piaggio

All posts tagged piaggio

Menjadi blogger bikin anda jadi rujukan rekan yang ingin membeli suatu produk. Jawaban blogger tentu tak lepas dari subjektivitas , obyektivitas, pengalaman dan minat blogger itu sendiri… 

Seorang rekan dimintai tolong pamannya di Solo untuk mencarikan Vespa baru di Jakarta, karena itu doi meminta pendapat SF. Langsung saja SF jawab: “not recommended … anda bertanya pada orang yang salah… ” . Sebelum protes SF langsung jelaskan … kalau niatnya buat harian batalkan saja (apalagi rumah omnya di Solo jauh dari Beres piaggio), kalau omnya bukan maniak vespa dan ga pernah punya kenangan vespa, mending jangan. Kalau omnya bukan orang yang stylist dan ga care sama penampilan, lupakan saja. Karena motor ini untuk orang yang stylist ,eksekutif dan ingin tampil beda. 

Memang SF ga pernah punya pengalaman dan ga tertarik sama motor ini, lah SF bukan orang yg mentingin penampilan , naik ninja sajah helm half face dan sandalan. :mrgreen: . Namun rekan kantor lama SF pernah nyesel beli Vespa baru untuk motor harian. Ga sampai 20rb KM mesinnya bunyi kasar seperti mesin jahit(pernah SF rekam dan bahas di artikel lama ) kasus ini dah pernah SF temui dijalan beberapa kali,  mogok sehingga kudu dibawa kebengkel (saluran pengkabutan bermasalah) , boros BBM, handling berat, akselerasi kurang, dan repot kalau mau servis. Akhirnya kapok dan malah ganti vario. 


SF akhirnya menyarankan rekan ini untuk googling lebih lanjut di forum-forum, tentang bagaimana melemahan dan kelebihan, tips N trik perawatan dan modifikasi… karena percuma tanya sayahhh …. 😆

image

Masih ingat kasus Veapa LX 150 bunyi kemlotok beberapa waktu lalu yang SF kabarkan mogok. Artikel ada di bawah ini :
https://smartf41z.com/2014/08/25/bunyi-kasar-menyerang-vespa-lx150-menginjak-20000-km-kira-kira-kenapa-ya/
https://smartf41z.com/2014/09/05/vespa-lx-150-itupun-akhirnya-mogok/
Setelah dibawa kebengkel ternyata bukan mesin yang bermasalah…
Continue Reading

Ingat artikel vespa LX 150 berbunyi kasar beberapa hari lalu? Kalau ketinggalan silahkan baca disini http://smartf41z.com/2014/08/25/bunyi-kasar-menyerang-vespa-lx150-menginjak-20000-km-kira-kira-kenapa-ya/
Nah beberapa hari lalu SF bertemu dengan ownernya tapi kali ini beliau tidak membawa vespanya namun vario untuk berangkat kerja.. Setelah SF tanyakan… vespanya keburu mogok sebelum sempat dibawa kebengkel… saat menanyakan sebabnya , beliau belum tau karena masih ditangani bengkel piaggio.

image

Continue Reading


Ninja SF 2 kali ganti knalpot racing, Tiger dulunya juga pernah menikmati knalpot racing nob1 silent sport, sampai akhirnya dilepas gara-gara keropos.  rider motor punya macam – macam alasan untuk melengserkan knalpot bawaan pabrik dan memakai knalpot aftermarket. Ada yang karena menambah performa, ingin lebih “dianggap ada”, suara seperti moge, serta ada pula yang memakai alasan simple : mendongkrak tampilan motor. Continue Reading

