razia

All posts tagged razia

Beberapa hari lalu SF kena razia di sekitaran stadion Bekasi… kebetulan saat itu SF sedang riding tiger. Petugas sempet tanya plat SF yang mati , SF jawab saja… “di Surabaya stok Plat Nomor Habis…. ” anehnya knalpot aftermarket SF ga di tanyain blas… mungkin suaranya yang mirip ori jadi aman…. modelnya meski ga bentuk tabung tapi finishing chrome jadi lolos dari pengamatan…

wpid-p_20151102_060040_nt.jpg Continue Reading

Sangat disayangkan kelakuan oknum scooterist yang sempat dilaporkan masyarakat ke Polres Pacitan karena dianggap menimbulkan keresahan.

Kejadian tersebut terkait dengan agenda besar scooterist JSR (Java Scooterist Rendesvous) tanggal 5-7 Desember 2014 di Jawa Timur yang otomatis menyedot atensi scooteris dari seluruh Indonesia… banyak diantara mereka rela menempuh ratusan kilometer untuk berkumpul dengan sahabat pecinta scooter yang terkenal dengan semangat brotherhoodnya… Beberapa diantara scooterist tersebut nekat berangkat meskipun tidak punya dana.

image

Continue Reading

Shock therapy menurut pandangan penegak hukum perlu dilakukan untuk menimbulkan efek jera terhadap pelanggar rambu lalu lintas… harapannya pengguna jalan makin taat rambu lalu lintas. SF sendiri kurang memahami bagaimana SOP dari kepolisian . Kalau dinas keluar (razia) langsung bisa sewaktu-waktu atau harus ada surat tugas? bisakah hanya dilakukan 1-2 petugas? Kalau di kantor SF sih untuk penugasan keluar kantor wajib ada Surat Tugas dari pimpinan tertinggi di unit tersebut.  Sering sekali SF melihat atau dilapori ada polisi di titik-titik tertentu yang ga bisa dimonitor pengguna jalan. SF sih nyantai saja , kalau ga melanggar ngapain takut….

sumber : doninurul.web.id


Namun apa yang ada dibenak pengguna jalan? Shock therapy = jebakan betmen (embuh opo artinya betmen ini, rekan2 sering menyebut istilah ini 🙂 ) kesan yang ditangkap oleh pengguna jalan polisi sengaja menjebak pengguna jalan dengan berjaga di spot yang tidak termonitor pengguna jalan . Misalnya selepas tikungan… SF ingat bener di salah satu perempatan di rungkut ada perempatan jalan yang tergolong sepi, untuk belok kiri harus mengikuti lampu merah, padahal dulunya ada tulisan belok kiri boleh terus. SF sendiri agak heran dengan rambu ini akhirnya yowis manut saja berhenti di perempatan sepi ini. Eh pengendara motor dibelakang klakson-klakson minta jalan… selepas belok. CILUK …. BAAAAA!  Kena deh… entah karena rider ini ga lihat papan penunjuk, terburu-buru, atau memang nganggep rambu mubazir (lah perempatan sepi kok belok kiri harus ngikut lampu).

Kasus terbaru seperti beberapa waktu lalu (artikel disini), polisinya ngetem di ujung jalan layang. Otomatis pengendara motor panik… maksudnya balik arah menghindar razia polisi dengan berbalik arah namun takdir berkata lain… pengendara motor ini kudu merelakan nyawa istri dan janin yang dikandungnya karena bertabrakan dengan honda jazz honda city 🙁
Diibukota kondisi jalan memang kurang memadai, seringkali hal tersebut jadi pembenaran melanggar aturan bagi pengendara bermotor… sehari-hari SF melihat motor melawan arus… SF ngerti sekali alasannya. SF yang lewat jalur normal datang 10-15menit lebih lambat dibanding rekan SF yang sedikit melawan arus…. putaran balik yang jauh serta macet jadi penyebabnya… yo wis lah dilakoni saja
Semoga saja ibukota ini segera dipindah… macet dan banjirnya sudah mulai ga masuk akal…
Adalagi yang menurut SF shock therapy tidak pada tempatnya… malah bikin kemacetan ber KM-KM (cek artikel yang lalu disini )

SF sangat setuju adanya shock therapy dari aparat agar pengguna jalan benar-benar kapok. Tapi perlu dilakukan dengan mempertimbangkan akibatnya dan dilakukan dengan tanpa pandang bulu… Ga seperti saat ini yang beberapa pengendara tertentu kebal hukum.

