pertamina

All posts tagged pertamina

Kali ini SF akan share mengenai waktu/ periode pengecekan tekanan angin pada ban motor. Kebetulan motor harian SF adalah yamaha Nmax yang ban bawaannya sudah tubeless…

Ini gara-gara fitur konsumsi bensin pada Nmax nih, sehingga SF jadi aware kondisi motor. Kalau boros berarti waktunya servis atau sepele…. tekanan angin pada ban kurang dari semestinya.

Untuk Nmax, SF biasakan cek tekanan angin 2 minggu sekali di Pom bensin Shell yang canggih pengisian angin gratisnya :mrgreen: karena shock dah empuk SF bikin 31 psi depan belakang. Enaknya isi angin di shell ini selain GRATIS, pompanya juga ada informasi tekanan angin secara digital, untuk mengisi anginnya , tinggal set tekanan anginnya (biasa di default 29Psi oleh Shell), lalu isi anginnya, jika tekanan angin ban telah sesuai yang diinginkan , pompanya akan keluar bunyi tit…tit… ๐Ÿ™‚

 

Ilustrasi pompa angin shell

Biasanya dalam 2 minggu,ย  tekanan angin pada ban Nmax berubah. Ban belakang jadi 25 psi dan depan 27 psi. kenapa ya tekanan angin pada ban ย belakang lebih cepet berkurang dibanding ban depan….? kemungkinan karena beban hidupnya terlalu berat (gendongin beruang tiap hari, kadang sama keluarga beruang jugaย  ๐Ÿ˜† ) , dan suhu ban lebih tinggi ย karena CVT/penggerak belakang dan deket knalpot.

Apa sih kerugian jika tekanan angin ban motor kurang dari semenstinya? Sudah SF bahas kemaren (silahkan baca artikel ini ) . Handling kacau, rentan kena poldur klo boncengan, boros bbm, gampang bocor kena benda tajam dan performa motor terasa menurun.

Mumpung gratis SF jadi rajin cek angin ๐Ÿ™‚

Btw di POM bensin pertamina masih ada pompa anginnya ga sih? Ga pernah isi bensin di pertamina soalnya, antrinya lebih panjang soalnya. Klo di Shell kan mencolok banget pompa anginnya…kuning kotak gedhe kaya kulkas ๐Ÿ˜›

menurut rekan SF yang selalu isi bensin di Pertamina ,ย  katanya kebanyakan POM Pertamina pengisian angin gratis ditiadakan, ganti nitrogen berbayar. CMIIW…?

artikel terkait :

Seperti dugaan SF , ertiga diesel-hybrid ga diperuntukkan memakai bbm solar murah. Minimal memakai pertamina dexlite dengan cetane 51. Jika nekat pakai solar murah garansi mobil akan hangus… seperti yang dilansir detik (baca disini )

kalau suzuki cuma berani menggaransi ertiga yang hanya memakai pertamina dexlite , berarti ada ancaman serius bagi mobil jika memaksa memakai biosolar. 

Ertiga hybrid diesel dibekali 2 penggerak yakni diesel dan hybrid (motor listrik). Sistem hybrid di ertiga berfungsi membantu mesin utama dalam berakselerasi, meringankan beban mesin saat melaju normal, menyimpan energi saat deselerasi/pengereman, dan mensuply arus listrik yang dibutuhkan mobil saat ISS berfungsi (idling stop/start system). Yang sangat disayangkan adalah kualitas solar murah di Indonesia ga cocok untuk ertiga diesel… pertimbangan orang beli mobil diesel tak lepas dari hematnya konsumsi BBMnya, lah kalau kudu pake Pertamina dex nya yang lebih mahal dibanding pertamax gimana coba?lalu bagaimana dejgan penyebaran pertamina dex? Keputusan ada ditangan pembeli….

Entah sudah berapa kali SF mendengar kabar bahwa bensin shell merusak kendaraan… Baru- baru ini rekan SF satu seksi motor vespanya macet pistonnya setelah pakai bensin Shell super. Montirnya menduga karena ga cocok dengan bensin shell super.

