Pemilihan Windshield, salah pilih bikin getar dan mengacaukan hembusan angin

Sebenernya bukan salah produsennya sih tapi karena SF salah pilih model saja… Model windshield yang terpasang pada Nmax ternyata bikin masalah lain.

yang pertama karena lekukan bodi gitar di tengah windshield bikin windshield goyang saat melewati jalan rusak, bodi gitar tersebut juga bikin windshield melengkung pada kecepatan 80kpj keatas.

windshield

yang kedua ketinggian Windshield dan penampang atas windshield. bagian ini mempengaruhi kemana angin dibiaskan oleh windshield. windshield SF ini ketinggiannya hampir sejajar kepala, ditambah lagi bagian atas windshiel terdapat cekungan, kemungkinan angin jadi terkumpul pada cekungan diatas windshield… nyoba riding sekitar 60 KPJ tanpa helm diarea perumahan tamparan angin sangat terasa di kepala. Riding diatas 80 kpj bisa menggoyahkan helm yang ga ditutup visornya… selain itu hembusan angin terasa lebih keras.

Secara model sih terlihat OK namun secara fungsi ternyata sedikit meleset….

Menyaksikan spacy kesusahan menaklukkan jalur alternatif

Beberapa hari lalu SF memang sedikit terburu-buru nganter teman ngejar jadwal keberangkatan bus. Karena jl raya macet parah rekan SF menunjukkan jalur alfernatif yang memang sedikit ga nyaman karena jalannya rusak dan melewati beberapa polisi tidur. Kebetulan motor didepan SF adalah honda spacy yang dipakai boncengan 2 orang yang ga bisa dibilang kecil. Beberapa kali spacy tersebut memperlambat motornya serta ridernya menurunkan kaki saat melewati gundukan /polisi tidur.  Nampak sekali rider spacy tersebut sedikit kerepotan melahap jalur alternatif yang ga rata serta banyak poldurnya, ground clearance rendah apalagi buat boncengan makin ceper saja tuh motor. Terpaksa begitu ada space, spin SF sedikit memaksa nyalip (mohon maaf pada spacy putih ridernya berjaket dan berhelm hitam di jalur alternatif sejajar jl yos sudarso).
Beberapa kali SF mencicipi spacy milik teman, memang ga nyaman sekali jika rute banyak poldur. Dipake sendiri saja sudah gasruk poldur.Padahal spacy ini awalnya masuk daftar motor favorit SF (in case klo pengen tuker spin) tapi kalau ndeprok seperti itu yo males… spin saja masih sanggup boncengan 4 orang melewati polisi tidur tanpa kendala (SF,istri,+2 balita), klo pake spacy bisa jadi jungkat-jungkit kena poldur 🙂 . Moga-moga insinyur honda dapat solusinya… sayang motor fungsional bervalue lebih tapi ga nyaman melahap rute ga rata.

Giliran spacy sekarang yang di tes boncengan

Minggu-minggu ini kerjaan SF lumayan penuh agenda keluar. Termasuk kamis kemaren.. ada 3 klien yang harus dikunjungi. Maunya pakai mobil kantor tapi muales , karena biasanya hari terakhir sebelum liburan panjang macet parah. Akhirnya boncengan pake spacy milik temen yang lumayan gress kmnya baru 2000an, (belinya juga sama SF waktu itu). Awal mula doi pengen vartech125  tapi karena inden 3 bulan bila beli cash,di cancel dan ganti spacy.
image

Sampai parkiran kunci langsung SF rampas 🙂  SF jelas pengen jadi jokinya. Stater bletax khas honda terdengar, motor masih sanggup meladeni bobot kami berdua (total sekitar 150kgan), namun akselerasi terasa menggigit sampai 60 kpj doank, selanjutnya nambahnya lama dan sedikit ngeden. Rekan saya penasaran gimana perbandingan sama vario 125 yang ga jadi dibelinya.

image

Ok sambil jalan SF sedikit cerita.Akselerasi sampai 40 kpjan lebih menghentak spacy namun diatas itu sepertinya vario 125 terlalu superior. Pas masuk perumahan ga disangka polisi tidur yang cukup rendah cukup untuk menggesek bagian bawah spacy.. wah lebihh parah dibanding vario 125. Alhasil SF ambil ancang ancang menyimpang/mengiris miring saat melewati polisi tidur (awas perhatikan lawan arah dan kendaraan dibelakang), beberapa polisi tidur sukses dilewati. Benar-benar bikin ga nyaman jika rute yang dilewati banyak polisi tidur. Selanjutnya joknya hampir sama seperti vario 125, lebar tapi kueras… jok spacy juga bikin ngangkang tapi kaki masih bisa menapak sempurna. Kepakeman rem lumayan enteng seperti halnya vario milik teman kemaren. Soal rem ini pemilik spacynya ngaku sering timbul bunyi tikus kejepit saat rem belakang pada kecepatan rendah.. sudah komplain ke dealer katanya cuma kotor, abis dibersihkan ga seberapa lama kumat lagi. Anehnya sepanjang di coba SF sejauh kurang lebih 15 km bunyian itu ga terdengar (takut sama SF kali ya) 🙂  untuk kemacetan sambil bawa boncengan, handling spacy terasa sedikit ga melawan saat bermanuver namun karena body enteng mudah untuk dikoreksi, ga seperti vario 125 yang cukup bikin pegel di kemacetan, dibanding spin, wuee.. jelas enakan spin. 🙂  fitur hampir sama seperti vartech 125 saklar bikin bingung . tombol sein dan klakson ketuker, dek depan ga cukup lega sama kaya vartech 125 , helm full face SF ga bisa masuk di cantolan dek depan kudu dimiringkan. Kalau masalah deck lega spin jagony. (Klo ga salah kymco free lx juga lapang) :mrgreen: . Bagasi lebar sangat membantu pemiliknya buat taruh jas hujan ,helmnya malah ditaruh luar ( berubah julukan jadi spacy coat in dunk :mrgreen: )
keiritan spacy SF ga sempet dibandingkan dengan vario. Namun berdasarkan cerita rekan SF, dibanding dengan Yamaha mx motor lamanya lebih irit spacy. Dalam seminggu doi keluar duit 20 ribu saat memakai jupiter mx, namun saat memakai spacy dia cuma keluar 15 rb. (Ini mx yang keborosen atau spacy yang irit ya? ). kelebihan tangki bensin besar pada spacy  cukup memuaskan rekan SF karena ga perlu sering antri bensin. Konklusinya rekan SF ini ga nyesel ambil spacy daripada vario 125, mengingat dia ga seneng kenceng dan cari motor yang handlingnya ringan serta fungsional.

