perbandingan

All posts tagged perbandingan

SD card menjadi bagian vital pada gadget modern. Gunanya jelas…. menjadi media penyimpan data. Seiring perkembangan tehnologi kebutuhan akan SD card semakin meningkat. Bukan hanya ukurannya, kecepatan baca tulis juga makin penting.

Uji kecepatan Berbagai jenis SD card

Pada artikel ini SF akan share kecepatan baca tulis beberapa merk/jenis SD card yang SF punya. Toolsnya bernama A1 SD Bench yang SF download di Asus Max. Lets start!

1. Micro SD Card 2GB. sampai lupa kapan SF beli kartu ini… sepertinya 6 tahun lebih nancep di galaxy mini yang lama diistirahatkan. Hasil pengetesan menunjukkan hasil berikut  :

kecepatan baca 15.36MB/detik, kecepatan tulis 5.35MB/detik

Hasil uji vgen 2gb

2. V-GEN 16GB HC class 10 , hasilnya

Kecepatan baca 19.78MB/dtk, kecepatan tulis 18.47MB/dtk

3. Sandisk Ultra 32 GB HC I class 10,  hasilnya :

Kecepatan baca 43.06MB/dtk, kecepatan tulis 13.47MB/dtk

Hasil pengujian micro SD card sandisk ultra HC class 10 32GB

Sama-sama menyandang HC class 10 namun dibandingkan dengan V-gen. Kecepatan bacanya jauh lebih kencang Sandisk Ultra , namun sayang kecepatan tulis Sandisk lebih lambat dibanding Vgen.

4. Vgen Turbo series class 10 HC.

Ini bintang utamanya… monggo simak hasil pengujiannya :

Kecepatan baca 60.27MB/dtk, kecepatan tulis 23.63MB/dtk

Hasil pengujian Micro sd Vgen Turbo series class 10

Outstanding telak mengalahkan micro SD yang SF miliki sebelumnya. Tapi masih ada yang mengalahkan soal kemampuan bacanya…. internal memory bawaan HP asus max sanggup melejit kemampuan membacanya hingga 116.87MB/dtk.

Eh ya lupa ngasih tau… sebelum melakukan tes kecepatan  SF memformat masing masing micro SD (kecuali yg 2 GB class 1, ga material kepake 200MB 🙂 )

Apa sih perlunya microSd yang kenceng….? Apa ga mubazir…?

Baiklah…. sebagai gambaran SF punya action cam brica Bpro5 Alpha Edition Mark2. Resolusi video yang ditawarkan 720P 30/60/90fps, 1080P 30/60fps, 2.7K 30fps, 4K 30fps. Jenis format video bawaan adalah MP4. SF coba tes rekam video 15menit dengan resolusi terendah 720p (1280x720pixel) 30fps. Memori yang dibutuhkan adalah 2.366MB. Jadi kecepatan menulis perdetik  yang dibutuhkan adalah 2.6MB/dtk. Bagaimana jika resolusi video 4K (3840 x 2160 pixel) jelas butuh kecepatan berkali lipat dari itu…. karena itu microSD berkecepatan sangat tinggi mutlak diperlukan!

 

 

 


SF pengguna tiger lama dari 2005 hingga sekarang… namun untuk keseharian 2tahun belakangan tugas tiger digantikan Nmax. Keduanya pernah SF gunakan untuk turing. Bagaimana komparasinya… monggo simak saja…

-Performa : jelas tiger lebih dapat diandalkan… asalkan mesin sehat terawat akselerasi dan speed cukup mumpungi kok… bahkan untuk bawa beban berat (boncengan+barang full loaded) tiger masih mampu dipacu 120kpj. Nmax dengan kondisi yang sama di kondisi yang sama 100 kpj lambat naiknya

-Konsumsi bahan bakar : Nmax bisa 10km/liter lebih irit. Tapi tiger minum premium saja cukup, Nmax setidaknya butuh pertalite/pertamax

-Kenyamanan : sebagai pengendara, jika jalanan mulus Nmax posisi duduknya lebih nyaman dan ga cepat pegal, sedangkan tiger posisinya lebih sporty. Untuk jalanan ga rata shock tiger yang lebih empuk, GC lebih tinggi dan ban yang diameternya lebih lebar dibanding Nmax jelas lebih nyaman. Sebagai boncenger : jelas dibonceng tiger jauh lebih nyaman kemana mana…. BundaSF pernah SF bonceng turing Surabaya Jogja, sampai ketiduran segala… kalau dibonceng Nmax? Sejam aja dah pegel…  :mrgreen: 