Ada lagi pengakuan pemilik Suzuki xl7 yang kebetulan ganti BBM shell langsung kena fuelpumpnya… 

Lantas bagaimana menurut pendapat SF?…. 

SF ga berani berpendapat aneh-aneh ntar kena UU ITE :mrgreen: .. cukup share pengalaman saja…

3 motor SF yang sering SF pakai adalah tiger 2004, Ninja karbu 2009, Nmax 2015. Cukup rasanya mewakili 3 generasi dan 3 jenis berbeda. Ketiga motor tersebut langganan menggunakan shell.

-Tiger motor turing jadul karburator dengan kompresi rendah, BBM paling sering menggunakan shell super

-Ninja 250 motor sport karburator kompresi tinggi BBM seringnya memakai Shell Vpower

-Nmax motor modern berinjeksi kadang menggunakan shell super kadang Vpower

Ada masalah terkait penggunaan BBM shell? Nope tidak ada sama sekali… motor tetap segar bugar ga pernah ada masalah… jadi isu terkait bbm shell merusak kendaraan bagi SF tidak terbukti. Secara feeling sih perbandingan  shell dengan produk pertamina yang punya oktan sejenis, sama saja performa dan keiritannya… 

lantas kenapa pakai shell? Karena shell menganggap konsumen adalah raja lihat saja pakaian pegawainya rapi penampilannya juga menarik, Pom Bensinnya luas dan  tempatnya lebih rapi dan bersih, antrian lebih sedikit. Diskriminasi mobil dan motor kurang terasa disini… seluruh pegawai nampak sibuk melayani konsumen…ga seperti karyawan POM bensin pertamina… ada karyawan yang kewalahan melayani konsumen, ada juga yang nganggur menunggu mobil datang … 

Eneg juga SF dengan beberapa SPBU pertamina… di beberapa tempat antrian Pertamax/pertalite dicampur dengan antrian premium, beberapa SPBU menyediakan pertalite khusus mobil…. klo yang terakhir ini  kejadian di POM bensin harapan indah. bundafaiz diusir saat mau isi pertalite , alasannya khusus mobil….

image

Continue Reading

Saat mengisi bensin di spbu swasta tiba-tiba SF ditawari jadi member. Katanya free, cuma perlu isi formulir dan otomatis jadi member dengan sejumlah benefit…

image

Benefit yang dimaksud yakni asuransi, diskon oli dan servis di lokasi tertentu, diskon di toko roti tertentu, setiap isi bensin dapat poin yang pada nilai tertentu bisa ditukar jadi bensin, dll…

Continue Reading

Sebenarnya agak gamang mau cerita ini kuatir kalau nara sumber SF kena sangsi. Tapi setelah bercakap dengan beliau jika info ini sudah banyak yang tau dan bukan rahasia besar jadinya SF share saja.
Salah satu merk atpm motor yang juga punya divisi mobil di Indonesia ini punya merk oli sendiri bermerk 3 digit huruf ๐Ÿ™‚ , faktanya sebenarnya oli resmi untuk motor dan mobil tersebut hanya merupakan oli yang dijual umum dipasaran yang di kemas dan diberi label sendiri oleh mitra kerja atpm tersebut.

image

Beberapa coretan terpaksa di blurkan

Continue Reading

Loh kok terutama honda…? Ane FBH kah? he3… sakkarep… :mrgreen:

Logikanya gini harga BBM naik untuk pengguna mobil pribadi sangat memungkinkan terjadi pergeseran pengguna kendaraan bermotor. pasti ada pemakai mobil beralih ke motor untuk mengejar efisiensi. disini Pabrikan motor meraup keuntungan karena penjualannya naik. Yang berfikir cari efisiensi sekalian cari motor yang irit… Nah image irit selama ini melekat pada motor honda. Padahal kenyataan dilapangan selisih iritnya ga banyak dengan pabrikan lain… paling cuma beberapa tetes :P. Itu yang pertama.

