pilih

All posts tagged pilih

Kalau mengikuti blog ini beberapa hari terakhir mestinya sudah bisa menebak apa mobilnya….

image

Meski belum ada kejelasan nasib mobil yang jebol transmisi maticnya. Si owner mobil jadi sedikit trauma dengan masalah pada mobilnya…. mobil dipakai normal… saat berhenti baik di lampu merah, tanjakan/turunan, atau pas ngetem transmisi dalam kondisi netral, jarang akselerasi spontan pakai overdrive, ya pemakaian wajar lah… servis juga rutin di bengkel resmi… Apesny mobilnya rusak transmisi maticnya di KM 80rb  hingga terancam kena biaya puluhan juta… sekarang dalam kondisi dibongkar dan menunggu kebijakan pusat untuk memberi diskon spesial.

image

Sebenernya ga bisa ngejudge juga kalau semua matic keluaran pabrik itu banyak bermasalah… lah banyak contoh kasus mobil matic belasan tahun tanpa masalah berarti… tapi traumanya itu loh…
Sembari menunggu mobilnya tanpa kejelasan dan Jaga-jaga jika pengajuan keringanan biaya ditolak pusat. . Rekan SF sempat menghubungi bengkel umum ternama rujukan beberapa komunitas mobil di Jabodetabek. Yang mengejutkan bengkel umum tersebut sanggup membetulkan mobil rekan SF dengan  biaya hanya sepertiga taksiran bengkel resmi… mobil dijamin normal kembali! Waduh malah trauma sama bengkel resmi….
SF kenal baik dengan bengkel ini karena pernah overhaul taruna disitu.. emang wuokeh banget bengkelnya… dan rame pastinya…
Rekan SF berencana ngepush bengkel resmi untuk memberikan keringanan biaya dan jika tidak ada kata sepakat dia akan menderek mobilnya untuk dibawa ke bengkel umum.

Kepikiran juga dianya untuk jual mobilnya dan ganti merk lainnya. Saat SF tanya mau ambil mobil apa? Pengen matic tapi ga berani merk itu…. nah loh…

Kasihan sebenarnya melihat sodara-sodara kita yang beli motor gara-gara motogp atau superbike…  Begitu banyak yang mengagungkan merk motornya karena motor dari merk yang sama berhasil menjuarai motoGP atau superbike world champion…  Contoh misalnya seorang pengguna R25 yang ga terima saat SF bikin komparasi dengan N250…
Pengguna R25 ini beranggapan yamaha punya riset yang lebih handal di motogp dan superbike dibanding kawasaki…

image

Continue Reading

Survey yang dilakukan IWB (klik disini ) cukup mengejutkan… SF mengira R15 bakal digdaya dengan alasan yamaha baru pertama kali ini mengeluarkan sport fairing.. tentu antusiasme biker lebih besar dibanding produk fairing honda yang sudah lama mengaspal di Indonesia melalui CBR series…

image

Continue Reading

Beberapa kali SF duduk dibelakang kemudi mobilio untuk merasakan sensasi produk honda. Ga sampai mobil melaju sih…. cukip tongkrongin di pameran saja… begitupula ertiga… yang hanya jajal di dealer suzuki…
Bagaimana kesan yang SF tangkap sebagai pemain baru yang jelasnya kurang pengalaman di dunia roda 4?
Eksterior : mobilio lebih sporty alias ganteng, ertiga lebih elegan dan lebih manis. Untuk ini SF lebih sreg ke mobilio Continue Reading

wpid-capture_196.png

Dulunya Motor ini sangat dipuja layaknya Ninja 250 sekarang… banyak anak muda mengidamkannya. Apalagi semenjak 2 tak menghilang dari pasaran… makin mengukuhkan Tiger sebagai motor premium saat itu. modelnya yang tergolong fenomenal saat itu (intip motor sport 4 lain lain yang ada cuma  GL Max, GL Pro,Win, baru muncul thunder dan megapro) semua ga ada yang mampu menyaingi kharisma si Cruiser Revolutioner ! Yup Tiger memang legenda saat itu.  Ga salah organisasi berlatar belakang  tiger menjamur di Indonesia ada yang klub dan komunitas (sampai pake acara bentrok2an segala gara-gara seongok besi! )  . Yamaha membaca peluang untuk menjegal tiger dan mengeluarkan Scorpio tapi belum mampuh menjungkelkan tahta si Tiger. Namun sekarang Tiger kudu legowo tahta penjualan untuk 200cc keatas direbut oleh Ninja 250 meski harga ninja 2 X lipat tiger.

