Protein Skimmer Jebo 180-II solusi buat aquarium laut low budget performa lumayan. Tapi kudu di modif ya…

Protein skimmer termasuk vital fungsinya untuk aquarium air laut. Fungsinya untuk mengangkat racun-racun atau mineral berlebih dalam kandungan air laut. Racun  umumnya berasal dari kotoran ikan, ikan /biota mati, sisa makanan, jaringan koral yang mati, atau lendir yang dikeluarkan biota. Umumnya cara kerja protein skimmer adalah mencampur/mengocok udara didalam air. Ada yang menggunakan pompa baling2 yang mengocok udara dan air, ada yang menggunakan aerator yang menghasilkan gelembung sangat halus didalam air. Makin halus gelembung makin efektif mengikat kotoran dalam air. Gelembung yang mengandung kotoran/racun ini yang dikeluarkan ke penampungan skimmer. Jangan heran kalau dipenampungan protein skimmer isinya air berwarna hitam pekat kehijauan… itu dia sari racun yang terangkat.

SF sendiri memakai protein skimmer hangon merk jebo 180-II ,alasannya harga terjangkau dan penempatannya dalam sump filter atau dalam aquarium utama lebih fleksibel karena desain terpisah antara pompa dan bodi skimmer. Yang perlu dimasukkan ke air tidak perlu seluruh bodi skimmer, cukup pompa yang punya dimensi tidak begitu besar.

Berdasarkan diskusi diforum, memang banyak yang kurang merekomendasikan skimmer jebo ini. Namun karena dimensinya pas buat tank SF , tetap saja Saya pake ini.

Benar saja Jebo 180-II memang benar kurang memuaskan dalam kondisi standarnya. Saat setelan udara dibuka penuh permukaan air didalam bodi skimmer terlalu rendah akibatnya gelembung halus yang dihasilkan skimmer tidak mampu dikeluarkan ke penampungan. Agar permukaan airnya naik. Setelan udaranya perlu diperkecil. Ini dia yang bikin skimmer ini kurang optimal…. udara yang dikocok dengan air jadi kurang banyak….

Nah kali ini SF share cara bikin Jebo 180-II lebih optimal fungsinya. Ada 2 cara.

Cara pertama lebih sederhana bisa dikatakan tanpa modal. Gimana cara agar udara yang dicampur dengan air tetap maksimal dan gelembung udara yang mengikat kotoran mampu dikeluarkan ke penampungan? 1. Buka penuh pengaturan udara pada skimmer. 2. Persempit saluran air yang keluar melalui moncong skimmer, kalau SF memakai irisan stereofoam yang disumpal di moncong skimmer tempat air keluar. Atur sedemikian rupa hingga permukaan air dalam bodi skimmer menyentuh corong berbentuk kerucut yang sejajar penampungan skimmer. Kondisi ini Sudah jauh lebih mending dibanding standarnya jebo.

Atur ketinggian permukaan air dengan cara ganjel moncong dengan busa

Cara ke 2 butuh upaya yang lebih greget. Bukan hanya tambahan modal dana, namun juga ketrampilan.

1. Ganti pompa yang kekuatannya lebih besar . Standar jebo 180 pompanya berkekuatan 1200-1300l/h. Ganti ke 1400-1500l/h. SF sendiri memakai Resun SP2500 yang kapasitasnya 1400l/h

2. Ganti baling-baling/kipas menggunakan model Needle Wheel, bentuk kipasnya bergerigi. Ini ada yang jual di toko online.

Ganti baling2 kipas menggunakan needle wheel

Kalau mau lebih hemat pakai cara SF. Beli biobal bergerigi, potong 1 sisinya memakai gerinda atau pisau dipanaskan, jadi hanya tinggal 1 sisi yang bergerigi. Bor bagian tengah dan pasang ke rotor magnet bawaan Resun SP2500. Model kipas yang bergerigi mampu menghasilkan gelembung udara yang jauh lebih halus

3. Ujung pompa masih bisa menggunakan punya jebo 180-II

4. Seperti cara pertama, atur ketinggian air didalam tabung skimmer sampai menyentuh corong , dengan cara mempersempit output / moncong tempat keluarnya air pada skimmer

Cara kedua ini jauh lebih optimal lagi. Gelembung udara hasil kocokan lebih halus, gelembung yang keluar di penampungan lebih dry artinya lebih optimal mengikat kotoran. Air dipenampungan lebih coklat dan pekat.