Yang kedua… pengguna motor makin banyak bikin antrian sewaktu beli BBM makin mengular, nah disini motor bertangki besar makin dibutuh kan… kelas sport irit bakal diburu. lagi-lagi orang terbius oleh klaim Honda Verza yang suangat uiritt katanya, belum lagi Honda juga punya jajaran motor bebek dan matik bertangki besar 5 liter keatas. Eh ya yang bisa beli mobil tentu gampang beli Vixion yang juga terkenal irit (ini pendapat masyarakat umum klo bisa beli mobil duitnya mesti banyak). Tapi tetep saja pengguna sport terhitung segelintir dibanding matic ๐Ÿ™‚
Orang-orang yang males sering antri bensin ya milih yang jarang isi bensin alias bertangki besar serta irit.
yah memang semua itu belum terbukti… cuma teoritis saja. Kenyataannya di lapangan sangat bisa berbeda. bahkan mungkin ga berimbas banyak masalah kebijakan bbm ini.

Sedikit tambahan.. sekedar itung-itung kenaikan beban biaya hidup yang ditanggung rekan yang sehari-hari naik mobil. Rumahnya berjarak 35KM, sehari menempuh 70 KM menghabiskan sekitar 7 liter bensin. tambahan biaya hariannya sebesar (6500-4500) X7liter = 14 rb sebulan dikali saja 25 ya sekitar 350 rb sebulan. lumayan ternyata kenaikannya…
pengen tahu berapa cicilan mobil rekan SF tersebut tiap bulannya? hampir 3.5 jt! selama 5 tahun…(mobil seharga 130jt) belum lagi cicilan rumah, biaya sekolah anak-anaknya, dll… So dibanding kita-kita pengguna motor bisa jadi duitnya masih lebih banyak kita kan… he3…


Sekedar intermezo dengan beberapa rekan kerja bahas masalah kenaikan BBM mobil pribadi Rp. 6500. Kemaren sempat dibahas oleh rekan Blogger (baca disini) pengusaha yang memanfaatkan motor batangan untuk kulak bensin dan dijual lagi ke pemilik mobil pribadi. Nah kali ini terbersit pikiran nakal (sekedar guyonan) saat berbincang dengan rekan-rekan. Modusnya pakai angkot sebagai medianya. angkot diisi bensin full, balik ke pangkalan untuk dikuras trus ke pom bensin terdekat lainnya untuk kulak bensin lagi. di pool di pangkalan trus dijual deh ke pengguna mobil pribadi atau ke puerusahaan… ga perlu narik angkot tapi jualan bensin deh.
Kontroling Pemerintah gimana? bikin koneksi online di seluruh jaringan POM bensin trus bikin sofware khusus untuk monitoring angkot atau motor yang mau isi bensin? catat nopol dan jarak tempuhnya. Keluar ekstra berapa duit investasinya? dan pasti bikin antian makin panjang saja….
atau khusus angkot dikasih syarat khusus… saat isi bensin minimal ada penumpangnya beberapa orang?…
Atau… biarin saja deh toh ga semua angkot melakukan ini….

atau praktek kaya gini dibiarkan saja. Toh ga semua angkot kaya gini… ribet!… pasti bakal ribet kebijakan duo harga BBM ini .

sumber: www.antarasumut.com

Bagi SF sih ndak ngefek lah wong si taruna sendiri sehari-harinya dikurungi dirumah. keluarnya juga seminggu sekali. Rencana memang si tarubi ini kegunaan utamanya buat mudik ke Surabaya. Lain halnya bagi-rekan-rekan SF yang tiap hari pake mobil. Alasan utama mereka memakai mobil untuk transportasi sehari-hari adalah untuk kenyamanan perjalanan jarak jauh dan bisa masuk tol sehingga bisa menyingkat waktu tempuh. Saat premium seharga Rp. 4500/ liter saja terasa berat bagi mereka apalagi jika naik Rp. 6500/liter makin berat saja ongkos transport sehari-hari. Mau ganti motor ga semua orang mampu menempuh jarak berpuluh-puluh km di Jakarta. Naik angkot banyak yang kurang merasa nyaman, waktu tempuh juga akan bertambah. Jadilah dijalani saja kebijakan yang ada meskipun kantong sedikit menipis… Banyak masyarakat umum beranggapan mampu beli mobil harusnya mampu beli pertamax… eitsss… tunggu dulu. bisa jadi pemilik mobil (terutama mobil entry level) ga lebih banyak duitnya dibanding pengguna motor lah wong mereka dibebani cicilan mobil tiap bulannya ๐Ÿ™‚ jadi kenaikan premium untuk mobil Rp. 2000/ liter bikin beberapa golongan pemakai mobil sedikit pusing rebudgeting lagi dana yang ada.

