Terlanjur beli knalpot aftermarket tapi Suara terlalu nyaring? Solusinya gampang dan murah

Ada perasaan kurang pas dihati atas pembelian knalpot silent Rob1 untuk Nmax. Bukan masalah performa, karena soal ini sudah memenuhi ekspektasi (cek review pertama soal performa dan keiritan disini ). Namun soal suara yang sedikit jadi masalah, kentara kalau ini bukan knalpot std. ( cek suaranya disini ) Memang sih suara Rob1 SS ini sudah tergolong adem saat stagnan. Namun tetep saja lebih tereak saat akselerasi spontan dan kecepatan tinggi.

Sengaja SF cari di youtube perihal DB killer murah , lah kok nemu video DB killer yang menggunakan barang yang tak terpikir sebelumnya. Murah meriah dan pengerjaannya gampang. Cuma butuh

Continue reading “Terlanjur beli knalpot aftermarket tapi Suara terlalu nyaring? Solusinya gampang dan murah”

Saran bagi produsen knalpot motor, bikinlah knalpot berperforma tinggi namun tetap silent

Selama jadi rider dari 2006 hingga sekarang tak terhitung berapa banyak knalpot racing yang SF jajal. Dari GL Max, Tiger, Ninja 250, hingga Nmax sudah merasakan penggantian saluran gas buang. Yang perawan saat ini cuma suzuki Spin sajah.. itupun punya Nyonya.

Semakin berumur, makin berubah preferensinya. Yang dulu seneng yang gahar, sekarang senengnya yang bener-bener silent. Dari belasanan knalpot yang SF jajal ada 2 knalpot yang bikin SF jatuh cinta. Keduanya adalah knalpot aftermarket BUKAN SISTEM FREE FLOW… Namun memakai sistem sekat.

Yang 1 merk Nob1 dipakai untuk tiger.

Tiger berknalpot Nob1 silent sport

Yang satu lagi custom made oleh stanlee motomufler yang sempat SF pakai buat Ninja 250 juga SF tancepkan buat tiger saat Ninjanya dah SF jual

Kesamaan keduanya adalah suara knalpot mirip knalpot asli namun menambah performa motor.

SF rasa kedepannya tren knalpot model ini makin meningkat. Alasannya adalah :

1. Kualitas knalpot motor jaman sekarang yang sangat buruk. Umurnya ga tahan lama, terutama leher knalpot. FYI tiger 2004 SF saat ini masih memakai leher knalpot aslinya… 15 tahun lohh !!! Nmax 4 tahun saja dah karat. Kedepannya banyak pengguna motor ganti knalpotnya.

2. Aturan dan penegakan hukum makin ketat. Pengguna knalpot berisik pada ditilangin

3. Toleransi makin naik. Banyak rider dewasa yang menginginkan peningkatan performa tapi ga bikin kaget pengendara lain.

Sayangnya saat ini jarang sekali produsen knalpot yang memproduksi knalpot yang benar-benar silent mirip suara motor standar. Yang banyak adalah produsen yang ngeklaim doank tapi suara knalpot produksinya ternyata lebih berisik dibanding originalnya.

Merk nob1 yang dulu bikin knalpot silent sport buat tiger ( bener-bener silent sampai mengalahkan suara standar!!!) Saat ini dah ga membuat knalpot model beneran silent.

Adanya freeflow yang ber DB killer yang ga sesenyap knalpot Ori. Lalu merk Password , ini juga pernah SF baca suaranya bahkan ga melebihi suara knalpot standard. SF juga sering denger sendiri dijalanan.

Kedua merk yang SF tau ini beneran senyap, dan tetap bikin power motor naik… Gokilll…!!!! Sayangnya bahan baku kedua knalpot ini kurang mumpungi.

Satu-satunya jalan Bagi yang pengen knalpot performa tinggi namun tetap senyap adalah pesan leher knalpot racing berbahan stainless steel biar awet, lalu silincernya memakai silencer original (motor lain) .

SF dah coba hunting knalpot silent sport buat Nmax, sayang belum nemu yang sistem sekat. Saat ini SF knalpot silent merk rob1 buat Nmax. sayangnya sistemnya masih pakai freeflow dengan peredam glasswoll. Dan suaranya ga sesenyap knalpot Ori meskipun masih tergolong adem.

Tantangannya saat ini : bisa ga produsen knalpot lokal bikin knalpot benar-benar sesilent knalpot original , tetapi menjamin peningkatan performa… !!! Saran SF Tiru saja daleman knalpot pabrikan (model bisa didesain menarik) trus redesign leher knalpot untuk mensiasati performa.

Review Suara Knalpot ROB1 Silent Series untuk Nmax

Artikel ini kelanjutan dari artikel Sebelumnya mengenai review knalpot aftermarket Rob1 untuk Nmax. Jika sebelumnya bahas dari sisi performa (artikelnya silahkan klik Disini ) , kali ini SF bahas perihal suaranya. Tentunya penasaran kan dengan suara anti tilang yang diklaim oleh produsen.

Seperti yang saya tulis diartikel sebelumnya, alasan penggantian knalpot standar adalah karena adanya penyok dileher knalpot, yang mempengaruhi performa motor.

