rangka

All posts tagged rangka

rangka nc700
Bisa dibayangkan bagaimana jika 1 jenis sasis dan mesin digunakan untuk 4 jenis motor : maxi scooter, sport naked, adventure dan cruiser. Banyak yang meragukan performa masing-masing motor ga akan maksimal
Tapi Honda membuat hal yang mustahil ini sukses diterapkan pada 4 barisan motornya. Continue Reading

wpid-wpid-1326789765-picsay-1-1.jpg
Semua kendaraan SF beli bekas :). yang sebiji ini memang sedikit menyusahkan karena umurnya sudah 9 tahun :).
Tiger silver hitam keluaran 2004 ini Mau ga mau minta perhatian lebih. Terlalu banyak sektor yang mengalami keausan. mulaki kaki-kaki, kelistrikan,bodi, hingga mesin. Okelah tak bahas satu-persatu
1. Kaki-kaki
-Kelemahan tiger ada di kancingan gir belakang. bener saja… SF terpaksa Ganti Velg karena jalur kancingan gir Velg original dah hampir kemakan habis. padahal baru pakai 2,5 tahunan
-Bushing Arm baru beberapa bulan lalu ganti karena arm belakang dah goyang kesana kemari
-Kaki depan termasuk handal bebas masalah. Laher cuma sekali ganti sekalian ganti Velg.
-Mulai Timbul masalah di komstril oblagh.. belum sempet ganti. baru dirapetin doang. Putaran agak seret tapi masih dalam batas toleransi (saya 😛 )
-Shock breaker bawaan jadi keras setelah pemakaian 6thn akhirnya ganti Shock tipe Nitro milik TVS 160
-Rantai dah 4 kali ganti. terakhir pake Sinnob gear set
2. Kelistrikan
-Spul Jebol 3 kali. jebol pertama sekitar 4 tahun pemakaian, trus di gulung ulang. Jebol lagi 2 tahun kemudian trus di gulung ulang, terakhir jebol lagi setahun lalu akhirnya ganti original. hal ini kemungkinan kurang rapinya perkabelan di motor SF sehingga korslet dan bikin tewas spul. segala macem asesori nempel (penah nempel) di motor ini.misal : lampu mobil 55 Watt,klakson stebel,modif lampu hazard (dah ga dipake, buat gaya-gayaan saat ikut komunitas 🙂 ) , sampai kunci rahasia.
-Aki ganti beberapa kali (kalau ga salah tiap 2-3 tahun) sekarang pake yang mur-mer merk global klo ga salah harganya 150rban 🙂 awet dah lewat setengah tahun
3. Bodi.
-Tangki aman belum bocor…. lah ini anehnya padahal katanya tiger favorit tangki bocor
-kancingan bodi tengah belakang banyak yang rompal
-rangka miring , akhirnya dipress beberapa bulan lalu
-mika rem belakang rompal dikit bagian bautnya… ini juga banyak diderita pemilik tiger. karena terlalu kencang saat ngebaut mika waktu ganti bohlam
-Jok beberapa kali ganti kain dan busa
-Cat dah baret dan kusam disana sini akhirnya dicat 3 tahun silam
-bodi samping kiri pecah … bukan karena jatuh pecah karena bagian bodi ini sering buat tumpuan dengkul saat menggeser motor.
4. Mesin
-Sudah oversize 25, gara gara seal bocor oli netes hingga motor kehabisan oli. alhasil Seher baret dan Booring kudu oversize. Noken dan templar sedikit kemakan tapi masih dalam batas toleransi jadi ga perlu diganti
-kampret eh kamrat alias rantai keteng dah sering ganti, sekitar 20rb kman, beberapa bulan lalu ganti LAT (lift assy tensioner), lidah tensioner sudah 2 kali ganti. Sektor ini juga penyakit bawaan tiger. gejala awalnya tiap distater bagi berisik beberapa saat ilang, lama-kelamaan berisik terus
-Sektor kopling kurang handal. sudah 4 kali pantek kopling house karena oblagh, penggantian kampas kopling sekitar 4 X an
wpid-DSC_0481.jpg
Sementara cuma itu yang SF ingat… secara performa sekarang masih lumayan kok. Saat jalanan suepi lepas lampu merah pernah SF kebut hingga 130 kpj dengan nafas masih tersisa, performa sih masih mumpungi dan ga malu-maluin dibanding motor keluaran terbaru. Tapii…… bensin buorossss!!! gaya nyetir ngirit saja paling cuma dapet 1:25 rata-rata normalnya 1:22 an.
wpid-1360896714-picsay.jpg
Dengan berbagai problem yang ada ga salah jika tiger ini harga jual bekasnya lumayan ngedrop, ditahun 2005 SF beli bekas motor ini sekitaran 17 jt (harga baru klo ga salah 21jtan) sekarang palingan 8 jtaan (CMIIW) tapi ya gitu calon pembelinya kudu bener-bener siap mental karena pasti minta jajan, hal-hal diatas mungkin bisa dijadikan acuan parts-parts yang perlu diwaspadai jika membeli tiger tahun lawas.
Ingat karakter pengemudi juga sangat mempengaruhi keawetan motor loh. Dulunya SF speed oriented dan nyetirnya sering ngawur, baru setelah punya momongan jadi insaf 🙂

