnya masalah ini tidak ditemui pada honda tiger keluaran awal yang “konon” materialnya lebih kuat karena masih import, penulis menarik kesimpulan material yang digunakan juga menjadi penyebab bunyi berisik ini.Setelah cari informasi kesana-kemari dan mencari informasi di komunitas tiger, kelemahan ini merupakan penyakit bawaan tiger dan rata2 solusi yang ditawarkan oleh pengunjung situs komunitas itu adalah kamrat diganti dengan milik AHM dan LAT pake honda Thailand aja karena harganya lebih murah (LAT AHM hampir 300rb, LAT Thai cuma 75rb).

Berhubung penulis sendiri sudah makan asam garam karena sudah memakai mesin jenis ini sejak 1996, masalah kamrat saya ganti dengan AHM dan LAT saya akali sendiri. Caranya, potong per yang bentuknya plat tipis beberapa cm dan gulung ulang per. nah ini caranya yang susah dijelaskan. Penulis meskipun udah beberapa kali gulung ulang per tetap saja merasa kesusahan. Tapi mau ga mau harus gulung sendiri karena beli bawaan honda mahal. :P. harus kreatif nih kalo pengen menghemat pengeluaran. Tanda2 kamprat kalo minta diganti gampang kok deteksinya, pada saat LAT nonjok tapi ujungnya ga nyentuh lidah penegang rantai berarti kamrat dah kendor bgt. Tapi sebelumnya cek juga apakah laher noken tempat gir atas kamprat bernaung masih belum oblak. Deteksinya mudah juga, buka tutup kamprat sebelah kiri atas blok mesin trus cungkit aja gir kamprat atas dengan obeng. Kalo oblag harus bongkar mesin tuh. Untuk masalah gulung ulang LAT kalau beruntung bisa tuh ditemukan bengkel yang bisa ngerjain.

USEFULL TIPS : per LAT bisa juga diganti per jam weker atau per dari mainan / mobil2 an, asalkan lebar per sama dengan aslinya.