Usia motor yang 4 tahun juga bikin kondisi leher knalpot berkarat parah. Alih-alih ganti leher knalpot, SF putuskan ganti sekalian saja fullset. Setelah berkonsultasi dengan grup Nmax di FB, suara Rob1 silent series yang paling adem alias volume yang paling rendah. Video yang SF lihat di youtube, si pembuat video juga mengklaim knalpot ini anti tilang (ada video pengukuran volume knalpot dengan dbmeter). Karena itulah SF beli knalpot Rob1 ini.

Diartikel sebelumnya yang saya share di FB juga ada pertanyaan dari sobat SF, ” apa benar-benar silent?” Ini yang akan SF bahas.

“Tidak Juga”

Continue reading “Review Suara Knalpot ROB1 Silent Series untuk Nmax”

Impresi penggantian knalpot silent series Rob1 pada Nmax. Terkesima dengan performanya, tapi tetep irit Juga loh.

Akhirnya setelah beberapa bulan menahan godaan, tak tahan juga SF ganti knalpot bawaan Nmax dengan knalpot aftermarket Silent Series bermerk ROB1 (dulu namanya RCB1). Penyebabnya bukan hal yang sepele. Leher knalpot Nmax penyok kena poldur saat boncengan ekstreem 😇

Leher knalpot Nmax, full karat dan penyok setelah 4 tahun

Bukan hal yang mudah menentukan knalpot incaran. Ada beberapa merk yang menawarkan harga lebih murah. Tapi review di internet kurang detail. Nah sialnya pihal RCB1 punya trik jitu. Bikin video pengukuran dyno dan pengukuran volume knalpot…. coba.. apa ga sialan tuhhhh… !!!

Continue reading “Impresi penggantian knalpot silent series Rob1 pada Nmax. Terkesima dengan performanya, tapi tetep irit Juga loh.”

Nmax Kembali di Oprek, Kali Ini Jadi Responsif Namun Rilex

Responsif dan Relax… 2 kata itu seakan menggambarkan performa Nmax milik SF saat ini. Tapi sebelum membahas apa saja yang SF lakukan pada Nmax, intip dulu perubahan yang SF lakukan sebelumnya disini.  Filter aftermarket Ferrox, Roller Mio J 12 Gr (1 Gr lebih ringan dari bawaan), dan Per CVT Vario 150. Paduan ini bagi anak muda yang seneng kebut-kebutan dan selap-selip mungkin cocok… Motor serasa siap melesat kapanpun dibutuhkan… delay antara putaran gas dengan bertambahnya kecepatan sangat singkat. Efek buruknya Motor menggerung terus maunya nyundul terus , kira-kira seperti motor manual yang giginya terlalu rendah saat melaju. Pastinya motor jadi tambah boros….

Per Vario 150 yang akhirnya dicopot lagii

Continue reading “Nmax Kembali di Oprek, Kali Ini Jadi Responsif Namun Rilex”

Mulai banyak Ninja 250 balik standar

Beberapa bulan ini SF perhatikan baik dalam perjalanan PP rumah-kantor atau di perumahan SF sering sekali melihat penampakan Ninja karbu atau Ninja FI yang knalpotnya standar… padahal dulunya mayoritas Ninja 250 yang SF temui telah berganti knapot aftermarket.
Knalpot boleh balik std, spion tetep lipet donk….. :dodolstyle:

image
Spion lipet khusus saat parkir

Continue reading “Mulai banyak Ninja 250 balik standar”

Adjustable DB killer… nyekik suara knalpot biar ga berisik

Mumpung lagi ganti knalpot (edisi usir bosan), sekalian SF ulas DBkiller rancangan dhewe.

image

Continue reading “Adjustable DB killer… nyekik suara knalpot biar ga berisik”

Rancangan DB killer yang mampu meredam suara, namun tetap merdu

Setelah beberapa kali jajal rancangan DB killer,  akhirnya SF nemu rancangan DB killer yang cocok meredam knalpot aftermarket Ninja 250.
DBkiller ini berbahan sarangan yang dimodel cone (merucut)   dan dimasukkan dari depan (pangkal)  silencer. Diameter cincin cone harus press dengan diameter sarangan didalam silincer…

image

Continue reading “Rancangan DB killer yang mampu meredam suara, namun tetap merdu”

Review header 4-2-1 menggantikan 4-1 bawaan ertiga

image
Header asli ertiga 4-1

Langsung terasa bedanya….!  Penggunaan header 4-2-1 buat ertiga menggantikan header ertiga bawaan 4-1 dengan catalyc converter bikin power mobil lebih keluar duluan…  Hal ini juga diamini ipar SF (yang justru jam terbang pake ertiga lebih tinggi dibanding SF) “wah kalau kaya gini tanjakan curam dengan kondisi penumpang penuh ga bakal jiper” katanya.  Perbedaan karakter terutama sekali terasa si rpm bawah (sebelum 4rb rpm).  Pedal gas cukup sedikit di tekan sudah cukup untuk bikin mobil melaju. Sangat bisa diandalkan untuk nyalip angkot yang seenaknya ngetem.  Sepertinya peak power dan torsi bergeser pada RPM lebih rendah.  

image
Aftermarket 4-2-1

Continue reading “Review header 4-2-1 menggantikan 4-1 bawaan ertiga”