Menyaksikan kebut CS1 vs vixion, mesin CS1 boreup cocok jadi vixion killer

image

Kemaren pagi saat berangkat kerja melewati jalan yos sudarso, tepatnya pas naik jembatan layang ketiga yang jalannya lumayan sepi dengan nyantainya ane jalan sekitar 90 kpj. Tak lama kemudian ane disalip CS1 yang diikuti oleh vixion dibelakangnya. CS1 tersebut menyalip ane dengan selisih kecepatan yang lumayan jauh ( prediksi SF lebih dari 120 kpj) Raungan rpm CS1 terdengar sangat tinggi hingga awalnya sempet ane kira ninja yang akan menyalip. SF buntuti 2 motor tersebut beberapa detik (karena jalanan bener2 sepi) hingga turunan flyover. Si vixion pun terlihat ga sanggup memperpendek jarak dengan cs1, sampai akhirnya mereka berdua berpisah. Si CS 1 belok kiri ke arah komplek sekolahan ( klo ga salah) sedangkan si vixion tetap lurus. Kondisi CS1 dan vixion sama-sama berknalpot standard. Entah apa jurus yang digunakan CS1 hingga sanggup melawan vixion di trek yang ga begitu panjang. Menurut SF sangat cocok menggunakan basis mesin CS1 ini untuk dijadikan vixion killer. Tidak perlu upaya yang berat bagi honda untuk urusan mesin lah wong cs1 ini sudah pake radiator dan 5 speed. Tinggal boreup jadi 150 cc pasang injeksi trus ditemplokin ke sasis teralis berpotensi bisa melahap pasar vixion, lebih sadiz lagi kalo 6 speed (asal ga nambah biaya banyak). Tinggal desain yang menentukan keberhasilannya. Menurut bocoran dari IWB motor baru honda nanti ga perlu mesin  DOHC, SOHC pun cukup. Yang penting powernya. Disinyalir next vixion killer bakal lebih responsif dibanding new CBR. Ya jelas toh! SOHC bakal lebih responsif dibanding DOHC! 🙂 tapi jangan tanya putaran atasnya.

Ninja 250 injeksi seharga 65jt? Operpress banget!

image

Tertarik membaca komentar pengunjung blog Bro Wahyus ( thx banget infonya bro 🙂 ) yang mengatakan ninja injeksi bakal dijual 65 jt ( sumber dari tabloid otomotif). Ane langsung kaget, setengah ga percaya. Berhubung ane ga langganan otomotif jadi ga bisa meluncur ke TKP :mrgreen: menurut ane, yang urgent perlu segera dibenahi dari ninja 250 adalah sektor kokpit alias speedometer jadulnya. Tinggal ganti digital dah manteb kok. Keunggulan utama dari injeksi adalah bertambahnya power serta keiritan. Namun sekarang saja power ninja udah berlebih banget kok, bahkan menjadi raja dikelas sport premium di Indonesia. Kalo keiritan? Itu mah bukan main issue motor seharga hampir 50 jt. :mrgreen:
image
Ninja ganti knalpot lokal seharga 2 jutaan tanpa jetting powernya udah menyamai injeksi kok. Jika ada pilihan ninja karbu dan injeksi dengan selisih harga 15 juta, ya jelas ane tetep milih yang karbu, sisanya buat beli speedo koso, ban lebar dan knalpot racing palingan nambah 8 jtan udah puas buangeddd.

Ninja 150cc 4 tak powernya minimal setara CBR 150

image

Salah satu motor yang ditunggu kehadirannya oleh pecinta motor sport adalah ninja 150cc 4 tak. Karena menyandang nama ninja, motor 4 tak baru ini WAJIB memiliki power yang garang seperti pada kakak- kakaknya. Harapannya minimal setara dengan CBR 150, sukur-sukur mendekati 20 hpan seperti fxr atau cbr 150 thailand (yg belum dikebiri). KMI bisa belajar dari form factor dibalik keberhasilan Ninja 250 maupun Ninja 2 taknya. Yakni tampilan racy / sporty ( bukan sport turing seperti CBR150) serta power yang sangar . Menurut SF dua fitur itulah yang harus ditonjolkan ( kalo monoshock, double cakram dan ban lebar mah udah standard baku 🙂 ), sedangkan bonusnya bisa diselipin spedometer digital dan injeksi tapi kalo 2 fitur itu bikin harga membengkak ya ga usah dipaksa asal harganya minimal selisih 5 jtan dari CBR. Kalo perlu kawasaki habis-habisan disegmen ini karena pangsanya lebih gemuk daripada kelas 250cc maupun 150 cc 2 taknya.

