Review noken as BRT plus rocker roller arm untuk tiger

Sebulan lalu SF memutuskan beli noken as plus RRA BRT untuk diaplikasikan ke tiger. Di tokopedia SF dapatkan seharga 550 rb dari seller penjual sliderules racing. Ada 4 pilihan S-1 (perkotaan) , S-2 (turing), T-1 (speed turing) dan T-2 (top speed). Sebelumnya SF konsulkan dengan seorang rekan yang berkecimpung di dunia balap. Menurutnya mending lake S-1 saja untuk motor harian, ga seberapa boros dan performa juga sudah diatas standardnya.

Baru Sabtu seminggu lalu barang baru sempat terpasang pada tiger. Pemasangan ini bersifat PNP karena memang tipe ini dikhususkan untuk tiger. hari Rabu kmaren baru sempat dijajal dengan rute 50kman. Sayang saat percobaan pertama ada masalah terhadap tensioner keteng tiger SF yang sedikit melemah, jadi timbul suara berisik .

 SF ga bisa membandingkan dengan noken dan temlar ori, karena punya SF dah di gosok gosok ga jelas untuk menghilangkan baret :mrgreen:  

Berikut impresinya 

1. Power RPM bawah ga ada yang spesial… Biasa saja. Enaknya motor jadi ramah dan ga liar untuk diperkotaan.

2. Butuh power lebih, puntir saja gasnya…RPM 4000 keatas baru dah terasa padatnya tenaga. Rpm terasa cepat naik.

3. Mesin seakan melaju lebih effortless alias lebih rilex dan ga ngoyo… Suara knalpot malah terdengar lebih mendem (kalem).

4. Getaran motor tereduksi , sayang SF sedikit terganggu suara kamrat. Jadi agak kurang bisa menganalisa efek halusnya suara mesin. 

Bengkel sebenarnya sudah mengingatkan mengenai LAT (tensioner kamrat) yang mulai melemah, tapi SF sengaja ga mau ganti LAT model ori. Rencana SF ganti LAT dengan model per spiral yang konon lebih bisa diandalkan dibanding LAT dengan per model gulungan plat tipis. 
Bukan bermaksud promo (toh BRT ga ngasih apa2 ke SF, noken saja beli pake duit dhewe 😆 ). Noken S-1 pas banget untuk perkotaan. Mesin yang terasa rileks melaju di RPM menengah atas juga bikin pas untuk turing. Untuk ketahanan embuh…. Jelasnya untuk tiger SF bisa sangat awet…. Lah pakenya aja Seminggu pisan :mrgreen: 
Nanti SF share lagi lah perpaduan LAT model Per spiral dengan noken BRT ini. 

Jajal datsun Go+ Galak Juga untuk Perkotaan

Kali ini kediaman SF di Surabaya kedatangan Om SF yang kebetulan baru meminang Datsun Go+ keluaran 2014… dasar blogger kurang channel… mobil sodarapun langsung diembat buat test drive… 😆

image

Continue reading “Jajal datsun Go+ Galak Juga untuk Perkotaan”

Kenapa ya kok ngelitik…

Beberapa pertanyaan seperti ini pernah mampir ke blog ini… entah kebetulan atau apa, kebanyakan dari motor sport kopling manual. Oke dah berbekal pengalaman miada tiger tua yang juga sering ngelitik… :mrgreen: ngelitik tidak terdengar saat mesin stasioner, baru muncul saat mesin digeber mendadak (saat gigi netral), atau saat berakselerasi. Bahkan pada gigi tinggi saat jalan stabil saja bunyi ngelitik bisa muncul

image

Continue reading “Kenapa ya kok ngelitik…”

Pengakuan Seorang Rekan Kerja, Kenapa pilih fortuner dibanding pajero

Rekan SF ini emang tajir… dari keluarga berada plus posisi di tempat kerjanya juga lumayan. Pantesan mobilnya saja Fortuner.
Pas kunjungan kerja bareng dia ,  SF sempatkan ngobrol soal alasannya memilih Fortuner dibanding Pajero…. ini dia beberapa hal yang dia ungkapkan Continue reading “Pengakuan Seorang Rekan Kerja, Kenapa pilih fortuner dibanding pajero”

Antara pertamax dan pertalite untuk Nmax

Pertalite oktan 90 vs Pertamax oktan 92. Jelas pemenangnya diatas kertas adalah pertamax. Untuk keseharian bagaimana? Pengaruhnya ternyata cukup lumayan di kenyamanan.
Performa lebih instan pakai pertamax… pakai pertalite seakan ada sedikit delay saat memutar grip gas dibanding laju motor. Continue reading “Antara pertamax dan pertalite untuk Nmax”

Mesin yang keterlaluan untuk sebuah bebek, kenapa ga dibenamkan ke motor sport?

Ga salah lagi SF membicarakan suzuki FU150.. motor ini bertenaga 18hp lebih, top speed diatas140 kpj. Keterlaluan untuk sebuah bebek yang kodratnya melekat sebagai kendaraan fungsional sehari hari 🙂 (yang sekarang dah direbut skutik) 🙂

image
Wuuuzzzzz......

Continue reading “Mesin yang keterlaluan untuk sebuah bebek, kenapa ga dibenamkan ke motor sport?”

Seberapa tinggi performa Nmax?

Bukan top speed yang SF ingin share karena ga sempet jajal. Komparasi dengan motor lain yang akan SF bahas.
Ada 3 motor yang SF jadikan pembanding. Blade, supra125 dan MX135.
Untuk blade dan supra 125 boleh dibilang Nmax dengan mudah meninggalkannya. Untuk MX135 ini baru berimbang.

image

Continue reading “Seberapa tinggi performa Nmax?”

5000 km bersama Nmax, motor harian terbaik dengan catatan

image

Mungkin cukup berlebihan jika statement motor terbaik SF sematkan pada Nmax jika dalam kondisi standar. Semua tahu shock Nmax terlalu keras meski SF sendiri tergolong rider beruang… baru krasa empuk kalau bonceng sekeluarga :mrgreen: karena itu prioritas utama adalah membakar Nmax ganti shock atau pernya… SF rekomendasikan ganti per shogun daripada beli ori versi empuk. Murah cuma 50rban hasilnya luar biasa. Yuk mulai share pengalaman SF riding motor ini selama 5000km… Continue reading “5000 km bersama Nmax, motor harian terbaik dengan catatan”

Terios VS Ertiga, sebenarnya ga pantas diperbandingkan. Cuma sebagai gambaran dalam memilih mobil

Kedua mobil ini adalah incaran SF untuk menggantikan taruna beberapa waktu lalu…. sebenarnya tidak fair SF membandingkan 2 mobil ini karena beda jenis dan peruntukan… satunya MPV satunya SUV… lihat saja sisi baiknya, calon buyer mobil bakal lebih tepat menentukan pilihan…
kebetulan beberapa saat lalu SF sempat mengendarai terios untuk berbagai jalur… sedangkan mobil SF sendiri ertiga yang sudah SF miliki 2 tahunan

image

Continue reading “Terios VS Ertiga, sebenarnya ga pantas diperbandingkan. Cuma sebagai gambaran dalam memilih mobil”