Jadi jika ditanya kok bisa sih tiger masih ada yang beli hingga sekarang, mungkin segelintir penyebab diatas penyebabnya….

1. Keinginan masa muda ga keturutan, baru bisa beli saat sudah mapan. Ndak peduli apa kata blogger macam SF yang katanya Tiger penuh kelemahan. Bahkan mungkin banyak yang ga pernah akses internet

2. Tiger masih terlihat gagah untuk ukuran motor turing, modelnya juga termasuk ga bosenin

3. Mudah di oprek dan dimodif

4. Suku cadang buanyak dan sudah ga mahal kaya dulu lagi, kecuali beberapa parts namun itupun ada substitusinya.

5. Member Klub/ komunitas sudah mendarah daging. Jadi beli tiger lagi untuk meremajakan tunggangan lama

6. Mumpung tiger masih dijual dan bentar lagi tamat riwayatnya, bisa jadi barang kolektor yang langka :mrgreen:

7. Tiger terbukti stabil (anteng) dan nyaman dikendarai untuk jarak jauh.

8. dll

sumber : iwanbanaran.com

itu mungkin beberapa alasan orang beli tiger baru, jumlahnya ga terbilang sedikit loh sebulan masih bisa laku sekitar seribu unit. Klo SF sih kalau seumpama tiger dimaling orang atau terbakar atau ketlisut ogahhh beli tiger lagi… jadi opo loh… palingan spacy atau kalau sport ya NVL … dah beda orientasinya… milih yang enak buat rute perkotaan saja dah 🙂  . kecuali loh tiger keluar versi helm in ber transmisi Dual Clucth 😛

Ada alasan kenapa orang milih knalpot branded ..tak lain adalah knalpot branded dirancang berdasarkan penelitian mendalam mengenai suaranya (beberapa malah disesuaikan dengan regulasi kebisingan yang berlaku), peningkatan performa, serta efek yang ditimbulkan mesin… semakin terkenal merknya tentunya semakin mahal harganya.mungkin loh ya… biaya researchnya lebih mahal.
Continue Reading

Menarik Juga baca artikel Om Leopold disini

Ada anggapan dari pengunjung jika Yamaha keluarkan produk sebanding bakal banyak pengguna Ninja yang bakal beralih ke sport yamaha. Jaringan aftersales mungkin jadi alasan mengapa pengguna Ninja bakal beralih. Ga salah juga sih anggapan seperti ini.
Sekedar flashback beberapa tahun lalu niatan SF beli motor 250cc yang saat itu hanya ada N250 sangat menggebu. Tapi SF berusaha sabar menunggu kehadiran CBR250 yang digadang-gadang bakal 2 silinder juga. Setelah mengetahui jika CBR 250 hanya 1 silinder langsung membulatkan tekad membeli Ninja 250.

Dalam benak SF saat itu SF bakal pilih honda jika sama-sama 2 silinder alasannya karena jaringan aftersalesnya sangat luas. sehingga bakal mudah untuk servis dan sparepartsnya. Tapi apa benar demikian?
Setelah googling didunia maya ternyata seperti ini