Handling : tiger lebih stabil dikecepatan tinggi, Nmax handlingnya lebih ringan jadi lebih mudah terpengaruhi kontur jalan. Kalau dibawa nyantai Nmax lebih nyaman handlingnya… 

Safety : Nmax grip bannya mantab, remnya juga sangat pakem… tiger kudu ngaku kalah masalah ini. Untung rem tiger yang ngeblong bagian belakangnya bisa disiasati dengan engine brake. GC Nmax lebih rendah, diameter ban juga lebih kecil.  ini masalah utama Nmax jadinya kurang PD kalau ketemu jalanan ancur….Tiger lebih PD melibas segala kondisi

Akomodasi : tiger ga punya tempat penyimpanan barang, sedangkan Nmax punya bagasi jumbo dibawah jok! Dek depan Nmax juga masih bisa buat naruh barang.

Lain-lain : turing pakai tiger rasanya lebih PD… anteng dikecepatan tinggi, ketemu jalan rusak seringkali tidak masalah diterobos. Kalau nyetir Nmax , pengemudi kudu lebih extra waspada… ga bisa dibuat grusa grusu… kalau ngerti selahnya dan ga kesusu apalagi jalan mulus kaya diluaran…. sepertinya Nmax lebih nyaman. Tapi tau sendiri lah kondisi jalan di indonesia…. 

Jadi untuk turing SF lebih prefer mana?

1. Turing santai SF lebih milih Nmax… lebih bisa menikmati riding

2. Turing jarak jauh, tiger terbukti lebih bisa diandalkan di segala situasi… baik bagi pengendara maupun boncenger.

Kedua motor tersebut kemampuan turingnya bisa ditingkatkan.

Nmax misalnya : tebelin busa jok agar lebih nyaman terutama buat boncenger, shock belakang yang super super atosss juga WAJIBBBB diganti 😆

Untuk tiger lama : Upgrade rem cakram belakang, ban lebar , dan pasang box belakang agar barang bawaan ga bikin lelah pengendara. 

Gimana kalau keduanya dibandingkan dengan Ninja ? 

😆 kira2 sendiri aja dah…. 

Dalam kondisi normal SF bakal memilih warna lain yang lebih cerah. Tapi saat itu . Memilih popeng karena ingin menyelamatkan nyawanya…tubuh penuh jamur dan scabies. Kelima saudaranya tewas duluan dan menyisakan popeng seorang diri. Daripada mati..SF keluarkan duit seadanya dari dompet untuk mengadopsinya dan segera memberi perawatan optimal ke dokter hewan.

Sekarang Popeng menjelma menjadi kucing peaknose eksotis… bagi yang paham kucing. Jenis ini menduduki ksta tertinggi untuk kucing persia. Tapi ada yang menjadikan Popeng kurang difavoritkan oleh orang yang awam didunia kucing.

Saat SF jejerkan dengan michel , seekor kucing himalayan dollface (setara persia medium sedikit flatnose). Rekan SF maupun keluarga SF , sebagian besar memfavoritkan michel. Dari 10 orang yg Sf tanyain, 1 orang milih Popeng,dan 9 orang milih michel.

Beberapa diantaranya kaget setelah SF beritahu jika harga persia peaknose eksotis (seperti popeng) bisa 3 X lipat dibanding Himalayan Dollface.

Bagi orang yang awam soal dunia kucing, warna dan panjang bulu jadi pertimbangan utama dalam menilai kecantikan kucing. Wajah belakangan…. Popeng dalam hal ini warna sekujur tubuh gelap, dan bulunya ga selebat Michel. Jadi itu alasan mereka memilih Michel… 

Dalam keseharian Sf dan keluarga ga membedakan kasih sayang antara Popeng dan Michel. Cuma karena keduanya beda karakter dan usia, Popeng terasa lebih dekat dengan anggota keluarga. Popeng sifat persianya sangat kental… manja dengan tuannya. Kalau tidur maunya nempel di kaki tuannya. Usianya yang masih muda (7bulanan) bikin dia suka cari perharian dengan mengajak bermain. Michel sendiri yang sudah hampir 3 tahun, lebih suka sendiri. Dia ga terlalu antusias lagi bermain dengan tuannya. Kalau digendong dan dielus sering berontak minta turun. Malau sudah bosen baru dia ndusel sama tuannya

Pagi ini Jakarta macet parah… penyebabnya genangan yang dalem dimana2 😆 disini baru terasa kelemahan Nmax. Dibanding beat dan matic lainnya pun Nmax dibikin ga berdaya. 


