posisi

All posts tagged posisi

http://acquistare-cialis.com/nuovo-farmaco-contro-lartrite-reumatoide/ Bundafaiz ngakak waktu SF salah jalur saat mau isi bensin… dengan nyantainya SF antri di sebelah kiri pom padahal posisi tutup  bensin ertiga ada di kiri.”Oalah Pa… udah punya ertiga hampir setahun masih lupa tempat bensinnya..” kata bunda.
Lanjut… kakak ipar SF yang duduk dibelakang SF menimpali.. “kalo lupa tutup bensin sebelah kanan atau kiri ada indikatornya tuh…
SF bingung …perasaan ga ada deh indikator letak tutup tangki bensin….
Pas lihat meteran bensin baru nyadar… ada tanda panah kecil di logo pom pas disebelah meteran bensin…

http://buy-abilify-online.com/about.html image

follow url Zoom dikit Continue Reading

http://whenwaterwaseverywhere.com/?x=find-discount-pfizer-viagra-buy-online image

go to site Le mans sirkuit yang difavoritkan Rossi dan konon sirkuit Yamaha… timing yang pas buat Rossi membuktikan bahwa doi masih layak memegang gelar The doctor. Namun tanda-tanda duo repsol jadi pengganjal kemenangan Yamaha ga bisa dikesampingkan seperti yang ditulis mas Bons.. Continue Reading

http://consistentcare.org/?x=antiviral-drugs-over-the-counter-uk-viagra Latihan pertama di sirkuit texas kemaren kembali si nekad marquez tebar ancaman. (Eh kemaren doi kok ga libur seh…tanggal merah kan 🙂 )  .Seniornya di tebazzz semua. Pedrosa ketinggalan 0.5 detik sedangkan the Doctor malah ketinggalan 2 detik….
Kata mbah Rossi : seolah-olah Marquez sudah dalam posisi balapan dan ingin menang!!!

viagra instructions drugs image

canadian viagra generic Lah yang lain mana yang latihan (test) cuma segitu ?
Ndak penting…. paling cuma 4 orang alien ini yang balapan didepan :mrgreen:

buy generic viagra Sumber : maniakmotor.com

http://awakeninginlove.com/?x=buy-viagra-professional Enaknya jelas…
+common partsnya banyak, harga bisa ditekan
+aura ninja yang fiercefull masih tersemat, secara desain dan karakter mesin.
+mogenya jelas lebih kerasa… suara engine 2 silindernya ga teredam fairing, jadi mestinya makin gaharrrr!!!!
+ga kuatir fairing lecet di parkiran
Dll
Namun dibalik itu perlu diingat… 2 motor ini beda aliran yang satu sport fairing yang satu naked. Image dikalangan umum motor sport fairing cocoknya untuk ngejar speed (sebenernya itukan tujuan fairing diciptakan 🙂 ) sedangkan naked menonjolkan simplisitas alias kesimpelan. Secara ergonomi motor sport fairing identik dengan riding position yang sedikit nunduk (jelas lebih nunduk dibanding tiger SF 🙂  Cuman ada beberapa aliran naked sporty seperti street fighter atau yang lagi “in” cafe racer. Ga enaknya jika ER250C mengambil desain N250Fi versi naked riding positionnya, ergonomi , maupun kenyamanan persis kaya N250Fi. Karakter mesinnya juga ga beda jauh.

http://jenksgirlssoccer.com/?x=viagra-mail-order So ga enaknya :
1.Karakter engine buat stop N Go kurang beringazzz, mintanya putaran atas. Mungkin bisa di akali dengan setting ulang ECU yang menonjolkan torsi namun ada kemungkinan power drop. Pas untuk differennsiasi antara N250Fi dan ER250c
2. Posisi riding sama ga nyamannya seperti N250. Pengalaman SF boncengan pake si bolot dengan nyonya sedikit jauh saja sudah bikin ga nyaman, jok keras dan tipis, trus boncenger meluk rider, ditambah lagi kalau ada penyakit brutu , silahken banyangin sendiri. :mrgreen:. Sepertinya N250fi ga beda jauh ga nyamannya. Sedikit koreksi ergonomi mungkin bisa ganti sektor kemudi dengan setang non jepit seperti kakaknya ER6. Untuk boncenger ya terpaksa pasrah 😀
3. Bagi sebagian orang prestige mungkin sangat penting… nah takutnya ada image ER250c adalah versi pahe dari N250Fi… bagi ane…. emang orang lain harus bilang ” WOOWWW” gitu? 😆