. Keseriusan AHM sebagai penjual. U know lah ya, AHM emang pabrikan terbesaaaarrrr di indonesia ini, tapi tahukah agan-agan semua pabrikan besar Ga berbanding lurus dengan pelayan prima kok. Mau contoh? Boleh ane kasih, agan-agan tahu kan kampas rem? Tahu dong lah ya.. Hanya sekedar mau ganti kampas rem yang punya cbr musti indent loh gan!! Inget kampas rem yang termasuk part keselamatan dan vital musti indent!! Kebangetan banget ga sih? Percuma kalau nanyain kampas rem cbr 250 pinggir jalan, cari di speedshop terkenal pun belum tentu jual. Memang istimewa, saking istimewanya ga ada yang nyamain tuh kampas rem cbr 250 sama motor yang sudah beredar dan di jual AHM sebelumnya.. Bener2 khusus CBR250!! Soal harga juga istimewa, mending lah kalau mahal tapi ready stock, ini mah sudah mahal, susah di dapat pula.. (̾ ̾̾˘̶̀̾ ̯ ˘̶́̾ ̾̾’̾̾)̾. Please dong, cbr 250 ini di jual resmi lewat pabrikan sebesar Astra Honda Motor, tapi kenapa seperti beli CBR lama di IU. Part aja musti import dulu dari thai, walaupun sama-sama CBU tetep bukan gaya pabrikan besar kalau gini caranya..
Beda dengan ninja, desain kampas sangat umum, bahkan dengan Supra 100 pun desain kaliper dan kampasnya identik walaupun kemampuannya sangat jauh, tapi bisa sebagai petimbangan kalau beli yang high performance!! Dan gw saking penasarannya nyari info tentang kampas rem ini dan baru aja dapet pencerahannya. Nantikan di artikel lainnya yang akan datang..

sumber : http://karismahideung.wordpress.com/2012/08/13/penjualan-cbr250-terpuruk-wajar-jonnnnn-ini-faktanya/

ini juga :

ini gw belum ngalamin, tapi dari temen-temen di CBR club palembang dan ceberus rata-rata pada susah buat indent part nya, terutama KAMPAS REM, wah payah ne padahal kampas rem ABS juga udah mahal, kisaran 500an, lagian kelebihan honda kan jaringan bengkel nya yang luas, lah ini masak komponen fast moving aja susah?? emang sih motor cbu, tapi masa ga bisa bikin spare part ready stock, servis berkala diutamain, dateng langsung diservis g ikut antri bareng bebek atau matic, mekaniknya juga khusus, yang pake kaus CBR :mrgreen: tapi ya ituu, ga semua AHASS bisa servis CBR, mesti di AHASS yang besar

sumber : http://motorfreaks.wordpress.com/2012/09/08/kesan-kesan-bersama-si-noircbr-250/

Sebagai pengguna Honda sedari SMA saya cuma mesam-mesem baca berita itu lah wong cari sparepart GLmax saat itu juga kudu muter-muter Surabaya kok… Apalagi sparepart tiger…
pernah putus asa cari baut knalpot di seluruh Surabaya ga ada yang jual (baut tanem ukuran 11) akhirnya pesen ke tukang bubut. Cari LAT di Jakarta juga ga semua ada barangnya kudu telaten cari ke dealer besar.
diamini juga sama om leopold nih :

Ya, zaman saya pake Tiger dulu tahun 1999-2001, spare part susahhh betul.
engga tahu ya sekarang.

Jadinya sekarang agak ragu jika Honda datangkan 2 silinder akankah tetep milih Honda?

Kejadian diatas tentunya riskan juga terjadi pada Yamaha…. meski jaringan servis berkali lipat dibanding kawasaki namun pasti… sekali lagi PASTI ga semua dealer ready sparepart motor sport premiumnya. Paling dealer besar saja yang sedia.
Kalau dibandingkan sama Kawasaki keunggulan jaringan luasnya Yamaha dan Honda sepertinya kurang berpengaruh.
wpid-PhotoGrid_1362031915022.jpg
Keraguan khalayak pada sport 2 silinder Yamaha diperkuat lagi dengan isu motor sport tersebut bakal diproduksi di Indonesia. Tentunya butuh waktu sedikit lebih lama untuk mengamati ketahanan dan kualitasnya. sekali lagi ini poin plus dari Ninja 250 … mereka sudah jadi raja 2 silinder 250cc sejak tahun 80an (ya jelas… lah yang lain tahun itu main 4 silinder 🙂 )