Kenapa Motor Honda Semakin Panas Semakin Ngacir?

Dulu semenjak mengenal dunia per-touringan, sering terdengan mitos motor-motor honda paling enak diajak turing, kalo mesin panas larinya tambah ngacir, berbeda dengan motor  produk lain yang saat panas tenaga malah ngedrop. (apalagi yang 2 tak)

motor babe dulu yang sering SF pinjem buat turing

Saat iseng ngobrol dengan montir waktu nyervis tiger ane. Doi ngasih alasannya. yang bikin motor honda enak buat jalan jauh adalah karakter mesin yang kompresinya rata-rata dibawah motor pabrikan lain. Nah saat mesin panas karena digeber terus-terusan suhu ruang bakar akan naik serta komponen mesin akan memuai. Dalam hal ini piston yang banyak memuai karena dihantam ledakan terus menerus. Akibatnya ruang bakar menyempit dan kompresipun naik. nah untuk motor pabrikan lain kompresinya akan naik lebih tinggi lagi sehingga over kompresi dan terjadi gejala mesin ngelitik (kalo extreem) sehingga tenaga ngedrop. Ditambah lagi dengan suhu mesin yang naik drastis akibatnya bensin meledak sebelum waktunya. Nah solusinya kalo pengen tetep ngacir saat turing pakai saja bahan bakar yang oktannya lebih tinggi. Apalagi motor-motor yang dari sononya sudah berkompresi tinggi seperti satria FU, CS1 maupun Ninja 250, meskipun kalau kepepet masih bisa nenggak premium namun kalau buat turing haram hukumnya. Disarankan pakai Bahan bakar yang beroktan 92 (setingkat pertamax plus). Gara-gara kompresi rendah bikin honda saat itu terkenal paling awet dan paling irit makanya image itu melekat di angkatan ortu kita. Sampe sekarang pun banyak para ortu kalo beli motor harus honda biar anaknya ga bisa kebut-kebutan. Kalo anaknya pinter minta aja minimal Cs1 ato CBR sekalian he3…..

Rasanya Kok Nanggung ya Motor Cruiser Cuma 1 silinder.

Setiap bawa Ninja kekantor sengaja Smartf41z cari tempat parkir bersebelahan motor yang sama-sama besar. Kebetulan juga dikantor ada yang bawa honda Phantom, jadinya 2 motor ini selalu berjejer kalo parkir. Dari segi desain dan kenyamanan emang bagus banget moge mini yang mesinnya sama plek dengan Honda Tiger ini. Bedanya motor ini built up dari Thailand. harganyapun lumayan, setara dengan PCX. Namun sayang sekali mengetahui kalau silindernya cuma 1 dan suaranya juga terlalu sopan jadi bikin kurang greng. Motor cruiser identik dengan bodi yang gambot, yang otomatis dibekali mesin berkapasitas besar yang memiliki torsi badak, suaranya pun menggelegar khas motor V-twin yang punya stroke panjang.

Sayang Aura Cruisernya Kurang Dapet

Smartf41z udah dua kali jajal motor jenis cruiser, yang pertama Honda shadow 750cc yang kedua Suzuki Intruder 1500cc. Saat pertama kali jajal motor jenis ini kesan pertama jauh dari perkiraan yang membayangkan riding motor dengan berat lebih dari 200kg pasti susahnya minta ampun. Begitu nyemplak nih motor dengan mudahnya menegakkan standar sampingnya. Trus begitu dipake jalan enteng banget rasanya. Ternyata yang bikin ringan adalah titik beratnya sangat rendah, dan berat bertumpu dibagian buritan, makanya handling terasa ringan. Motor jenis ini lebih mengandalkan torsi gedhe daripada tenaganya, jambakan saat memuntir grip gas cukup liar namun nafasnya singkat. Lain jika dibandingkan motor pure sport. Jinak bawahnya namun menakutkan di putaran atas. Musuhnya dijalanan Indonesia cuma satu, banyak polisi tidur.he3…. dipastikan bakal ngegasruk tuh. Intruder yang ane coba sukses menggores polisi tidur diperumahan (Untung empunya ga tau. Maafin ane ya Ko… ha3…).

Honda shadow, jajal punya babenya temen pas SMA dulu. Ga pake helm, pake sandal jepit, ketemu polisi cuma geleng2 kepala. kqqqq... dasar anak muda
Sukses nggasruk polisi tidur

Rupanya rekan kerja smatf41z pemilik honda phantom ini  sadar kekurangan dimotornya, alhasil knalpot freeflow pun nemplok di buritan. Tapi tetep aja, suara khas moge susah dihasilkan dari mesin 1 silinder 200cc. Kok malah lebih merdu moge cina 2 silinder ya…