Kenapa Ninja 250 yang dipilih?

image

Udah beberapa kali ane test ride moge mulai shadow, intruder hingga fireblade. Intinya sensasi multi silinder beda banget sama sensasi naik tiger ane. Sebelum meminang ninja jujur ane sedang menunggu next tiger dan CBR 250. Namun setelah new tiger semakin ga jelas brojolnya dan muncul spyshoot cbr 250 serta kepastian pakai mesin 1 silinder langsung deh ane murtad dari honda. Salah satu ciri moge adalah  multi silindernya, makanya opsi SF satu-satunya saat itu hanya Ninja 250, nyonya pun setelah ane kasih perbandingan gambar cbr dan ninja sontak milih ninja. Keputusan milih ninja hanya perlu waktu satu malam. Sekedar berandai-andai jika saat itu ternyata power dan torsi cbr lebih besar dari ninja, ane tetep milih ninja kok. Lah ane sendiri sekarang  ga seneng ngebut dijalanan, disuruh ngebut pake ninja di sirkuit juga ogah, sayang motornya kalo sampe ada apa2nya.
Mau tau modifikasi pertama yang SF lakukan ???  Pasang knalpot stereo silent sport buat si ninin. Bahkan barang ini udah beli duluan sebelum ninjanya kebeli. He3….  feel mogenya udah terwakili kok. Sampai sekarang merasa puas banget dan ga ada keinginan sama sekali gantiin ninin ini. Kecuali honda vtr 250 brojol disini, atau mungkin gw 250 bisa bikin bimbang.
Dari jaman masih dikandungan udah dibonceng motor 1 silinder, belajar motor pertama 1 silinder, beli motor pertama juga 1 silinder, mumpung sekarang ada kesempatan kenapa ga  nyoba  2 silinder?
Mungkin pengunjung punya alasan sendiri knapa milih ninja/cbr atau mengidamkan ninja/cbr monggo silahkan dishare

Sejarah Ninja 250, motor bermesin jadul namun tangguh

Ninja 250 yang sekarang adalah generasi ke4. Kesamaan antara generasi pertama hingag generasi terbaru adalah mesinnya( kode mesin EX-250)! Berikut sejarahnya :

Generasi 1 diperkenalkan di Jepang tahun 1983-1984. Awal mulanya berpenggerak belt dan memakai roda 16″‘ nama pasarnya adalah GPZ 250.
image
Generasi kedua diproduksi tahun 86-87 mulai dijual di benua Amerika dan Australia. Power yang dihasilkan sebesar 39.4 hp dengan torsi 23.5 Nm, karburator yang digunakan 32mm x 2, dengan berat kosong 138 Kg motor ini cukup diperhitungkan saat itu. Di Amerika motor ini sudah diakui sebagai keluarga ninja.

image
Generasi ketiga diproduksi tahun 1988-2007 lebih menekankan efisiensi bahan bakar dengan cara mengecilkan karburator menjadi 30mm x 2. Untuk menghindari dropnya tenaga kompresi dinaikkan dari sebelumnya 12:1 jadi 12.4:1 dan memperbesar ukuran sproket belakang , power ninja gen 3 ini adalah 37.4 hp dengan torsi 17.8N.m. Desain yang dianut GPZ-250 R pada generasi ke tiga ini mirip dengan ninja 750.
image
Generasi 4 atau yang dikenal sebagai ninja 250 dipenjuru dunia adalah generasi terbaru dan masuk secara resmi di Indonesia, gen 4 mulai diproduksi di Thailand pada tahun 2008 hingga sekarang. Model diperbarui dan kompresi diturunkan untuk mengejar torsi putaran bawah-menengah. Gen 4 ini ada 2 versi karbu (untuk pasar US + Indonesia) dan injeksi (untuk pasar thai,brazil, Eropa). Namun di 2011 Amerika juga mulai menjual versi injeksi. Untuk memenuhi regulasi Euro2 dan 3 knalpot dipasang catalyc converter dan penyesuaian setingan mesin. Akibatnya gen 4 ini mengalami penurunan power yang lumayan menjadi 33 hp (injeksi) dan 31 hp( karburator) torsipun menjadi 18.4 N.m. Yang membuat gen 4 ini berbeda dengan gen sebelumnya adalah roda yang sudah menganut 17″ dengan ukuran ban yang juga lebar(110-130) serta knalpot yang menggunakan 1 silencer. Jadi kalau nganggap ninja yang masuk Indonesia adalah versi spek down jelas salah kaprah karena Gen 4 ini emang ada 2 versi.

image

Ternyata motor yang dielu-elukan banyak biker saat ini basis mesinnya tahun 80an. Bahkan power ninja baru  turun 8 hp dibanding yang lama. Tentu ada alasan kenapa kawasaki mempertahankan mesin ini. Tak lain karena kehandalan mesinnya, kemudahan perawatan dan sparepart yang telah tersedia diseluruh benua (jelas lah wong sudah diproduksi hampir 30 tahun) 🙂 . Siasat ini yang nampaknya juga dilakukan AHM pada mesin generasi CB yang dipertahankan untuk tiger sang legenda hidup :mrgreen: . Secara tak sengaja  SF jadi kolektor kedua motor bermesin klasik ini  🙂  🙂  🙂  hidup jadoel !!!

sumber :wikipedia dan literatur lainnya