image

MP3 yourban motor 4 tak ber cc kecil tapi muahalll … harganya 99jt alias sama dengan moge entry level dari kawasaki ER-6! .Meski SF penasaran dengan sensasi riding MP3 ( 3 rodanya cuuyyy…. 🙂  ) tapi tapi kalo harga segitu ya jelas mending ER6 kemana-mana. 650cc vs 125 cc? Are you kiddin’ me? 😆  Market yang disasar piaggio orang-orang tertentu saja (jelasnya kaum mapan :mrgreen: ) . siapa ya kira-kira? Apa mungkin pemilik moge yang ingin merasakan riding dengan sensai “berbeda” ? (Kalau yang ini mungkin ga tertarik sama ER6 karena nanggung, bahkan ada yang bilang motor banci, ada yang bilang moge lemot :mrgreen: ) .
image Jika harganya setara Ninja atau CBR 250 sih mungkin bisa dimaklumi, tapi kalau seharga moge ??? Mbuh kahhh …..  kalau komentator gimana nih jika disuruh milih gratis salah satu mp3 yourban atau ER6?
(Ngimpi mode:on )  😆

image

Itulah kondisi real pengguna motor mayoritas kita. Keputusan beli motor didasarkan kemampuan aftersalesnya dulu. Bagaimana jaminan servis, suku cadang dan terutama harga jual kembali. Urusan teknis belakangan…. 🙂  Tak peduli setinggi apapun value of money sebuah motor kalau merknya bukan Honda atau Yamaha ya ga dilirik. Jangan samakan dengan para pengunjung blog ya.. saya yakin bisa taulah mana-mana motor dengan value of money paling bagus. Kaum biker enthusiast ga semuanya terbuka dengan semua merk loh… coba baca komen warung yang sering kebakaran. Sebagus apapun motor lawannya ya pasti dicari cacatnya. :mrgreen:
Kembali ke topik. Mari kita berkaca pada fakta…. bandingkan pulsar 200 dtsi (lama) dan tiger. Power menang bajaj, irit menang bajaj, technologi menang bajaj, harganya juga lebih murah bajaj. Tapi motor apa yang lebih laku? Contoh lain P180 lawan NMP atau byson atau vixion!?
Terutama untuk motor harian, masyarakat pada umumnya lebih percaya pada merk Jepang. Sudah mendarah daging, nyoba merk baru saja enggan. (Jangankan bajaj, merk setenar piaggio pun susah jualan disini, kenapa ? Aftersales bro! Rasa kuatir memang manusiawi. Saat beli motor buat harian,( apalagi bakal jadi motor satu-satunya dirumah) pasti mikir servisnya yang deket rumah mana ya, sparepartnya gampang dicari gak ya, kalau ada kebutuhan mendesak apa motor masih tinggi harga jualnya? Konsumen seperti ini ga mau ambil resiko. Beli motor kenceng, canggih,irit, murah tapi kalo rusak nunggu berhari-hari ketersediaan partsnya, mau kerja/sekolah naik apa?
image
Rider yang ga suka ganti-ganti motor mikirnya malah juauhhh kedepan, extreemnya gini… motorku 10 tahun kedepan nasibnya gimana ya? 😆
Sebagai pengguna honda Tiger, SF sangat menyadari keuntungan beli motor ini tahun 2004 silam, sudah 7 tahun berjalan kalau ada kerusakan parah (misal sampai bongkar mesin) tinggal ke toko sebelah rumah banyak yang jual sparepartsnya, mulai seher (kw sampe ori), sampai kamrat ada. Lah motor Non Jepang gimana, cari parts motor di bengkel resmi saja kadang harus inden, apalagi dibengkel umum.
Satu hal lagi yang hampir terlupa. Ketersediaan parts aftermarket terutama variasi motor. Tentunya jangan harap mudah menemukan variasi motor non Jepang. Kendala juga bagi penghoby modif. (Tapi kalau semacam Pulsar 200 NS ga perlu modif udah caem 🙂  )

image
Kekuatan pabrikan Jepang terutama Honda dan Yamaha susah dilawan pabrikan lainnya. Apalagi jika pabrikan lainnya segmented, bajaj misalnya spesialis sport, piaggio spesialis skutik. Sudah pasarnya terbatas, keuntungan mepet, pastinya makin sedikit bagian dari keuntungan yang digunakan untuk membiayai peningkatan jaringan dan layanan purnajual. Silahkan share di kolom komentar jika ada uneg-uneg 🙂