rantai

All posts tagged rantai

Kelemahan tiger salah satunya pada mekanisme kamrat yang gampang lemah… Bukan hanya rantai kamratnya namun juga LATnya alias tensioner penonjokknya yang gampang lemah. 

Kali ini SF ingin bahas LATnya. Seringkali LAT yang menggunakan pegas model gulungan lempengan baja ini ga kuat mendorong batang penonjoknya keluar, akibatnya kamrat kendor dan muncul bunyi berisik. Penonjok ya ga memanjang maksimal ini sebagai akibat pernya telah lemah.

Untuk membantu kerja LAT agar bisa lebih memanjang sehingga lebih menekan kamrat cukup mudah kok… Kendorin saja baut pemegang LAT diblok mesin pake kunci L (ada 2 biji atas bawah) sehingga LAT terdorong keluar sekitar 2 mili. Saat dikendorin itu, penonjok tensioner pada LAT yang ga tertahan lidah tensioner akan ikutan memanjang 2mm. 

Nah bagaimana jika saat baut pemegang  LAT tersebut sudah di kendorin namun LATnya ga terdorong keluar meski dah digetok getok…. Berarti masalahnya bukan pada LATnya… Tapi kamrat (rantai keteng) anda sudah molor dan harus diganti atau bisa juga lidah tensioner dah tergerus parah. 

:Mrgreen:

Beberapa malam lalu SF sempat dicurhati oleh salah seorang member blog yang punya masalah blok kiri mesin.  Blok mesinnya bolong gara2 rantai lepas dan 2 mata rantai nencep di blok mesin sebelah kiri….
Berikut SC kronologinya

image

Ini penampakannya

image

Beberapa kali SF mendengar kisah pilu gara-gara rantai lepas.  Selain masalah ini ada juga as gir depan patah dan juga gir depan rontok… 
SF sendiri waktu pakai GL max dulu pernah lepas as roda sebelah kiri dari armnya…
Jangan sepelekan rantai kendor karena jika lepas fatal akibatnya…

Pemakaian gir berat mengurangi stress mesin saat menempuh perjalanan jauh dengan kecepatan tinggi, rata-rata RPM mesin yang biasanya tinggi saat turing bisa berkurang .. Efeknya konsumsi bensin bisa tambah irit. Kalau soal nambah top speed agak sangsi juga sih… Kondisi normal saja motor (tiger misalnya) akan susah mencapai redline di gigi 6. Namun jika rasio gigi terlalu berat akan menimbulkan beberapa masalah.

image

Berikut sharing SF tiger yang stdnya pake gir 13-43 dengan rasio 3.214 ganti dengan gir set NMP gir 14-42 dengan rasio 3.000… Jadi pergantian diatas sama seperti menurunkan gigi belakang tiger 4 mata!
Ceritanya saat ganti gearset NMP Si mekanik ternyata lupa membesarkan gir belakang, malah pake standar NMP. Simak saja reviewnya….
1. Dulunya kecepatan puncak dicapai digigi 6 (kira2 RPM 500 – 1000 sebelum red line). Setelah pakai gir set NMP Kecepatan puncak dapat di gigi 5, saat naik gigi 6 kecepatan ga bisa nambah karena beban mesin terlalu berat. abaikan angka kecepatan tertinggi karena speedo ga akurat.
2. Akselerasi jelasnya berkurang drastis… Kudu sering pake gigi rendah untuk nyalip.
3. Ngelitik saat mesin panas… Benar-benar tersiksa di kemacetan. Sering kepake gigi satu dan ga bisa akselerasi spontan karena ngelitik.
4. Kondisi ngelitik dan penurunan akselerasi makin parah saat motor buat boncengan.
5. Enaknya rasio gir berat hanya saat SF tanpa boncengan lewat jalur sepi panjang dan mulus… Mesin ga menggerung tapi sudah mencapai kecepatan tinggi.

Kedepannya SF bakal besarin gir belakang NMP yg terpasang pada tiger sekitar 3-4 gigi agar lebih cocok di kemacetan… Ga cuma enak di jalan lempeng doang…

Tiger contohnya… Motor ini aslinya pake  velg ring 18″ dengan ban kurus. Begitu diganti velg diameter/ring 17″ dengan ban gambot, timbul beberapa problem.

image

1. Rasio gigi berubah lebih enteng karena beda diameter velg, petunjuk kecepatan kurang valid
2. Tekanan angin kudu selalu dimonitor.. Kurang angin dikit saja performa motor berkurang drastis.
3. Tiger memakai ban 130 keatas menyisakan masalah lain… Kalau velg aftermarket Tiger disinyalir rante akan gesek ban. Sedangkan tiger SF yang pakai velg NMP aman karena gir bisa digeser keluar dengan ganjel ring.
pemakaian ban 130 keatas pada tiger juga akan menghadapi masalah ban akan tergesek spakbor saat buat boncengan (area spakbor dibawah jok belakang)
Solusinya jangan buat boncengan ๐Ÿ™‚ he3…
Ganti Shock tinggi dan keras bisa menghindari gesekan ban dengan spakbor… Namun jika yang dibonceng beruang, sama saja ban tetap gesek. :mrgreen:
Seperti tiger SF kemaren… Buat boceng rekan SF sesama beruang shock nitro TVS tetep ambles dan ban gesek spakbor.
Biar dah …cuek…!  Area bawah jok ga kemonitor … Toh kena gesekan lama2 spakbor jadi makin lebar (dan bolong ๐Ÿ™‚ )

image

Berbincang dengan pengunjung blog yang juga penunggang vixion bener-bener bikin iri SF sebagai pengguna tiger. Bagaimana tidak usia kamrat vixion bisa sampai 90.000 KM! Kalau tiger jangan tanya… usia 90.000KM bisa jadi minimal 3 X ganti kamrat! Kamrat inilah salah satu penyakit tiger yang melegenda…. :mrgreen: vixion punya Adik SF KM sekitar 40.000 kamrat juya masih sehat.

image

Tiger SF saat usia menginjak 90.000km malah lebih dari 4 X ganti kamrat. Padahal kamrat selalu beli ori AHM begitupula tensionernya(LAT=Lift Assy Tensioner). Terakhir ganti bisa lumayan lama usia pakenya karena beli kamrat import yang harganya bisa ratusan ribu.

Secara tak sadar atau bahkan disengaja sering kali kita mengolesi rantai dengan oli secara  berlebihan. Setelah pelumasan tersebut percikan oli pada rantai riskan nempel pada ban. Fatal akibatnya jika ceroboh pasca pelumasan rantai… terutama saat tikungan kekiri. Ban belakang motor beresiko selip…
Kebiasaan SF saat melumasi rantai tiger, SF standar tengah si tiger , masukkan gigi 2 atau 3, saat roda berputar tersebut SF lumasi rantai secukupnya dan membiarkan beberapa saat agar oli merata dan ga nyiprat kemana-mana.

image

Ilistrasi nyolong

Continue Reading

Ingat artikel vespa LX 150 berbunyi kasar beberapa hari lalu? Kalau ketinggalan silahkan baca disini http://smartf41z.com/2014/08/25/bunyi-kasar-menyerang-vespa-lx150-menginjak-20000-km-kira-kira-kenapa-ya/
Nah beberapa hari lalu SF bertemu dengan ownernya tapi kali ini beliau tidak membawa vespanya namun vario untuk berangkat kerja.. Setelah SF tanyakan… vespanya keburu mogok sebelum sempat dibawa kebengkel… saat menanyakan sebabnya , beliau belum tau karena masih ditangani bengkel piaggio.

image

Continue Reading