Intip saja videonya kalau males baca

Kepoin jeroan knalpot racing yang efektif meredam suara

Kali ini SF yang anti knalpot suara berisik akan berbagi mengenai jeroan knalpot racing yang suaranya adem namun performa tetap terjaga.

Knalpot yang SF bongkar ini milik sendiri. Sengaja merk SF rahasiakan. Produsen knalpot racing bermerk tentunya ga main-main mengembangkan knalpot. Ada Research And Development, ada trial N Error hingga akhirnya produk siap dipasarkan.

Trend yang berkembang saat ini, knalpot untuk ngejar performa tidak harus berisik. Peningkatan power bagi SF juga nomer 2 , buat motor harian torsi lebih dibutuhkan. Nah desain jeroan knalpot yang akan SF share ini mengakomodir kebutuhan motor harian.

Langsung saja yuk.

untuk lihat rahasia jeroannya, bongkar dulu sarangan knalpotnya. Rata-rata knalpot racing bermerk bisa dibongkar sarangannya untuk diganti peredamnya(glasswool). Biasanya knalpot baru agak susah dibuka untuk pertama kalinya. SF manfaatkan tang buaya untuk menjepit pipa output bagian luar, lalu digetok palu, sambil diputar dan ditarik keluar.

Setelah terbongkar sarangannya,.baru lepaskan peredam dari sarangannya.

Rahasia suara ademnya ada pada desain sarangan yang terdiri dari 2 bagian. Bagian dipangkal , diameternya lebih besar. lubangnya besar-besar namun tidak rapat.

Bagian ujung diameternya mengecil/mengerucut dengan lubang sarangan yang rapat. Output akhir dilanjutkan pipa beberapa cm. Diameter sarangan , dan ukuran lain jelas ga bisa SF share . Karena menyangkut rahasia produsen.

Ini penampakannya

Tak kalah pentingnya, glasswool juga signifikan meredam suara. Contohnya yang dipakai di knalpot SF ini. Warna putih dan lebih tahan panas. Beberapa bulan pakai cuma pangkalnya saja yang menghitam.

Yang SF rasakan knalpot yang dilabeli silent series ini,suaranya memang cenderung halus saat stasioner. Saat dibetot mendadak baru terdengar jelas basnya . Tapi ga kaya knalpot racing pada umumnya. Knalpot yang SF pakai ini jauh lebih halus. Saat melaju stabil beriringan dengan kendaraan lainnya tidak terdengar mendominasi. Klaim dari produsen, suara knalpot ini masih dibawah ambang batas kebisingan yang diatur dalam undang-undang.

Performa tidak ragu lagi..Nmax SF, terasa lebih responsif buat stop N Go.

Sebenernya ada satu lagi desain sarangan knalpot racing yang efektif meredam suara, yakni berupa sarangan yang dipelintir, jadi dinding sarangan permukaannya berulir (tidak rata). Sayang ninja SF yang knalpotnya pakai desain ginian sudah laku.

Speaker Soundbar Vs 2.1, pilih mana ya?komparasi LG SJ2 VS Thonet&Vander Grub

Baik speaker 2.1 maupun Keduanya punya keunggulan masing-masing. Kali ini SF akan membahas komparasi speaker untuk menonton film atau mendengarkan musik dirumah.

SF memakai speaker aktif 2.1 merk Thonet &Vander Grub untuk menemani TV di kamar depan, dikamar belakang SF memakai LG SJ2 Soundbar. Keduanya bertipe speaker aktif (tanpa perlu amplifier). Harga T&V grub separuhnya SJ2. Ga berimbang memang. Tapi punyanya cuma itu. 😁

Continue reading “Speaker Soundbar Vs 2.1, pilih mana ya?komparasi LG SJ2 VS Thonet&Vander Grub”

Spareparts racing aftermarket malah bikin motor injeksi irit? Ternyata ini rahasianya

Dari punya GL max, tiger, ninja 250 hingga Nmax, ga ada yang luput dari penggunaan parts racing. Awalnya emang buat kebut-kebutan, lambat laun bergeser. Sekarang buat alternatif penggantian part original dengan berbagai pertimbangan (mis fungsionalitas, model, ketahanan). Jaman motor masih karbu, penggantian parts racing kerasa banget bikin motor boros. Padahal simple saja perubahannya knalpot, filter dan spuyer.