Alhamdulillah tigernya sekarang sudah ga ngambekan PR sudah banyak yang dibenahi. paling tinggal sepele saja… ganti bodi belakang, rumah lampu dah ga kinclong, operan gigi sudah mulai oblag, karet footstep sobek, dan pernak-pernik kecil lainnya.

ga mau direpotkan motor lawas ??? ya beli baru saja. Kenyamanan dan kepuasan jelas beda tapi dana memang banyak terkuras :).

atau beli bekas tahun muda. kalau beruntung bisa dapet barang istimewa.
Contohnya di awal 2011 SF cari N250 bekas(th 2009 ) dapet harga 38jt (harga baru saat itu 46jtan) KM baru 600, tanpa baret sedikitpun, kinclong kaya barang dari dealer, toolsbox masih diplastik 🙂 pokoknya seperti riding motor baru dengan harga selisih 8 juta lebih murah!
Trus cari mobil juga gitu keluaran tahun 2003 tapi KM baru 75 rb, general checkup ke bengkel mesin interior dan bodi mulus istimewa cuma perlu ganti belt dan cairan cuma abis 715rb mobil dah siap tempur seluruh indonesia.
So pilih kendaraan baru atau bekas? pertimbangkan konsekwensi dan dananya!

image

Kepuasan modif menurut SF didapat dari hasil garapan sendiri, bukan beli jadi hasil modif / karya orang lain. Meski toh pengerjaan modifnya dilakukan dan dapat masukan dari rumah modif, afdolnya owner sendiri yang menentukan arah modifnya. Sehubungan dengan artikel kemaren mengenai scorpio modif yang dijual 120 jt. Ga ada salahnya jika kita-berandai-andai… jika bangun motor retro /cafe racer seharga itu, basis motor apa yang anda pakai?
Motor classic = mesin classic? Kalau nekad pakai basis motor lawas tentu budgetnya berkurang, kecuali motor lawas berbasis moge loh ya. Contohnya banyak bersliweran dijalanan, kebanyakan yang SF temui berbasis CB. Ga enaknya tentu perawatan mesin lebih menguras tenaga dan biaya… ujung-ujungnya jeroan CB malah diganti GL atau Tiger :mrgreen:

So pilihan mending pakai basis motor modern sekalian, semisal : Tiger (eh tiger masuk kategori modern ga ya :mrgreen: ), Scorpio,Thunder, dll. Tentunya seperti vixion yang berangka deltabox kurang cocok, susah bikin match dengan tema retro 🙂 kecuali saking kreatifnya hingga bikin vixion serasa retro :mrgreen:
Tapi ada 2 basis mesin yang SF demen jika bangun motor retro. Basis motor apa itu? Ninja 250 dan Inazuma 250 ! 🙂  alasannya simple, mesin multi silinder! Jadi model cafe racer/ retro yang disasar bukan lagi kelas capung tapi retro moge.
Nah bodypart yang ga kepakai bisa dijual lagi buat nambah biaya modip 🙂

image

Berandai-andai saja kok.. kenapa harus nanggung 😆 toh kalau beneran ada duit segitu ga bakal dilakukan

image

Mata jadi gatel jika liat ban belakang gak lurus dengan bodi belakang. Itulah yang menyerang tunggangan lawas SF. Awalnya SF kira ARM yang miring karena  pernah dilebarkan dengan dongkrak saat memasang cakram belakang. Belum lagi pernah diseruduk motor dari belakang. Mumpung belum bulan puasa disempetin sowan ke JBB Press untuk meluruskan bodi. Karyawan JBB langsung berkomentar rangka belakang kena Pak. Lah.. belum di cek kok sudah ambil kesimpulan. SF lantas minta dicek lebih seksama….setelah diintip, dinaiki dan  digenjot-genjot 😆 Pegawai JBB berkomentar… Yup bener bodi belakang miring. :mrgreen: (dibilangin kok ngeyel). Pengakuan doi rata-rata penyakit GL series (GL, Megapro dan Tiger) adalah bodi belakang yang rentan miring, apalagi sering bawa beban berat. Sebab lain adalah modifikasi monoshock (akan SF bahas pada artikel lain). Singkat cerita Tiger segera dibongkar bodi belakangnya, dimasukkan mesin pres dan didongkrak sebentar. Beresss dah….! ga sampe sejam motor dah lurus.
image
Ongkosnya 200 rb! mahal ya..?
Sebenernya bisa dimaklumi sih. Investasinya saja mahal … mesin pressnya seharga 55 JT! belum lagi sewa tempat dan gaji karyawan.