Posted from WordPress for Android

image

Tentunya dah pada baca ulasan beberapa blogger ternama beberapa hari lalu mengenai razia knalpot racing. SF cuma ingin menegaskan saja… apa ga salah tuh kalau polisi bakal menyikat semua knalpot racing… berarti polisinya kudu belajar lebih banyak lagi karena banyak knalpot racing yang sudah menggunakan DB killer bikin ga berisik bahkan ada knalpot racing yang sudah paten bersuara seperti knalpot standar. Apalagi knalpot import jutaan rupiah jelasnya banyak yang sudah mengantisipasi batas kebisingan knalpot ini. Lah diluar sana aturan ini diberlakukan sudah lama kok… bahkan balapan disirkuit saja kudu memenuhi batas kebisingan knalpot. ( Info ini SF dapat saat mencari literatur soal DB killer.)
Continue Reading

image

Sudah dua kali SF melewati razia polisi saat ada dinas luar. Dan anehnya saat banyak motor diminta minggir malah tiger ane disuruh jalan terus. Kemungkinan razia tersebut sebagai shock theraphy pelaksanaan aturan lampu motor harus nyala saat berkendara. Merurut rekan ane yang udah hafal banget kondisi lalu lintas Jakarta mengatakan bahwa razia biasanya dilakukan bukan saat jam sibuk antara jam 9 sampai 11 pagi atau jam 1 sampai jam 4 sore. Asalkan kelengkapan motor lengkap dan lampu selalu nyala ga perlu kuatir. Tapi namanya lupa gimana lagi :mrgreen: Kadang saat dilampu merah yang durasinya 2 menit lebih, ane mematikan lampu dan mesin motor ( lumayan hemat bensin dan aki) nah kadang saat dah jalan lupa nyalakan lampu :mrgreen:, begitupula kalau pas macet puarrah… ane swicth lampu utama ke lampu kota agar aki ga tekor. Maklum tiger dan ninja kelistrikannya ambil langsung dari aki. Razia semacam ini memang perlu dilakukan untuk shock theraphy bagi pengendara yang sudah menganggap melanggar aturan adalah kebiasaan. Contohnya saja spion ditekuk, lampu rem putih, masuk jalur busway dll.

Sekedar ingin berbagi cerita sohib kental Smartf41z yang sukses lolos dari jebakan Polisi yang menilangnya.

Kasus 1

Kena tilang gara-gara pajak kendaraannya mati. Karena temen ane yakin kalo si pulisi itu salah pasal (di surat tilang tertulis STNK mati), temen ane milih sidang aja. Saat sidang temen ane ngeyel dan minta banding. Dan akhirnya menang

Kasus 2

Temen ane kena razia polisi. Sialnya doi ga bawa STNK. Polisi sih menyarankan damai aja tapi temen ane tetep ga mau dan memilih sidang. Akhirnya motornya terpaksa diamankan dikantor polisi terdekat. Nah saat datang sidang, berkas temen ane kaga ada di pengadilan dan disuruh ke pulisi yang menilangnya. Ternyata tembusan surat tilang dan jadwal sidang dicoret dan diganti tanggal sidangnya sama bagian administrasi di kantor pulisi tersebut. Temen anepun naik pitam, seenaknya mengganti jadwal sidang sedangkan temen ane kan juga harus ijin dari tempat kerjanya, emang dia berhak coret surat resmi tanpa ada paraf dari pemberi tilang. Akhirnya temen ane minta bertemu atasannya untuk melaporkan tidak becusnya kerjaan anak buahnya,  eh si bagian administrasi itupun jiper dan cari win-win solution (You know lahhh…. 🙂 ) . Temen saya pun ngancam memperkarakan si bagian administrasi tersebut. Endingnya lolos  tanpa keluar duit sepeserpun.

Kasus 3

Karena ga hapal jalan temen ane masuk jalur menuju tol, ketahuan polisi dan akan ditilang. Karena temen ane emang merasa bersalah si doi minta slip biru. Eh si Pulisi itu ngeyel mending titip sidang aja. Karena temen ane tetep ga mau ngalah, temen ane diminta dateng ke Kantor Pulisi Jakarta Utara, padahal temen ane ditilang di Jakarta Barat. Kliatannya pulisi ini sedang ga bertugas karena juga ga bawa surat tilang. Wah kesempatan deh memperdayai pulisi ini. Temen ane pun telepon kenalannya di bagian narkoba untuk minta penjelasan apa boleh pulisi yang sedang tidak bertugas, menilang pengendara lain. Eh kenalan temen ane itu malah mau bicara langsung ke pulisi itu. endingnya si polisi mengembalikan surat-surat yang disita dan memberi salam temen ane “hati- hati di jalan ya mas.”

Patut dicontoh emang kelakuan sohib ane ini. Coba bayangkan apa yang terjadi sama nasib pulisi jika semua pengendara seperti sohib ane 🙂