Semenjak pegang Nmax penggantian parts original menggunakan parts racing malah bikin motor irit dan ngibrit…. kok bisa?

Setengah ga percaya….dengan gaya riding yang sama , Nmax yang sudah berumur 4 tahun kondisinya sekarang lebih irit dari standar.

Coba intip dulu artikel 4 tahun lalu saat motor masih standar.

http://smartf41z.com/2015/10/05/perbandingan-konsumsi-bensin-nmax-saat-ngebut-dan-santai/

1 liter bensin dengan gaya ecodrive cuma dapet 42,9 km

Intip artikel selanjutnya …

http://smartf41z.com/2019/02/19/nmax-terbukti-tetap-prima-usia-hampir-3-tahun-makin-irit-inilah-rahasianya/

kali ini motor sudah dioprek dengan penggunaan roller CLD yang 11 gram (turun 2 gram dibanding ori), dan per ganda TDR 1000 rpm. Konsumsi bensin 1 liter dapat meraih 46,2km. Nah meningkat dibanding standar kan?

Kondisi terkini Nmax hampir sama dengan kondisi diatas, hanya knalpot standar sudah ganti knalpot racing RCB1 silent series. Bagaimana hasilnya?

Bikin terkejut sodara… ini posisi Senin pagi saat berangkat kerja

1 liter bisa mendapatkan 49,7 km!!! Aseli SF saja bingung. Penggunaan parts racing yang tepat pada Nmax ga bikin motor tambah boros… !!! Ini pengalaman pribadi loh ya … rute sama harapan indah – kalibata, bensin sama-sama shell super, malah kondisi sekarang pakai ban lebih gambot ukuran 140, gaya riding ecoride yang sekarang jadi kebiasaan . Kira-kira penjelasannya bagaimana ya?

1. Nmax motor injeksi tipe close loop. Artinya semprotan bensin tergantung sensor O2 (di blok mensin dekat pangkal knalpot. ). Sensor ini memberikan informasi kondisi hasil pembakaran, selanjutnya informasi akan diolah ECU yang akan memerintahkan penambahan/pengurangan debit BBM

2. Pemilihan parts racing yang tepat disesuaikan dengan kondisi (rute, bobot pengendara, dll) .

Bobot roller lebih ringan bikin beban mesin lebih ringan di putaran bawah cocok buat perkotaan yang jarang melaju di kecepatan tinggi. Roller 11 gram mampu bikin motor melaju efisien di kecepatan sampai dengan 50-60 km (indikator exo bisa di 4-5 bar) . Per ganda 1000 rpm mengurangi delay antara putaran mesin dengan perputaran mekanisme cvt. Yang terakhir adalah penggantian knalpot racing dan filter replacement bikin torsi dan power naik. Torsi ini yang memegang peranan penting mesin saat menggendong bobot motor dan pengendara saat melaju. Torsi naik artinya ga perlu putar gas dalam untuk bikin melaju motor sesuai kecepatan yang diinginkan. Power naik sih cuma bonus saja bagi SF karena ngefeknya di putaran atas.

3. Gaya riding.

Percuma saja kalau hal 1 dan 2 diatas terpenuhi tapi gaya riding jadi secara psikologi berubah . Gara- gara motor performanya lebih responsif jadinya sering maksa nyalip, gampang panas disalip rider lain. Coba belajar sabar. Efeknya motor bisa jadi lebih irit kok… 😊

Monggo dijajal saja dan buktikan racikan SF diatas tapi khusus rute perkotaan yaaa…

Review Suara Knalpot ROB1 Silent Series untuk Nmax

Artikel ini kelanjutan dari artikel Sebelumnya mengenai review knalpot aftermarket Rob1 untuk Nmax. Jika sebelumnya bahas dari sisi performa (artikelnya silahkan klik Disini ) , kali ini SF bahas perihal suaranya. Tentunya penasaran kan dengan suara anti tilang yang diklaim oleh produsen.

Seperti yang saya tulis diartikel sebelumnya, alasan penggantian knalpot standar adalah karena adanya penyok dileher knalpot, yang mempengaruhi performa motor.