SF putuskan pakai Nmax untuk ngantor. dalam perumahan sudah agak sangsi melanjutkan perjalanan, hujan deres dan banyak genangan. Tanya satpam, katanya jalan besar didepan masih bisa dilewati motor. Nmax menguntit beat  melewati genangan air…. beat dan beberapa motor didepannya masih lancar melaju, eh cvt Nmax dah selip…. ga mau ambil resiko, SF putar balik untuk tuker tiger. 

Nah.. baru dah PD melibas Genangan Dalam. Blok bawah terendam air pun masih lancar melaju. Di bulevar hijau Motor yang didominasi matic terpaksa naik ke parkiran ruko-ruko yang lebih tinggi, dan ga berani melanjutan perjalanan…. 

Ini keunggulan sport… dalam segala kondisi bisa diandalkan, banjirpun lebih tenang (eh ga boleh bilang banjir, Genangan Dalam ding), buat ngebut okeh, buat macet palingan cuma pegel. Lah kalau matic… klo banjir ya nyerah… cuma kecewanya kok Nmax gampang selip yakkk, kalah sama matic lainnya… disinyalir gara2 GC rendah karena ban diameter kecil. 

Persaingan makin ketat bikin pabrikan berlomba-lomba bikin motor terbaik yang mampu menarik minat konsumen… Produk lama yang tergencet mau ga mau ikut diupgrade, technologi baru disematkan… hal-hal baru yang dulu dianggap mewah pun disematkan ke motor ber cc kecil.

Konsumen yang akan beli motor jelas diuntungkan… banyak pilihan motor. Motor overprice bakal ditinggal alias ga laku. Pabrikan jelas itung-itungan dalam menetapkan harga motor baru. 

Hal diatas itu keuntungannya… lah kerugiannya?

Jaman dulu beli motor itu dipakai puluhan tahun sampai bobrok ga bisa dipakai. Sampai ownernya bosen, atau capek renovasinya… tiger SF umurnya 13 tahun, kharisma ortu umurnya 17 tahun, dan mertua punya Supra yang umurnya mungkin hampir 20 tahun dan masih bisa jalan normal. Belum lagi ngomongin vespa yang banyak berkeliaran…

Motor jaman sekarang SF sangsi bertahan sedemikian lama. Sundulan motor baru sedemikian cepat bikin siklus hidup motor berkurang… kalau cuma ganti striping sih owner motor lawas ga perlu kuatir… sparepart masih terjamin… lah motor sekarang kalau update ga tanggung-tanggung, mesinnya ikutan berubah. Motor sekarang harga jual kembalinya juga cepet jatuh. Sparepart yang kudu disediain pabrikan bertambah kompleks… ga yakin dah ketersediaan semua tipe motor ada di dealer… konsumen kudu repot hunting parts di berbagai bengkel atau beres.

Satu fakta yang ga bisa dipungkiri, durabilitas motor-motor sekarang ga sebadak motor jadoel… motor usia 5 tahun kudu siap2 bobol tabungan… 

hmmmn penasaran kira-kira Nmax punya SF bakal bertahan awet berapa tahun ya….?

Sebenernya bukan hanya masalah velg saja yang bikin Nmax kalah spek dibanding Aerox yang disinyalir berbagi mesin yang sama. Aerox menang di keyless ignition, SSS, colokan catu daya seperti dimobil. Namun ada sayangnya… rem belakang tromolll…. 

Sumber gambar : tmcblog.com

Trus kenapa yang di highlight cuma ukuran velg…..  ya suka2 yang punya blog :p

Velg 13″ bawa masalah tersendiri… ring lebih kecil mudah terperosok lubang. Nmax SF saja dah peyang velg belakangnya… selain itu , susah cari alternatif bannya. 

Jadi milih mana antara Nmax atau aerox… ?

Nmax karena sensasi selonjornya tak tergantikan …. kwkqkwq…. Nmax juga punya windshield yang bisa di upgrade untuk melindungi dada…. cocok buat keluarga SF , dimana krucil selalu minta dibonceng didepan.

Feeling SF , fitur pada aerox juga bakal dibenamkan di Nmax. 🙂

SF ulas kelebihan dan kekurangan masing masing dari sudut SF yang bukan ahli di dunia per HP an . Ulasan ini berdasarkan pemakaian harian… kedua HP tersebut saat ini masih dipakai sehari-hari. Saya bahas xiaomi redmi note3 dulu ya….