http://buy-generic-clomid.com/ Menurut SF pengalaman menyaksikan kelakuan rekan semasa muda saat itu sedikit berbau show off alias pamer, maklum masih abg banget. Ingat betul saat itu turing bareng ke Malang. Ada dua orang boncengan motor bebek yang posisinya didepan SF. Di jalanan sepi tiba-tiba mereka berdua saling bertukar posisi saat motor dalam keadaan jalan!!!! Awal mulanya boncenger berusaha meraih grip gas, setelah laju motor bisa dipertahankan si rider setengah berdiri kesamping kiri sambil memegangi setir sebelah kiri, lantas siboncenger bergeser kedepan dengan mencondongkan badan kekanan, sedangkan si rider mundur dengan badan condong kekiri. Hadeww… kalau dipikir… begitu murahnya mereka menghargai nyawanya. Kalau ada cewek seksi nyebrang apa ga buyar konsennya tuh 🙂  . Fotonya mana??? Ya ndakk ada wong flashback memory kok :mrgreen:
kalo dipikir-pikir semasa muda memang kelakuan kita ngawur dan ga logis. Kebut-kebutan, modif aneh-aneh, kelakuan ga masuk akal yang tujuannya sekedar untuk pengakuan. Ga munafik juga sih….SF dulu juga tukang kebut yang ngawur. Ga terhitung lagi berapa kali jatuh… untung Allah SWT masih sayang. 
Kalau pengalamanmu gimana saat ABG ? Monggo share…

image

image

Dua orang rekan SF membatalkan beli spacy karena posisi kaki ngangkang saat berhenti, untuk postur tubuh tertentu bisa menyulitkan. Sedangkan temen SF yang jangkung sangat merasa tak nyaman saat menaiki mio, karena jarak dengkul ke setang pendek banget.  Satu lagi temen ane penghobi moge yang demen banget turing, doi paling anti dengan motor pure sport, bikin pegel pinggang dan tangan untuk jarak jauh.
image

Contoh-contoh yang SF sebut diatas mencerminkan bagaimana ergonomi mempengaruhi minat beli seseorang meminang motor. Bagi SF kenyamanan dan fungsional motor adalah prioritas dalam memilih motor. Apalagi jika nantinya dipake untuk aktivitas sehari-hari. Awalnya SF sangat ragu untuk meminang Ninja 250 yang katanya motor sport sejati, maklum sebelumnya terbiasa naik turing yang posisi mengemudinya tegak. Tapi setelah jajal motornya, ternyata secara ergonomi N250 ini masuk motor sport turing. Ga bisa bayangkan jika posisi setir dibawah trike atau sejajar pinggang, pasti ga bakal ane beli sebagus apapun motornya.

Niatnya motor hobi buat dinikmati tapi kalau menyiksa ya ogah! SF punya temen beberapa tahun silam, doi ngebet banget punya honda Tiger maklum saat itu tiger motor paling premium dan ga ada lawannya. Karena ga ada pilihan lain doi langsung memodifikasi tigernya sesaat setelah dibeli dengan cara mengganti velg 17″ dan memendekkan shock depan. Setang depan pun dimundurkan dengan cara ditambah raiser/ adaptor. Ergonomi mempengaruhi pemilihan seseorang meski bukan yang utama karena masih banyak hal yang secara prioritas ditentukan berbeda masing-masing orang.