image

Awalnya misi si teralis adalah merebut tahta vixion. Namun dengan design yang “katanya” keren dan mesin yang juga “katanya” menganut DOHC, yang patut was-was bukan hanya vixion. Kelas 150cc lain seperti Byson, NMP serta CBR 150 juga patut waswas. Menurut analisa SF yang sedikit nglantur, konsumen Vixion suka vixion karena kelebihannya, bobot ringan, technologi tinggi yang minim perawatan, irit, power yang lumayan, model lumayan. Hmmm coba dikira-kira kelebihan apa yang diserang siteralis… technologi lebih tinggi dan minim perawatan, disinyalir juga ringan karena rangka teralis ( contoh kasus minerva 250 bobotnya selisih lebih dari 25 kg dibanding yang lain), power jangan tanya lagi DOHC bro! Trus kalo si teralis dikasih RDB, speedo digital, serta model yang lebih fresh apa ga ambyar kekuatan yamaha di sport. Sedangkan pengaruh di byson gimana? Orang milih byson karena modelnya, lah kalo model si teralis cakep ditambah lagi mesin beringas dan injeksi, klo harganya ga jauh apa ga mending ambil teralis nih. Trus pengaruh di kubu honda juga besar juga loh. Konsumen yang setia honda dulunya ga ada pilihan lain selain NMP atau tiger. NMP desain dan power nanggung, sedangkan tiger gitu-gitu saja, tiba-tiba disodori teralis apa ga klepek-klepek. Terakhir CBR… jelas kan orang pengen beli CBR karena desain, technologi dan injeksi. Kalau kesemuanya itu ada di teralis, konsumen yang  belum mampu beli CBR mending nunggu si teralis. Namun pengaruh ke CBR mungkin ga bakal kerasa dibanding efek pada motor lain yang SF sebut diatas, karena konsumennya segmented. modelnya pun beda fairing vs naked, dan satu lagi CBR punya nilai prestige lebih! Penghambat larisnya teralis nantinya ada di teralis sendiri yakni apakah bisa irit, murah, dan reliable…..??? These are the big questions
Judul artikelnya saja  jika… berarti belum pasti kan? Menurut informasi yang entah sengaja atau tidak ditiupkan ke kalangan blogger tentang menceritakan kelebihan teralis jelas ada efeknya. Konsumen pada menunggu kepastian! Jadi silahkan bingung milih antara vixion upgrade, teralis, atau P200NS. Sukurlah SF ga ada rencana beli sport lagi jadi ga ikutan bingung.  😆

image

Pagi-pagi masih kriyep-kriyep buka indomotoblog pandangan mata langsung tertuju di blognya IWB yang artikel teratasnya menulis tentang bocoran motor sport honda baru yang dikabarkan menggunakan mesin berbasis CBR 150. Sontak setengah tak percaya! Hal ini melebihi ekspektasi para pecinta motor Indonesia. Seperti yang SF tulis diartikel terdahulu , next sport honda harus benar-benar menawarkan sesuatu yang sulit diabaikan pecinta motor agar bisa menjungkalkan vixion sang raja motor sport beberapa tahun terakhir. Mesin minimal memakai CS1 yang di tingkatkan kapasitasnya. Sedangkan fitur lain yang SF usulkan seperti bagasi di tangki depan, tangki bensin pindah dibawah jok, sasis teralis, double cakram, ban lebar, injeksi, monoshock, speedo digital dll dapat memberikan nilai lebih pada motor baru honda nantinya.
image
Jika benar AHM menggunakan mesin CBR 150 pada sport barunya tentunya sangat fantastis. Melihat kekuatan dan ambisi AHM di 2012 rasanya sangat mungkin ini terjadi, menyerang sekaligus menutup celah serangan dari kompetitor dengan strategi Palugada. Masalah produksi seharusnya lebih mudah dan lebih murah  mengingat AHM sudah punya basis produksi CS1 yang merupakan titisan CBR 150, paling tidak banyak parts yang serupa. Siapa tau saking gemesnya sama vixion  sampai berani membanderol motor barunya dengan harga sedikit dibawah Vixion 😆 . Kalau sudah gini siapa yang tahan godaannya? bisa jadi pemilik vixion malah pindah kelain hati. 🙂 strategi Honda kali ini tentunya ga bisa dilawan dengan strategi menambah varian warna pada Yamaha.
image
Warning bagi Yamaha untuk segera mencari strategi pertahanan yang lebih efektif.

Ini adalah salah satu penyakit bawaan ninja 250, baut kenop tutup rangka gampang lepas. Punya smartf41z baru dipake sebulan udah ilang satu waktu dipake jalan. Kalo tau gini, dari udah ane rekatin deh. Saran bagi pemilik Ninja 250 agar segera lem bagian ini agar ga gampang copot. Pake lem kaca aja udah lumayan kuat kok. Kalo hilang harganya sih ga seberapa mahal kira2 15-20 sebiji tapi susah nyarinya, ga semua dealer punya. Sedangkan parts aftermarketnya harganya mahal bisa 300rban/set.

Untung ga sengaja nemu bikinan pengrajin lokal dari kaskus, harga Cuma 100 ribuan (1set). Namun sayang pengerjaannya agak kasar. Alhasil ane bersihkan dulu sampe mengkilap dan diberi aksen item-item pake cat, agak ca’em deh. setelah itu baru ane tempel ke rangka dengan sebelumnya diolesin lem kaca dulu. Sedangkan 3 baut ori yang tersisa ane simpen aja buat cadangan.

baut/ kenop tutup rangka murmer