sumber : liputanbisnis.com

gambar dari google (lupa sourcenya ๐Ÿ™‚ )

komentar dari salah seorang rekan SF “sebenernya gapapa sih harga bensin mobil pribadi naik jadi Rp.6500/liter asalkan oktan sedikit naik. jadi Pemerintah dan masyarakat pengguna mobil pribadi sama-sama diuntungkan. subsidi BBM berkurang mobilpun lebih awet. Konsumsi bensin mobil juga sedikit irit jika oktan dinaikkan”

Sepertinya banyak yang legowo jika pencabutan bensin subsidi diikuti naiknya oktan. tapi jika kebijakannya dua harga Rp 4500 untuk motor dan angkot sedangkan Rp 6500 untuk mobil pribadi dengan nilai oktan sama (88) akan banyak penyelewengan yang terjadi.
Yang sedikit SF kuatirkan nantinya pengusaha bensin eceran bakal menghilang dimuka bumi, padahal keberadaan mereka sangat dibutuhkan. SF saja sering ngisi disini karena bebas antri. ga kaya pertamina yang kacau manajemen antrinya. Jika meski mereka masih di ijinkan beroperasi kuatirnya selalu kehabisan stok karena diborong pengguna mobil pribadi.

Kita tunggu saja perubahan apa yang terjadi pasca 1 Mei besok… Apakah pengguna mobil berkurang?, pengguna motor bertambah didiringi naiknya pangsa motor di Indonesia?, pengusaha bensin eceran tidak beroperasi atau ikutan menaikkan harga…. ????? mbughh kahhh dienteni ae…

Yang rutenya PGC cawang -Yos sudarso pasti mengetahui Pom Bensin Shell sebelah kiri jalan. Persis beberapa meter setelahnya ada Pom bensin Pertamina. Uniknya di pom bensin pertamina ini harga pertamax lebih murah dibanding Shell bahkan dibanding POM bensin pertamina lainnya yang ga jejer shell. Selisih sekitar rp 200,- tapi meski demikian SF selalu memilih shell super. Kenapa? Ga Pake Antri !!!

image

Sebel juga di POM bensin pertamina pengisian premium dan pertamax untuk motor seringkali dijadikan satu, jadi Ikutan antri panjang untuk isi bensin. Beda dengan shell.. tanpa antri, petugasnya jauh lebih ramah, ga ada diskriminasi pengisian mobil dan motor . Pernah sekali SF ditolak petugas POM pertamina saat akan mengisi pertamax di pengisian mobil. Langsung saja SF ngeloyor sambil ngomel Saya ngisi 100 rb ! Sama seperti mobil biasanya ngisi! Sejak itu males ngisi pertamax di POM bensin Pertamina… bukan hanya si bolot yang sering isi shell super, tiger dan spin juga sering saat males antri premium. Klo lagi ga males atau antrian dikit baru deh tiger dan spin minum premium. Jadinya sering saat belok ke POM pertamina begitu tau antri buanyak langsung SF ngeloyor pergi untuk ngisi pertamax (kalau pertamax terpisah dengan premium), atau ke shell. Sayang manajemen serta kualitas SDM pengisian bahan bakar pertamina kurang apik, bikin banyak potential buyernya minggat ke sebelah. Sepertinya pelayanan di POM pertamina kudu belajar banyak pada shell. Keramahan, profesionalitas,safety…

image

ada cerita dari seorang rekan bermobil pengguna setia shell, saat antri isi bensin kaca mobil dilap,petugas mengingatkan untuk cek angin ban, struk diberikan meski ga diminta. Bagaimana pertamina? Ndak ngisi disini ga masalah…yang lain mau kok…
:mrgreen:
Coba kalau pengisian bensin premium dan pertamax untuk motor dipisah disemua pom bensin pertamina, biaya subsidi premium untuk rakyat miskin pasti berkurang.