Xiaomi redmi note 3

Kelebihan :

1. Baterai awet 4000 mah

2. Layar resolusi besar, lega untuk browsing

3. Performa lumayan

4. Sensor sidik jari sangat bisa diandalkan… responnya sangat amat cepat layaknya menekan tombol power. Jadi ga kuatir data HP diakses orang lain

5. Fitur infrared , ponsel bisa berfungsi sebagai remote TV, AC, dll

Kelemahan

1. Slot SIM hybrid. Berisi 2 slot. Slot 1 untuk micro SIM, slot 2 untuk nano SIM atau micro SD (pilih salah satu) fitur yang konyol menurut SF

2. Rotasi layar bermasalah. Sering kali SF kudu on offkan pengaturan screen rotation

3. Settingan jaringan aneh… kudu melalui dial up *#*#3646#*#*# . Waktu menangkap sinyal juga lamban. Bahkan SF pernah lost signal beberapa menit padahal teman sebelah yang pakai operator sama ada signal meski ga full

Yang bikin berat menggantikan minote 3 adalah fitur keamanannya yang menggunakan sensor sidik jari.  Dan yang paling bikin SF membencinya adalah fitur slot sim card hybrid.


 Sekarang giliran Asus max

Kelebihan :

1. Batere  (5000mAH) lebih awet dibanding minote3 yang cuma 4000an. HP ini juga berfungsi sebagai powerbank.

2. Fitur smartlock. Fitur cerdas bawaan asus. Jadi HP akan tetap unlock ditempat tempat yang kita tentukan (syarat GPS always on), hp juga akan tetap unlock jika dalam genggaman pengguna, dan atau sedang terkoneksi dengan device tertentu

3. 3 slot terpisah untuk sim1, sim 2 dan micro SD

4. Fitur kameranya cukup lengkap… SF suka mode deep of field …. hasilnya bokeh banget seperti dslr


5. Fitur laser untuk mempercepat fokus kamera … ada fungsi lain loh…. yakni mengukur jarak ponsel dengan benda tertentu. 

Kelemahan

1. Ga ada sensor sidik jari

2. Resolusi layar agak rendah, tumbnail , grid ,dll saat browsing jadi kelihatan besar, akibatnya area coverage layar berkurang

3. Ga ada infra red jadi ga bisa buat remote

Sebenarnya sepele sekali test kali ini… Tapi baru sempet SF lakukan. Metodenya full to full… Sebelumnya SF isi full Nmax menggunakan shell super. Setelah terisi penuh hingga hampir luber, SF reset trip meter dan petunjuk konsumsi bensin avg (average = rata2). Dipakai deh ngantor beberapa hari… Termasuk juga dipakai bunda nganter Faiz sekolah. 

Setelah meteran bensin berkedip SF putuskan untuk isi bensin lagi dengan tetap menggunakan shell super. Kondisi trip meter pada saat mengisi bensin menunjukkan 234,8 km 

Bensin yang dibutuhkan untuk mengisi kembali tanki Nmax hingga penuh sebanyak 6,15 liter. Artinya konsumsi bensin real sebesar 234,8km: 6,15l=38,2 km/l

Saat itu Penunjuk konsumsi bensin pada MID Nmax menunjukkan angka  38,9 km/l ….  
ternyata selisihnya dengan kknsumsi real ga beda jauh… Termasuk akurat lah….

Konsumsi tersebut dicapai dalam kondisi harian normal cenderung macet (26 km rata rata dicapai dalam waktu 75 menit ), riding style ga dibuat buat, bobot rider 100 kg :mrgreen: display sepanjang testing ini sengaja Ga SF set pada posisi yang menunjukkan besarnya konsumsi bensin AVG, namun SF posisikan agar menunjukkan jarak tempuh agar ga mempengaruhi riding style SF 

Sehari – hari SF menggunakan Nmax untuk aktivitas. Trayek cukup padat 26-27 km ditempuh dalam 75 menit. Untuk ukuran SF Nmax sangat pas untuk trayek ini… Matic gambot 155cc pas menyokong tubuh SF yang diatas rata-rata, powernya juga cukup mumpungi….. 
Bagaimana jika Yamaha memutuskan untuk memasarkan matic yang lebih besar lagi… Apakah SF tertarik menggantikan Nmax dengan yang lebih gambot lagi. 

Seperti yang SF bilang… Nmax sudah pas untuk keperluan sehari-hari. Rasanya bodi yang lebih besar akan lebih menyusahkan dirute perkotaan yang didominasi macet. Ber Nmax saja kadang ngiri sama matic kurus yang mudah lolos jebakan macet. Lain hal jika matic gambot entah namanya nanti , menggantikan peran si bolot (N250) sebagai kendaraan hobi. Manteb sepertinya untuk puter puter perumahan dan short turing.

Matic gambot 250cc untuk harian? kebayang tambah capek dikemacetan dan sakit hati karena kegencet diparkiran kantor 🙂 . sepertinya dimensi gambotnya bisa nglebihi si bolot nih…. 

Andai rute SF ga sepadat sekarang…..