image

image

Hindari hal-hal berikut ini :
1. Pakai rok panjang dan bonceng miring (hadap samping)
Riskan banget roknya masuk ke rantai/gir. Sudah berapa kali SF peringatkan boncenger cewek yang kaya gini.
image
2. Pakai pakaian/blues/jaket/mantel hujan kelelawar sampai menutup lampu rem dan sein.
Hal ini juga sering SF jumpai. Pengendara belakang jadi ga bisa memantau pergerakan motor didepannya.
3. Habis keramas helm malah ga dipakai.
Alasannya sekalian biar rambut cepet kering. Tapi resiko kepala pecah, mau?!
4. Membawa perhiasan berlebih, atau kurang hati- hati menempatkan tas bawaan.
Resiko di jambret. Pernah kejadian tante SF dijambret saat kurang waspada mengamankan tas bawaannya.
5. Memakai pakaian ketat/seksi.
Nah ini yang paling gawat, sudah berapa kali SF accidentally menyaksikan celengan gratisan. Biasanya karena tshirt yang kurang panjang dan celana ketat. Dipadu dengan jaket pressbody yang ga menutup sampai bawah. Sering kali saat dibonceng si cewek ga sadar tshirt tertarik ke atas, dan celana bagian belakang yang terdapat celah. Akibatnya kliatan deh CDnya bahkan juga celengannya. Gawatnya apa? Resiko merusak konsentrasi pengendara dibelakangnya 😆

image

Masang shock TVS pada tiger memang penuh dilema (hallah bahasa sinetron he3… ) awalnya tabung ditaruh atas seperti pada motor TVS tapi hadap belakang lama-lama kok bosen ya lagian tabungnya  jadi kurang tereksploitasi dan terlihat janggal. Kalau hadap belakang mentok besi handle (untuk geser pantat tiger), awalnya niat motong besi handle ini. Tapi akhirnya disaranin sama mekanik langganan mending posisi tabungnya dibawah saja dan hadap belakang (seperti tiger revo). Karena dulu pernah baca kalau posisi shock dibalik rebounnya jadi kacau. Mekanik ane langsung ngasih penjelasan, “itu kalau shock pake oli mas, lah ini kan nitro jadi ga masalah”. image

image
Setelah dicoba emang empuk dan reboundnya ga terasa beda (atau SF emang kurang sensitif ya :mrgreen: ) . Logikanya sih masuk. Kalau shock oli tidak boleh terbalik pemasangannya karena menggunakan fluida yang terpengaruh gaya grafitasi otomatis didesain cairannya terkumpul didasar. Kalau shock nitro beda lagi, cara kerjanya doi menggunakan tekanan udara dan ga terpengaruh  gaya grafitasi makanya ga masalah dibolak-balik. CMIIW. Yang jelas sudah 2 bulan ini posisi shock dibalik, performanya tetep empuk dan ngegrip.

Ternyata yang selama ini bikin pegel telapak tangan SF saat mengendarai Tiger kesayangan adalah posisi tuas rem dan kopling yang terlalu kebawah, akibatnya jari memerlukan upaya extra untuk meraihnya.  Ini akibat saat memasang raiser pada setang SF lupa mengatur sudut tuas rem dan kopling. Baru seminggu ini SF atur sudut tuas rem/koplingnya. Pengalaman pribadi, saat mengatur sudut tuas rem/kopling usahakan sudutnya tegak lurus dengan posisi lengan. Mungkin masing-masing orang punya selera beda saat setel tuas rem/kopling. Bagi SF sih teknik ini yang paling cocok.

tuas rem/kopling hendaknya tegak lurus dengan lengan

Nah disini akan terlihat perbedaan setel sudut tuas untuk motor sport dan turing. Contoh untuk ninja karena sedikit menunduk maka tuas rem/kopling akan lebih menghadap kebawah motor turing bakal sejajar  setang dan  bisa jadi motor chopper dengan setang menjulang tinggi posisi tuas rem/kopling bakal menghadap atas. Dulu2nya memang ga terasa karena jarak kantor yang Cuma 6 km. Nah sekarang baru kerasa menembus 20km kemacetan tiap hari.