Usia motor yang 4 tahun juga bikin kondisi leher knalpot berkarat parah. Alih-alih ganti leher knalpot, SF putuskan ganti sekalian saja fullset. Setelah berkonsultasi dengan grup Nmax di FB, suara Rob1 silent series yang paling adem alias volume yang paling rendah. Video yang SF lihat di youtube, si pembuat video juga mengklaim knalpot ini anti tilang (ada video pengukuran volume knalpot dengan dbmeter). Karena itulah SF beli knalpot Rob1 ini.

Diartikel sebelumnya yang saya share di FB juga ada pertanyaan dari sobat SF, ” apa benar-benar silent?” Ini yang akan SF bahas.

“Tidak Juga”

Continue reading “Review Suara Knalpot ROB1 Silent Series untuk Nmax”

Impresi penggantian knalpot silent series Rob1 pada Nmax. Terkesima dengan performanya, tapi tetep irit Juga loh.

Akhirnya setelah beberapa bulan menahan godaan, tak tahan juga SF ganti knalpot bawaan Nmax dengan knalpot aftermarket Silent Series bermerk ROB1 (dulu namanya RCB1). Penyebabnya bukan hal yang sepele. Leher knalpot Nmax penyok kena poldur saat boncengan ekstreem 😇

Leher knalpot Nmax, full karat dan penyok setelah 4 tahun

Bukan hal yang mudah menentukan knalpot incaran. Ada beberapa merk yang menawarkan harga lebih murah. Tapi review di internet kurang detail. Nah sialnya pihal RCB1 punya trik jitu. Bikin video pengukuran dyno dan pengukuran volume knalpot…. coba.. apa ga sialan tuhhhh… !!!

Continue reading “Impresi penggantian knalpot silent series Rob1 pada Nmax. Terkesima dengan performanya, tapi tetep irit Juga loh.”

Rute Bekasi – Surabaya full toll konsumsi rata-rata ertiga malah boros

Alhamdulillah lebaran kali ini bisa kembali mudik dengan aman dan lancar. Lancar buanget malah. Single driver, rute Bekasi – Surabaya bisa ditempuh dalam 11 jam. Karena inilah SF bikin artikel betapa “borosnya” ertiga keluaran 2013 kalau rutenya full tol. 😅

Sebagai perbandingan pada artikel beberapa tahun lalu ertiga SF bisa mencatatkan konsumsi bensin rata-rata 1:18kmpl jalur Bekasi- Surabaya dengan rute separuh tol dan separuh jalur pantura

Continue reading “Rute Bekasi – Surabaya full toll konsumsi rata-rata ertiga malah boros”

Roller 11gr untuk Nmax,Cocok untuk Perkotaan

Barang dah terbeli beberapa minggu lalu, Baru Minggu kemarin Roller CLD 11Gr terpasang pada Nmax, sekalian ganti ban Nmax yang sudah habis gripnya. (Review ban menyusul).

Continue reading “Roller 11gr untuk Nmax,Cocok untuk Perkotaan”

Begini jadinya jika knalpot Tiger dicangkokin ke Supra

Mengetahui jika Tiger SF dah pasang knalpot ori Ninja 250. Adik di Surabaya merayu  agar saat mudik, knalpot ori tiger dibawa balik ke Surabaya. Ga pakai lama, begitu silincer datang, adik segera membawa knalpotnya ke tukang knalpot agar bisa dipasang ke Supra 125 miliknya yang sebelumnya memasang knalpot racing.

Continue reading “Begini jadinya jika knalpot Tiger dicangkokin ke Supra”

Nmax Kembali di Oprek, Kali Ini Jadi Responsif Namun Rilex

Responsif dan Relax… 2 kata itu seakan menggambarkan performa Nmax milik SF saat ini. Tapi sebelum membahas apa saja yang SF lakukan pada Nmax, intip dulu perubahan yang SF lakukan sebelumnya disini.  Filter aftermarket Ferrox, Roller Mio J 12 Gr (1 Gr lebih ringan dari bawaan), dan Per CVT Vario 150. Paduan ini bagi anak muda yang seneng kebut-kebutan dan selap-selip mungkin cocok… Motor serasa siap melesat kapanpun dibutuhkan… delay antara putaran gas dengan bertambahnya kecepatan sangat singkat. Efek buruknya Motor menggerung terus maunya nyundul terus , kira-kira seperti motor manual yang giginya terlalu rendah saat melaju. Pastinya motor jadi tambah boros….

Per Vario 150 yang akhirnya dicopot lagii

Continue reading “Nmax Kembali di Oprek, Kali Ini Jadi Responsif Namun Rilex”