Jadinya masalah motor mana yang dipilih jatuhnya objektif murni pada produk itu… bisakah melebihi aura moge ninja 250? baik power, sensasi riding, mesin bandel, desain yahuud, dll
Konsumen 250cc sedikit beda dengan konsumen lainnya… jelasnya bukan irit yang dicari, power juga ga semuanya suka ngebut, prestige? ya bagi bagi orang tertentu, tapi bagi SF sensasi Riding adalah yang utama. karena motor ini nantinya bukan buat harian namun buat weekend (sekali-sekali buat kerja sih 🙂 ), jelasnya quality riding harus ditekankan. nah beda dengan kalangan lebih atas yang jadikan sport premium 250 cc sebagai motor harian jelas lain pertimbangannya.

Kegalauan pilihan diatas tentunya timbul bagi calon konsumen 250 cc sudah pegang duit dan sudah ada opsi 3 motor sport fairing 250 cc 2 silinder. Lah kalau SF sendiri yang sudah pegang N250 gimana? susah jual motor ini meski yang lain lebih menggoda… nilai history adalah “sesuatu” bagi SF.
mo pilih next CBR 250cc monggo, kepincut next sport fairing Yamaha silahkan juga, beli 2 silinder mainstream N250fi Manut juga.

Bagi SF sih N250 sudah memberi kepuasan yang SF cari. Motor ini yang bisa mengaburkan minat SF untuk beli moge beneran. Upgrade ke N250fi sayang juga… mending nambah PCX… (yahhh… motor ini lagi yg terbersit.. 😛 )

image

Monoshock plus ban lebar termasuk modifikasi yang digandrungi pengendara honda tiger. Nah saat servis tiger tunggangan, tak lama muncul pengendara tiger revo gen pertama yang mau bongkar arm monoshock variasinya karena retak pas jembatan armnya ( ndak enak nyebut merk, googling saja merk apaan arm ini). Salah seorang mekanik segera menanganinya, setelah dibongkar terlihat retakan di dua sisi jembatan armnya.
image
image
Bro pengguna tiger ini pun SF ajak ngobrol, dia menyebutkan bahwa arm ori plus shocknya sudah dijual, jadi mau ga mau arm variasi ini mau dilas saja. Inilah suka dukanya modifikasi, jika ga ada kendala motor terlihat makin keren tapi klo sudah kaya gini runyam juga. Untung segera ketahuan! 
Sebenernya SF juga pernah modif monoshock bahkan sempat buat boncengan turing Surabaya- Jogja bareng istri, sepulangnya langsung dilepas karena ga nyaman blas, mental-mentul sepanjang jalan ga rata.

image

Kebetulan baru tau jika tetangga di seksi sebelah adalah pengguna kawasaki athlete. Nah pada suatu kesempatan makan siang SF sempatkan berbincang sejenak untuk mengkorek segala hal mengenai athlete tunggangannya. Alasan doi memilih athlete karena modelnya cakep, tampilan depan layaknya motor sport dengan shockbreaker full sedangkan belakang sudah mengadopsi monoshock dan RDB. Nah kenapa ga milih FU sekalian? Alasannya budget saat itu kurang dan sebab lain FU terkenal irit boros. Mantan penyemplak yamaha champ ini juga mengatakan jika doi sudah insaf ga pernah ngebut lagi. Jadi kelebihan FU yang kencang bukan hal yang penting baginya. Nah kawasaki athlete ini dirasa pilihan yang pas. Modelnya keren, murah, shockbreaker empuk, ga boros, tangki bensin didepan layaknya motor sport sehingga ga perlu turun dari motor saat isi bensin, serta bodinya yang ringan.
Di akhir percakapan SF sempatkan bertanya, kalau ada problem kerusakan apa ga susah maintenancenya bro? Jawabnya “ya tinggal bawa ke dealer saja, klo motor sering rewel dijual saja ” :mrgreen: